
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 20 menit di dalam mobil, akhir nya Ola dan Rendi sampai di depan rumah mertua nya.entah ada gerangan apa yang membuat Bu Nala dan juga Pak Dion mengirim seorang sopir untuk menjemput anak-anak nya pagi buta begini,padahal tanpa di kirim sopir dan mobil pun mereka pasti akan datang sendiri karena hari ini kedua nya kebetulan sedang libur.
Ola yang sedikit merasa pusing memilih merebahkan kepalanya di sandaran mobil karena akhir-akhir ini dia lebih cepat merasa lelah dan juga stres dengan apa yang sedang terjadi.Rendi yang tidak tega melihat sang istri seperti itu lalu meletakkan dengan sangat hati-hati kepala Ola di pangkuan nya.meski Ola tidak lagi mengeluh tapi Rendi sangat yakin kalau saat ini sang istri masih kepikiran dengan masalah tadi malam.
Mereka berdua turun dari mobil.Rendi tetap menggandeng tangan Ola memasuki rumah kedua orang tua nya.belum sempat kedua nya memasuki rumah mewah yang sangat luas itu.dari arah pintu terdengar suara pertengkaran yang berasal dari ruang tamu.dan tentu saja Rendi sangat hapal siapa pemilik suara itu.pasangan suami istri yang masih hangat-hangat nya ini langsung berjalan ke arah ruang tamu,dimana terlihat Bu Nala sedang memarahi seorang wanita yang duduk dengan begitu angkuh nya.siapa lagi kalau bukan Bunga yang ternyata bertindak lebih cepat dari yang Rendi duga, di atas meja kaca itu terdapat sejumlah foto kebersamaan mereka waktu di dalam hotel dan terdapat juga hasil USG beserta alat testpack yang menunjukkan garis dua.rupa nya rubah betina itu sama sekali tidak mengindahkan ancaman yang di berikan oleh Rendi kepada diri nya,bahkan Rendi sengaja merijek panggilan yang dia lakukan tadi pagi karena tidak punya kepentingan lagi dengan dia,pria ini langsung tersenyum kecut dengan mengetik sesuatu di layar ponsel nya.
Ola yang sudah tidak sabar ingin menyaksikan pertengkaran itu langsung menarik tangan Rendi untuk mendekat ke sana.
Bunga yang melihat kedatangan mereka berdua langsung tersenyum penuh kemenangan.sementara Ola yang tidak ingin kalah juga ikut menantang senyum wanita pengganggu itu dengan begitu jumawa nya.meski umur dia memang masih muda tetapi selama ini Ola tidak pernah takut menantang lawan bicara nya, meski Ola berasal dari keluarga kaya tidak lantas membuat dia cengeng menangis histeris dengan apa yang sudah terjadi.wanita 21 tahun ini sangat tegar sekali dan kelihatan sulit untuk di jatuhkan.
" Aku pikir di otak mu ini masih menyimpan sedikit rasa malu atau pun segan.tapi nyata nya Aku salah, wanita murahan seperti mu memang pantas berada di tempat itu dan tidak cocok masuk ke dalam keluarga suami dan juga mertua ku." tegas Ola menatap tajam Bunga yang terlihat meremehkan diri nya.
Bunga yang tidak terima di hina seperti itu langsung bangkit dari tempat duduk nya dan berniat hendak melayang kan sebelah tangan ke wajah Ola.namun sangat sayang sekali Ola dengan cepat menangkis pukulan nya itu.Ola kembali menghunuskan tatapan mata berkabut api kehadapan wanita yang berniat merebut suami nya.
" Harus nya Kamu bertanggung jawab penuh dengan anak yang Kamu kandung itu,bukan malah meminta suami ku untuk menikahi mu,Kamu ini sangat murahan sekali dan cepat lah tobat sebelum Kamu di laknat sama semua wanita yang ada di dunia ini." sindir Ola melipat tangan di dada menunggu reaksi apa lagi yang akan di berikan oleh Bunga.
Bu Nala dan Pak Dion tersenyum puas melihat anak menantu mereka ternyata begitu sangat berani dan bisa melumpuhkan lawan dengan begitu manis tanpa harus menyentuh.
" Rendi! Selesai kan semua ini.jangam sampai menantu kesayangan Mama tersakiti oleh kehadiran wanita gila ini."titah Nala langsung memeluk tubuh Ola sambil tersenyum manis.
" Duduk dulu sayang,biar kan suami bodoh mu itu menyelesaikan semua nya." imbuh nya membawa Ola duduk di samping Pak Dion.
Ola yang juga merasa semakin pusing akhirnya mengalah dan duduk tepat di samping ayah mertua nya.Pak Dion mengusap lembut kepala Ola yang terlihat sangat kelelahan dengan wajah yang sedikit pucat.
" Aku mau Rendi segera menikahi ku,perut ku setiap hari akan bertambah besar dan Aku tidak mungkin menyembunyikan nya terus-menerus." ucap Bunga begitu percaya diri.
" Aku akan menyebarkan semua bukti ini ke awak media kalau sampai kalian semua berani membohongi ku dan tidak mau mengakui anak yang sedang Aku kandung ini." imbuh Bunga mulai mengancam saat melihat semua orang tidak ada yang menanggapi serius kata-kata yang keluar dari mulut nya.
" Silahkan saja Kamu sebar semua yang Kamu punya,tapi Aku pastikan sebelum semua nya tersebar! Video panas mu dengan berbagai macam pria termasuk si bandot tua Julius itu akan di tonton oleh banyak orang detik ini juga." balas Rendi terlihat sangat santai tanpa merasa takut atau pun gentar.padahal Bunga sudah sangat yakin keluarga Irawan pasti tidak akan rela nama baik keluarga mereka tercemar oleh kelakuan Rendi yang merupakan ahli waris dari semua aset yang mereka miliki.
__ADS_1
Deg.. Seketika wajah Bunga langsung berubah pias tapi dengan cepat dia mengubah nya seperti biasa agar Rendi tidak kembali mencurigai nya.
" Masuk Del." titah Rendi kepada Sang asisten yang membawa dua orang anak buah di samping nya.
" Di mana Penghulu nya Ren? Aku nggak papa kok jika saat ini kita menikah di bawah tangan dulu,tapi nanti Kamu harus segera meresmikan nya." lagi-lagi Bunga begitu sangat berharap bisa masuk ke dalam rumah Irawan yang sejak awal dia masuk sudah membuat kedua mata nya jelalatan tidak terkontrol lagi.
" Tidak perlu pakai penghulu segala karena Aku tidak akan pernah sudi menikahi wanita sisa dari orang lain.istri ku hanya satu orang yaitu Yolanda Zevanya Himawan! Bukan Kamu atau wanita manapun itu." bentak Rendi memberikan kode kepada Fadel.sang asisten pun langsung mengangguk patuh dan segera meminta anak buah nya menyalakan laptop.lalu Fadel juga tidak lupa mengeluarkan bukti transfer dari rekening Rendi kepada Bunga, sebagai bukti bahwa mereka sudah begitu lama tidak pernah berhubungan lagi.sedangkan di dalam amplop yang satu nya lagi terdapat foto-foto Bunga yang sedang dalam posisi naked duduk di atas pangkuan beberapa orang pria.
Srek..
Rendi merobek ujung amplop itu dan sedetik kemudian langsung melempar kan semua nya ke wajah Bunga yang menatap bingung.
" Aku pasti kan Kamu dan bandot tua mu itu akan mendapatkan balasan nya.dan seperti yang Aku bilang kemarin malam.penjara terlihat sangat bagus untuk Kamu yang merupakan penipu ulung." ucap Rendi di ikuti tawa mematikan nya.tawa yang cukup di takuti oleh anak buah dan juga lawan bisnis nya.
" Apa maksud Kamu?" tanya Bunga masih mengelak.
" Lihat saja video yang keluar dari laptop itu,dan Kamu akan mengetahui semua nya." Anak buah Rendi langsung memutar bukti yang sudah mereka kumpulkan malam tadi.semua orang yang melihat adegan itu hanya bisa menatap jijik dan tidak berniat melihat nya lebih lanjut lagi.
Fadel yang sedang menunggu perintah dari Rendi akhirnya bergegas menekan tombol pause setelah Rendi mengangguk kan kepala nya.sedangkan Ola yang berada di samping mertua nya malah sama sekali tidak di izinkan oleh suami nya yang langsung dengan cepat menutup mata Ola menggunakan kedua tangan nya.
" Itu pasti rekayasa." tolak Bunga menggeleng dengan suara gugup nya.
" Bagaimana ini bisa rekayasa Nona Bunga yang terhormat! Sedangkan Bandot tua itu saja sudah mengakui nya dan sekarang berada dalam tawanan anak buah kami." sahut Fadel yang gregetan melihat sikap tidak tahu malu Bunga yang tidak kunjung berkesudahan.
" Anda juga akan segera ikut dengan kami, karena wanita seperti anda ini sudah tidak layak lagi beredar di bumi ini." imbuh Fadel meminta kedua anak buah nya untuk segera membawa Bunga keluar dari rumah Tuan muda nya.
" Tunggu dulu! Aku tidak pernah berbohong dan Julius sendiri yang sedang berbohong.Aku benar-benar mengandung anak mu Ren,nanti setelah anak ini lahir Kamu bisa melakukan test DNA kepada dia.Aku akan pergi dengan sendirinya jika dia memang tidak terbukti sebagai anak mu.tapi Aku mohon biarkan Aku dan anak ini tetap hidup untuk saat ini." pinta Bunga mulai merayu Rendi untuk menyelamatkan hidup nya.
" Sayang nya Aku bukan lah orang yang bisa di ajak bekerja sama,tanpa harus test DNA pun Aku sudah tahu kalau itu bukan darah daging ku, meskipun Aku pria bejat, tetapi Aku tidak lupa untuk tetap menggunakan pengaman sebelum menyentuh wanita bayaran seperti Kamu." ujar Rendi menatap lurus ke depan tanpa tersentuh dengan drama yang di mainkan oleh Bunga.
__ADS_1
sedangkan Ola yang mendengar semua bukti yang di bicarakan akhirnya bisa bernafas lega untuk saat ini,tapi dia tidak bisa menebak kemungkinan yang akan terjadi kedepan nya karena suami nya masih memiliki banyak wanita masa lalu.
Plak...
Bu Nala maju ke depan dan langsung mengayunkan tangan nya di kedua pipi Bunga .
" Itu untuk ketenangan rumah ku yang sudah Kamu usik dengan begitu bodoh nya." ucap Nala terlihat sangat marah sekali.
Plakk..
" Dan ini untuk menantu kesayangan ku yang sudah Kamu rusak kebahagiaan rumah tangga nya." imbuh Nala kembali mengayunkan tangan nya dengan begitu kuat sekali.
Bunga yang tidak siap untuk menghindari pukulan keras itu hanya bisa meringis sambil memegang kedua pipi yang terasa begitu perih bercampur panas.
" Anton! Seret wanita ini keluar dari sini dan jangan pernah biarkan dia menampakkan wajah nya di hadapan menantu ku lagi." pinta Pak Dion yang sejak tadi diam kini ikut angkat suara.
" Siap Tuan besar." jawab Fadel dan Anton patuh.
" Lepaskan! Lepaskan Aku." teriak Bunga tidak suka.namun tenaga nya sebagai seorang wanita jelas kalah mutlak dari dua orang pria yang berbadan besar dan juga berotot.
" Aku akan membalas semua nya! Aku pasti kan keluarga ini harus membayar semua yang Aku terima hari ini.termasuk Kamu juga." teriak Bunga semakin menjadi-jadi sehingga membuat anak buah Rendi mempercepat langkah kaki mereka.begitu sampai di dalam mobil,kedua tangan Bunga langsung di ikat dengan tali begitu juga dengan mulut yang juga ikut di bekap menggunakan sapu tangan.
" Maaf sayang! Dan terimakasih Kamu sudah tetap berada di samping ku." Rendi langsung memeluk tubuh Ola yang terdiam di tempat nya.
" Iya Mas! Aku tahu wanita itu pasti sengaja menjebak mu karena tidak terima dengan status mu saat ini." sahut nya lirih,meski sedang tidak nyaman dengan kondisi tubuh nya sendiri,Ola masih bisa menggunakan otak waras nya yang kelewat pintar sekali.
" Sana bawa istri mu ke kamar dulu Ren! Seperti nya Ola butuh istirahat yang banyak.wajah nya terlihat pucat sekali." titah Pak Dion yang tahu jika saat ini anak perempuan nya sedang tidak baik-baik saja.
" Iya Pa." jawab Rendi patuh langsung menggandeng tangan Ola menuju ke kamar nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰