
*Ruangan CEO*
"sutammm...ahhhh...geli tau,"ucap Anisa pelan tepat di telinga Aditya.
"ini hukuman,"Aditya jawab pelan.
Aditya terus menciumi wajah dan leher jenjang istrinya,"Ican... kenapa genit-genit sama cowok-cowok itu,"bisik Aditya sebal.
"apa sih Sutam...aku cuma ngobrol biasa sama mereka biar cepat beradaptasi,"Jawab Anisa.
Aditya memeluk erat tubuh istrinya."aku ijinkan kamu kerja tapi gak mau lihat cowok-cowok itu godain kamu,"Aditya geram.
"ok...ok...lepas dulu ya..sayang,ini kantor loh,"Anisa mencoba melepaskan pelukan Aditya perlahan.Akhirnya Adityapun melepaskan pelukannya lalu menggiring Anisa duduk di sofa.
""Sutam...kok mukanya cemberut gitu,jelek tau...ayo senyum,"goda Anisa sambil mencubit gemas kedua pipi Aditya.
"kamu tau gak di sepanjang jalan menuju ruangan ini karyawan-karyawan cowok pada ngomongin istri cantik ku ini,sebel kan,"ucap Aditya cemberut.
"loh kok sebel bagus dong berarti aku terkenal he...he...,"Anisa menggoda Aditya.
Mereka duduk di sofa dengan tangan Anisa memeluk pinggang Aditya dari sebelah sedangkan Aditya mengelus-elus rambut Anisa dan sekali-kali mencium kening istrinya itu.
treett..treett..
Handphone Aditya berbunyi.
"Sutam... handphone kamu tuh,"ucap Anisa.
Aditya merogoh saku celananya dan mengambil handphone lalu melihat siapa yang meneleponnya.
📱Monica
Monica:"hallo...sayang how are you?"
Aditya:"emmm...Fine and you?"
Monica:"aku sakit sayang"
Aditya:"sakit apa???"ucap Aditya sambil berdiri melepaskan tangan Anisa yang memeluk pinggang Aditya.
Monica:"sakit rindu sayang.."
Aditya:"ah..aku kira kenapa,sama aku juga kang..."Aditya melirik ke arah Anisa yang tertunduk
Monica:"kenapa?kamu gak kangen aku"
Aditya:"iya..
jleb...
Hati Anisa terasa sesak mendengar percakapan Aditya dengan seseorang di balik telepon yang Anisa yakini bahwa itu adalah Monica
Monica..ya pasti itu Monica,kenapa hati ini sakit mendengar percakapan mereka, gue kira akan mudah jalaninya,gak seperti di sinetron-sinetron yang biasa gue tonton,ini... sakit,sesak rasanya gumam Anisa di hati
Anisa mencoba menahan sesak yang ada di hatinya,kini matanya terasa panas dia tidak sanggup menahan air matanya yang sebentar lagi akan membanjiri wajahnya.
tahan...tahan...Anisa lu pasti kuat jangan cengeng ini jalan hidup lu..Anisa menyemangati dirinya sendiri dalam hati
__ADS_1
Anisa berdiri lalu merapikan pakaian dan rambutnya lalu melangkah keluar ruangan Aditya dengan kaki yang terasa lemas dan perasaan yang gak karuan.Aditya tidak melihat kepergian Anisa karena dia membelakangi Anisa saat menerima telepon.
Anisa keluar ruangan dan berlari menuju toilet.Di dalam toilet Anisa memegangi dadanya yang terasa sesak.
apa aku punya penyakit jantung?ini sakit..
suara hati Anisa yang diikuti air mata yang perlahan membasahi pipinya yang mulus
Anisa mengelap air matanya dengan tisu,dia menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan nya perlahan,kini rasa sesak di dadanya mulai hilang.Anisa keluar toilet dan melihat kesebelah kanannya ternyata pantry lalu dia masuk untuk mencari minuman.
*mungkin segelas kopi bisa bikin otak gue waras lagi ucap Anisa dalam hati
cklek*..
"mbaknya nyari apa??ada yang bisa saya bantu?"sapa seorang OB.
"saya mau bikin kopi mas,"jawab Anisa.
"biar saya buatkan mbak,anda pasti karyawan baru ya?"ucap OB.
"gak apa-apa mas biar saya buat sendiri,o..ya..kenalkan nama saya Anisa,"Anisa mengulurkan tangannya.
"saya Asep mbak,OB di sini,"Asep menjabat tangan Anisa lalu memberikan kopi yang Anisa cari.
Anisa membuat kopi capuccino kesukaannya,mengaduknya perlahan dan selesai dia langsung menghirup aroma kopinya yang lumayan merilekskan pikirannya yang kalut.
Anisa berjalan menuju ruangan divisi keuangan dengan hati yang sudah mulai tenang.
cklek..
Anisa duduk di meja dan menaruh kopinya.
"ih..anak baru udah kena masalah,"ketus Adel di sebelah nya.Adel salah satu karyawan bagian divisi keuangan yang sifatnya agak jutek dia merasa paling cantik di divisi itu.
"Anisa..,"panggil Tari sambil menarik tangan Anisa.
"Apa sih nastar,gue gak kenapa-kenapa,"jawab Anisa.
"lu gak mau cerita ama gue"Tari masih penasaran.
"gue hanya interview ulang,"jawab Anisa bohong.
"gak mungkin, karena setau gue karyawan baru gak pernah interview ulang oleh CEO,"Tari masih berceloteh.
"Dia penasaran kali ama kecantikan gue..ha..ha.."jawab Anisa santai.
"udah ah..gue mau kerja,nih tugas belum selesai,"ucap Anisa lagi.
"Heh.. Brownis lu hutang penjelasan ma gue,"kata Tari kesal.
*Di ruangan CEO*
Aditya masih berbicara di telepon dengan Monica.
Monica:"sayang..gimana rencana kita?apa si Anisa sudah hamil?"
Aditya:"belumlah kan belum sebulan masa udah jadi"
__ADS_1
Monica:"tapi..kamu udah ngelakuin sama dia kan?"
Aditya:"hemm.."
Monica:"ingat..jangan pake perasaan,anggap itu cuma tugas kamu untuk rencana kita"
Aditya tidak menjawabnya dia merasa hatinya sakit mendengar kata-kata Monica.
Monica:"ya udah sayang,aku tunggu kabar selanjutnya jaga kesehatanmu,I LOVE YOU."
"Ican...,"Aditya berbalik menghadap sofa yang tadi Anisa duduki namun Anisa sudah tidak ada di sana.
Sitt...bodoh gue,pasti Anisa cemburu mendengar percakapan gue ama Monica di telepon gumam Aditya dalam hati
Aditya melangkahkan kakinya untuk keluar ruangan namun keburu ada seseorang masuk .
"hai ..Pak bos mau kemana?nih gue mau kasih laporan,"ucap Riko sambil duduk di sofa.Riko dan Aditya teman semasa kuliah di Indonesia sebelum Aditya melanjutkan kuliah ke Inggris.
Adityapun duduk di sofa lalu membaca laporan yang di bawa Riko.
"Dit..mana Boy?"tanya Riko.
"Di ruangan nya kali,kenapa?"ucap Aditya singkat.
"gue mau ngucapin terima kasih karena dia sudah ngirim bidadari ke divisi gua,"kata Riko.
"maksud lu,"Aditya penasaran.
"ya.. karyawan baru itu kan rekomendasi si Boy,katanya dia temannya si Boy,benerkan?"ucap Riko.
Aditya kaget mendengar kata-kata Riko.
"Dit..lu udah ketemu karyawan baru itu? namanya Anisa dia cantik banget,bodinya sexi,kulitnya putih mulus pokonya.."kata-kata Riko terpotong karena mendengar gebrakan meja.
Brukkk...
"Berisik.. dasar playboy cap kampak,gue mau baca laporan,"Aditya kesal.
"Hai...selow bosqu,kenapa lu emosi,"ucap Riko heran.
Aditya menahan amarahnya dan menarik nafas dalam-dalam.
"sorry..gue gak sengaja,terbawa dari meeting tadi siang kali,"jawab Aditya berkilah.
"emangnya..tadi meeting nya alot dan tegang ya?"ucap Riko.
"Biasa aja.."jawab Aditya singkat.
"Terus.. kenapa lu kaya marah gue ceritain karyawan baru itu,"Riko penasaran melihat Aditya yang tidak biasanya menanggapi pendapatnya tentang seorang wanita biasanya Aditya akan cuek-cuek saja.
"ya..udah gue ke ruangan dulu kalau ada revisi panggil gue,"kata Riko sambil berdiri keluar.
Sebelum benar-benar keluar ruangan Riko berkata"Bos..liat aja dulu anak buah gue pasti lu bakalan sependapat ama gue ha...ha..."
Riko menutup pintu di iringi lemparan buku oleh Aditya.
brukkk...
__ADS_1
sialan tuh playboy berani-beraninya muji istri gue ucap Aditya dalam hati