
Melihat wajah tegang yang Ola perlihatkan membuat Rendi mengacak pelan rambut Ola dan tidak lupa mencium punggung tangan nya yang sudah berkeringat dingin.
" Jangan khawatir sayang,santai saja karena tidak akan ada pengganggu yang bisa menggagalkan rencana kita malam ini." goda Rendi semakin tertarik menjahili istri nya.senyum yang Rendi perlihatkan semakin menambah kadar ketampanan yang dia miliki.
Ola hanya tersenyum kecil lalu kembali memalingkan wajah nya ke arah lain.
" Oh hatiii! Rambut yang di acak kenapa hati Aku yang jadi berantakan begini." gumam Ola menyentuh lama rambut yang di pegang oleh suami nya tadi.
Setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan, akhir nya pasangan pengantin baru yang masih sama-sama tersegel rapat sampai di tempat tujuan.
" Pantai!" teriak Ola bersemangat dan langsung memeluk tubuh kekar Rendi yang sedang fokus mencari tempat parkiran.
" Sayang! Lepaskan dulu tangan mu,Aku nggak bisa lihat jalan." tegur Rendi karena kesusahan melihat arah depan.
" Maaf Mas! Aku terlalu bersemangat.kita mau ngapain ke sini?" tanya Ola beruntun.cerewet itu lah sifat asli Ola yang membuat Rendi semakin menggilai nya.
Rendi lalu keluar dari mobil dan membantu membukakan pintu untuk Ola yang masih sibuk menatap pemandangan sekitar.suara deburan ombak membuat raga nya menjadi tenang dan damai.hembusan angin malam semakin menambah kesejukan pada diri nya yang masih labil dan sulit mengontrol emosi.
Semua yang mereka berdua butuh kan di tempat ini sudah di persiapkan oleh orang suruhan Rendi.sedangkan di sekitar mereka ada pria misterius yang menjaga keamanan majikan nya.bukan keinginan Rendi tapi Tuan besar Dion selalu memaksa nya dan membuat dia hanya bisa pasrah.
" Aku punya sebuah kejutan untuk Kamu! Tapi sebelum Kamu melihat nya,Aku akan menutup dulu kedua mata mu." ujar Rendi lalu memposisikan diri nya berada di belakang Ola dan mengikat mata Ola menggunakan sapu tangan yang di ambil dari saku celana nya.
" Mas! Awas ya kalau Kamu berani ngerjain Aku yang aneh-aneh." ancam Ola masih sempat-sempatnya mengomeli suami yang sudah berusaha menciptakan suasana romantis.
" Ya nggak akan lah sayang! Kalau nanti malam baru kita aneh-aneh. Sekarang Kamu cukup diam aja dan jangan merusak suasana romantis yang susah payah Aku buat ini." Rendi terus menggandeng tangan Ola menuntut nya menuju ke sebuah tempat yang sudah di persiapkan sejak tadi.
" Mas! Jangan mulai deh." kesal Ola karena Rendi terus nyosor ke bibir komat-kamit Ola.
" Habis nya di suruh diam nggak bisa ya dengan cara seperti itu baru Kamu bisa diam."Rendi terkekeh geli menyadari kelakuan nya yang sangat jauh berbeda dari kebiasaan nya dulu.
Rendi menghentikan langkah kaki nya tepat di depan meja yang sudah di hiasi dengan lilin yang menyala di sekeliling meja.Ola merasakan tubuh nya di tahan oleh Rendi dengan cepat ikut menghentikan langkah kaki nya.
" Sini biar Aku bantu Kamu melepas kan penutup mata nya." ucap Rendi perlahan membuka kain yang dia ikat tadi.
Ola hanya diam menunggu dengan debaran jantung yang tidak terkendali kan lagi, begitu penutup mata nya terlepas,Ola mengedipkan beberapa kali mata nya untuk menyesuaikan cahaya terang dari lampu yang menyoroti tubuh mereka berdua.
Pemandangan yang sangat menakjubkan di depan mata nya ini membuat Ola membeku dengan rasa speechless.tidak pernah terbesit di benak nya suami kaku dan juga beku bak seperti batu es bisa menyiapkan semua ini dalam hitungan jam saja.
__ADS_1
" Kita makan malam di sini ya." ucap Rendi lembut tapi masih dengan wajah datar nya.sulit untuk mengubah kebiasaan itu karena sedari kecil sudah menjadi kebiasaan dari pria 26 tahun ini.
Ola mengangguk dengan tersenyum manis lalu menggenggam tangan suami nya semakin erat agar tidak di ambil oleh wanita lain.
" Kalau kayak gini cerita nya,dia cuman boleh jadi milik Aku seorang dan nggak akan Aku biarkan jatuh ke wanita lain.termasuk dosen baru itu." gumam Ola duduk di kursi yang sudah di tarik oleh Rendi.
Dari arah belakang nya, muncul lah sebuah buket bunga tulip putih yang sangat di sukai oleh Ola.
" Untuk Kamu ." ujar Rendi memeluk leher Ola dari belakang semakin menambah kesan romantis untuk kesekian kali yang berhasil di ciptakan oleh pria kulkas 10 pintu ini.
" Makasih Mas! Kamu curang,harus nya Aku juga ngasih Kamu sesuatu." rengek Ola merasa malu tidak menyiapkan apa-apa untuk suami nya.
" Tidak perlu,Aku hanya butuh cinta mu seutuh nya untuk ku.cukup itu saja." tutur Rendi mengecup kedua pipi Ola yang sedang basah oleh tetesan air mata.
" Kamu nangis? Kedinginan? Atau Aku melakukan kesalahan?" tanya Rendi khawatir.
" Hiks..Hiks..Hiks.." Ola semakin menangis di dekapan dada suami nya, suasana malam ini benar-benar membuat dia sangat terharu dan merasa sangat beruntung sekali,meski menikah karena kecerobohan nya sendiri tapi Ola berhasil melewati step by step lika liku rumah tangga yang selalu di hiasi perdebatan dan pertengkaran kecil.
" Aku nggak papa kok Mas! Terimakasih sudah menyiapkan semua nya untuk ku.Aku bahagia sekali." Ola berhambur memeluk tubuh Rendi dan dengan berani nya mengecup bibir Rendi yang berada di depan wajah nya.
" Kamu bikin Aku takut aja,sudah selesai kan nangisnya? Sekarang kita makan malam dulu, setelah itu Aku akan mengajak Kamu keliling pantai ini." Rendi mengecup kedua tangan Ola lalu bangkit dan duduk di kursi berdampingan dengan Ola.
" Tampan...Kaya raya.wanita manapun dengan suka rela menyerahkan diri nya kepada mu." batin Ola mengandaikan jika nanti Rendi benar-benar berubah total.
" Mas! Kayak gini nya cuman sama Aku aja ya! Cewek lain nggak boleh melihat nya." ujar Ola merasa gelisah.
" Kenapa?" tanya Rendi heran.
" Ya nggak boleh! Nanti mereka klepek-klepek sama Kamu yang sudah cair dan Kamu dengan mudah nya menerima cinta mereka termasuk juga Alina dan dosen baru itu." tutur Ola mencebik kesal.
" Untuk apa Aku melakukan ini untuk wanita lain,sudah Kamu jangan berpikiran negatif sama Aku,habiskan makanan nya supaya Kamu punya tenaga untuk mengahadapi kenyataan nanti malam." Rendi tersenyum simpul menyuapi Ola dengan makanan yang ada di dalam piring nya.kedua nya makan sepiring berdua dengan Rendi yang bertindak sebagai pemegang sendok.
" Ayok kita jalan-jalan dulu sebelum kita masuk ke kamar nanti?" ajak Rendi mengulur kan tangan nya ke arah Ola yang merentang kan kedua tangan di udara.
" Nginap? Memang nya Villa itu di sewakan ya Mas?" tanya Ola yang memang melihat ada sebagian Villa yang terletak tidak jauh dari posisi mereka berada.
" Untuk apa menyewa jika Aku adalah pemilik sah aset mahal itu." jawab Rendi apa adanya karena semua tanah yang ada di sekitar pantai ini adalah milik kakek nya dan sudah beralih menjadi atas nama diri nya sendiri.
__ADS_1
" Sombong amat sih! Kalau Aku tahu dari awal Kamu punya banyak harta,dengan senang hati Aku akan menerima perjodohan ini tanpa harus mengorbankan bibir perawan ku kepada Kamu."seloroh Ola mengingat kembali apa yang pernah dia lakukan dulu.
" Jangan sok nggak punya apa-apa Kamu, sayang! Aku yakin anak kita nanti akan kaya raya dengan limpahan harta dari kedua orang tua kita." sahut Rendi lagi.
" Anak siapa memang nya?" tanya Ola polos.
" Anak kita berdua dan nanti malam kita akan mulai mencetak nya." jawab Rendi spontan mengabaikan Ola yang sudah menegang karena di hinggapi rasa takut.
Di saat kedua nya masih berkeliling menikmati dingin nya suasana pantai malam ini,ponsel Ola yang di simpan di dalam kantong celana Rendi tiba-tiba saja berdering dengan id penelepon tertulis Bunda.
Ola dengan cepat menerima ponsel nya dan tidak lupa menampilkan wajah bahagia yang dia rasakan saat ini.
" Assalamualaikum Bunda." ucap Ola duduk di dekat cahaya lampu agar wajah cantik nya bisa kelihatan.Ola sengaja menyandarkan kepala nya di bahu Rendi seperti anak muda pada umumnya.sedangkan si suami dengan nyaman nya memeluk pinggang Ola dengan rapat sehingga membuat kedua nya sama-sama merasakan rasa aneh di dalam dada.
" Wa alaikum salam sayang." jawab Yesi dan menampilkan wajah suami nya secara bergantian.
" Ayah ! Ola kangen sama kalian." rengek Ola mengeluarkan sisi manja nya.
" Kami juga kangen dan rindu sekali sama Kamu sayang,bagiamana kabar Kamu dan suami mu? Apa rumah tangga kalian baik-baik saja?" tanya Arif ingin tahu.
Ola tersenyum dengan mengangguk kan kepala nya.
" Kabar kami baik-baik aja kok Yah,jangan khawatir,Mas Rendi menjaga Ola dengan baik." tutur Ola begitu bangga nya menyebut nama suami nya.
" Syukur lah sayang! Kami cuman mau ngabarin Kamu aja kalau lusa kami akan langsung terbang ke Tokyo dan akan menetap di sana selama 2 bulan lebih,dan setelah itu baru pulang ke kota menemui Kamu yang sangat kami sayangi." Arif yang sedang sibuk terpaksa harus berpisah dalam kurun waktu yang lama dengan putri kesayangan nya.dia percaya Rendi akan melanjutkan tugas nya dengan baik karena semua nya sudah terbukti dari hasil laporan yang di berikan oleh anak buah nya.
"Ayah,Bunda..Kenapa Ola nggak di ajak sih,Ola juga pengen ikut kesana." sisi manja Ola yang mulai keluar membuat Rendi tersenyum simpul karena perubahan sikap Ola yang selalu berubah-ubah tergantung situasi membuat dia merasa gemas dan sama sekali tidak pernah mempermasalahkan nya.
" Nanti Kamu ke sini nya sama suami mu aja, sekalian bulan muda,Kamu lagi di mana sih sayang? Kok kayak ada suara ombak gitu?" tanya Yesi penasaran.
" Kita berdua lagi di pantai Bun! Tadi Mas Rendi ngajak Aku ke sini." Ola memperlihat kan layar ponsel nya ke sekeliling pantai sehingga membuat kedua orang tua nya tersenyum bahagia.putri mereka mulai menikmati rumah tangga nya dan sudah nampak bahagia.
Setelah selesai melepas rindu dengan kedua orang tua Ola! Kini Ola sengaja menelpon sang Mama mertua untuk memberitahu tentang keberadaan mereka saat ini.sama seperti kedua orang tua nya.kedua mertua Ola juga ikut bahagia dan tidak lupa mengingat kan mereka untuk singgah di villa keluarga sesuka hati mereka.
" Sudah selesai kan? Sekarang ayok kita ke villa,angin malam semakin kencang dan nggak baik untuk kesehatan Kamu." ajak Rendi mengambil kembali ponsel yang Ola pegang lalu mengajak masuk ke dalam mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju Villa besar yang terlihat mewah dari jarak jauh.
" Wawww.." Ola menatap kagum bangunan tinggi dengan nuansa klasik ini.
__ADS_1
Jangan lupa like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰
"