
Melihat Rendi yang tak merespon baik permintaan nya membuat Tante Kumala mengeram kesal dan berencana ingin menolong keponakan nya untuk membalas dendam kepada pria tersebut.
" Tunggu saja pembalasan ku! Tidak akan Aku biarkan Kamu hidup tenang dengan istri mu itu." batin Kumala mulai mencari ide yang bisa membuat Rendi menyesal seumur hidup karena telah memperlakukan dia dengan begitu buruk.
Seminggu telah berlalu, setelah kejadian kemarin.Ola selalu di temani oleh kedua calon nenek yang sama posesif nya seperti sang suami.bahkan kedua calon nenek ini rela mangkir dari segala macam aktivitas glamor untuk bisa menemani Ola agar tidak merasa bosan jika sendirian di rumah.Rendi juga sudah mulai bekerja seperti biasa dan tidak lagi merasa khawatir setelah menegaskan kepada anak buah nya untuk lebih berhati-hati lagi dalam melakukan penjagaan.
Sejak pagi tadi Rendi di sibukkan dengan berbagai meeting di mana-mana dan sampai siang ini hanya bisa mengirim pesan kepada sang istri untuk melepas rasa rindu sekaligus memberikan perhatian kepada istri nya.
" Bagaimana kelanjutan kasus mereka berdua Del?" tanya Rendi ketika mereka baru saja keluar dari restoran.
" Besok sidang akhir nya Bos.Saya yakin mereka akan di hukum berat karena ulah mereka sendiri, terlebih lagi Om Dion dan mertua Bos juga ikut campur dalam hal ini." jawab Fadel berjalan di samping Rendi.
" Bagus lah! Biarkan saja Papa sama Ayah yang mengurus kedua hama itu! Aku sudah bosan meladeni mereka berdua." ucap Rendi langsung masuk ke dalam mobil dengan Sopir kantor yang mengemudi di kursi depan.
Fadel hanya mengangguk karena yakin kedua pengusaha sukses itu tidak akan memberi ampun kepada lawan mereka.
Rendi yang sudah tidak tahan lagi ingin melihat wajah istri nya bergegas mengeluarkan ponsel dari saku celana dan langsung menekan nomer Ola yang berada di urutan teratas log panggilan nya.
" Halo sayang! Kamu lagi apa? Sudah makan siang?" Rendi.
" Lagi duduk santai sama Mama dan juga Bunda,kita baru aja selesai makan siang dengan masakan Bunda.Mas lagi apa?" Ola.
" Mas lagi di luar karena baru saja selesai meeting dan ini mau kembali ke kantor.banyak nggak makan nya tadi?" Rendi.
Fadel yang melihat interaksi Rendi kepada istri nya hanya bisa tersenyum tipis.kali ini Bos nya benar-benar bucin dan nggak bisa lepas sedikit saja dari istri nya.bahkan sesibuk apapun dia belakangan ini Rendi selalu menyempatkan waktu untuk menghubungi istri nya.
" Lumayan banyak Mas, nanti pulang nya jangan malam-malam ya Mas.Mas sendiri sudah makan siang belum?" Ola.
" Bagus,buah nya juga di makan ya sayang,iya nanti Mas janji akan pulang cepat.tadi pas meeting Mas sudah makan bersama client dan juga fadel.nanti Kamu mau di bawa kan apa?" Rendi.
" Mmm..Kalau batagor boleh nggak?" Ola.
" Boleh.nanti tunggu Mas pulang ya.jangan capek-capek dan harus banyak istirahat." Rendi.
" Iya Mas,Aku tutup ya.assalamualaikum." Ola.
" Wa alaikum salam sayang." Rendi.
__ADS_1
Bu Nala tersenyum puas melihat kulkas 10 pintu putra nya benar-benar sudah melebur tak bersisa lagi.bahkan dia tak menyangka jika Rendi bisa sehangat itu kepada istri nya yang dia nikahi akibat sebuah perjodohan.
" Romantis banget sih suami Kamu, sayang." goda Bu Yesi yang sedang membaca majalah fashion di tangan nya.
" Iya loh Yes! Aku yang sebagai ibu nya saja nggak pernah menyangka jika dia berubah menjadi sosok idaman para wanita.jangan sampai wanita lain melihat sikap nya itu.kalau sampai terjadi akan ada banyak pelakor yang berniat mencuri putra ku dari menantu ku ini." sahut Bu Nala dengan nada bercanda.sebenar nya dia sangat yakin jika sikap hangat itu hanya di perlihatkan Rendi kepada Ola sebagai satu-satunya wanita yang dia cintai.bahkan selama ini dia melihat Rendi tak berniat sedikit pun menatap ke arah wanita lain apalagi untuk mengajak mereka berbicara.
" Berarti Ola sudah berhasil menjadi pawang ampuh untuk Rendi." celetuk Bu Yesi membuat Bu Nala mengulum senyum.
" Tapi dulu anak Mama itu memang judes dan ketus loh Ma! Sekarang juga masih begitu kalau lagi kesal sama Aku atau nggak karena cemburu." Ola juga ikut membicarakan suami nya sehingga membuat Rendi yang baru saja sampai di kantor nya terbatuk-batuk dengan wajah yang sudah berwarna merah.
Dia bergegas masuk ke dalam ruangan nya untuk meneguk segelas air hangat yang sudah tersedia di atas meja.tak terbesit sedikit pun di benak Rendi jika rasa batuk itu akibat ulah istri tercinta nya.
"Kemarin itu karena dia masih buta dan juga tuli dengan perasaan nya sendiri,lihat lah sekarang,bucin nya minta ampun dan nggak mau berjauhan dari Kamu walaupun hanya sebentar." balas Bu Nala lagi.
" Jaga rumah tangga Kamu ya sayang,limpahkan semua perhatian mu untuk suami mu,jika ada masalah maka bicarakan dengan kepala yang dingin.begitu juga jika ada yang Kamu tidak suka atau Kamu menginginkan sesuatu.minta lah dengan cara yang lembut dan jangan menyinggung suami mu dengan kata yang kasar.mood wanita hamil memang gampang berubah dan lebih cenderung tinggi emosi nya.hanya Kamu yang bisa mengontrol diri mu sendiri dan hanya Kamu juga yang mengetahui bagaimana suasana hati mu." tutur Bu Yesi mengingat putri nya yang sedang hamil.
" Iya Bun.terimakasih sudah mengingat kan Ola.maafkan Ola yang kadang masih bersikap egois dan juga kekanak-kanakan." air mata Ola tiba-tiba saja luruh membuat Bu Nala dan Bu Yesi bergegas mendekat untuk menenangkan ibu hamil yang sedang sensitif.
" Sudah menjadi tugas Kami untuk selalu mengingat kalian yang masih baru dalam berumah tangga.kelak Kamu juga akan merasakan apa yang kami rasa kan saat ini.jangan terlalu lama menangis nya sayang,nanti dedek bayi nya juga ikut sedih loh sayang." celetuk Bu Yesi membuat Ola mengangguk mengerti.tangan Bu Yesi juga terulur membantu mengelap air mata putri nya.
" Kalau Kamu kepengen sesuatu atau sedang merasa tidak nyaman.cerita saja sayang,jangan di pendam sendirian ya." Mereka bertiga akhirnya berpelukan erat sambil tersenyum bahagia.bahkan Pak Dion dam juga Pak Arif yang baru datang langsung menatap bingung dengan apa yang mereka lakukan saat ini.
Ketiga wanita itu langsung menoleh dengan rasa kaget.Ola yang tidak ingin membuat Sang Ayah curiga bergegas menghapus sisa air mata yang masih membasahi pipi nya.
" Tidak ada apa-apa Yah! Kita cuman lagi curhat aja tadi." jawab Bu Yesi ketika tak ada yang berani membuka mulut.
" Oh...Ayah pikir terjadi sesuatu kepada Ola! Terus kenapa mata putri Ayah merah dan bengkak seperti itu? Kamu habis nangis sayang?" tanya Pak Arif berjalan mendekat mencari jawaban dari pertanyaan nya.
" Nggak kok Yah,tadi Ola cuman terharu aja mendengar nasehat Bunda sama Mama.bukan karena yang lain." jawab Ola yang sudah tahu jika Ayah nya tidak akan berhenti bertanya sebelum dia menjawab dengan jujur.apalagi Pak Arif tidak pernah suka jika putri nya sudah menangis.
" Jika ada yang membuat Kamu merasa nggak aman segera beritahu Ayah dan juga Papa mertua mu.kami sudah menghukum pelaku yang menabrak Kamu kemarin." tutur Pak Arif memeluk putri nya sambil menggosok rambut Ola dengan begitu pelan.
" Iya Yah. Terimakasih banyak." ucap Ola mencium pipi sang ayah yang selalu berada di barisan terdepan untuk membela dia.
" Tidak perlu berterima sayang,itu semua sudah menjadi tugas Ayah untuk selalu melindungi putri nya." Lagi-lagi air mata Ola kembali jatuh kala ucapan ayah nya berhasil menyentuh hati yang paling dalam.
" Terimakasih ya Pa." Ola beralih menatap Papa mertua nya yang berdiri di samping mereka.
__ADS_1
" Kamu bukan lagi menantu di keluarga kami sayang,kami sudah menganggap Kamu sebagai putri kandung kami sendiri sama seperti Rendi.bahkan semut saja yang berani menggigit Kamu akan Papa usir jauh-jauh apalagi manusia seperti mereka.jangan takut lagi dan jalani hari mu seperti biasa.ingat ada cucu Papa yang sedang tumbuh di sini." Pak Dion juga ikut memeluk menantu nya yang begitu berharga dalam keluarga mereka.
" Ola merasa beruntung sekali bisa mendapatkan keluarga seperti ini.tapi nanti kalau cucu nya sudah lahir jangan berhenti untuk menyayangi Ola ya Yah,Bun,Mama dan juga Papa." ucapan absurd Ola sontak saja membuat para orang tua menggeleng kan kepala sambil menahan tawa yang ingin meledak.mereka tidak ingin membuat ibu hamil ini malu dengan ucapan sendiri.
" Tidak akan sayang,Kamu tetap nomer satu di hati kami." sahut Bu Yesi membuat semua orang ikut mengangguk kan kepala.
Tingkah Ibu hamil satu ini memang luar biasa dari biasa nya.kadang dia juga bisa menangis tanpa sebab dan akibat yang jelas.membuat orang tua dan juga suami nya sering deg-degan secara tiba-tiba.
Rendi menepati janji nya untuk pulang lebih awal dari biasa nya.di tangan kanan nya ada beberapa bungkus pesanan istri nya yang dia beli sebelum sampai di rumah.
" Mas!" teriak Ola menyambut kedatangan suami nya.
Membuat para orang tua meringis dengan mulut menganga lebar.untung saja Rendi terlebih dahulu bertindak sebelum Istri nya melanjutkan tingkah konyol nya.
" Sayang! Jalan saja nggak perlu lari terus.biarkan Mas yang akan menghampiri Kamu." tutur Rendi memeluk istri nya yang sedang menyesap aroma tubuh yang seharian ini dia rindukan.
" Tapi Aku kan kangen Mas." gumam Ola lirih tak ingin di pisahin.
" Iya.tapi jangan lari lagi.nanti kalau Kamu kepeleset bagaimana?" ucap Rendi mengingat kan.
" Iya Maaf lupa Mas." Ola bahkan tanpa merasa canggung untuk mencium suami nya di depan para orang tua.bahkan tangan nya terus melingkar di perut Rendi meskipun sang suami sudah mengajak dia untuk berpindah ke atas sofa.
" Ini pesanan Kamu tadi.habis ini jangan lupa makan buah juga ya sayang." ujar Rendi meletakkan kantong plastik besar di atas meja kaca.
" Oke." Ola mengacungkan jempol lalu membuka satu persatu bawaan suami nya.bola mata Ola berbinar bahagia dan tidak sabar lagi ingin mencicipi semua isi plastik tersebut.
" Kalau Bunda sama Mama mau juga boleh." tawar Ola membuat kedua wanita paruh baya itu tersenyum sumringah.
Bahkan Pak Dion dan juga Pak Arif ikut di paksa oleh Ola untuk menikmati batagor dan siomay yang di beli oleh suami nya.Rendi yang tahu jika kedua orang tua nya masih berada di rumah mereka selalu membawa makanan dalam jumlah besar agar semua anggota keluarga nya bisa makan dengan puas.
" Enak kan sayang?" tanya Rendi sengaja ingin menyuapi istri nya.
" Enak Mas! Besok Aku ingin ini lagi ya?" ucap Ola yang langsung mendapat anggukan kepala dari suami nya.
" Kalau Kamu makan nasi dan buah nya pintar,maka Mas akan mengabulkan semua keinginan Kamu.tapi sebalik nya jika makan nya jelek jangan harap boleh jajan di luar sebelum nasi masuk ke dalam sini." Rendi memang terpaksa bersikap tegas kepada istri nya yang kadang suka ngeyel kalau di suruh makan teratur dan tidak boleh menyentuh makanan yang terlalu banyak micin nya.
" Iya sayang.aaa lagi Mas." Ola membuka mulut nya lebar-lebar ketika melihat Rendi belum juga memasukkan siomay ke dalam mulut nya.
__ADS_1
Kedua orang tua mereka hanya diam sebagai penonton karena yakin Rendi bisa mengurus istri nya sendiri tanpa harus melibatkan mereka sebagai orang tua.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍