
Rendi membuka dengan paksa gagang pintu VVIP yang di tempati oleh Ola dan juga kedua orang tua nya.
" Astaga sayang? Kamu kenapa sih? Suka banget deh bikin Aku khawatir dan malah sengaja menutupi semua nya dari Aku." Rendi yang baru saja sampai dari luar negeri berhambur memeluk tubuh istri nya yang masih meringkuk di atas brankar rumah sakit, sedangkan di samping tempat tidur Ola ada Bu Nala yang begitu setia menemani menantu nya.
" Sayang." Rendi terus saja membelai pipi Ola sehingga membuat sang empu mau tak mau harus membuka kedua mata nya.
Ola mengucek mata nya demi menyesuaikan cahaya yang masuk.
" Kenapa Aku jadi halu begini sih?Mas Rendi kan masih berada di luar negeri?" gumam Ola masih berasa seperti mimpi saat melihat Rendi ada di samping nya, sedang kan Bu Nala dan Pak Dion hanya tersenyum tipis melihat tingkah Ola yang begitu menggemaskan.
Cup..
Cup..
" Ini beneran Aku loh sayang,Kamu nggak lagi mimpi." tegas Rendi menyadarkan sang istri yang masih sempat melawak dengan wajah pucat nya.
Deg..
Ola yang sebenarnya enggan membuka mata akhir nya di paksa kuat hingga kembali bisa melihat ada sosok suami nya ada di samping dia dan Bibir nya juga masih terasa hangat.
"Mas! Kamu cium Aku? Jadi ini beneran Kamu?" teriak Ola begitu antusias dan melupakan segala rasa tak enak yang dia alami beberapa hari ini.
Hahahaha....
Rendi yang awal nya ingin mengomel kepada istri nya pun urung di lakukan karena sudah mendapatkan hal receh yang cukup menggelitik perut nya.
" Iya sayangku...Ini Aku suami Kamu! Rendi Irawan." bisik Rendi di telinga Ola sehingga membuat sang wanita langsung melingkar kan kedua tangan di leher suami nya.cukup lama kedua nya saling tatapan hingga pada akhirnya Rendi kembali melabuhkan ciuman hangat di bibir Ola yang masih sangat kering.
Pak Dion dan juga Bu Mala memilih diam tetap menyaksikan keromantisan anak-anak mereka.
" Mas! Ada Mama sama Papa loh." ucap Ola mengingat kan ketika baru menyadari kalau kedua mertua nya masih betah menemani dia dari kemarin sorenya hingga pagi menjelang.
" Sudah biarkan saja,Mama sama Papa malah senang melihat tontonan gratis begini." jawab Rendi yang kembali merengkuh tubuh istri nya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
" Kangen.." ucap Ola dengan begitu manja nya.
" Aku juga merindukanmu." balas Rendi semakin mencair dan susah untuk dia jelaskan.Rendi terpaksa mengebut pekerjaan nya dari beberapa hari menjadi semalam,bahkan malam tadi dia langsung bergegas memanggil para pengkhianat perusahaan dan menjebloskan langsung ke dalam penjara dengan di dampingi oleh pengacara perusahaan.awal nya Rendi ingin memberikan mereka pelajaran berharga karena telah berani bermain dengan dia yang sangat tegas.tapi nyata nya kabar baik sekaligus kabar buruk tentang sang istri membuat rencana Rendi tak bisa terealisasi kan dan memilih jalan singkat demi bisa bertemu Ola secepatnya.Fadel bahkan di buat kerepotan mengatur kembali apa yang sudah mereka atur sebelum nya,belum lagi dia harus segera menelepon pihak pengelola pesawat pribadi milik Keluarga Irawan untuk segera standby karena Rendi ingin kembali ke tanah air detik itu juga.
Tangan Rendi terulur membelai lembut perut Ola dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca, sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah dan keluarga mereka akan semakin lengkap dengan kehadiran sosok bayi mungil di tengah keluarga nya.
" Apa dia baik-baik saja sayang?" tanya Rendi beralih menatap wajah Ola yang juga tersenyum menatap ke arah nya.
" Kemarin kata dokter sih begitu! Dan ini untuk Kamu." Ola memberikan sebuah kotak persegi kepada suami nya.Rendi yang penasaran ingin melihat apa isi dari kotak itu perlahan membuka tutup nya dan sedetik kemudian langsung mengulas senyum merekah di wajah tampan nya, meskipun kurang tidur atau bahkan tak tidur semalaman penuh, tidak mengurangi rasa bahagia yang tengah di rasakan oleh Rendi saat ini.bahkan mata nya masih saja terbuka lebar seperti orang yang tidur nya cukup.
Rendi mengangkat benda itu berikut dengan selembar hasil USG yang kemarin di lakukan oleh dokter.ada tanda dua garis merah yang terlihat jelas di benda tersebut.
Kedua pipi Rendi basah oleh lelehan air mata nya.Bu Nala dan Pak Dion melihat itu pun ikut merasa haru karena ini adalah kejadian yang sangat langka.seorang Rendi Irwan yang terkenal dingin dan kaku sedang menangis terisak di pelukan istri nya.
" Anak kita sayang." lirih Rendi dengan suara serak nya.
" Iya Mas." jawab Ola ikut menitikkan air mata.
" Dia keluar sendiri Mas." jawab Ola semakin terisak.
" Kamu nggak boleh makan sembarangan lagi dan harus nurut sama peraturan yang Aku berikan." pinta Rendi membuat Ola mengangguk patuh.
Drt...Drt..Drt...
Deringan ponsel milik Ola yang berada di atas meja memecah suasana haru ini kembali menjadi suasana bahagia.Pak Dion dan Bu Nala sudah ikut merapat mendekati ranjang yang di tempati oleh Ola.
" Halo assalamualaikum sayang." Bu Yesi /Bunda nya Ola.
" Wa alaikum salam Bun." Ola.
" Bagaimana kabar mu pagi ini? Masih mual jika di isi makanan?" Bu Yesi.
" Memang nya Bunda sudah tahu?" Ola.
__ADS_1
" Sudah, kemarin malam Papa mertua Kamu yang memberitahu Bunda sama Ayah tentang kabar bahagia ini,Bunda jadi nggak sabar lagi pengen pulang.selamat ya sayang, sebentar lagi Kamu akan menjadi seorang Ibu." Bu Yesi.
" Terimakasih Bun! Beneran pulang ya Bun,awas loh kalau sampai bohong lagi nanti nya. dan anak Ola nanti tau-tau nya manggil Bunda dengan sebutan Tante." Ola.
Semua orang yang ada di dekat Ola langsung menahan tawa mendengar ucapan Ola yang selalu bisa mengaduk-aduk perut mereka.
Bu Nala segera pamit menemui asisten rumah tangga yang sudah sampai di depan dengan membawa sarapan sehat untuk Ola dan juga untuk mereka bertiga.
" Ja-ngan jahat begitu dong sayang sama Bunda,nanti Bunda jadi sedih loh." Bu Yesi
" Maka nya Bunda cepetan pulang dan jangan di tunda-tunda lagi." Ola.
" Satu Minggu lagi sayang, sabar ya." Bu Yesi.
" Baiklah...Aku akan selalu bersabar untuk menunggu Bunda dan juga Ayah,titip salam sama Ayah ya Bun! Bilangin kalau cucu nyari."Ola.
" Iya nanti Bunda sampai kan,hari ini Ayah ada meeting penting sekalian mau ngajarin orang kepercayaan tentang seluk beluk perusahaan,semalam aja Ayah langsung nangis pas tahu kalau Kamu lagi hamil." Bu Yesi.
" Sudah Kamu makan dulu saja sayang,nanti kita sambung lagi ya soal nya teman Bunda udah nunggu di depan." Bu Yesi.
" Oke Bun." Ola.
Di depan meja panjang yang entah datang dari mana,ada banyak makanan sehat yang membuat selera makan Ola tiba-tiba saja muncul dan merasa tidak sabar lagi ingin memakan semua nya.
" Mau ikan salmon nggak sayang?" tanya Rendi tanpa menunggu jawaban dari Ola sudah memasukkan ikan itu kedalam piring Ola.
Ola makan dengan begitu lahap nya dan bahkan sampai tambah dua kali.berhubung makanan yang dia makan tidak keluar lagi,Ola malah sengaja menambah dengan memakan sejumlah buah yang di suapi oleh suami nya.
" Ini susu hamil nya juga di minum sayang." ucap Bu Nala dengan membawakan segelas susu coklat untuk Ola.
" Terimakasih Ma." jawab Ola langsung meneguk habis isi gelas tersebut.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍
__ADS_1