Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
Sebenarnya Anin itu?


__ADS_3

Angga masuk ke ruangan itu membawa perempuan cantik di belakangnya namun wajahnya tidak terlihat jelas karena terhalang tubuh Angga yang tinggi.


"Maaf mam,Angga ke sini membawa teman,"ucap Angga bergeser dan menarik tangan perempuan itu hingga mereka bersampingan nampaklah perempuan cantik tersenyum manis.


Orang-orang yang ada di ruangan itu sontak menoleh ke arah Angga dan perempuan cantik itu.


*gadis yang cantik,mirip dengan...siapa ya?gumam mamih Aditya dalam hati


gadis ini,kenapa hati aku berdebar melihatnya


ucap ibu Anisa dalam hati*


"hei...bro cepatlah gabung sini,baru dua minggu di Bali udah dapat mangsa aja,"ucap Aditya sambil menggendong baby Atha tanpa melihat jelas ke arah Angga.


"Bos, rupanya akan ada playboy yang insyaf,"celetuk asisten Boy.


Angga berjalan mendekati mereka yang sedang berkumpul lalu dia mencium tangan mamih dan papih Aditya.


"Apa kabar mam,pap?"sapa Angga.


"Alhamdulillah baik,"jawab Mamih dan papih Aditya yang tidak lepas menatap gadis cantik di samping Angga.


"Mam,pap dan semuanya kenalin ini teman aku namanya Anindita panggil saja Anin,"ucap Angga.


"Anin," Anin memperkenalkan dirinya sambil membungkukkan tubuhnya tanda perkenalan.


krek..krek..


Suara kursi roda Oma masuk ke ruangan karena dia baru dari kamar mandi di bantu bi Jum.Sontak orang-orang yang ada di ruangan menoleh ke arah suara kursi roda tanpa terkecuali Anin.


"Grandma..."teriak Anin langsung menghampiri Oma dan memeluk tubuh ringkih sang Oma.


"Non Anin,"ucap bi Jum.


Orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut terkejut melihat apa yang terjadi, mereka melihat Anin menangis sambil memeluk Oma.


"N..nin,"ucap Oma dengan derai air matanya.


"Grandma,Anin kangen,kenapa grandma gak ngasih kabar?kenapa grandma gak jenguk Anin di Jepang?kenapa grandma gak bisa di hubungi hiks..hiks.."pertanyaan Anin di lontarkan bertubi-tubi pada Oma sambil terus menangis begitu juga dengan Oma diapun menangis.(dalam bahasa Inggris ya ceritanya)


"Grandma?"ucap mamih,papih dan Aditya bingung mendengar panggilan Anin pada Oma.


Mamih Aditya mendekati mertuanya dan Anin lalu bertanya,"ibu apa ibu mengenal gadis ini?"


Oma menatap menantunya dengan air mata yang masih berderai deras di pipinya,dia tidak sanggup menjawab hanya menganggukkan kepalanya.


"Siapa dia Bu?"tanya mamih masih penasaran.


"Mam,lebih baik kita bicarakan sambil duduk,"ucap Angga mendekati mamih Aditya lalu mereka duduk bersama di sofa yang berbentuk melingkar.


Anin duduk di dekat kursi roda Oma,dia masih menangis sambil memeluk Oma.


"Mam,Angga bertemu Anin saat di Bali,dia sedang berlibur sekaligus sedang mencari grandma nya yang berada di Indonesia,dia sendiri tinggal di Jepang dan saat dia memperlihatkan foto grandmanya ternyata itu foto Oma lalu Angga mengajaknya ke sini untuk bertemu Oma,"Angga menjelaskan bagaimana dia bertemu Anin.


"Maksud kamu,Anin itu cucu Oma?"tanya nih Aditya.

__ADS_1


"Dia bilang begitu,Anin sudah tinggal di Jepang dari kecil dan dia hanya mempunyai grandma yaitu Oma,"sambung Angga menjelaskan.


"Bu, jelaskan pada kami siapa Anin,"ucap pak Pratama menatap ibunya.


Oma melirik ke arah Bi Jum lalu dia mengangguk.


"Nyonya biar saya ceritakan tentang nona Anin,"ucap bi Jum setelah melihat wajah Oma yang memberi perintah agama bi Jum berbicara.


"Bi Jum kenal sama Anin?"tanya mamih tambah penasaran.


"Nyonya dan semuanya sebelumnya saya minta maaf karena telah lancang berbicara tapi Oma yang meminta saya untuk menceritakan semuanya pada anda dan semuanya, mungkin ini sudah terlambat namun kami tidak mau lagi menyimpan rahasia ini,"Bi Jum menarik nafasnya sebentar.


"Katakan bi, rahasia apa lagi yang kalian simpan,"ucap pak Pratama dengan nada agak keras.


"Pih,sabar... biarkan Bi Jum melanjutkan ceritanya,"ucap mamih Aditya memegang bahu suaminya dan mengusapnya.


"Nona Anin.. sebenarnya.."bi Jum berhenti sejenak lalu menoleh ke arah oma meminta persetujuan majikannya untuk melanjutkan ucapannya,beliau menganggukan kepalanya tanda menyetujuinya dengan masih menangis.


Semua yang ada di sana menahan rasa penasarannya, mereka semua menatap bi Jum menunggu penjelasan dari perempuan paruh baya itu


"Nona Anin adalah cucu Oma,dia adalah putri tuan Pratama dan..,"biJum menelan salivanya kata-katanya terhenti lalu menarik nafas lagi mengurangi kegugupannya.


"Siapa? perempuan mana lagi pih yang kamu hamili?hiks..hiks..,"ucap malih Aditya menggelegar.


"Mamih sabar dulu biar bi Jum lanjutkan ceritanya,"ucap Aditya mendekati mamihnya.


"Ya Mih,"ucap pak Pratama.


"Nona Anin putri tuan Pratama dan ibu Andini,"ucap bi Jum sambil menunduk.


"Tapi.. putriku meninggal saat di lahirkan,"ucap Bu Andini.


"Sebenarnya putri anda masih hidup,"ucap bi Jum.


*Flashback on**


"Nyonya,mau kita bawa kemana bayi cantik ini,"tanya bi Jum.


"Bawa saja ke sebuah panti asuhan, jauhkan dari perempuan itu,"jawab Oma Aditya.


Oma Aditya ke luar dari sebuah rumah sakit di ikuti oleh BI Jum dengan menggendong seorang bayi cantik.Lalu mereka menaiki mobil mewah.


"Nyonya,apa wanita itu percaya kalau bayinya sudah meninggal?"tanya bi Jum ragu-ragu takut nyonya besarnya marah.


"Ya, perempuan itu percaya bayinya sudah meningal karena aku sudah menggantinya dengan seorang bayi dari pasien lain yang sudah meninggal,"jawab oma.


Ya Tuhan nyonya,anda tega sekali gumam bi Jum


"Nyonya apakah anda tidak ingin melihat cucu anda yang sangat cantik ini,"ucap bi Jum menyodorkan bayi mungil ke pangkuan nyonya besarnya.


"Tidak,"jawab Oma memalingkan wajahnya ke arah jendela.


bagaimana caranya agar nyonya besar tidak mengirim bayi cantik ini ke panti asuhan ucap bi Jum


owek..owek..

__ADS_1


Bayi mungil nan cantik di gendongan bi Jum itu menangis sepertinya bayi itu kehausan.


"Nyonya sepertinya bayi ini haus,dia harus minum susu,"ucap bi Jum.


"Baiklah,kita berhenti sebentar di minimarket untuk membeli perlengkapannya,"ucap Oma.


Mobil yang di tumpangi Oma dan bi Jum berhenti di sebuah minimarket.


"Bi,kamu beli susu formula sama dotnya dan jangan lupa beli popok dan bajunya,"Oma memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan.


"Nyonya, bagaimana dengan bayi ini,saya tidak mungkin membawanya ke dalam,"ucap bi Jum.


"Biar saya gendong bayinya,"Oma mengambil alih bayi yang ada di gendongan bi Jum.


Bi Jum masuk ke dalam minimarket sedangkan Oma menunggu di dalam mobil sambil menggendong bayi mungil nan cantik.


Oma menatap bayi yang berada dalam gendongannya,bayi yang tadinya menangis sekejap berhenti seperti terhipnotis pandangan Oma.


Deg..


Ada getaran dalam dada Oma saat menatap bayi mungil nan cantik di hadapannya.


oh..Tuhan bayi ini cantik dan menggemaskan,dia putri dari putraku Pratama,matanya sangat mirip dengan putraku ,ini cucuku.Apa aku tega meninggalkan dia di panti asuhan?gumam Oma dalam hati.


Oma terus menatap bayi mungil itu sesekali air matanya menetes,bayi itu tersenyum membuat jantung Oma makin berdekup kencang.


aku memang membenci perempuan itu tapi aku tidak mau darah daging putraku terlantar,cucuku maafkan omamu ini yang akan menjauhkan kamu dengan ayah ibumu


gumam Oma dalam hati.


Bi Jum sudah selesai berbelanja perlengkapan bayi lalu dia segera masuk ke dalam mobil


"Nyonya, keperluannya sudah selesai saya beli,biar saya gendong kembali bayinya,"ucap bi Jum.


"Tidak usah biar saya yang menggendong cucu saya ini,"jawab Oma.


apa?saya gak salah dengar nyonya besar memanggil bayi ini cucu,ya Allah mudah-mudahan nyonya mau mengurus bayi ini batin bi Jum


"Bi,saya gak jadi bawa bayi ini ke panti tapi saya akan urus dia,"ucap Oma masih terus menerus menatap bayi mungil di hadapannya.


"Alhamdulillah,saya setuju nyonya, apalagi ini adalah cucu anda,"jawab bi Jum lega mendengar ucapan nyonya besarnya.


"Sekarang kita ke villa,saya gak mau pulang dulu ke rumah takut Pratama mengetahuinya dan bulan depan kita ke Jepang,saya akan membawa cucu saya untuk menetap di sana,"ucap Oma.


"Baiklah nyonya, ngomong-ngomong anda belum memberikan nama untuk cucu anda,"ucap bi Jum.


"Anindita Pratama Putri"jawab Oma.


*Flashback off**


"Putriku hiks..hiks..dia masih hidup,"ucap Bu Andini.


Gubrak...


"ibu....."

__ADS_1


**Siapa yang pingsan?


__ADS_2