
" Kamu bersedia menjadi istri ku yang sesungguhnya?" tanya Rendi dengan gejolak hasrat yang kian tinggi.ulah Rendi yang menggigit kecil daun telinga nya membuat Ola merinding ingin mendapatkan apa yang suami nya juga ingin kan.
" Boleh kah Aku meminta nya malam ini sayang?" tanya Rendi lagi dengan sangat gugup Ola tersenyum mengangguk secara perlahan.
Rendi merebahkan tubuh Ola perlahan di atas ranjang dan terjadi lah adegan yang sudah lama ingin Rendi lakukan.
Cup..
Rendi melahap bibir mungil Ola,kecupan yang dia berikan kini berubah menjadi kecupan penuh gairah.Ola sama sekali tidak memberontak,dia malah ikut membalas ******* yang di lakukan oleh suami nya dengan nafas yang memburu dan itu membuat Rendi tersenyum senang.
Ola semakin memejamkan kedua mata nya karena semakin merasa terbuai dengan permainan sengit lidah suami nya.Ola semakin menegang saat merasakan ada sebuah tangan yang menyentuh dada nya.
Tangan Rendi dengan begitu nakal nya meremas gunung kenyal itu dan memelintir puncak nya sampai membuat Ola bergetar hebat.
" Mas..." racau Ola merasakan kenikmatan melebihi apapun.
" Apa Kamu menyukai nya sayang?" tanya Rendi semakin giat memainkan gunung kembar itu dan tidak lupa memainkan puncak nya dengan bringas.
" Enghhh...Mas.." Ola mendongak kan kepala nya merasa nikmat.karena ini adalah untuk pertama kali nya tubuh dan seluruh bagian intim nya di sentuh oleh lelaki.
" Aku akan membuat Kamu merasa nyaman sayang." bisik Rendi yang sudah tidak tahan lagi dan langsung merobek pakaian yang menempel di tubuh Ola berikut dengan pakaian nya juga.
" Mas! Itu mu terlalu besar,apa bisa masuk ke ini ku?" tanya Ola takut.
" Kamu takut?" tebak Rendi langsung yang di balas anggukan kepala oleh Ola.
" Kamu cukup menikmati nya saja,dan memang agak sedikit sakit di awal tapi tidak akan berlangsung lama." jawab Rendi langsung menyesap kembali bibir Ola dan semakin lama semakin turun ke leher dan lanjut di gunung kembar Ola sampai meninggal kan banyak jejak merah di kulit putih dan bersih ini.
Ola yang tidak tahan lagi untuk mengeluarkan suara laknat nya terpaksa membuka mulut dan membiarkan semua nya keluar tak bersisa.
" Mas..." racau Ola menekan kepala Rendi agar lebih dalam lagi memainkan gunung kembar nya.
" Aku mau pipis Mas! Lepaskan dulu." rengek Ola yang terasa kian sesak dan bluss...semua nya menyembur keluar dan membuat Rendi terkekeh geli.
" Mas..Malu." ucap Ola menutup seluruh muka nya dengan kedua telapak tangan.
" Sudah sejauh ini masa masih malu juga sih sayang? Sekarang giliran Aku lagi." Rendi menggesekkan pusaka nya di bawah sana sehingga membuat Ola kembali menegang dan bergetar hebat.
" Mas... Takut." cicit Ola pelan.
" Rileks sayang." ucap Rendi menenangkan Ola yang dia tahu betul bahwa ini adalah untuk pertama kalinya bagi sang istri.
Rendi memposisikan lubang nya tepat di lubang yang sudah basah dan mulai memasukkan nya secara perlahan-lahan.
__ADS_1
Ola menjerit sekencang nya saat pusaka panjang itu berhasil menembus pertahanan yang selama ini dia jaga dengan begitu posesif.mata Ola berkaca-kaca dengan bibir yang di gigit karena tidak kuat lagi menahan rasa sakit di bagian intim nya.darah kotor milik Ola berserakan di atas sprei dan berhasil membuat Rendi tersenyum dengan bangga nya.
" Sayang! Jangan nangis,rasa sakit nya hanya sebentar saja dan setelah itu akan berganti menjadi nikmat." bisik Rendi lembut sengaja diam untuk memberikan ruang waktu kepada sang istri agar merasa nyaman.
Setelah Ola mulai tampak tenang,Rendi perlahan menggerakkan pinggul nya dengan sangat hati-hati karena tidak ingin membuat istri nya tersakiti.
" Kamu, nikmat sekali sayang." ucap Rendi terus memberikan goyangan baru dan berhasil membuat Ola ikut menjerit kuat.
" Mas! Aku mau pipis lagi." teriak Ola dengan nafas yang memburu.
" Bersamaan sayang." balas Rendi semakin cepat dan mengeluarkan semua cairan kental di dalam rahim istri nya.
Entah sudah berapa kali mereka mengulang permainan panas ini sampai membuat seluruh tubuh Ola terasa lelah dan juga sakit-sakit.tepat pada pukul 04.10 WIB pagi hari akhir nya Ola bisa bernafas lega karena Rendi akhirnya mau menghentikan aksi nya yang selalu merasa belum puas.
Rendi menggeser tubuh nya ke samping Ola dan kembali memeluk Ola dengan begitu agresif nya.
" Awww...Sakit Mas." keluh Ola merasa perih saat ingin membenarkan posisi tidur nya.
" Maaf sayang,tadi Aku nggak bisa berhenti lagi." Rendi merasa bersalah sudah mengerjai istri nya sampai berjam-jam lama nya ,rasa nikmat yang kembali dia rasakan setelah sekian lama tidak mendapatkan nya lagi membuat Rendi brutal yang awal akan berjanji bermain dengan lembut namun berubah menjadi kasar dan terus memanggil nama istri nya.
" Sakit banget ya sayang? " tanya Rendi khawatir.
" Hmm." jawab Ola singkat.
Ola yang belum bisa memejamkan kedua mata nya memilih melukis asal di dada sang suami yang sudah nampak memejamkan kedua mata nya.
" Sayang! Geli." ujar Rendi menahan pergerakan tangan Ola.bukan nya ingin melarang sang istri menyentuh tubuh nya,tapi sentuhan yang Ola berikan bisa membuat pusaka sakti nya kembali mengeras dan di tidak mungkin rasa nya mengulang kembali di saat istri nya masih merasa sakit bercampur perih.
" Geli kenapa sih Mas! Aku cuman pegang dada doang kok,jangan ngaco Kamu deh." tegas Ola merasa tidak bersalah.
" Stop sayang! Lihat lah ini " Rendi membuka selimut yang membungkus tubuh mereka sehingga menampilkan pusaka yang sudah berdiri tegak mencari gawang nya kembali.
" Astaga Mas! Kok bisa." teriak Ola takut.
" Hahahaha...Ya bisa lah.maka nya jangan menggoda Aku kalau Kamu masih ingin beristirahat." ucap Rendi sambil tertawa melihat wajah kaget istri nya.
Ola langsung menjauhi dada Rendi dan menarik selimut sebatas dagu untuk melindungi tubuh nya yang masih terasa lelah.
" Udah ayok tidur sayang! Aku tidak akan meminta lagi pagi ini,tapi besok boleh kan?" tanya Rendi yang sudah candu nya.
" Nggak." jawab Ola cepat.
" Dosa loh sayang kalau menolak permintaan suami, Allah akan marah kalau Kamu mengabaikan suami mu." ujar Rendi begitu bijak karena tidak rela harus berpuasa lagi.
__ADS_1
" Iya Pak Rendi Irawan! Sekarang Jawab dulu pertanyaan yang ingin Aku berikan.kok Kamu kayak berpengalaman banget sih Mas saat main tadi?"" tanya Ola penasaran.
" Aku cuman ngikutin insting Aku doang sayang,udah nggak usah banyak tanya sekarang kita tidur lagi jika Kamu tidak ingin Aku mengulang nya kembali." tegur Rendi karena tidak ingin salah jawab.hidup di luar negeri dalam waktu lama tentunya membuat Rendi pernah merasakan bagaimana enak nya pergaulan bebas.meski pun tidak sering tapi Rendi pernah melakukan nya sebelum menikah dengan sang istri.
" Mas! Kamu pasti menyembunyikan sesuatu kan dari Aku.baiklah kalau itu mau mu.jangan salah kan Aku jika nanti Aku tahu dari mulut orang lain." ancam Ola tegas.
" Kamu mau tahu apa lagi sih sayang? Memang nya Kamu nggak lelah apa?" tanya Rendi berusaha membuat Ola menyerah.
" Nggak! Jawab dulu pertanyaan Aku tadi, baru setelah itu kita tidur." Ola menatap tajam Rendi sehingga memaksa Rendi akhirnya mau membuka suara nya.
" Tapi janji jangan marah ya,ini terjadi jauh sebelum kita bertemu dan juga menikah." pinta Rendi memeluk posesif sang istri.
" Iya, cepatan Mas." Ola semakin deg-degan menunggu penjelasan dari suami nya yang dia yakini akan membuat dia sebagai seorang istri akan kecewa nanti nya.
" Dulu Aku ..." Rendi menjelaskan semua nya kepada Ola karena tidak ingin ada kebohongan di dalam rumah tangga yang mereka jalani, meskipun harus pahit di awal tapi setelah ini akan berubah menjadi manis dan semakin dekat lagi.
" Jangan marah! Aku nggak akan mengulanginya lagi karena cuman ada Kamu di dalam hati dan juga hidup ku." Rendi yang melihat perubahan pada wajah Ola langsung mengecup wajah istri nya sambil membisikkan kata maaf yang sudah tidak terhitung lagi keluar dari mulut nya.
" Sayang!" panggil Rendi karena Ola tidak merespon apapun.
" Iya Mas, Aku nggak marah kok.tinggalkan masa lalu mu itu dan jangan pernah lagi mengulangi nya lagi. tapi awas ya nanti kalau Kamu berani bermain celap- celup setelah kita menikah,Aku pastikan Kamu akan di tendang keluar dari keluarga Irawan dan menggembel di jalanan." ancam Ola menakutkan suami nya.
" Iya,nggak akan pernah Aku ulangi dan terimakasih sudah menjaga nya untuk ku." Rendi tersenyum hangat membelai pipi Ola .
" Mau makan lagi nggak?" tanya Rendi perhatian.
" Nggak Mas! Aku masih kenyang." Ola memeluk pinggang Rendi mencari posisi nyaman.
" Kamu mau di sini sampai kapan sayang?" tanya Rendi.
" Terserah Kamu aja Mas,Aku ngikut,tapi Senin Aku ada jadwal kuliah pagi jadi kayak nya cuman bisa sampai besok aja deh! Kecuali kalau Kamu mengizinkan Aku untuk libur kuliah satu hari saja." Ola mendongak menatap wajah suami nya dengan ekspresi imut dan sangat menggemaskan sekali.
" Aku juga mau nya lama,tapi pekerjaan Aku yang nggak bisa di tinggal kan begitu saja.nanti kita akan datang kesini lagi setelah pekerjaan ku selesai atau Kamu mau menyusul Bunda ke luar negeri?" tanya Rendi sebenarnya masih ingin mengurung istri nya di dalam kamar villa ini,tapi apa boleh buat, kesibukan yang menggunung memaksa dia harus segera kembali ke kota sebelum bertambah menumpuk lebih banyak lagi.
" Iya Mas, berarti pagi besok kita pulang ke kota lagi?" tanya Ola memastikan.
" Jangan pagi sayang,sore nya aja biar kita puas istirahat nya." jawab Rendi memberikan usulan nya.
" Baiklah,ayok kita tidur." ajak Ola terus memeluk suami nya dengan begitu agresif sekali.
" Syukur lah dia nggak marah! padahal Aku sudah melakukan kesalahan fatal dalam hidup ku." gumam Rendi tersenyum tulus menatap manik mata Ola yang sudah mulai terasa barat dan semakin lama semakin tertutup sempurna.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰
__ADS_1