Yolanda

Yolanda
Bab 38


__ADS_3

Perasaan lega menghinggapi setiap aliran darah yang mengalir di tubuh Ola ketika mendengar kata kasar yang di berikan oleh suami nya kepada wanita yang berusaha masuk ke dalam rumah tangga mereka.


Ingin sekali rasa nya Ola mencakar wajah betina yang sudah menyentuh bibir suami nya dengan begitu murahan nya.adegan yang di lihat nya barusan sama persis seperti adegan drama yang baru tadi malam dia tonton.


Dengan seringai licik,Ola akhirnya mendorong paksa pintu itu sehingga menimbulkan bunyi yang begitu kuat sekali.


" Sayang! Maaf ya Aku telat,tadi pulang dari spa langsung shopping dulu." ujar Ola memeluk leher suami nya dan berpindah duduk di atas pangkuan sang suami.


Rendi dan wanita yang bernama bunga itu nampak terkejut melihat kedatangan Ola yang begitu mendadak bahkan tanpa terdengar suara sedikit pun.


Ola menatap tajam sosok wanita yang tampak sedang menahan kesal itu, sebuah senyum kemenangan Ola lukisan di bibir tipis nya seolah menegas kan kalau dia lah pemenang yang sesungguhnya.


" Mas! Ini Aku bawakan makan malam untuk kita,Kamu mau makan sendiri atau mau Aku suapin aja." tanya Ola memanggil kedua bodyguard untuk mendekati nya.


" Aku mau di suapi aja sayang." balas Rendi lembut.


" Baiklah, makanan nya taruh di sini aja ya Pak Ammar, dan satu plastik bawa untuk kalian sekalian bagi-bagi sama Pak Fadel dan juga Mbak Bella." ujar Ola yang memang suka berbagi dan tidak pernah menyombongkan diri meski dia berasal dari keluarga yang berada.


" Terimakasih Nyonya,kami pamit keluar." kedua Bodyguard itu melangkah keluar dengan menenteng satu plastik lalu membawa nya ke ruangan Fadel.


Wanita yang berusaha merayu Rendi masih diam di tempat nya dengan amarah yang membuncah di dada sehingga membuat dua kancing baju di bagian dada terlepas berurai.


" Mbak! Kenapa anda belum pergi dari ruangan suami Saya Dan seperti nya baju yang anda pakai sudah tidak layak untuk di gunakan lagi,kurang bahan dan kancing nya juga sudah copot dari tempat nya." sindir Ola menahan tawa.


" CK...Awas Kamu gadis kecil." hardik Bunga lalu pergi dengan mengibaskan rambut mie nya.


Ola yang melihat rubah betina sudah pergi dari ruangan suami nya lalu berdiri dari pangkuan Rendi dan memilih duduk di dekat sofa yang luas.


" Sayang...Ini.." Rendi juga ikut pindah ke sofa dengan berusaha ingin menjelaskan semua nya.

__ADS_1


" Aku melihat dan mendengar semua nya Mas? Siapa dia? Dan kenapa dia datang lalu meminta Kamu untuk meninggalkan Aku? Mana pakai acara ciuman segala lagi?" tanya Ola dengan wajah emosi.


Deg...


Rendi meraup kasar seluruh wajah nya setelah mendengar kenyataan tentang kejadian yang di lihat oleh sang istri,apalagi Ola melihat semua nya dan itu artinya termasuk juga dengan adegan ciuman yang sedikit terlambat untuk dia tepis.


" Maaf sayang,Aku juga kaget dan terlambat mengusir nya untuk tidak mendekat." jawab Rendi gugup takut sang istri menjadi marah.


" Halah! Bilang aja kalau Kamu juga menikmati nya,bahkan Kamu juga membiarkan rubah betina itu untuk memeluk tubuh mu? Kamu sama murahan nya dengan dia." ketus Ola membuka bungkus cemilan yang dia beli di mall tadi,marah seperti ini butuh tenaga ekstra juga dan Ola perlu banyak asupan gizi untuk memarahi suami nya yang tidak tegas.


" Sayang! Aku nggak tahu kalau dia memeluk Aku? Kalau Kamu melihat semua nya! Pasti Kamu juga menyaksikan bagaimana Aku menepis tangan dia dari tubuh ku?" sanggah Rendi tak terima dengan ucapan istri nya


" Tapi telat, setelah dia berhasil menyentuh tubuh dan juga bibir mu,Aku mulai berpikir keras dengan ciuman yang sering Kamu lakukan kepada ku? Mulai saat ini jangan peluk dan jangan sentuh Aku lagi." tegas Ola memiringkan badan ke arah lain agar tidak melihat wajah sang suami yang akan membuat dia semakin tambah kesal.


" Aku nggak pernah mengundang dia datang ke sini sayang! Dia itu mantan wanita yang pernah Aku sewa di sebuah club,di antara kami juga tidak terikat hubungan apapun.jangan marah dong sayang! Aku memang bukan lelaki baik-baik dan Kamu tahu itu, bagaimana kalau Aku mandi dulu biar bau wanita itu hilang dari tubuh ku?" ujar Rendi berusaha membujuk istri nya.


" Mau mandi kembang tujuh rupa pun jejak wanita itu tidak akan pernah hilang,Aku marah sama Kamu Mas! Kamu memberikan bodyguard untuk melihat semua apa yang Aku lakukan,lalu bagaimana dengan Kamu? Menjijikkan." bentak Ola pergi meninggalkan Rendi dan masuk ke dalam sebuah ruangan yang dia yakini sebagai tempat istirahat sang suami.


" Apa yang terjadi di dalam ruangan Bos tadi Mar?" tanya Fadel memulai penyelidikan.


" Tidak terjadi apa-apa Pak Fadel,Nona muda langsung duduk di pangkuan Tuan dan membuat wanita yang ada di sana terlihat menahan emosi." jawab Ammar lagi.


" Terus?" tanya Fadel semakin penasaran karena menurut dia ammar hanya bercerita separuh dari yang dia lihat.


" Terus seperti nya Nona juga sedang marah tapi berusaha terlihat biasa saja untuk melawan wanita itu."


" Apa tidak terjadi aksi jambak-jambakan atau kekerasan lain nya?" Fadel kembali bertanya untuk menuntaskan rasa penasaran nya.


" Tidak,Nona terlihat tenang dan sangat santai." jawab Ammar apa ada nya dan di benar dengan oleh teman nya dengan mengangguk kan kepala.

__ADS_1


Fadel yang mendengar nya pun tidak kalah terkejut di buat nya, sebagai seorang asisten yang mengenal dekat sang Tuan muda,Fadel tentu tahu siapa sosok wanita yang menemui Rendi ,bahkan Fadel juga sering turun tangan menjemput wanita itu atas permintaan Rendi dan membawa nya ke sebuah hotel tempat mereka bertemu,tapi itu dulu jauh sebelum Rendi di jodohkan dengan Ola.


Sedang kan Rendi yang melihat Ola masuk ke dalam kamar pribadi nya bergegas menyusul supaya masalah ini tidak berlarut-larut dan membuat dia terpaksa harus kembali berpuasa.


Hal pertama yang di lihat oleh Rendi ketika baru melangkah masuk ke dalam kamar nya adalah tubuh Ola sedang meringkuk di atas kasur dengan memakai selimut tebal.tapi ada hal yang aneh karena punggung Ola terlihat bergetar seperti sedang menangis sesenggukan.


" Sial! Bunga...Awas Kamu." batin Rendi dengan urat syaraf yang menonjol keluar.


Rendi menghela nafas panjang lalu berjalan menghampiri sang istri.menghadapi sang istri yang notabene nya lebih muda dari nya membuat Rendi harus ekstra lebih peka dan tanggap dalam menyelesaikan masalah.apalagi menurut cerita Ola dia belum pernah pacaran sebelum nya dan langsung menikah karena di jodohkan.


" Sayang! Maaf." ucap Rendi yang langsung memeluk tubuh bergetar Ola dan malah terkejut dengan apa yang di lihat nya dalam selimut tebal itu.ponsel Ola masih menyala dan di wajah Ola tidak terdapat satu pun tetesan air mata.


" Kamu nggak nangis?" tanya Rendi seperti orang bodoh.


" Untuk apa Aku nangis,memang nya dengan menangis bisa membuat rasa jijik ku hilang?" sergah Ola lalu melepas paksa rangkulan tangan Rendi yang di mana masih terdapat wangi tubuh wanita lain di jas nya.


" Sayang! Aku tahu Aku salah,tolong jangan seperti ini." pinta Rendi melemah karena tidak tahu lagi harus seperti apa mengubah kata jijik yang keluar dari mulut istri nya.


Ola yang tidak suka dengan wangi wanita tadi memilih bungkam dengan pura-pura menutup hidung menggunakan tangan nya.


Cukup lama Rendi membujuk Ola agar tidak marah lagi kepada nya, sampai membuat pria dingin ini menetes kan air mata penuh penyesalan nya,karena takut melihat aksi diam sang istri yang sudah terbiasa cerewet di hadapan nya.bahkan Rendi rela bersimpuh dan berjanji akan membuang semua yang di pakai nya hari ini agar bau bunga tidak ikut masuk ke dalam rumah mereka.


Ola yang tidak tega melihat Rendi mengeluarkan air mata akhir nya terpaksa mengalah,toh dia adalah pemenang nya dan berhasil menjadi istri Rendi seutuhnya.


" Mandi dulu Mas! Bibir Kamu bau." usir Ola terlihat ilfil.


" Tapi nanti janji langsung kasih cium ya sayang?" pinta Rendi seperti seorang anak kecil yang menginginkan ice cream.


" Nggak janji,udah sana mandi dulu terus habis itu makan." titah Ola mendorong paksa tubuh Rendi masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


" Huft.. Ternyata begitu banyak ulet keket yang Kamu simpan di masa lalu mu Mas! Aku bahkan mulai merasa awas melihat kedatangan mereka semua." gumam Ola dalam hati.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2