Yolanda

Yolanda
Bab 34


__ADS_3

Silau nya cahaya matahari yang masuk ke dalam kamar nya membuat Ola mau tak mau menggeliat kan badan mencari kenyamanan dari rasa kantuk nya.Ola mengerjap kan kedua mata nya saat merasa kasur ini terlalu luas untuk dia kuasai sendirian.


" Mas Rendi.." Ola langsung terduduk di tengah rasa bingung nya.di liat nya sang suami sudah yang tidak lagi berada di samping nya.melihat keadaan nya yang masih dalam keadaan polos akhirnya Ola terpaksa masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan terlebih dahulu seluruh badan yang sudah lengket oleh ulah suami nya.


Setengah jam lama nya Ola berada di kamar mandi sambil menikmati hangat nya air yang dia isi ke dalam bathtub.panggilan keras dari para art yang berada di depan pintu kamar nya tak lagi di hiraukan oleh Ola yang tengah sibuk menikmati kebebasan nya hari ini.tadi malam sebelum Ola memberikan jatah suami nya untuk yang kesekian kali nya.Ola mengajukan sebuah syarat khusus dan ternyata tanpa berpikir panjang langsung di setujui oleh suami datar tapi penuh perhatian itu.


Rendi sang pengusaha penuh pertimbangan akhirnya melanjutkan kegiatan panas nya sampai dini hari meskipun Ola sudah meminta untuk berhenti tapi pria datar itu tetap menambah kecepatan penyatuan sampai mendapatkan puncak kenikmatan yang tiada dua nya.


Tok..Tok..Tok


Ketukan pintu yang cukup keras dari luar kamar mandi kembali memaksa Ola untuk membuka lebar-lebar kedua mata bulat nya.


" Iya ada apa?" tanya Ola setengah berteriak.


" Maaf Non,ini Bi Murni! Apa Nona baik-baik saja?" tanya Bi Murni yang entah bagaimana cara nya bisa masuk ke dalam kamar sang majikan dan saat ini sudah berdiri di depan pintu kamar mandi, karena seingat Ola selama ini dia dan Rendi selalu mengunci pintu kamar saat mereka pergi atau pun sedang beristirahat.


" Iya Bi! Sebentar lagi Aku siap mandi nya." jawab Ola bergegas menyelesaikan acara mandi karena ada yang ingin dia tanyakan kepada wanita paruh baya itu.


Setelah memastikan tubuh nya wangi,bersih dan tidak ada busa sabun yang menempel lagi,Ola menutup badan seksi nya dengan jubah mandi serta di bagian kepala di lilit oleh handuk tebal.


Ceklek


" Bibi kenapa bisa masuk ke sini?" tanya Ola penasaran.di dalam kamar nya saat ini bukan hanya ada Bi Murni melainkan bersama Bi Ayuk yang sedang merapikan tempat tidur nya.


" Maaf Non,tadi kami berdua di minta sama Tuan untuk membangun kan Non supaya nggak telat sarapan pagi nya.tapi sudah berkali-kali Bibi mencoba memanggil Non dan tetap tidak ada Jawaban,akhirnya Tuan memaksa kami untuk mencari kunci cadangan dari ruang kerja Tuan,takut nya Non Ola kenapa-kenapa atau Maag nya kumat lagi." tutur Bi Murni menjelaskan.


Ola hanya mengangguk lalu masuk ke ruang ganti untuk memakai pakaian santai nya.


" Ini langsung di makan ya Non,kata Tuan nanti kalau sudah siap makan nya jangan lupa untuk menelpon Tuan." ucap Bi Murni menyampaikan pesan yang di titipkan kepada mereka.begitu sangat perhatian nya Rendi kepada Ola yang dia tahu akan susah sekali untuk di bangunkan jika sudah bergadang semalaman.tapi karena tidak ingin melihat istri nya kembali merasakan sakit nya maag yang menyerang perut nya.Rendi terpaksa meminta bantuan kepada art nya untuk memastikan Ola sudah bangun atau belum.


" Iya Bi,kapan Mas Rendi telpon nya?" tanya Ola sudah duduk di dekat meja yang terdapat banyak makanan dan juga segelas susu hangat.


" Tadi,tapi Non Ola tidak menjawab nya ,maka nya Tuan langsung menelpon ke telpon rumah ." jawab Bi Murni duduk di lantai menemani Ola menghabis sarapan yang sudah sangat telat ini.


" Duduk di sini aja Bi,jangan di lantai gitu." tegur Ola tidak suka.


" Tidak apa-apa atuh Non,ayok buruan di habiskan makanan nya biar Tuan bisa tenang kerja nya." goda Bi Murni yang sangat tahu kalau Rendi begitu sangat mencintai istri nya.


" Jangan bilang kalau Bibi masih berada di sini karena permintaan suami ku juga?" tebak Ola selalu tepat sasaran.


" Eh iya Non.tadi Tuan minta Bibi untuk memastikan langsung Non Ola harus menghabiskan sarapan dan juga susunya." jawab Bi Murni jujur.


Ola tersenyum tipis melihat tingkah suami nya yang sangat dingin tapi selalu bisa membuat dia untuk tidak semakin jatuh cinta setiap hari nya.


Setelah memastikan makanan Ola habis tidak bersisa lagi,kedua art suruhan Rendi sudah turun ke lantai bawah dengan membawa serta piring kotor di tangan mereka.sedang kan Ola yang masih ingin melanjutkan waktu istirahat nya kembali naik ke atas ranjang sambil mengecek ponsel yang sengaja di ubah menjadi mode senyap.


" Ya ampun banyak banget lagi." Ola menutup mulut tidak percaya dengan jumlah panggilan tidak terjawab yang datang dari suami nya.setelah itu dia juga melihat ada banyak pesan yang masuk dari teman-teman receh nya.


Ola yang sudah merasa rindu ingin melihat wajah tampan milik sang suami langsung menekan nomer suami nya dengan posisi berbaring di atas ranjang.


" Halo sayang! Kamu udah makan apa belum?"Rendi.

__ADS_1


" Udah Mas! Baru aja siap makan sama minum susu nya.Kamu kok berangkat kerja nya nggak pamit sama Aku?" Ola.


" Maaf,tadi Aku hanya takut mengganggu waktu istirahat Kamu.masih capek atau nggak?" Rendi.


" Masih, Kamu jahat banget sih bikin Aku capek begini.kalau tubuh ku hancur bagaimana?" Ola.


" Ya nggak akan lah sayang,kalau Kamu bosan di rumah datang ke kantor Aku aja sayang biar nanti sekalian jalan-jalan kemana pun Kamu mau." Rendi.


" Nggak,yang ada Kamu bakal kembali memakan Aku di sana.lebih baik Aku istirahat nya di rumah saja ketimbang capek-capek datang kesana tapi Kamu nya malah sibuk kerja." Ola.


" Ya sudah! Jangan lupa makan siang dan jangan nonton film terus." Rendi.


" Iya." Ola.


Rendi sudah terlebih dahulu mematikan sambungan telepon nya sebelum Ola mengeluarkan permintaan aneh nya.


" CK...Udah Aku kasih jatah double masih aja datar dan nggak romantis sama sekali. bilang I Love You apa susah nya sih." batin Ola kesal sendiri melihat tingkah suami yang tidak ada manis-manis nya.


Untuk menghilangkan rasa jenuh yang menghampiri diri nya,Ola mencoba mengirim pesan di grup receh yang sejak tadi sibuk menanyakan dia sakit apa.belum sempat Ola membalik kan badan nya ke arah kanan.ponsel yang tergeletak di atas ranjang kembali berbunyi dengan Id Risa yang tertulis di layar ponsel nya.


" Kamu lagi sakit apa sih La? Kok sampai nggak masuk kuliah gini?" Risa dan kedua sahabat nya.


" Sabar dong Ris! Ucapkan salam kek kalau menelpon orang." Ola.


" Eh iya,lupa Ola cantik,habis nya kepo banget secara kan Kamu jarang sakit kecuali maag yang sudah menjadi makanan mu sehari-hari." Risa.


" Aku nggak kenapa- kenapa kok,cuman kelelahan aja habis pulang dari pantai dan nginap semalam di Villa." Ola.


" Ada deh! Yang belum nikah di larang kepo." Ola


" Wah sempurna banget sih Kamu menjadi istri dari Tuan Rendi Irawan.pasti Villa itu milik keluarga nya kan." Meri.


" Hmm.. Seratus untuk Meri yang cantik." Ola.


"Kamu kayak nya tambah bahagia ya La setelah menikah dengan Tuan Rendi yang super kaku itu."


" Ya bahagia lah geng, apalagi nikah nya sama orang yang tepat,sayang sama Aku, perhatian sama Aku,ya pokok nya susah di ceritain dengan kata-kata apalagi kepada kalian yang masih jomblo." Ola.


" Jahat banget sih Kamu sama kita-kita." Meri.


" Gimana rasa nya malam pertama La?" Dini.


" Sakit tapi lama- lama enak juga.harus nya kemarin Aku video call kalian semua biar tahu gimana nikmat nya malam pertama." Ola.


" Astaga Ola! Kenapa Kamu jadi ketularan Dini sih,nggak usah di video call juga kali ! karena Aku nggak tertarik untuk melihat nya." Risa.


" Tau nih Ola, sudah mulai tercemar otak mesum si Dini." Meri.


" Hahahaha..Udah ya Aku mau lanjut bobok cantik dulu.bye cantik." Ola langsung menutup sambungan telepon karena sudah mulai merasa ngantuk lagi.tidak sia-sia dia mengajukan syarat kepada sang suami untuk meminta izin nya kepada dosen yang mengajar hari ini.seluruh tulang belulang nya terasa mau patah dan lepas dari persendian akibat kelelahan melayani Rendi yang selalu meminta berganti gaya.


Sedangkan di dalam kampus sana ,ketiga wanita itu masih menunjukkan ekspresi yang berbeda-beda akibat mendengar cerita Ola barusan.

__ADS_1


" Memang nya benaran sakit ya Din?" tanya Risa ikut penasaran.


" Hm.." Dini mengangguk setuju.


" Hanya sedikit setelah itu berubah menjadi rasa enak dan nagih." imbuh Dini sambil tersenyum tipis membayangkan bagaimana nikmat nya dia bermain dengan sang pacar.


" Aku kok jadi takut untuk malam pertama tapi penasaran juga." sahut Meri menimpali.


" Nikah dulu Mer! Jangan ikuti aliran sesat nya Dini.udah ayok kita balik ke kelas lagi sebelum dosen masuk ke sana." ajak Risa yang sudah berjalan terlebih dahulu meninggalkan Dini dan Meri yang masih sibuk berbisik tentang malam pertama.


Ola yang sedang tertidur pulas kembali terganggu kedatangan Mama mertua nya yang begitu sangat mendadak.Ola yang masih bermuka bantal langsung masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajah yang masih begitu sembab karena kebanyakan tidur.


" Mama." panggil Ola setelah sampai di lantai bawah.


" Hai sayang, bagaimana kabar Kamu?" tanya Nala kepada menantu kesayangan nya.


" Kabar Ola baik Mama." jawab Ola membalas pelukan hangat dari Mama mertua nya.


" Ola bau nggak Ma,soal nya baru bangun tidur." imbuh Ola berusaha menjauh karena merasa tidak nyaman.


" Nggak kok sayang,Kamu masih wangi dan Mama sangat menyukai wangi tubuh mu,pantas saja Rendi selalu menempel sama Kamu karena wangi nya begitu menyejukkan hati." goda Nala yang di sambut wajah merah dari Ola.


" Mama udah makan siang?" tanya Ola berbasa-basi.


" Belum sih sayang,rencana nya Mama mau ngajak Kamu jalan ke mall sekalian makan siang biar nggak suntuk di rumah." tutur Nala merapikan rambut Ola yang betah bersandar di sofa.


" Boleh Ma, kebetulan Ola juga belum makan siang,tapi Ola mandi dulu nggak papa kan Ma." tanya Ola memastikan.karena dia tidak akan pernah mau jika pergi tanpa mandi terlebih dahulu.


" Boleh sayang,apa segitu capek nya Kamu sampai kelelahan seperti ini.Rendi ini keterlaluan sekali,awas saja dia nanti." gerutu Nala kasihan melihat wajah lelah Ola.


" Ola nggak kenapa-kenapa kok Ma,jadikan kita pergi nya?" tanya Ola sebelum masuk ke dalam kamar.


" Kalau Kamu masih capek sebaiknya kita di rumah aja sayang,Mama nggak mau terjadi apa-apa sama Kamu." Nala menatap dalam sosok menantu yang begitu cantik dan bisa menghangatkan hati sang putra yang sudah lama membeku.


" Ola udah cukup kok Ma istirahat nya,Mama kenapa bisa tahu kalau Ola ada di rumah saat ini?" tanya Ola penasaran.


" Tuh suami bucin mu itu yang kasih tahu Mama,dan dia minta tolong buat ngajakin Kamu jalan biar nggak suntuk di rumah." balas Nala menyampaikan semua pesan Rendi kepada nya beberapa jam yang lalu.


" Suami Kamu itu kalau udah jatuh cinta susah sayang, posesif dan sangat cemburuan orang nya.selamat ya sayang Kamu sudah berhasil menjinakkan singa jantan yang sangat galak itu." imbuh Nala kembali memeluk tubuh Ola.


" Dulu Mas Rendi juga kayak gini ya Ma sama mantan kekasih nya?" Ola mendadak ingin tahu kisah masa lalu dari suami nya.


" Iya sayang, cemburuan tapi tidak pernah posesif.cewek nya bahkan bebas melakukan apapun karena dia yang tidak pernah terlalu perduli.beda hal kalau dia sudah melihat nya maka pria kaku itu langsung merasa cemburu buta." tukas Nala yang bisa merasakan perbedaan perlakuan Rendi kepada Ola yang sudah menjadi istri nya.


" Tapi sekarang dia sangat berubah setelah menikah, jarang ikut kumpul dengan teman-teman nya,dan bahkan begitu posesif sekali sama Kamu,apa Kamu tahu sayang,tadi saja dia meminta Mama untuk jangan terlalu lama membawa Kamu jalan-jalan ke mall dan kalau sudah capek masa Mama di suruh minta kursi roda sama bodyguard,gila nggak tuh suami Kamu." ledek Nala di sambut gelak tawa oleh Ola.


" Tadi pas Ola lagi tidur juga kayak gitu Ma,Bi Murni dan Bi Ayuk sampai harus mencari kunci cadangan karena di desak oleh Mas Rendi untuk memastikan kalau Ola baik-baik saja,tapi nyata nya Ola malah lagi asyik berendam di kamar mandi maka nya nggak denger kalau ada telpon dari dia." sahut Ola menimpali.


Menantu dan mertua itu tertawa puas melihat tingkah Rendi yang berubah 180 derajat dari kebiasaan nya.semua orang bahkan di buat pusing oleh sikap posesif nya itu.Nala yang awal nya sangat yakin kalau Ola bisa melunak kan hati putra nya akhirnya bisa tidur nyenyak saat ini begitu tahu kalau Ola sudah menjadi istri yang sesungguhnya untuk Rendi.laporan dari para bodyguard membuat Nala dan Dion semakin yakin dan tersenyum bahagia menanti kedatangan calon pewaris Irawan.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰

__ADS_1


.


__ADS_2