
Setelah kurang lebih 8 jam di dalam pesawat, akhir nya pasangan suami istri ini baru saja mendarat di ibukota,di depan sana sudah ada Pak Zen dan juga Ammar yang menjemput kepulangan mereka.
" Langsung pulang ke rumah aja Pak." titah Rendi begitu sudah duduk didalam mobil, sedangkan di samping dia ada Ola yang kembali mengalami muntah-muntah sejak dari dalam pesawat tadi.Rendi lalu menggosok lembut kepala Ola agar wanita nya merasa nyaman dan tak lagi mengeluarkan isi perut yang kemungkinan sudah habis tak bersisa lagi.perlahan kedua mata Ola tertutup rapat dengan perlakuan lembut yang di berikan oleh suami nya.bahkan dia juga tidak menyadari jika mereka sudah sampai di depan teras rumah pribadi mereka.
" Bawa semua barang naik ke lantai atas." titah Rendi dan kemudian memilih menggendong istri nya yang sudah tak berdaya lagi jika di minta untuk berjalan.
Rendi merebahkan tubuh Ola dengan sangat hati-hati di atas ranjang luas,bahkan tangan nya juga terulur mengelap sudut bibir Ola yang masih kotor oleh sisa muntah nya tadi.
" Kamu sebenarnya kenapa sih sayang? Nggak biasa nya Kamu seperti ini?" batin Rendi terus mengelus kepala Ola agar tidur nya semakin lelap.
Ketika dia hendak melangkah masuk ke dalam kamar mandi, deringan ponsel yang ada di dalam saku celana nya menghentikan langkah kaki Rendi.
" Mama." gumam nya dan bergegas menggeser tombol hijau yang muncul di layar ponsel nya.
" Ada apa Ma?" Rendi.
" Kalian sudah sampai di ibu kota?" Bu Nala.
" Iya Ma,ini baru aja sampai dan Ola langsung tidur.kenapa Ma?" Rendi.
" Kenapa nggak pulang ke rumah Mama dulu? Apa menantu Mama masih tetap muntah seperti kemarin?" Bu Nala.
" Masih Ma dan semakin parah,Aku sangat khawatir melihat Ola seperti itu,tapi dia tetap kekeuh tidak mau di ajak ke dokter." Rendi.
" Mama curiga sesuatu kepada istri mu? Apa bulan ini dia sudah telat datang bulan nya?" Bu Nala.
" Aku mana tahu Ma? Memang nya kenapa?"Rendi.
__ADS_1
" Apa istri mu ada mengeluh selain mual dan pusing?" Bu Nala.
" Nggak ada,dia hanya merasa terlalu cepat lelah dan selalu ingin tidur." Rendi.
" Besok bawa dia ke dokter, bagaimana pun cara nya Kamu harus membawa Ola ke rumah sakit,dan Mama nggak mau mendengar kata gagal lagi." Bu Nala langsung mematikan sambungan telepon dan meninggalkan Rendi yang semakin bingung mencari cara membujuk istri nya.
Rendi menghela nafas panjang lalu segera masuk ke kamar mandi untuk segera membasuh tubuh yang terasa sangat lengket sekali.dia mempercepat acara mandi nya sebelum Ola terbangun dari tidur nya dan mencari dia ketika baru terbangun nanti.
Sedang kan di dalam gedung pencakar langit sana,Ada Fadel dan juga Bella yang sedang mati-matian menyelesaikan semua pekerjaan yang sudah menggunung karena di tinggal pergi berbulan madu oleh Tuan muda.
" Bel,nanti tolong Kamu ganti kan Aku meeting sama perusahaan T ya." titah Fadel kepada Bella yang sedang duduk di meja nya.
" Harus Aku?" tanya Bella melongo.
" Iya harus! Memang nya siapa lagi? Aku nggak bisa datang ke sana. Karena harus bertemu pengusaha yang baru datang dari negara tetangga, setengah jam lagi Aku akan segera berangkat dan Aku harap Kamu bisa menghandle semua nya." Fadel kembali masuk ke dalam ruangan nya menyiapkan sendiri semua kepentingan meeting yang akan dia bawa nanti.sedangkan Bella tetap saja menggerutu kesal dengan mengacak kasar berkas yang belum tersentuh oleh tangan nya.
" Kapan Pak Rendi akan kembali ke sini? Di tinggal satu minggu saja Aku sudah kewalahan seperti ini, bagaimana jika bertambah beberapa hari lagi." gerutu Bella mendesah kasar dengan menghempas punggung ke sandaran kursi nya.sejak kepergian Rendi beberapa hari yang lalu,dia bahkan tak punya waktu lagi untuk bertemu kekasih hati nya,bahkan untuk sekedar melakukan panggilan video saja dia sudah tidak sempat lagi karena selalu saja di kejar oleh deadline dan berkas yang harus segera di rampungkan.
" Ahh...Aku mana bisa menandingi kecantikan Nona Ola! Seujung kuku pun Aku tidak akan pernah bisa menandingi kecantikan alami yang di milik istri Bos." Bella akhirnya menyudahi segala kelakuan aneh nya dan segera bersiap-siap untuk menghadiri acara meeting dan membawa satu orang karyawan biasa untuk membantu nya nanti.
" Sayang! Bangun dulu." bisik Rendi lembut tepat di samping telinga Ola yang masih betah terlelap di tidur nya.
" Sayang." panggil nya lagi terus berusaha membangun kan Ola.
" Hm..." Ola yang merasa tidur nyenyak terusik perlahan menggerakkan mata nya menyesuaikan dengan cahaya yang ada di dalam kamar nya.
Rendi menyambut nya dengan tersenyum hangat.senyum yang mampu merontokkan segala bentuk amarah dan juga rasa tak enak yang ada di dalam hati Ola.
__ADS_1
" Bangun ya,habis ini Kamu mandi dulu atau mau makan dulu?" tawar Rendi yang tidak ingin maag Ola kembali kambuh karena telat makan.
" Memang nya sudah jam berapa Mas?" tanya Ola mengedarkan pandangan mata ke arah luar yang sudah tertutup rapat oleh gorden jendela.
" Sudah jam 7 malam,ayok bangun." titah Rendi mendusel wajah nya ke leher Ola yang kembali ingin meneruskan tidur nya.
" Nanti saja makan nya Mas! Aku belum lapar,Aku cuman pengen tidur." tolak Ola yang aneh nya memang tidak merasakan lapar sama sekali ,padahal saat ini perut nya dalam keadaan kosong tak berpenghuni.
" Nggak bisa kayak gitu sayang,makan sedikit saja dan setelah itu Kamu boleh melanjutkan tidur mu lagi,di pesawat tadi Kamu sudah mengeluarkan semua isi perut mu dan Aku nggak mau mendengar penolakan lagi,dan satu lagi! Besok pagi Aku antar Kamu ke rumah sakit untuk melakukan check up." ucap Rendi tegas seolah tidak perduli lagi dengan penolakan yang akan di berikan oleh istri nya.
" Aku tidak mau terima alasan apapun sayang,wajib dan Kamu nggak boleh membantah nya lagi." imbuh Rendi segera keluar dari kamar dan berniat mengambil kan sendiri makanan untuk istri nya.
Sedang kan Ola yang masih berbaring di atas ranjang hanya bisa pasrah dan tidak tahu lagi cara menolak permintaan suami nya,bayangan jarum suntik besar dan segala macam bentuk obat-obatan membuat Ola kembali merasa mual dan memaksa dia untuk segera berlari masuk ke dalam kamar mandi.
" Hoek..Hoek..Hoek.." Ola kembali muntah-muntah di dalam kamar mandi dengan rasa pusing yang ikut menganggu kenyamanan nya.
" Aku pusing banget." keluh Ola memegang kepala yang terasa berputar-putar.entah bagaimana cara menjelaskan yang dia rasakan saat ini,perut di aduk-aduk seperti sedang membuat kue,di tambah lagi rasa pusing yang menyerang membuat dia dengan reflek memejamkan kedua mata nya.
Rendi yang sudah kembali dari lantai bawah, awal nya merasa senang saat melihat Ola sudah bangun dan mau mendengar kan perintah nya,tapi rasa senang itu akhirnya berubah menjadi rasa cemas dan khawatir setelah telinga nya menangkap ada suara muntah dari dalam kamar mandi.
Bruk...
" Sayang." Rendi dengan gerakan cepat menangkap tubuh Ola yang seperti nya akan terjatuh ke lantai kamar mandi.
Wajah Ola kelihatan sangat pucat sekali seperti tidak di aliri oleh darah lagi.
" Ya ampun sayang! Untung saja Aku cepat masuk ke kamar,gimana jadi nya kalau Aku telat sedikit saja." gumam Rendi lirih dan tak di respon lagi oleh Ola yang sudah antara sadar ataupun tidak.
__ADS_1
Rendi dengan cepat memasukkan air putih ke dalam mulut Ola menggunakan sendok, setelah itu dia lalu memaksa Ola untuk makan dengan cara dia sendiri yang menyendok kan nasi ke dalam mulut Ola.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰😍