Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
Anisa di rumah sakit juga


__ADS_3

Aditya kini sudah keluar ruang operasi dia di pindahkan ke ruang rawat dengan peralatan medis lengkap,tubuhnya terbaring lemah dengan banyak alat menempel di tubuhnya dan selang ventilator di hidungnya.Wajahnya yang putih terlihat sangat pucat tak ada pergerakan sedikit pun dari tubuhnya.


Di dalam ruangan tidak di perbolehkan banyak orang jika ada yang mau menjenguk harus bergantian.


Sekarang di dalam ruangan ada pak Pratama yang sedang menjenguk putranya,dia menatap sedih pada putranya itu "Dit,bangun sayang...papih minta maaf semua salah papih."


Di luar ruangan masih setia mamih Aditya di temani Boy dan Angga sedangkan Riko sudah kembali ke kantor.Di ruang rawat Oma ada Bi Jum dan asisten Oma bu Susi yang menemani.


Di bagian ruang dokter kandungan terlihat wanita cantik dengan menggunakan jaket hitam sedang duduk mendengarkan penjelasan dokter.Dialah Anisa,hari ini memang jadwal dia kontrol kandungannya,Anisa sengaja menggunakan jaket yang ada kupluknya supaya bisa menutupi wajahnya agar tidak ada orang yang mengenalnya setelah pemberitaan di televisi tentang dirinya.



"Alhamdulillah,Bu Anisa bayi dalam kandungan anda baik-baik aja dan sehat,lihatlah ini janin anda masih sebesar biji kacang hijau,"dokter menjelaskan hasil USG kandungan Anisa.


Anisa menatap layar monitor penuh haru dan tanpa terasa air matanya menetes.


sayang...kamu baik-baik di perut momy ya...maaf dadymu belum bisa mengantar momy ke sini tapi kamu harus tahu kalau dady sangat sayang sama kamu gumam Anisa dalam hati


Anisa sudah selesai pemeriksaannya lalu dia berjalan menuju ruang pengambilan obat.


Sepertinya itu mamih Aditya?terus ada Boy sama Angga ngapain mereka di sini?siapa yang sakit ya?apa pak Pratama?ucap Anisa dalam hati saat berjalan menuju ruang rawat VVIP


Deg...


Jantung Anisa berdetak lebih kencang seolah-olah ada sesuatu,diapun memegang dadanya yang terasa sesak lalu dia duduk sejenak di kursi tunggu sebelum menghampiri mereka.


"Assalamualaikum"sapa Anisa yang sudah berada di dekat mamih Aditya,Angga dan Boy.


Mereka bertiga serempak menjawab"walaikumsallam"namun mereka langsung diam saat melihat yang mengucapkan salam ternyata Anisa.


Anisa langsung mendekati mamih Aditya dan mencium tangannya sambil berkata"Mam,maafin Anisa."


Mamihnya Aditya sudah mengerti maksud dari perkataan Anisa"Nis,gak apa-apa ini semua sudah terjadi."


"Mih,pasti mas Aditya sudah ceritain siapa Anisa ya?maaf Nisa gak jujur sama mamih tentang hubungan kami,apa mamih sekarang benci sama Nisa?apa mamihpun menganggap Nisa pelakor?tanya Anisa menahan tangisnya.


"sutt...Nis,mamih gak seperti itu sayang,dari pertama mamih kenal Anisa,mamih sudah sayang sama Nisa dan gak nyangka ternyata suami yang selalu Nisa banggakan ternyata Aditya tapi.."mamih Aditya menggantungkan ucapannya.


apa aku harus ceritakan sekarang tapi takut Anisa syok apalagi sekarang dia sedang mengandung,gimana ini gumam mamih Aditya dalam hati

__ADS_1


"Mih,tapi kenapa?mamih gak merestui kami?"tanya Anisa ketika melihat raut wajah mamihnya berubah.


Mamih Aditya terdiam dia gak tau apa yang harus dia ucapkan apakah harus menceritakan semuanya tapi dia takut karena situasinya tidak memungkinkan apalagi saat ini keadaan Aditya yang sedang koma akan menambah beban pikiran Anisa dan bisa mengganggu kesehatan bayi dalam kandungannya.


"Nis,kamu di sini?"tanya Angga menghampiri Anisa dan mamih Aditya.


"Angga,o..ya..siapa yang sakit kenapa kalian ada di sini?"tanya Anisa.


Mereka bertiga diam tanpa kata,tak ada yang berani bercerita pada Anisa, mereka takut Anisa syok.


"Mam,siapa yang sakit?"tanya Anisa menatap mamih Aditya.


"eh...itu..oma,dia kena stroke,"jawab Mamih Aditya.


"Astaghfirullah,Oma di ruang mana di rawatnya?boleh Nisa menjenguknya?"tanya Anisa namun dia heran kenapa mereka malah menunggu di luar.


Ruang Oma Aditya kebetulan di rawat tepat di seberang ruang Aditya.


"itu Nis, ruangan Oma,ayo mamih antar,"mamih Aditya berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ruang rawat Oma.


Angga dan Boy menarik nafas dalam-dalam, mereka takut jika Anisa tau kalau Aditya kecelakaan dan di rawat di ruangan di depannya.


"Sepertinya jangan dulu,aku takut kalau Anisa tau dia malah syok terus terjadi apa-apa sama kandungannya,"jawab Boy.


"Ya benar, sekarang aja dia pasti sedih melihat pemberitaan tentang dia dan Aditya,"ucap Angga.


"Tapi mungkin ini gak adil buat dia mengingat dari semalam Anisa terus menghubungi aku menanyakan keberadaan Aditya,"Boy mengingat dari semalam Anisa terus menelpon nya hanya untuk bertanya di mana Aditya.


Anisa dan mamih Aditya masuk ke ruangan Oma di sana ada Bi Jum dan Bu Susi.


Anisa melihat Oma yang sedang tertidur,dia melihat wanita paruh baya yang selalu berkata ketus jika berbicara dengannya kini terlihat pucat dan menyedihkan.


"Mih, sejak kapan Oma sakit?"tanya Anisa dengan suara pelan takut membangunkan Oma.


"Tadi pagi Oma pingsan dan dia terkena stroke dadakan,"jawab Mamih Aditya.


"Kasihan Oma,"ucap Anisa.


"Nis, sebenarnya kamu sedang apa di rumah sakit?"tanya mamih Aditya.

__ADS_1


"Nisa habis periksa kandungan mih,"jawab Anisa sambil mengelus perutnya yang masih rata.


"sayang...kamu periksa sendiri,"ucap mamih Aditya sambil ikut mengelus perut Anisa.


Anisa mengangguk lalu dia baru menyadari kalau dia gak melihat Aditya di antara mereka padahal Aditya begitu menyayangi Omanya.


"Mam,mas Aditya kemana kok gak ada di sini?"tanya Anisa penasaran.


Mamih Aditya kaget mendengar pertanyaan Anisa walaupun tahu pasti Anisa akan menanyakan keberadaan Aditya.


"eh...Aditya ada perjalanan bisnis ke luar negeri,"ucap mamih Aditya berbohong.


"o..tapi kenapa mas Aditya gak ngabarin Nisa,"ucap Anisa pelan namun terdengar oleh mamih Aditya.


"sayang...maafin Aditya sepertinya dia sangat terburu-buru tadi shubuh berangkatnya jadi gak sempat kabarin kamu bahkan ponselnyapun ketinggalan,"mamih Aditya berbohong demi meyakinkan Anisa.


"tapi Boy kenapa tidak ikut?"tanya Anisa.


"Dia mengurusi urusan kantor, jadi Aditya pergi sendiri,"ucap mamih Aditya.


"Nisa merindukan mas Aditya,"Anisa memeluk mamih Aditya.


Di luar terdengar berisik suara perempuan"dimana Aditya...dimana... kenapa dia?"


"Mam,siapa yang mencari mas Aditya?"tanya Anisa yang mendengar teriakkan seseorang di luar.


Anisa langsung ke luar ruangan Oma setelah mendengar seseorang yang memanggil nama suaminya.Sementara mamih Aditya cemas takut Anisa tau semua yang terjadi pada Aditya.


"Nis, tunggu,"mamih Aditya mengejar Anisa yang sudah keluar ruangan.


Ya Tuhan...gimana ini gumam mamih Aditya dalam hati


"Dimana ruangan Aditya,"tanya Monica yang sedang berada di depan Boy dan Angga,ternyata suara wanita yang tadi berteriak memanggil nama Aditya ternyata Monica.


"bak Monica?"Anisa ke luar kaget melihat Monica yang sedang menarik-narik tangan Boy sambil berteriak-teriak.


"lu perempuan kampung, pasti ini gara-gara lu ,Aditya kecelakaan,"ucap Monica menarik tangan Anisa.


"Mas Adity kecelakaan?"tiba-tiba tubuh Anisa terkulai lemah.

__ADS_1


__ADS_2