
" Sayang,makan dulu ya." ucap Rendi ketika sang Ibu membawa makanan untuk istri nya yang sudah kehabisan tenaga setelah melahirkan.
" Boleh Mas,Aku lapar banget." jawab Ola membuka mulut menerima suapan yang di berikan oleh suami nya.entah seberapa banyak tenaga yang dia habiskan di dalam ruangan ini.yang jelas satu piring nasi lengkap dengan ikan dan juga sayur nya habis tak bersisa lagi.
" Gimana? Masih mau nambah nggak sayang?" tanya Rendi menatap penuh cinta sang istri yang sudah berjuang sendirian menghadapi tantangan sulit ini.
" Sudah Mas! Nanti lagi aja." jawab Ola sambil memegang perut yang terasa sangat penuh.
Rendi menyimpan kembali piring kotor di atas meja.lalu ikut bergabung dengan istri dan juga anggota keluarga yang lain.
" Kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kalian?" tanya Bu Nala menatap wajah Rendi dan Ola secara bergantian.
" Magani Ibrahim Irawan."
" Nama yang bagus." puji Pak Dion dan juga Pak Arif.
" Mama juga suka nama itu,Magani arti nya menyenangkan.jangan sampai cucu ku seperti ayah nya yang terlalu dingin dan juga kaku." Bu Nala melengos begitu saja ketika Rendi tidak terima dengan sindiran nya.
" Aku ayah nya Ma! Mau bagaimana pun juga otomatis putra ku akan mewarisi gen ku secara utuh." sanggah Rendi tak suka.
" Nanti Mama akan mengajari dia supaya lebih menjadi sosok suami idaman para wanita.lembut , romantis dan juga suka bercanda."
Ola meringis mendengar perdebatan ibu dan juga anak ini.Pak Dion menghela nafas panjang melihat istri dan anak nya sejak dulu tidak pernah berubah.
" Bagaimana Nak? Apa Kamu setuju dengan nama itu?" tanya Pak Dion kepada Ola untuk mengalihkan perhatian besan nya.
" Ola setuju Pa! Sebelum ini kami sudah membicarakan nya terlebih dahulu." jawab Ola sambil tersenyum.Pak Arif yang berada depan putri nya sekalipun tidak merasa iri ataupun cemburu melihat cucu laki-laki nya menggunakan nama Keluarga besar besan nya di bagian belakang.dia sadar betul jika setelah menikah putri nya sudah menjadi bagian dari keluarga suami nya juga.
Ola menatap kedua orang tua nya dengan berkaca-kaca.Pak Arif dan juga Bu Yesi lantas mengangguk kan kepala sebagai tanda bahwa mereka baik-baik saja dan tidak merasa tersakiti sedikit pun.
Rendi menyingkir dari ranjang istri nya dan membiarkan mertua nya menghampiri sang istri.
Bu Yesi langsung memeluk Ola menumpahkan seluruh rasa sayang dan juga rasa haru nya kepada sang putri.
" Putri Bunda...Kamu sudah dewasa sayang! Terimakasih sudah menjadi kebanggaan Bunda.maafkan Bunda yang dulu sering meninggalkan Kamu sendirian di rumah."
__ADS_1
Bu Yesi memeluk Ola dengan erat, akhirnya perjuangan nya selama ini berbuah manis.tepat pada kelahiran cucu pertama mereka, Bu Yesi dan juga Pak Arif memilih bersantai di masa tua mereka dan menyerahkan semua urusan bisnis mereka kepada Rendi dan juga tangan kanan Pak Arif.
" Papa jangan di gendong dulu." ucap Bu Nala ketika suami nya memegang cucu mereka.
"Cuman mau lihat aja Ma! Kenapa sih ?" Pak Dion menatap kesal wajah istri nya.
" Ya pokok nya jangan di gendong,tangan Papa belum steril, nanti kalau cucu Mama terkena Virus bagaimana?" hari ini Bu Nala mendadak berubah Overprotektif kepada para lelaki yang ingin melihat Magani.membuat para lelaki mendengus kecewa.
Setengah jam kemudian,ketiga sahabat Ola datang memberikan ucapan selamat kepada Ola yang sudah berhasil menjadi Ibu muda.jalan hidup Ola seperti nya sangat mudah sekali dan selalu berhasil membuat ketiga sahabat nya merasa iri.
"Selamat ya La atas kelahiran dedek Magani! Dia sungguh tampan sekali." ucap Risa memeluk sahabatnya.
" Hidung mancung,kulit kinclong,alis tebal.pokok nya suami Kamu banget deh La." sahut Dini lagi.
" Kapan lah ya Aku bisa menemukan jodoh ku, tampan dan kaya seperti Pak Rendi." gumam Maria membuat keluarga Ola mengulum senyum.
" Jangan kebanyakan mimpi, selesai kan dulu kuliah kalian bertiga.Saya nggak yakin jika kalian bisa ikut wisuda setelah menemukan pasangan hidup,masih sendiri saja sering buang-buang waktu dengan sia-sia , bagaimana nanti?" tutur Rendi halus tetapi tersirat banyak makna.Maria sungguh merasa malu karena lupa di mana mereka berada saat ini.Ola yang merasa tidak enak kepada sahabat nya hanya diam tidak tau harus berbuat apa.
" Lo sih! Terus-terusan aja muji Pak Rendi! Kena batu nya kan?" hardik Risa menginjak kaki Maria yang selalu lantang menyuarakan rasa suka nya kepada suami sahabat nya sendiri.
" Jadi malu kan karena ketahuan goblok sama mertua Ola! Nyari mati deh nih anak." Kali ini Dini yang memarahi Maria sambil berbisik agar tidak terdengar oleh keluarga Ola yang sedang duduk di sofa.
Ola sangat bersyukur melihat pemandangan yang ada di depan mata nya.
Tidak ingin terus-menerus menjadi sasaran kekesalan para sahabat nya.Maria memutar otak untuk mengalihkan atensi mereka semua.
"Dedek Magani gemes banget deh La! Rasa nya pengen Gue karungin terus bawa pulang ke rumah biar ada mainan baru." ujar Maria memainkan alis di depan ketiga sahabat nya.
" Enak aja! Anak gue itu manusia bukan nya barang bekas yang bisa di masukin ke dalam karung." elak Ola menatap tajam sahabat nya.
" Gue nggak nggak bilang kayak gitu! Sensi amat sih Ibu muda satu ini."sahut Maria semakin membuat kedua sahabat nya menatap kesal ke arah nya
" Salah lagi.. Salah lagi." batin Maria mati kutu.
Setelah puas bercengkrama dengan Ola dan melihat keponakan Tampan mereka.ketiga wanita muda ini langsung pamit karena mengerti jika Ola masih butuh waktu yang banyak untuk beristirahat.
__ADS_1
Oek...Oek...Oek...
" Banyak banget sih Nak minum susu nya." celetuk Rendi membuat Bu Nala reflek menarik telinga nya.
" Jangan jadi bapak durhaka Kamu ya! Sama anak sendiri masih aja pelit dan juga cemburu." tegur Bu Nala dan berhasil membuat Bu Yesi meledakkan tawa keras nya.
" Sakit Ma." Rendi meringis membiarkan sang Ibu bermain dengan putra nya.
" Syukirin." ledek Bu Nala membuat suami nya harus memberikan tatapan mata tajam agar kedua nya diam tak lagi berdebat di depan semua orang.
Setelah bayi mungil itu meminum asi dari sang Ibu,Bu Nala dan juga Bu Yesi bergantian menggendong cucu nya yang sungguh membuat mereka bahagia sekali.Pak Dion dan juga Pak Arif yang tidak mau ketinggalan juga ikut mengambil bagian setelah mencuci tangan mereka bersih-bersih menggunakan sabun cair dan juga anti bakteri.
" Coba sini Aku lihat tangan mu, Mas?" ucap Ola ketika ekor mata nya tidak sengaja melihat bekas gigitan dan juga cakaran memenuhi kedua tangan suami nya.
" Mau ngapain sayang?" tanya Rendi yang tanpa curiga langsung menyerahkan begitu saja kedua tangan nya kehadapan sang istri.
"Ya ampun parah banget ini Mas! Sakit nggak?" teriak Ola tidak percaya.untung saja bayi Magani sudah ada kedua Oma dan Opa nya yang mengasuh di ruangan sebelah yang hanya terpisah oleh tirai saja.suara tawa dan canda dari para orang tua terdengar jelas oleh Ola dari tempat tidur nya.
"Ini belum seberapa dengan perjuangan Kamu,lagian nanti juga sembuh sendiri sayang, yang penting Kamu dan anak kita selamat dan juga sehat." Rendi mengusap lembut kepala istri nya dan terus-menerus memberikan hadiah kecupan di kening dan juga wajah Ola.
Ola sangat bersyukur melihat hidup nya sekarang,kedua orang tua nya berkumpul dengan lengkap menyambut dan menemani cucu mereka.bahkan Ola saja tidak di biarkan untuk mengurus Magani dengan alasan masih harus beristirahat yang cukup dan hanya boleh memberikan asi saja, selebihnya menjadi urusan para Ola dan juga Opa.lengkap sudah kebahagiaan Ola saat ini.sedikit pun tak pernah terbesit di benak Ola bisa sampai pada titik ini.Ola beralih memandangi wajah suami nya yang sedang menggenggam tangan nya dan selalu menemani dia di dekat ranjang.pria tersebut sudah memberikan dia kebahagiaan dan juga menerima kekurangan yang dia miliki.bahkan tanpa sepengetahuan orang lain Rendi yang begitu sempurna selalu mengalah untuk dia yang masih belum bisa bersikap dewasa.
" Ada apa sayang?" tanya Rendi lembut sambil membenarkan rambut Ola yang menutupi wajah nya.
" Terimakasih untuk semua yang sudah Kamu lakukan untuk keluarga kecil kita.Aku sangat mencintai dan juga menyayangi mu sayang." susah payah Ola melingkar kan tangan kanan di tubuh suami nya karena terhalang oleh jarum infus yang masih menancap di tangan nya.membuat Rendi harus ikut berbaring dengan sangat berhati-hati agar tidak menyakiti istri tercinta nya.
" Mas jauh lebih menyayangi dan juga mencintai diri mu melebihi rasa sayang terhadap diri Mas sendiri.terimakasih sudah hadir dalam hidup Mas dan menemani Mas baik dalam suka maupun duka.terimakasih juga sudah memberikan hadiah luar biasa untuk hidup Mas.Kamu dan anak kita harta berharga yang Mas punya." balas Rendi tanpa sungkan mengecup dan menyesap bibir Ola meskipun kedua orang tua mereka sudah berada di depan ranjang Ola.tangisan Magani semakin melengkapi kebahagiaan keluarga Irawan dan juga Himawan.
Rendi mengambil alih putra nya lalu meletakkan di samping Ola.Rendi mengeluarkan ponsel nya dari dalam saku celana dan mengabadikan momen berharga ini.Ola dan Rendi memeluk penuh kasih sayang putra sulung mereka yang merupakan kesenangan keluarga.
Kedua orang tua mereka memejamkan mata sambil memeluk suami mereka masing-masing,tidak lupa mengucap kan doa baik untuk rumah tangga anak-anak nya.
TAMAT YA GUYS....
Jangan lupa mampir di karya Saya yang lain nya ya.terimakasih untuk para readers yang selalu memberikan dukungan dalam setiap karya yang saya keluarkan.salam kenal untuk kalian semua nya.😊😊😊
__ADS_1
Oland Sariyy♥️♥️