
"ibu..apa yang dikatakan Andini benar?"pak Pratama menggemgam tangan ibunya sambil menatap wajah perempuan yang sudah melahirkannya.
Oma Aditya mau berkata namun mulutnya sangat sulit untuk berucap hanya air mata yang meleleh di pipinya.
"Ibu...apa sebenci itu ibu pada Andini,kenapa ibu tega padanya,dulu aku sudah mengikuti keinginan dan permintaan ibu tapi kenapa ibu menyakitinya dengan memfitnahnya bahkan dia sampai kehilangan anak kami,apa ibu perempuan yang melahirkanku kenapa ibu kejam pada kami,"pak Pratama menangis sambil menelungkupkan wajahnya di kedua lututnya ibunya yang duduk di kursi roda.
Oma hanya menangis tanpa bisa menjawab putranya, sungguh dalam hatinya begitu sangat menyesal dengan kejadian di masa lalu.
"ma...ma...af,"terdengar begitu terbata-bata dari bibir Oma,dia berusaha untuk mengucapkan kata maaf.
"Mas, sudah ya..kasihan ibu,"ucap mamih Aditya menghampiri suaminya.
Lalu pak Pratama bangun dan sekarang dia mendekati ibunya Anisa.
"Din, maafin aku, maaf karena dulu aku hanyalah laki-laki pengecut dan tidak bertanggung jawab,aku akan menebus dosaku dan ibu padamu,apapun permintaanmu akan aku lakukan,"pak Pratama bersimpuh di hadapan Andini.
"bangunlah Tama,aku sudah memaafkan kalian karena waktulah yang telah mengobati luka hatiku dan kehadiran anak-anak ku yang mengobati nya dan kamu tak usah melakukan apapun untukku hanya saja biarkan aku membawa Anisa dari sini,"ucap ibunya Anisa mengagetkan semuanya.
"Din, terimakasih kamu sudah memaafkan kami tapi aku mohon jangan bawa Anisa,dia sudah menjadi istri dari anakku dan sekarang anakku sedang koma dia membutuhkan Anisa,"mamih Aditya menggemgam tangan sahabatnya.
"Istri?bukannya dia hanyalah seorang perebut suami orang dan hanya simpanan bosnya?itukan yang kalian ucapkan di media-media,"suara Andini bergetar.
"Tidak Din, mereka sudah menikah dan saling mencintai,"jawab Mamih Aditya.
"Cinta,cinta macam apa?putriku hanya dijadikan istri kedua anakmu apa yang dia pikirkan saat menikahi Anisa,"Andini masih berbicara dengan nada tinggi.
"Anisa sedang hamil Din,apa kamu tega memisahkan mereka,"ucap mamih Aditya.
"Hamil?apa dia hamil karena di paksa anakmu seperti dulu ayahnya memaksaku,"Andini menatap tajam pak Pratama.
"Bu..aku hamil setelah menikah dan mas Aditya tidak pernah memaksa Nisa,"Anisa memeluk tubuh ibunya dari samping.
__ADS_1
"Nis,ibupun kecewa sama kamu,kenapa kamu tidak cerita sama ibu kalau kamu sudah menikah kalau saja tidak ada pemberitaan di tv ibu gak akan tau Nis,"ucap ibunya sambil menangis.
Ya..ibunya Anisa datang ke rumah pak Pratama setelah melihat dari televisi pemberitaan tentang anaknya itu dan dia memutuskan mendatangi kediaman Pratama dengan di antar anak keduanya.Bu Andini yakin kalau rumah pak Pratama masih yang dulu jadi dia memberanikan diri untuk mencari Anisa sekaligus menyelesaikan masalah di masa lalunya.
"Bu maafin Nisa gak jujur sama ibu,tapi Nisa mohon restui kami, ijinkan kami hidup bahagia,"Anisa mencium tangan ibunya.
"Bu Andini,ibu tau kenapa anak ibu tidak jujur atas pernikahannya?"tiba-tiba Monica mendekati ibunya Anisa.
Deg..
apa Monica mau menceritakan pada ibu tentang penyebab pernikahan kami gumam Anisa sedikit ketakutan
"Mbak Monica,"ucap Anisa.
"Kenapa?kamu takut kalau ibumu tau kalau kamu menikah dengan Aditya dengan sebuah perjanjian,"Monica mulai melancarkan propokasinya.
"Maksud kamu apa?siapa kamu,"ibunya Anisa melirik ke arah Monica.
"Mbak Monica!apa yang mbak katakan?kenapa berbohong di hadapan mereka,"Nisa menangis mendengar ucapan Monica.
"Nisa jangan sok polos,kamu merayu suami saya lalu menjebaknya dan kamu mengaku hamil oleh Aditya padahal entah siapa ayah bayimu itu,"ucap Monica.
"Monica apa maksud kamu,Aditya cerita sama mamih kalau kamulah yang memaksa Aditya untuk menikahi Anisa agar Anisa bisa mengandung dan bayinya akan jadi milik kalian tapi sekarang Aditya mencintai Anisa dan Aditya bicara sama mamih kalau dia sudah membatalkan perjanjian itu,"ungkap mamih Aditya.
"Mam,kalau aku yang minta perjanjian itu terus kenapa sekarang aku hamil dan masa ada seorang istri yang merelakan suaminya menikah lagi sedangkan aku sendiri sempurna tanpa kekurangan hiks...hiks...tapi mereka bermain di belakang aku mih, mereka memanfaatkan kesibukanku yang jarang menemani suamiku,"Monica sengaja menangis agar semua yang ada di sana simpati padanya.
apa yang di katakan Monica ada benarnya juga ya tapi Aditya bilang pernikahan mereka atas persetujuan dan bahkan permintaan Monica gumam mamih Aditya dalam hati
"Astaghfirullah,mba apa maksud mba berbohong seperti itu,dulu mba yang minta agar saya menikah dengan mas Aditya agar bisa mengandung anak yang sangat di inginkan keluarga mas Aditya karena mba gak mau hamil dulu karena masih ingin mengejar karir model mba,waktu itupun saya sempat menolak namun karena sayapun membutuhkan uang yang cukup besar untuk operasi ibu akhirnya saya setuju itukan ceritanya mba,"ucap Anisa dengan berderai air mata.
"sayang.. putri ibu,kenapa kamu melakukan ini nak,ibu gak apa-apa sakit tapi ibu gak rela anak ibu mengorbankan perasaan dan masa depanmu nak,"ibunya Anisa memeluk putrinya itu.
__ADS_1
"Nisa..Nisa...akting kamu bagus,apa buktinya kita menyepakati perjanjian,kamu emang perempuan penghancur keluarga orang sama seperti ibumu,"ucap Monica.
"Cukup mba,Nisa terima kalau mba menghina Nisa tapi kalau mba mengatakan yang jelek tentang ibu,Nisa gak rela,"Nisa berkata dengan suara bergetar menahan emosinya.
"Sudah..sudah..kalian diam lebih baik kita bicarakan baik-baik,"ucap mamih Aditya.
"Mam, perempuan ini merebut suami aku, mereka selingkuh di belakang aku mam,apa mamih tega sama aku yang kini sedang mengandung cucu mamih,"Monica berpura-pura menangis.
"Cucu mamih?gak salah? bukannya itu anak kekasih bule mu Monica,"tiba-tiba Boy datang di sela-sela perdebatan mereka lalu menyerahkan map kepada pak Pratama.
sialan kenapa asisten bodoh ini tiba-tiba di sini bukannya dia menjaga Aditya di rumah sakit ucap Monica dalam hati
"Apa??"hampir semua orang yang ada di situ kaget kecuali Anisa karena sudah tau dari Aditya tentang hal itu.
"Maksud kamu apa Boy,"tanya pak Pratama.
"Pap,maaf sebelumnya kalau saya lancang menceritakan ini tanpa persetujuan Aditya,saya tau tentang pernikahan Anisa dan Aditya memang tadinya atas sebuah kesepakatan Anisa harus mengandung dan nanti anaknya diserahkan pada Monica dan akan di akui sebagai anak Aditya dan Monica,tapi semakin ke sini Aditya mencintai Anisa lalu dia membatalkan perjanjian itu tapi tiba-tiba Monica pulang dari Paris dalam keadaan hamil,Aditya sempat bingung dengan situasinya sampai suatu hari dia memergoki Monica sedang menelepon seseorang dan membicarakan tentang ayah bayi yang dia kandung dari situ Aditya mulai curiga lalu mulai mencari tau dan hasilnya seperti yang ada di kertas itu,"ucap Boy sambil menyerahkan kertas dalam amplop yang berisi foto-foto Monica dan David serta hasil tes DNA.
"Monica kamu!"pak Pratama mengeratkan giginya menahan amarahnya setelah membaca kertas yang di kasih Boy.
"Pap,bukan cuma itu sebenarnya Aditya sudah mendaftarkan perceraiannya dengan Monica sebelum dia kecelakaan dan satu lagi ternyata yang memanipulasi hasil tes DNA papih dan Anisa adalah Tante Lena tantenya Monica,"ucap Boy.
"Kamu benar-benar jahat Mon,mamih gak menyangka,"ucap mamih Aditya menunjuk muka Monica.
"Mam,gak seperti itu Boy sudah bekerjasama dengan perempuan itu,"Monica memegang tangan mamih Aditya.
"Cukup Mon,mamih gak mau dengar lagi kebohongan kamu,mamih kecewa sama kamu lebih baik sekarang tinggalkan rumah ini dan tunggu panggilan dari pengadilan agama mengenai perceraian kalian,"mamih Aditya menghempaskan tangan Monica.
"Sabar sayang..tahan emosi kamu,"pak Pratama memeluk istrinya.
"Kalian...kalian..tega sama aku tunggu pembalasanku,"Monica berteriak sambil meninggalkan ruangan keluarga menuju kamarnya untuk mengambil barang-barang nya.
__ADS_1
**waw.. ketahuan deh!!makin seru kan??**