Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
Makan kamu


__ADS_3

aww...mas..


Anisa teriak saat tubuhnya melayang karena di angkat oleh Aditya ala bridal style menuju apartemennya ketika keluar dari mobil setelah pulang dari kedai ayam bakar pak Kumis.


"Mas,aku gak perlu di gendong gini kan berat,"ucap Anisa yang kini berada di gendongan Aditya.


"Mas,gak mau kalau istri mas yang lagi hamil ini kecapean,"jawab Aditya.


Aditya dan Anisa kini sudah sampai di dalam apartemennya.Aditya langsung membawa Anisa ke kamar dan merebahkannya di atas kasur.


"Sayang, maafin tadi siang ya?pasti kamu sedih dengan sikap mas,"ucap Aditya dengan muka sendu.


"Mas,Nisa tau kondisi mas waktu tadi pasti bingung dan sedih jadi sudah ya.. jangan bahas itu lagi,Nisa gak apa-apa kok,"jawab Anisa sambil tersenyum.


"ini yang mas suka dari kamu sayang hati kamu baik banget dan pengertian,"ucap Aditya sambil mencium kening Anisa.


Anisa bangun dan duduk di atas tempat tidur lalu dia meraih tas kecilnya di atas nakas dan mengeluarkan sesuatu.


"Mas,nih"ucap Anisa memberikan sebuah testpack dengan tanda garis dua.


"Jadi beneran sayang,kamu hamil,"Aditya mengambil testpack yang di berikan Anisa lalu menarik Anisa ke dalam pelukannya.


"Ya mas,usia kandungan Nisa menginjak dua Minggu,maaf ya kalau Nisa telat kasih tau sebenarnya pas tadi siang Nisa ke ruangan mas mau kasih unjuk ini,"ucap Anisa sedih


"gak apa-apa sayang,ini salah mas beberapa hari ini terlalu sibuk ngurusin Monica yang terus-terusan pingsan karena kandungan nya lemah,maaf ya..."ucap Aditya.


"Mas,bak Monica hamil juga?bukannya waktu itu dia gak mau hamil dan malah menyuruh Nisa jadi rahim pengganti terus kalau seperti ini apa mas mau.."Anisa menjeda kata-katanya lalu menggigit bibir bawahnya.


"sayang...,mas tau apa yang kamu pikirkan,denger ya...kita memang menikah dengan perjanjian tapi mas sekarang benar-benar sudah jatuh cinta dan gak mau berpisah sama kamu,sebisa mungkin mas akan pertahankan pernikahan kita sampai maut memisahkan dan jangan berfikir kalau mas akan meninggalkan istri mas yang cantik dan menggemaskan ini,"Aditya menjelaskan dengan suara lembut lalu mencium bibir Anisa.


Anisa tersenyum lalu memendamkan wajahnya ke dada bidang suaminya sambil mengelus-elusnya dengan jari lentiknya.


"Mas...Nisa gak apa-apa kok kalaupun sering melihat mas perhatian sama bak Monica yang penting Nisa gak pisah sama mas karena Nisa gak bisa hidup tanpa mas,I love you my husband,"ucap Anisa sambil mendongakkan kepalanya menghadap wajah Aditya.


"I love you my sweety,mas sangat.. sangat.. mencintai kamu sayang,"ucap Aditya lalu mencium bibir Anisa lembut dan makin dalam.


Anisa membalas ciuman suaminya lalu Aditya pun tidak tinggal diam langsung merebahkan tubuh istrinya dan kini dia berada di atas tubuh Anisa namun tidak sampai menindihnya karena takut kena perut istrinya yang sedang mengandung.

__ADS_1


"sayang,,kamu tadi bisikin aku kalau kamu mau makan aku kan?jadi malam ini aku siap untuk kamu makan,"goda Aditya yang semakin gemas melihat wajah manis istrinya.


"Sayang..apa boleh kita melakukannya?mas takut menyakiti bayi kita,"tanya Aditya.


"Dokter bilang kalau kandungan Nisa baik-baik aja dan kuat,boleh melakukan hubungan suami istri tapi jangan terlalu sering dan pelan-pelan"jawab Anisa.


"ok kalau gitu, let's go beb,"ucap Aditya semangat.


"ngapain mas,"Anisa pura-pura gak mengerti.


"Nengokin dede bayi dong,"ucap Aditya lalu melancarkan aksinya menciumi leher Anisa turun ke perut Anisa yang masih rata dan memberikan tanda kepemilikan di leher jenjang istrinya itu.


"Sayang..Dady mau tengokin kamu ya?"Aditya mencium perut Anisa seolah meminta ijin pada bayi dalam perut istrinya.


"Kamu lucu mas,ahh...geli...mas...mas...,"Anisa mulai mendesah karena sentuhan-sentuhan suaminya di area-area sensitifnya.


Merekapun menikmati indahnya malam dengan penuh gairah menuntaskan hasrat yang tertunda selama beberapa hari ini,desahan demi desahan terlontar dari mulut keduanya.


Waktu menunjukan pukul 01.00 dini hari,malam ini Aditya memutuskan untuk menginap di apartemennya karena mau menemani Anisa yang kini sedang mengandung,diapun mengirim pesan pada Monica kalau malam ini tidak pulang.


"sayang.. bangun,"Anisa membangunkan Aditya yang baru mau terlelap tidurnya karena aktivitas bercinta dengan istrinya itu.


"Mas,dede bayi mau makan nasi goreng mang Diman,"ucap Anisa sambil merengek.


"Maksudnya,nasi goreng yang dekat kostan kamu dulu?"tanya Aditya.


Anisa mengangguk sambil mengerucutkan bibirnya.


"Sayang..aku buatkan aja nasi gorengnya ya?kan nasi goreng mang Diman jauh dari sini dan ini sudah larut malam,"ucap Aditya.


hiks..hiks..


"Mas,gak sayang dede bayi,"Anisa menangis.


hiks ...hiks..


"ya ampun sayang...cup..cup.. maafin mas bukan maksudnya begitu,"Aditya mencoba menenangkan istrinya dengan memeluknya.

__ADS_1


waduh serba salah kalau ngadepin istri yang lagi ngidam ucap Aditya dalam hati


"jadi,mas mau kan ngajak Nisa makan nasi goreng mang Diman?"tanya Anisa dengan muka memelas.


"ya udah,demi baby kita dan demi istri mas tercinta semua keinginan tuan putri akan hamba laksanakan,"ucap Aditya.


Anisa dan Adityapun pergi ke daerah kostan Anisa demi nasi goreng yang di inginkan istri tercintanya.


Kini mereka berdua sudah berada di depan tenda nasi goreng mang Diman dan untungnya belum tutup.


"Malam mang Diman?"sapa Anisa.


"eh..nona cantik pujaan mang Diman, kemana aja baru keliatan,"jawab Mang Diman.


"Nisa,pindah kostan jadi jarang ke sini,"jawab Anisa.


"Neng, pesan nasi goreng yang seperti biasa?"tanya mang Diman.


"ya,tapi satu aja mang,"jawab Anisa.


"Terus mas ganteng kembarannya mang Diman pesan apa?"tanya mang Diman sambil bercanda.


"Nisa mau makan sepiring berdua aja mang,"jawab Anisa malu.


"ok kalau begitu,siap neng Nisa mamang buatkan spesial buat neng Nisa,"ucap mang Diman.


Akhirnya nasi goreng pesanan Anisa sudah siap.


"sayang..kita makannya suap-suapan ya,"pinta Anisa pada suaminya.


"Siap tuan putri,"Aditya mengikuti kemauan istrinya itu.Merekapun makan saling suap-suapan, membuat iri orang-orang di samping mereka.


"Mas,coba liat ke arah kostan, kayanya itu Boy sama Tari deh?"tanya Anisa saat melihat ke arah kostannya ada Tari yang keluar dari mobil di ikuti Boy di belakangnya.


Aditya pun mengarahkan pandangannya ke kostan Anisa dulu.


"iya itu Boy sama temen kamu kan? ngapain dia di sana?"Aditya pun bingung melihatnya.

__ADS_1


Anisa dan Aditya saling menatap dan tersenyum lalu bersamaan berkata,"Boy sama Tari???"


**Boy sama Tari??


__ADS_2