
Suasana di ruang makan yang cukup luas terasa sepi hanya terdengar gentingan sendok dan garpu saling beradu tak ada satu orangpun yang bersuara.
Pak Pratama menaruh sendok dan garpuya di atas piring lalu ia mengelap mututnya tidak lama dia beranjak dari duduknya pertanda sudah selesai makannya.Pak Pratama berjalan menuju ruang kerjanya.
Tidak lama Oma Adityapun beranjak dari duduknya dan berlalu menuju ruang keluarga.
Mamih Aditya pamit mengejar suaminya yang sudah dulu berlalu sambil berkata"Nis,mamih tinggal dulu,kamu jangan dulu pulang ya?"
Anisa mengangguk"ya mam."
wah manggil aja udah mamih apa rencana perempuan kampung ini apa dia mau mendekati mamih Aditya, jangan harap kamu menjadi menantu kesayangan gumam Monica menatap tajam Anisa
Aditya menatap Anisa penuh hasrat,"Nis,ikut saya."Aditya berdiri lalu berjalan menuju lantai dua.
Anisa terperanjat mendengar ajakan Aditya dan tidak jauh dengan Monica dia langsung beranjak dan menarik tangan Aditya lalu berkata"sayang..mau kemana?"
"aku ada urusan sama Anisa,kamu temani Amel diakan tamu kamu,"Aditya menjawab.
Anisa masih duduk di kursinya,dia bingung harus ikut Aditya atau tidak,Anisa merasa tidak enak pada Monica dan diapun tidak mau kalau keluarga besar Pratama tau setatus dirinya.
"Nona sebaiknya anda mengikuti pak Aditya,di sini biar saya yang urus,"ucap Boy berbisik pada Anisa.
Akhirnya Anisa berdiri dan mengikuti arah jalannya Aditya.
"Mon, apa dia Anisa yang lu ceritain?"tanya Amel sedikit berbisik pada Monica.
"hemmm...Monica tidak menjawab karena dia merasa kesal.
Akhirnya Monica dan Amel pergi ke ruang tamu dengan Monica yang wajahnya di tekuk nampak gurat kekecewaan dan kekesalan tersirat jelas.
Aditya berjalan menapaki anak tangga di ikuti Anisa di belakangnya.Aditya masuk ke dalam sebuah kamar dengan ruangan yang begitu mewah dan elegan itu adalah kamar Aditya sebelum menikah dengan Monica.
Anisa berhenti di depan pintu kamar dia tidak melanjutkan langkahnya namun dari dalam Aditya menarik tangan Anisa,"Sayang..masuk."
"Maaf mas,Nisa gak bisa ini akan menimbulkan kecurigaan mereka,"ucap Anisa.
"Sayang.. sebentar aja,mas Kangen pengen peluk,"Aditya langsung memeluk Anisa lalu mencium seluruh bagian wajah istrinya.
__ADS_1
cup...cup..cup..
"ahh...mas..ah.."Anisa menggeliat.
"sayang mas mau cium baby kita,"Aditya mengelus-ngelus perut Anisa lalu dia membungkuk dan mencium perut istrinya itu.
"sayang...apa kamu dengar daddy?tadi habis jalan-jalan sama Oma ya?"ucap Aditya sambil menempelkan telinganya di perut Anisa berharap dari dalam ada yang membalas ucapannya itu.
Anisa tersenyum melihat kelakuan suaminya dan tanpa terasa bulir air matanya menetes perlahan.
mas... aku takut kalau keluarga mu tau siapa aku dan mereka akan membenciku dan anak kita gumam Anisa dalam hati
"Daddy,acu cenang alan-alan cama Oma jadinya mommy bisa cuci mata,"jawab Anisa menirukan suara anak kecil.
"Sayang..apa maksudnya cuci mata?kamu lirik-lirik pria lain ya?"ucap Aditya kesal lalu berdiri dan menjewer pelan telinga Anisa.
"aw...mas,Nisa cuma bercanda maksudnya cuci mata itu lihat-lihat baju,tas, perhiasan yang di jual di mall,"jawab Anisa manyun.
"awas ya.. kalau istri mas nakal entar mas hukum nih,"Aditya menggelitik Anisa.
"mas...geli...ah.."Aditya terus menggelitik pinggang Anisa sampai mereka terjatuh di atas tempat tidur.
Aditya terus menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak menindih tubuh Anisa.Aditya mencium lembut bibir istrinya semakin lama semakin bergairah.Aditya menciumi leher jenjang Anisa dan seketika dress yang di pakai Anisa terangkat akibat ulah Aditya.
Aditya terus menciumi Anisa dari mulai wajah,leher dan bagian dadanya.
"Mas... sudah ya,ini rumah mamih,ntar kita ketauan,"ucap Anisa.
"Sayang...mas pengen,"Aditya dengan suara seraknya karena menahan hasratnya.
"Nisa takut ketahuan dan entar mereka menganggap Nisa perempuan murahan, please.. jangan di sini,"Anisa memohon karena dia merasa tidak nyaman kalau berhubungan intim di rumah mamihnya Aditya apalagi mereka tidak tau status Anisa.
"ok maafin mas,"Aditya bangun dan merapihkan kembali gaun Anisa lalu dia berjalan menuju kamar mandi.Sementara Anisa bangun dan duduk di atas tempat tidur sambil merapikan pakaian dan rambutnya.
Aditya keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
"Mas,mandi?"tanya Anisa dengan wajah polosnya.
__ADS_1
"Terpaksa, gara-gara kamu jadinya mas harus guyuran pake air dingin", jawab Aditya.
"hi..hi..maaf mas entar aku ganti servicenya kalau mas ke apartemen,"ucap Anisa.
*Di ruang kerja pak Pratama**
"Siapa perempuan yang kau bawa itu?"tanya papih Aditya dengan wajah datar.
"Dia karyawan Aditya, kebetulan tadi siang menemani aku jalan-jalan ke mall,"jawab Mamih Aditya.
"Sejak kapan kalian kenal, seperti sudah begitu akrab,"Pak Pratama memandang istrinya.
"baru hari ini,namun akupun merasa sudah lama mengenalnya,"ucap mamih Aditya.
"Kenapa?"tanya pak Pratama.
"Sejak aku melihatnya di ruangan Aditya tadi siang aku sudah tertarik untuk mengenalnya lalu aku ngajak dia untuk menemaniku jalan -jalan,"mamih Aditya mencoba mengingat pertemuannya dengan Anisa tadi siang.
"Maksudmu?"pak Pratama heran melihat istrinya.
"apa dia mengingatkanmu dengan seseorang?"tanya mamih Aditya dengan suara pelan.
"Aku tidak ingin mengingatnya,"ucap Pak Pratama.
"o.. bahkan kau sudah mengingatnya sebelum aku menyebut namanya sekalipun,"ucapmamih Aditya tersenyum getir.
"Apa maksud mu membawa dia ke sini?"pak Pratama berdiri dari duduknya dan berjalan menuju arah jendela yang langsung menghadap arah taman.
"Hanya ingin memastikan dan memperjelas kesalahpahaman yang terjadi di masa lalu,"ucap mamih Aditya.
"Aku sudah melupakannya," pak Pratama menjawab singkat.
"melupakannya?"tanya mamih Aditya memandang punggung suaminya yang sedang menatap ke arah taman di balik jendela.
"Tentu saja semua yang berhubungan dengan nya aku harus singkirkan dari hidup ku karena aku membenci penghianat,"ucap Pak Pratama.
"Aku tidak yakin, karena kau masih mengigau di saat tidur dan menyebutkan namanya,"Mamih Aditya mendekati suaminya.
__ADS_1
""Aku benci penghianatan,"ucap pak Pratama.
**Penghianatan apa maksudnya??