Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
Cerita ibu


__ADS_3

"Assalamualaikum,mas ini Anisa,mas pasti mendengar Nisa,"nisa menggemgam tangan Aditya.


Anisa sebenarnya sangat syok melihat kenyataan suaminya kecelakaan dan kini dia koma.Anisa baru bisa masuk ke ruangan Aditya setelah Monica masuk lebih dulu, sebenarnya setelah tau suaminya koma Anisa ingin segera menemukan Aditya namun karena tubuhnya lemas karena syok akhirnya dia harus istirahat dulu di ruang rawat.


Air mata Anisa tidak henti-hentinya mengalir dia terus menggemgam tangan Aditya sesekali dia ciumi tangan suaminya itu.


"Mas,Nisa kangen sama mas, ayolah buka matanya biar kita bisa saling tatap seperti biasa lalu mas akan ciumi wajah Nisa,mas..."Anisa mencium kening,mata,pipi lalu terakhir bibir Aditya seperti yang biasa Aditya lakukan padanya.


Hari berganti hari kini sudah seminggu Aditya terbaring koma, setiap hari Anisa tidak pernah absen untuk menjenguk suaminya.


Semenjak seminggu ini Anisa belum bisa masuk kerja setiap harinya dia habiskan di rumah sakit walaupun sebenarnya sudah di larang mamihnya Aditya mengingat Anisa sedang hamil muda.Anisa kini tinggal di kediaman pak Pratama itu atas permintaan pak Pratama dan istrinya.Pak Pratama belum menceritakan pada Anisa tentang dirinya adalah ayahnya Anisa,pak Pratama takut Anisa syok dan akan menggangu kondisi kandungannya.Pak Pratama akan menunggu waktu yang tepat untuk menceritakannya.


Oma Aditya kini sudah pulang dari rumah sakit dia sudah bisa di rawat di rumah saja.Walaupun Oma sudah pulang namun penyakit stroke nya mengakibatkan beliau tidak bisa bergerak normal dan tidak bisa berbicara jelas.


Berita mengenai sekandal Aditya dengan Anisa di sosmed maupun televisi kini sudah hilang karena semua sudah di selesaikan oleh asistennya Aditya.Gosip yang tersebar di perusahaan Adityapun sudah tak terdengar lagi.


Hari ini hari Minggu di kediaman pak Pratama lumayan ramai di sana ada kakanya Aditya dan suaminya beserta anaknya yang baru sampai dari luar negeri.Di ruang keluarga sudah ada pak Pratama, nyonya Pratama dan Oma dan kakak Aditya serta suaminya juga ada Anisa dan Monica.


Pak Pratama sengaja mengumpulkan semua anggota keluarga karena mau menyampaikan sesuatu.


"Sebenarnya papih mengumpulkan kalian semua di sini karena ada sesuatu yang ingin papih ceritakan,"ucap pak Pratama.


Pak Pratama menarik nafasnya dalam-dalam sebelum bercerita.Semua yang ada di ruangan tersebut terlihat bingung dan bertanya-tanya sebenarnya apa yang akan di ceritakan.


"Sebenarnya Aditya kecelakaan karena papih,"pak Pratama menjeda kata-katanya sontak semuanya kaget mendengar ucapan pak Pratama.


"Aditya kecelakaan setelah papih menceritakan tentang masa lalu papih dengan seorang wanita,masalalu yang mempengaruhi masa depan Aditya, sebenarnya papih mempunyai anak dari wanita masalalu papih dan anak itu mempunyai hubungan dengan Aditya,intinya Aditya dan anak perempuan itu adalah saudara mereka sama-sama anak papih, setelah mendengar cerita papih,Aditya marah dan kecewa lalu dia pergi entah kemana dan kecelakaan itu menimpanya,"ucap papih berhenti sejenak bercerita dia mengelap pipinya yang basah karena air mata yang turun.


"Maksud papih apa?"tanya kakak Aditya belum mengerti sepenuhnya cerita papihnya itu.


"Sebenarnya..Aditya dan Anisa adalah saudara,"jawab papih.

__ADS_1


"Apa??"terdengar suara kakak Aditya dan suaminya serta Anisa yang kaget mendengar ucapan pak Pratama.


"Gak...gak mungkin,"Anisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


Mamih Aditya merangkul tubuh kecil Anisa"Sayang...tenang ya...".


Pak Pratama mengeluarkan isi dalam amplop lalu memperlihatkan kertas hasil tes DNA antara dia sama Anisa yang hasilnya positif.


Kakak Aditya membacanya,"Jadi Anisa anak papih dan dia juga istrinya Aditya?oh Tuhan."


"Anisa adalah anak papih dengan wanita di masa lalu papih yaitu Andini,"ungkap pak Pratama menunduk.


"Bukan..dia bukan anakmu,"ucap seseorang yang baru masuk rumah.


Semua yang ada di situ langsung menoleh ke sumber suara.


"Andini?"


"ibu?"


"ibu,kok bisa ke sini,"Anisa berdiri lalu menghampiri ibunya.


"Andini,"mamih Adityapun menghampiri sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu.


"sayang...anak ibu,"ibunya Anisa memeluk anaknya yang sudah lama tidak pulang mereka saling menumpahkan kerinduan.


"Din,apa kabar?"ucap mamih Aditya lalu memeluk ibunya Anisa.


"kabarku baik-baik saja, pasti kalian kecewakan? kenapa aku masih hidup,"ibunya Anisa melepaskan pelukan mamih Aditya.


"Maksud kamu apa,Din?"tanya mamih Aditya kaget dengan ucapan sahabatnya itu.

__ADS_1


"tanya saja sama nyonya besar dia pasti sudah tau maksudku apa,"jawab ibu Anisa ketus sambil melirik ke arah Oma.


Sontak mamih dan papihnya Aditya melirik ke arah Oma.


"Nis,ayo kita pulang ngapain di sini pasti kamu akan tersakiti,"ucap ibu Anisa.


"Tunggu Andini,"pak Pratama mendekati ibunya Anisa.


Mereka berdua saling beradu pandang entah apa yang mereka pikirkan terlihat ada kerinduan dan kebencian bersatu diantara raut wajah mereka berdua.


*Andini sejujurnya aku senang bisa melihatmu lagi tapi ada rasa kecewa yang sampai sekarang aku rasakan karena pengkhianatan mu dulu gumam pak Pratama


Pratama..kamu masa lalu yang membuat aku terluka, takdir seperti apa ini hingga kita di pertemukan kembali melalui anak-anak kita ucap ibu Anisa dalam hati*


"Din, duduklah sebentar kita bicara baik-baik,"Pak Pratama mempersilahkan ibunya Anisa duduk.


Anisa dan ibunya duduk di seberang pak Pratama sedangkan mamih Aditya duduk dekat sahabatnya itu.


"Din,Anisa anak aku kan?"tanya pak Pratama.


"apa maksud kamu?"ibu berbalik nanya.


"Dulu ketika kamu pergi meninggalkan aku,kamu sedang mengandung kan?dan aku adalah ayah bayi dalam kandunganmu itu,"ucap pak Pratama.


"Kamu pikir Anisa anak kamu?itu salah dia adalah anak aku bersama suamiku dan anak yang di kandungku dulu kamu tanyakan saja sama ibu mu,"lagi-lagi ibunya Anisa melirik Oma Aditya.


"Din,tolong jelaskan maksud kamu apa? soalnya ibu tidak bisa berbicara jelas lag i dia kena stroke,"ucap pak Pratama penasaran.Sementara Oma terlihat menggerakkan tangannya dan bibirnya seolah-olah ingin berbicara.


"Pratama,dulu aku menemui nyonya memohon untuk bertemu denganmu sekali saja untuk mengatakan kalau aku hamil tanpa mau mengganggu rumah tangga kamu dan sahabatku lalu ibumu menyuruh aku bertemu denganmu di sebuah hotel tapi ternyata aku malah di jebak di sana sudah ada seorang laki-laki yang tidak aku kenal dan gimana ceritanya tau-tau aku sudah tertidur di atas ranjang bersama laki-laki itu dan tidak lama kamu datang dan marah-marah melihat keadaan aku seperti itu,kamu langsung pergi tanpa mau mendengar penjelasan dariku,aku mengejar kamu walau kepalaku terasa berat dan tiba-tiba aku terjatuh dari tangga hotel dan selanjutnya tidak ingat lagi sampai aku tersadar sudah ada di rumah sakit dan aku kaget saat meraba perutku yang tadinya sedikit membuncit kini sudah rata,hiks...hiks..aku keguguran itu yang di katakan dokter,aku menangis sejadi-jadinya dan berhenti ketika pintu ruangan terbuka ternyata itu nyonya besar,dia yang sudah membawaku ke rumah sakit entahlah dari mana dia tau aku terjatuh namun aku yakin itu pasti rencananya, nyonya besar memberiku uang cukup banyak dengan syarat aku harus meninggalkan mu dan pergi dari kota ini, awalnya aku menolaknya tapi dia mengancam lagi akan menyuruh kamu untuk menceraikan sahabatku,aku tidak mau mengorbankan kebahagiaan sahabatku lalu aku putuskan pergi dari kota ini dan menjauh dari kalian,"ungkap ibunya Anisa menjelaskan.


"apa,jadi Anisa bukan anak kandungku berarti Aditya dan Anisa bukan saudara dan bisa tetap melanjutkan pernikahan nya,"ucap pak Pratama.

__ADS_1


"Menikah, jadi Putri ku sudah menikah dengan anakmu?aku gak setuju,"Ucap ibunya Anisa dengan suara gemetar menahan marah dan kecewa.


**apa ibunya Anisa akan setuju Anisa menikah dengan Aditya 🤔🤔


__ADS_2