Yolanda

Yolanda
Bab 40


__ADS_3

Seperti biasa, Rendi yang super sibuk dengan segudang kesibukan nya langsung bertolak menuju perusahaan raksasa milik orang tua nya di mana dia sendiri yang memegang jabatan CEO muda di sana.sementara Ola memilih melipir ke rumah sang mertua yang sudah dari kemarin meminta dia untuk main ke sana.


" Assalamualaikum Ma." ucap Ola saat melihat pintu rumah sudah dalam keadaan terbuka.sedangkan di depan sana tetap ada beberapa penjaga dan juga pengawal yang menjaga keamanan rumah mewah ini.


" Wa alaikum salam sayang,Kamu kok telat datang nya,Mama sudah dari tadi nungguin Kamu."ucap Nala dengan cepat menyambut kedatangan menantu kesayangan nya.


" Maaf Ma.tadi Ola mampir sebentar buat beli itu." ujar Ola mencium punggung tangan sang Mama mertua dengan dagu menunjukkan kantong plastik yang sudah berpindah tangan ke art yang bekerja di rumah mama mertua nya.


" Ya ampun sayang,Kamu nggak perlu repot-repot begini,ayok kita masuk ke dalam,di sana sudah ada Papa Kamu yang menunggu kedatangan anak perempuan nya."ajak Nala tersenyum sumringah menggandeng tangan Ola menuju ruangan khusus untuk berkumpul keluarga.


Kedua nya berjalan menuju tempat duduk Pak Dion, sedangkan sang Art yang membawa kue dari buah tangan Ola langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan ke dalam piring.


" Pa! Ini anak perempuan kita sudah datang." sahut Nala begitu sampai di depan sang suami.


Pak Dion yang awal nya sibuk menatap layar ponsel akhirnya mendongak kan kelapa dengan tersenyum menyambut kedatangan anak perempuan nya.


" Pa." Ola langsung menghampiri Pak Dion dan tidak lupa mencium punggung tangan nya sebagai tanda menghormati orang lebih tua dari nya.Pak Dion sontak saja mengelus lembut kepala Ola yang memiliki rambut yang begitu indah.


" Duduk Nak, bagaimana kabar mu?" tanya Pak Dion lalu menunjuk sofa kosong yang ada di samping dia.


Ola langsung mengangguk dan duduk di sofa yang berada persis di samping Papa mertua nya,Nala yang tidak ingin jauh-jauh dari menantu kesayangan nya ikut mendekat dan lebih memilih duduk di samping Ola.


Pak Dion hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sang istri yang begitu aneh menurut nya.


" Kabar Ola baik Pa,Mama sama Papa sendiri bagaimana kabar nya?" tanya Ola layak nya seorang anak kepada kedua orang tua nya.


" Kami juga baik,apa Kamu sudah tahu kalau saat ini kedua orang tua mu sedang berada di negara Jepang?" tanya Dion memulai obrolan.


" Sudah Pa, kemarin Ayah sama Bunda sendiri yang memberi tahu nya." jawab Ola gugup.berhadapan dengan sang ayah mertua tanpa ada Rendi di samping nya membuat nyali Ola menciut, apalagi sifat Pak Dion sama persis seperti Rendi yang sangat datar dan juga kaku.


" Apa kalian berdua tidak punya niat untuk menyusul kedua orang tua mu kesana? Kalian bisa sekalian berbulan madu untuk mendekatkan satu sama lain." Dion yang sudah ngebet pengen punya cucu kembali meminta hal yang sama seperti yang pernah di usulkan oleh istri nya.

__ADS_1


" Untuk sekarang Ola dan Mas Rendi belum bisa Pa! Ola sedang banyak tugas kampus,sedangkan Mas Rendi juga tengah sibuk mengurus pekerjaan nya." jawab Ola dengan di iringi sebuah senyum manis nya.


Nala yang menyadari bahwa ada kecanggungan yang terlihat dari wajah sang menantu langsung mengusap lembut punggung Ola untuk memberikan kenyamanan.


" Santai saja sayang,jangan terlalu di ambil hati sikap Papa mu yang dingin nya melebihi gunung es.bukan kah suami mu juga seperti itu dulu?" ledek Nala tersenyum hangat.


" Iya Ma,Ola nggak papa kok." balas Ola yang mulai terlihat tenang.


" Papa sih nggak pengen terlalu ikut campur dengan keputusan yang sudah kalian sepakati berdua,tapi ingat jangan menunda momongan karena Papa sudah ke pengen mendengar suara bayi kecil yang akan memenuhi ruangan ini."ujar Dion tetap menggunakan wajah datar nya.tapi ketahui lah kalau dia begitu menyayangi menantu perempuan nya sama hal nya dengan dia menyayangi Rendi.


" Papa nggak usah khawatir gitu,Rendi mana bisa melihat istri nya nganggur sebentar saja,pasti tiap malam selalu di ajak bergadang sama tuh anak." sahut Nala yang memang sudah mengetahui bagaimana perkembangan anak dan juga menantunya,jangan di tanya lagi dari mana dia mendapatkan informasi itu karena semua art yang ada di rumah Ola merupakan pekerja yang berasal dari rumah Nala.jadi mudah saja bagi Nala untuk mendapatkan semua yang dia inginkan.


Wajah Ola langsung bersemu malu mendengar ucapan sang Mama mertua yang benar ada nya.ingin menyangkal tapi Ola takut membuat kedua mertua nya bersedih hati.alhasil Ola hanya pasrah sambil mengulum senyum di bibir nya.


Tepat pada pukul 18.30 WIB akhirnya Rendi sampai juga di rumah kedua orang tua nya.saat mengetahui Ola akan pergi ke sini sebenarnya Rendi sudah ingin menahan aksi itu,tapi mendengar kata bosan dan jenuh yang keluar dari mulut Ola memaksa dia untuk mengangguk setuju ,toh istri nya berada di tempat yang aman kecuali jika Ola meminta keluar dengan teman-teman dan juga orang lain baru lah dia akan bertindak tegas.


" Kamu jangan sering-sering lembur di kantor Ren,bukankah sudah ada asisten dan sekretaris yang membantu mengurus pekerjaan mu?" tanya Dion yang tahu bagaimana sifat sang putra yang selalu serius kalau sudah menyangkut pekerjaan.


" Iya Pa." jawab Rendi singkat karena dia tahu sang Papa adalah orang yang paling tidak suka mendengar bantahan.


Ini lah yang menjadi alasan keras dari Rendi kenapa tidak ingin datang mengunjungi kedua orang tua nya, pasti dan sangat yakin mereka berdua akan di paksa menginap.sementara Rendi yang sudah candu mengajak sang istri bergadang malam tidak akan tega melihat Ola harus bangun pagi dengan alasan tidak ingin membuat Mama mertua nya marah dan menganggap dia menantu pemalas.


" Iya Pa." jawab mereka berdua dengan kompak.


Nala yang juga menginginkan hal itu langsung bersorak gembira dalam hati nya.wanita paruh baya yang masih terlihat segar di umur yang tidak muda lagi sontak saja mengukir senyum bahagia menatap menantu yang sedang lahap menghabis makanan nya.


Dion yang sudah terlebih dahulu menyelesaikan makan malam nya langsung bergerak dan menuju ruang kerja.


" Papa sudah siap,kalian lanjutkan saja makan malam nya." pamit Dion tidak lupa mengusap penuh kasih kepala Ola sebagai wujud rasa sayang nya kepada anak perempuan satu-satunya di keluarga Irawan.


Rendi yang sudah penasaran alasan di balik sang Papa mengajak dia masuk ke ruangan tertutup itu langsung mengikuti dari belakang dan tidak lupa meninggalkan jejak sayang di kening Ola yang sudah meraih seluruh hati dan juga raga nya.

__ADS_1


" Ya ampun! Manis banget sih anak dingin Mama." ujar Nala dengan rasa bahagia menyelimuti hati.


" Apa setiap hari dia selalu bersikap manis kepada Kamu sayang?" imbuh nya dengan rasa kepo.


" Iya Ma." jawab Ola singkat takut salah ngomong.


" Sekalian mesum juga Ma." sambung Ola hanya berani dalam hati saja.


" Terimakasih sudah membawa perubahan besar dalam hidup Rendi, kalau tidak menikah dengan Kamu! Entah sampai kapan di akan menjomblo dan bertahan dengan sikap dingin nya itu." ucap Nala yang langsung berpindah tempat agar lebih dekat lagi kepada menantu perempuan nya.


" Ola juga mau berterima kasih kepada Mama dan juga Papa yang sudah menerima Ola dengan segala kekurangan Ola.termasuk menemani Ola di saat Bunda dan Ayah jauh dari Ola seperti saat ini." Ola Langsung berhambur memeluk Nala dan di balas Nala dengan penuh kasih sayang.


Sedang kan di dalam ruangan kerja Pak Dion saat ini,Rendi tengah duduk berhadapan dengan sang ayah yang memperlihatkan wajah datar dan juga sangat serius.


" Papa hargai perubahan sikap mu kepada Ola,tapi ingat jangan pernah sedikitpun menyakiti perasaan nya ataupun merusak rumah tangga kalian dengan kehadiran orang lain di sekitar kalian." ucap Pak Dion terdengar menasehati sang putra tunggal.


" Iya Pa." jawab Rendi singkat masih menunggu apa lagi yang akan di bicarakan oleh sang Papa, karena dia yakin masih ada lagi pembicaraan serius yang akan keluar dari mulut pria yang sudah mengajarkan dia banyak hal di dunia ini.


" Kapan Kamu mau mengajak Ola untuk berbulan madu,atau mungkin menyusul kedua mertua mu yang tengah sibuk di negara Jepang sana." ucap Dion yang begitu mengetahui betul bagaimana sibuk nya sang sahabat sekaligus besan nya.bukan maksud ingin memaksa kan kehendak nya,tapi Dion hanya ingin membuat Ola bertemu dengan kedua orang tua nya walaupun hanya sebentar saja.


" Nanti Pa, untuk saat ini Rendi belum bisa ,selain itu Ola juga sedang sibuk dengan kuliah nya.mungkin nanti setelah Ola selesai ujian semester." tukas Rendi yang memang tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya baik di kampus maupun di kantor.


" Baiklah,Papa harap Kamu mau menyempatkan waktu untuk berlibur bersama istri mu,lalu bagaimana dengan keadaan kampus saat ini?"


" Om Edo sudah tidak pernah lagi datang ke kampus dan semua mata-mata yang dia kirim sudah Rendi usir jauh-jauh sebelum mereka sempat mengacau di sana.Papa tenang saja,Rendi sudah menempatkan beberapa orang kepercayaan Rendi yang begitu pintar di IT untuk melacak kemana pun pergerakan Om Edo dan juga ayah nya." jawab Rendi yang membuat sang Papa tersenyum tipis.senyum yang sangat jarang dia tampil kan tapi mampu membuat Rendi merasa tenang tanpa harus merasa takut lagi.


" Papa serah kan semua nya sama Kamu, Papa yakin Kamu bisa mengatasi semua nya."


" Iya pa."


" Sudah sana Kamu temui istri mu,kasihan dia kalau harus menunggu sendiri di dalam kamar."

__ADS_1


Rendi hanya mengangguk kan kepala karena sejak tadi dia memang sudah ingin menemui sang istri untuk sekedar memeluk dan juga mencium melepas rasa rindu yang sering kali menghimpit dada nya.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2