Yolanda

Yolanda
Bab 44


__ADS_3

Ola terus menatap lekat Rendi lewat isyarat pergerakan mata nya untuk meminta jawaban atas apa yang dia lihat di depan mata nya saat ini.Rendi yang terlihat sangat gugup buru-buru menghampiri Ola agar apa yang dia tutupi tidak sampai ke telinga istri nya.


" Sebaiknya Kamu pulang duluan saja sayang,Aku sudah meminta Ammar untuk menjemput mu dan dia sudah menunggu di bawah.nanti kita bicara di rumah saja." ucap Rendi terlihat mengusir secara halus Ola yang masih ingin menemani nya,terlebih lebih lagi setelah melihat sosok wanita licik itu membuat Ola tidak tahan lagi ingin bermain dengan wanita itu tapi betapa kecewanya Ola saat suami nya sendiri malah meminta dia untuk segera keluar dari ruangan nya saat ini juga.


Ola menatap tajam sosok wanita yang sedang tersenyum licik dengan melambai kan tangan kepada Ola.Bunga yang tidak ingin kehilangan kesempatan untuk merusak rumah tangga Rendi langsung masuk ke perusahaan besar ini saat melihat security sedang sibuk mengecek kendaraan masuk,terlebih lagi Bunga juga sempat melihat ada Ola yang sudah datang menemui suami nya.dengan bersembunyi di balik mobil hitam pekat, akhir nya Bunga yang sudah di wanti-wanti tidak bisa masuk ke perusahaan ini lolos dari tangkapan para security dan melenggang masuk ke ruangan Rendi.apalagi waktu dia naik ke lantai atas Bella sedang tidak berada di meja nya karena ikut turun bersama Ola.


Dengan menahan rasa kecewa dan sakit hati,Ola langsung meninggal kan ruangan sang suami dan keluar menuju lift,tangan Rendi yang terulur di depan nya pun dia abaikan begitu saja karena sudah terlanjur merasa tak di inginkan lagi.padahal saat itu juga Ola sangat ingin mendengar kan penjelasan dari suami nya.


Ammar yang sudah berdiri menunggu di depan mobil langsung bergerak membuka pintu mobil untuk Ola,namun nyata nya sang istri Bos malah menuju ke arah luar dan memilih menyetop taksi yang melintas di hadapan nya.


Ammar yang tidak ingin di marahi oleh Bos nya langsung mengejar Ola dengan langkah kaki lebar ,namun sayang taksi yang di tumpangi Ola sudah terlanjur pergi menjauh meninggalkan dia.


" Mati Aku." batin Ammar menendang udara dan dengan cepat berlari masuk ke dalam mobil sebelum kehilangan jejak sang Nyonya muda.


Ola yang tidak punya tujuan lagi saat ini memilih pulang ke rumah orang tua nya untuk menenangkan diri nya yang sedang hancur.


" Non Ola! Ini teh benaran Non Ola." Mbok Lastri dan Mbok Yati langsung berhambur memeluk sosok gadis muda yang selalu terlihat kecil di mata mereka berdua.


" Iya Mbok! Kangen ya?" tanya Ola tersenyum manis memilih menutup sakit hati nya dari kedua wanita paruh baya yang begitu menyayangi nya.


" Iya Non! Rumah sebesar ini terasa horor tanpa kehadiran Non Ola,Bibi mah cuman bisa berdoa supaya Non Ola selalu bahagia dengan rumah tangga Non." ujar Mbok Lastri berlinangan air mata.


" Terimakasih doa nya Mbok,jangan sedih lagi dong,Ola janji bakal sering datang dan menginap di sini,gimana kalau sekarang Mbok Lastri sama Mbok Yati ajarin Ola masak makanan yang enak.Ola ke pengen makan ayam bakar buatan Mbok Yati dan juga seblak nya.tapi harus dari tangan Ola langsung ya Bi." ucap Ola setengah memaksa.rasa nya saat ini Saliva nya ingin jatuh ke bawah membayangkan makanan yang dia sebut tadi,entah kenapa perut nya tiba-tiba saja terasa lapar lagi setelah menghabiskan 2 mangkok bakso utuh.


" Ya ampun Non! Ini teh beneran Non mau belajar memasak?" tanya Bi Yati tak percaya karena selama ini Ola selalu menghindar jika mereka tawarkan untuk belajar masuk ke dapur.


" Iya Mbok! Ayok cepetan siapkan semua bahannya dan Ola mau ganti baju sebentar." Ola langsung masuk ke kamar nya sambil memejamkan mata menghirup dalam-dalam wangi aromaterapi yang sengaja dia pasang kan di sudut kamar nya,semua yang ada di kamar ini terlihat masih rapi berdiri pada tempat nya.setetes kotoran ataupun debu sama sekali tidak terlihat karena dia yakin kedua asisten rumah tangga nya rajin membersihkan ruangan favorit nya ini.


Ammar sang bodyguard dengan cepat menancap gas mobil nya menuju alamat yang tertera di layar ponsel nya.Ammar yang sedang di landa rasa takut langsung menghubungi tim nya untuk melacak di mana Ola berada di saat ini, untung saja rekan kerja nya dengan mudah menemukan posisi Ola sehingga membuat dia terlepas dari masalah besar.

__ADS_1


Ammar memarkirkan mobilnya di garasi depan dan ikut bergabung dengan security dan penjaga yang duduk di pos penjagaan.


" Nyonya Ola ada di dalam kan?" tanya Ammar memastikan.merasa takut salah sangka padahal dia sudah terlanjur duduk santai sementara Ola ternyata sudah tidak berada di rumah orang tua nya lagi.


" Iya Mas Ammar,tadi datang naik taksi." jawab rekan kerja nya .


Ammar mengangguk kan kepala seraya menghela nafas panjang nya.menjadi bodyguard dari seorang istri CEO memang butuh perjuangan yang luar biasa.ceroboh sedikit saja kemungkinan besar nyawa sendiri yang akan menjadi taruhan nya.apalagi sosok Rendi merupakan bos yang sangat tegas dan di segani oleh lawan bisnis nya.


Ketika senja mulai menggulung dari ujung barat.Rendi yang sudah selesai membereskan pekerjaan dan juga wanita yang menemui nya di kantor tadi langsung memutuskan untuk pulang ke rumah dengan rasa bersalah dan juga merasa wajib menjelaskan semua nya kepada sang istri.Rendi langsung duduk di belakang sopir pribadi dengan memikirkan cara yang tepat untuk memberi tahu tentang wanita yang bernama Bunga.Rendi memijit pelipisnya dengan pelan untuk mereda kan rasa sakit yang menyerang kepala nya.Rendi mulai menyesali tingkah laku nya di masa lalu yang tidak pernah dia duga sebelumnya akan berimbas ke masa depan nya.


Rendi pulang kerumahnya dan langsung bergegas masuk ke dalam kamar.betapa terkejut nya Rendi ketika melihat kamar masih dalam keadaan gelap dan sama sekali tidak ada Ola di dalam nya.


" Sayang." panggil Rendi dengan rasa takut yang menjalar di hati nya.


Lelah menggeledah semua isi kamar dan juga rumah nya,Rendi kembali masuk ke kamar mengambil ponsel untuk menghubungi nomer sang istri.


" Maaf nomer yang anda hubungi sedang tidak aktif."malah suara operator yang menjawab panggilan yang dia lakukan.


Rendi lalu memutuskan untuk menelpon Ammar bodyguard yang dia minta untuk menjaga istri nya.


" Tunggu Aku di sana,dan jangan biarkan istri ku pergi kemana-mana sebelum Aku sampai di sana." titah Rendi memutuskan mengendarai mobil sendirian dan menolak untuk di antar oleh sang sopir.


" Non Ola...Non Ola.."


Suara panggilan itu menyentak pikiran Ola kembali ke alam sadar.lamunan Ola seketika buyar berganti dengan wajah kaget nya.


" Ini masakan nya sudah matang Non dan seblak nya juga sudah Mbo Lastri simpan di atas meja makan." ucap Mbok Yati mengingat kan nya.


" Eh iya Mbok! Semoga saja hasil masakannya enak ya Mbok.Ola lapar banget." Ola menggosok perut nya dan berjalan ke arah meja.

__ADS_1


Tanpa membersihkan tubuh nya terlebih dahulu,Ola yang sudah tidak sabar lagi ingin melahap makanan hasil karya nya bergegas memasukkan nasi ke dalam piring besar.


" Enak banget Mbok! Besok-besok nya lagi Ola masih mau belajar memasak lagi ya." pinta Ola mulai kecanduan menyantap makanan hasil karya nya sendiri.


" Iya Non." jawab Mbok Lastri dan Mbok Yati secara bersamaan.


Sepasang tangan besar langsung memeluk Ola dari belakang,membuat Ola yang sedang mengunyah makanan terbatuk-batuk di bikin nya.Rendi sang pemilik tangan sedari tadi sudah mengamati sang istri dari balik tiang.


" Maaf sayang,minum dulu." ujar Rendi memberikan segelas air putih kepada Ola dan dengan cepat di terima oleh Ola yang memang sedang membutuhkan nya.


" Kamu mau ngapain sih Mas? Mau membunuh Aku! Biar Kamu bisa bebas dengan wanita mu itu?" teriak Ola tidak terima.Mbok Lastri dan juga Mbok Yati yang melihat pertengkaran itu memilih menyingkirkan diri pergi ke halaman belakang dan membiarkan kedua nya menyelesaikan masalah.


Tanpa berkata-kata lagi,Rendi kembali memeluk Ola membuat Ola memukul dada nya dengan sendok nasi yang ada di depan nya sekarang.


" Sana pergi dari sini! Aku lagi malas melihat wajah Kamu." ucap Ola dengan judes.


" Sayang, dengerin dulu penjelasan Aku,cepat habiskan makanan mu! Nanti kita bicara kan semua nya di rumah." jawab Rendi masih lembut dan tidak ingin terpancing emosi.


" Aku nggak mau lagi pulang ke sana! Itu bukan rumah ku lagi." Ola yang sedang kesal kembali melahap makanan nya dan tanpa berniat menawarkan kepada sang suami yang sedang menatap nya.


" Itu akan tetap menjadi rumah kita sampai kapan pun itu! Aku tidak akan mengizinkan Kamu pergi dari rumah kita.Aku bisa jelaskan semua nya sayang." Rendi bertekuk lutut di hadapan Ola yang terlihat tidak memperdulikan keberadaan nya.


" Sayang." gumam Rendi lirih dan masih tidak di jawab oleh Ola.


Rendi yang tidak kenal putus asa memilih duduk di samping Ola sambil menemani istri nya menghabiskan semua makanan nya.


" Aduh... Kenyang banget." Ola mengusap perut nya yang terasa lebih besar dari biasa nya.


Rendi hanya tersenyum tipis melihat kelakuan istri nya,padahal seingat dia tadi sore Ola sudah memakan bakso, dan tidak biasa nya Ola makan begitu lahap meski sudah malam begini.

__ADS_1


Kedua asisten rumah tangga membereskan meja makan yang tinggalkan oleh Ola.tidak ingin kedua asisten rumah tangga mengadu kepada kedua orang tua nya yang tengah berada di luar negeri.Ola akhirnya memilih mengalah dan membiarkan saja Rendi mengikuti langkah kaki nya dari belakang.


Jangan lupa Like ,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2