Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
siapa dia?


__ADS_3

"Boy sama Tari?"Anisa dan Aditya serempak berkata saat melihat ke dua insan yang turun dari mobil.


Anisa memanggil Tari dari dalam tenda nasi goreng mang Diman yang kebetulan jaraknya tidak jauh dengan keberadaan Tari dan Boy "Tari".


Mendengar namanya di panggil Taripun melirik ke arah yang memanggilnya dengan muka kaget dia berkata"brownis?"


Anisa dan Aditya menghampiri Boy dan Tari.


"Boy,lagi ngapain kamu di sini?"tanya Aditya.


"sa..saya....tadi ketemu nona Tari di jalan tuan,"Boy menjawab dengan gugup.


"ketemu di jalan atau kalian lagi kencan,"ucap Aditya.


"Kencan??"serempak Boy dan Tari menjawab.


"wah kalian kompak banget,"Anisa terkekeh melihat kelakuan sahabatnya itu.


"Bukan begitu Nis ceritanya,tadi pas gua nunggu taksi online tiba-tiba tas gua di jambret, beruntung ada tuan Boy nolongin dan menangkap jambretnya,"Tari mencoba menjelaskan kejadiannya.


"Jadi ceritanya Boy adalah pahlawan berkuda putih yang menyelamatkan tuan putri yang kerampokan?he..he.."Anisa ketawa geli.


"Kebetulan saja saya lagi di dekat situ nona,habis dari apotik beli obat sakit perut gara-gara ceker pedas yang nona kasih,"sambung Boy.


"Hei Boy,kamu gak ikhlas bantuin istriku yang lagi ngidam,entar bonusnya saya batalkan,"ucap Aditya menatap horor asistennya.


"Ikhlas bos,"jawab Boy panik.


"Ngidam, maksudnya Anisa hamil?"tanya Tari antusias.


Anisa mengangguk sambil tersenyum langsung saja Tari memeluknya dan berkata"selamat ya nastar,gue sebentar lagi akan punya ponakan."


**Apartemen Aditya*


Setelah memenuhi permintaan istrinya yang ngidam nasi goreng akhirnya Aditya dan Anisa pulang ke apartemennya.


"Mas, terimakasih ya..sudah menuruti keinginan baby kita,"ucap Anisa manja sambil memeluk suaminya.


"Apapun kemauan baby kita akan mas lakuin dan turuti,"Aditya mengecup kening istrinya lalu mereka mulai tertidur dengan posisi saling berpelukan.

__ADS_1


Adzan shubuh berkumandang Anisa bangun mencoba melepaskan pelukan suaminya,dia menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan melaksanakan shalat shubuh.


"Mas.. mas.. bangun shalat shubuh dulu,"Anisa membangunkan suaminya.


"huaammm..sayang..kamu udah wangi gini,"Aditya menarik istrinya hingga Anisa terjatuh di atas dada bidang suaminya.


"Mas,sana mandi dulu terus sholat shubuh entar keburu kesiangan,"ucap Anisa lalu mencium bibir Aditya sekilas.Mata Aditya langsung melotot kegirangan dapat vitamin di pagi hari dan segera dia bangun menuju kamar mandi.


Selesai shalat Aditya keluar kamar dan menghampiri Anisa di dapur,dia memeluk istrinya dari belakang dan menciumi tengkuk leher Anisa.


cup..cupp..


"Mas,geli ah..."Anisa menggeliat kegelian.


"Sayang..gak usah masak entar kamu kecapean kasihan baby kita,"Aditya terus memeluk istrinya sambil mengelus-ngelus perut Anisa yang masih rata.


"Mas,ini cuma bikin roti bakar dan susu aja gak bikin Nisa kecapean kok,"jawab Anisa.


"Sayang...nanti aku kirim asisten rumah tangga buat bantuin beres-beres ya?"ucap Aditya.


"Gak perlu mas,Nisa masih bisa kok,"Anisa mulai menata roti ke dalam piring dan menuang susu ke dalam gelas, sedangkan Aditya masih memeluknya dari belakang.


Aditya dan Anisapun menghabiskan sarapannya.


"Ya mas,"Anisa tersenyum menatap wajah suaminya.


"sayang...kalau masih lemas nanti gak usah kerja biar istirahat aja dulu,"ucap Aditya.


"Nisa baik-baik aja,mas tau kan kalau Nisa bukan cewek manja jadi gak apa-apa kalau Nisa kerjapun yang penting akan selalu menjaga baby kita biar gak kenapa-kenapa,"ucap Anisa menjelaskan pada suaminya.


Anisa memang perempuan tangguh jauh berbeda dengan Monica yang manja ucap Aditya dalam hati


"Sayang...nanti ke kantornya bareng Boy jangan naik kendaraan umum ya..entar aku suruh Boy ke sini,"ucap Aditya.


"ok suamiku tersayang,"ucap Anisa mencium pipi suaminya.


Selesai sarapan Adityapun pamit untuk pulang ke rumah mamihnya.


**Rumah Pratama**

__ADS_1


Aditya tiba di rumah mamihnya sekitar pukul 06.30 WIB, keadaan rumah masih sepi para penghuninya masih berada di kamarnya masing-masing terkecuali para asisten rumah tangga.


Aditya berjalan menuju kamar yang di tempati Monica dia sengaja mau mengecek keadaan istrinya sekalian mau berganti pakaian.


Aditya masuk kamar di lihat ternyata Monica masih tidur,lalu dia melangkahkan kakinya menuju ruang ganti untuk berganti pakaian.


Drettt...dreett...


Ponsel Monica berbunyi.


📱David:"Hallo beb"


📱Monica:"hemmm"


📱 David:"Beb,gimana anak kita baik-baik aja?"


📱Monica:"jangan ganggu aku lagi"


📱 David:"jaga baby ku ya.."


📱 Monica:"lupain aku dan bayi dalam perut ku dia akan lebih bahagia kalau tinggal di sini masa depannya akan terjamin dia akan jadi anak kesayangan Aditya suamiku


📱 David:"Dia milikku suatu hari aku akan mengambilnya


📱Monica:"jangan macam-macam,dia akan menjadi pewaris Pratama Group"


📱David:"ha...ha... jangan mengkhayal terlalu tinggi sayang... nanti kalau kamu terjatuh akan sangat sakit


📱Monica:"Diam kau brengsek"


Monica langsung menutup teleponnya.


Di balik pintu ruang Aditya menyenderkan tubuhnya,dia mencerna setiap perkataan Monica dengan orang di balik telepon.Aditya mendengar jelas percakapan mereka.


**Apa maksud perkataan Monica sama orang itu,apa bayi dalam kandungan Monica bukan anak aku?terus siapa yang menelpon Monica?semua pertanyaan berada di pikirkan Aditya**


Setelah menerima telepon Monica beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.Aditypun keluar dari ruang ganti setelah melihat Monica ke kamar mandi dia sengaja tidak langsung bertanya.


Perasaan Aditya tak menentu ada banyak pertanyaan dalam benaknya dan rasa kecewa dengan sikap Monica.

__ADS_1


apa ada yang Monica rahasiakan?aku harus cari tau atau aku tanyakan sama Monica tapi melihat kondisinya ,aku tidak mungkin menanyakannya sekarang gumam Aditya dalam hati


****apakah ada rahasia di balik kehamilan Monica??***


__ADS_2