
Kring..kring...
📱Monica
"Mas..ini dari bak Monica,"Anisa memberikan ponselnya pada Aditya.
"Monica?"tanya Aditya.
"Angkat aja mas,mungkin ada hal penting,"ucap Anisa saat melihat suaminya yang nampak enggan menerima telepon dari Monica.
Akhirnya Aditya menerima telepon dari Monica.
📱Monica:"Hallo Dit"
📱Aditya:"Ada apa?"
📱Monica:"Dit,aku mau pamit besok aku mau ke Paris kemarin David ke sini jemput,mungkin aku akan melahirkan di sana dan untuk masalah perceraian semua akan di urus oleh pengacaraku.Dit, bolehkan aku menempati apartemenmu yang di Paris?
📱 Aditya:"Ya tempati saja bahkan aku akan kasih untukmu nanti surat-surat kepemilikannya di urus Boy, semoga kamu bisa melahirkan dengan lancar di Paris."
📱 Monica:"Dit, terimakasih selama kita menikah kamu memperlakukan aku dengan baik dan menyayangi aku dengan tulus dan maafin atas kesalahanku sebenarnya aku masih sangat mencintai kamu sampai sekarang pun namun aku tahu kalau kamu sudah kecewa sama kelakuanku jadi lebih baik aku pergi jauh dari kehidupan kalian,semoga kalian bisa bahagia dan sampaikan maafku pada semuanya karena aku gak bisa bertemu kalian secara langsung makanya aku beranikan menelpon kamu."
📱Aditya:"Ya Mon,aku juga minta maaf jika ada sesuatu perkataan atau perbuatan yang kurang baik selama kita bersama,aku akan sampaikan permintaan maafmu pada keluargaku, semoga kamu akan mendapatkan kebahagiaan bersama David dan anakmu.
📱Monica:"Terimakasih Aditya."
Setelah selesai menerima telepon dari Monica, Adityapun meletakkan kembali ponselnya ke atas nakas.
"Mas,bak Monica mau pindah ke Paris?"ucap Anisa yang mendengar percakapan suaminya karena ponselnya dengan mode lonspeaker.
"Ya,ini terbaik buat dia,"jawab Aditya.
"Apa mas sedih?"tanya Anisa memeluk suaminya.
"Tidak,mas justru bahagia karena ini jalan terbaik buat aku sama Monica dari pada hidup bersama dengan segala kepura-puraan lebih baik kami berpisah,"jawab Aditya mencium kening istrinya.
"maaf Nisa sudah hadir di antara kalian,"ucap Anisa.
"Sayang...ini sudah takdir dan kamu adalah seseorang yang Allah berikan sebagai penyempurna kehidupanku,kamu dan babby Atha adalah anugerah yang paling indah dari Allah untuk mas,"ucap Aditya.
"Mas.. harusnya Nisa berterimakasih pada bak Monica karena ide konyolnya kita bisa bersama,"Anisa mendongakkan kepalanya sehingga menatap suaminya.
"ha..ha..itu namanya kekonyolan yang membawa berkah,ya.. harusnya kita berdua mengucapkan terimakasih atas idenya,"Aditya mempererat pelukannya pada tubuh Anisa.
**Kostan Tari**
Tok...tok...
Cklek..
"Pak Boy,anda?"tanya Tari kaget melihat asisten Boy ada di depan pintu kostnya.
"Hai.. pacar kok kaget, terus kenapa masih panggil pak,Kitakan bukan berada di kantor,"ucap Boy menampilkan senyuman manisnya.
__ADS_1
uh...manis sekali pacar gue padahal biasanya wajahnya datar jadi tambah cinta gumam Tari dalam hati saat melihat senyuman Boy.
"Maaf saya lupa kalau kita sudah pacaran,"ucap Tari sambil menggaruk kepalanya seolah-olah gatal.
"Tega sekali baru juga kita jadian beberapa jam,kamu sudah melupakan aku,"Boy mengerucutkan bibirnya.
"iya maaf sayangku,"ucap Tari pelan namun terdengar oleh Boy.
"apa?coba ulangi kata-kata yang terakhir,"Boy maju ke depan pintu hingga mendekati Tari yang sedang berdiri di depan pintu hingga menyisakan jarak hanya beberapa centimeter saja.
"Gak gini,"Tari mendorong pelan dada bidang asisten Boy.
"kenapa?"tanya Boy yang tidak bergerak hanya dengan dorongan tangan mungil Tari.
"Malu tau,mau di gerebek ibu kost,"ucap Tari.
"ok"Boy mundur lalu dia duduk di kursi yang ada di teras kostan Tari.
"Pak..eh.. em..mas ngapain malam-malam ke sini,"tanya Tari.
"Nah gitu dong panggilannya jangan pak,mas kesini pengen lihat pacar mas,"ucap Boy yang mulai bucin.
"cuma mau lihat doang,kan mas bisa vidiocall gak perlu ke sini,"Tari duduk di samping Boy.
"Memangnya gak boleh nengokin pacar,"Boy menaik turunkan alisnya menatap Tari sambil mendekat ke arah Tari.
"Idih...kenapa tuh muka mas udah kaya cowok mesum,Tari gak nyangka seorang asisten Boy yang biasanya wajahnya datar dan tanpa ekspresi mendadak bertingkah konyol he...he..,"ucap Tari menatap wajah kekasihnya yang bertingkah layaknya ABG yang baru jatuh cinta.
"Kamu tuh masa iya pacarnya yang tampan dan karismatik ini di bilang mesum,akukan bertingkah manis kaya gini cuma di hadapan kamu,"ucap Boy.
"Sayang...sumpah ini baru pertama kalinya mas bisa bersikap konyol seperti ini,entahlah karena kamu berbeda dengan perempuan lainnya yang apa adanya,mas suka."ucap Tari menggemgam tangan Tari.
"Perempuan lainnya? banyak banget dong,"ucap Tari semakin mengerucutkan bibirnya.
"Maksudnya perempuan yang sering mas temui kebanyakan yang jaim dan bermuka dua,"jawab Boy.
Tari hanya ber oh ria saja tanpa berucap.
"Sayang...kita nyari makan yu..mas belum makan malam,"ajak Boy.
"Astaghfirullah mas belum makan malam,ini sudah malam sekali,ayo kita nyari makan,"ucap Tari sangat mengkhawatirkan kekasihnya itu lalu mereka keluar ke tempat nasi goreng mang Diman.
**Bali,pukul 08.00 pagi**
"Selamat pagi nona Anin,anda sedang sarapan?"sapa Angga yang baru masuk ke restoran hotel Anggara Beach.
"Pagi"jawab Anin singkat.
"Boleh saya duduk di sini?"tanya Angga lalu menarik kursi yang ada di hadapan Anin.
"Silahkan,biasa saja gak perlu berbicara formal panggil saja Anin tanpa memakai nona,"Anin mengaduk-aduk coklat panasnya.
"Kalau tidak berbicara formal berarti kamu menganggap saya sebagai teman dong atau sebagai kekasih he..he..,"ucap Angga sambil menampilkan senyum termanisnya.
__ADS_1
"Ngarep,"jawab Anin singkat.
Mereka berdua pun menikmati sarapannya sambil bercengkrama.
"Anin,apa kamu mau jalan-jalan ke pantai?"tanya Angga.
"Ide bagus,ayo..,"Anin berdiri dari duduknya langsung menarik tangan Angga untuk ke luar restoran menuju arah pantai.
Mereka berjalan di tepi pantai menikmati indahnya udara pagi.
"Nin,berapa lama kamu liburan di sini?"tanya Angga.
"Entahlah, sebenarnya aku ke Indonesia bukan hanya untuk berlibur tapi untuk mencari grandma,dia sudah lama gak nengokin aku ke Jepang,"ucap Anin menampakan wajah sedih.
"hei..kok mukanya sedih, memangnya grandma kamu di Indonesia?"tanya Angga penasaran.
"Ya.. beliau orang Indonesia,beliau yang mengurus aku dari kecil,"jawab Anin lalu dia duduk di pasir putih pantai.
"Terus orang tua kamu?"tanya Angga.
"Gak tau,dari kecil aku hidup sama grandma di Jepang itupun beliau suka bolak-balik Jepang-indonesia sedangkan kedua orang tua ku entah dimana,"jawab Anin.
"o..,terus grandma kamu di Indonesianya tinggal di kota mana?"lagi-lagi Angga bertanya.
"Yang aku tau katanya beliau tinggal di Jakarta dan untuk alamatnya aku gak tau,"Anin mengerucutkan bibirnya.
"Tenang ya..mungkin aku bisa bantu kamu,"ucap Angga memegang pundak Anin.
"Terimakasih,"jawab Anin sambil tersenyum.
"Nin,apa ada petunjuk untuk kita tahu di mana grandma kamu tinggal?"tanya Angga.
"Untuk alamatnya aku gak tau bahkan nomor telepon nya saja sudah beberapa bulan ini tidak bisa aku hubungi,"jawab Anin sedih.
"Susah juga ya..tapi kita bisa cari lewat medsos dengan foto,kamu adakan foto grandma kamu?"Angga bertanya lalu menatap perempuan cantik di sampingnya.
"Ada sih di ponsel aku tapi itu foto lama satu tahun yang lalu,"Anin mengambil ponselnya lalu membuka fitur galeri foto di layar ponselnya.
Angga cukup penasaran dengan grandma Anin,diapun melihat layar ponsel perempuan cantik di sampingnya.
"Nih,foto grandma aku,"Anin memperlihatkan foto grandmanya.
Angga mengambil ponsel Anin lalu dia melihatnya dengan teliti.
"Ini.. fotonya? wajahnya seperti aku kenal,"ucap Angga sambil terus menatap layar ponsel Anin.
"Kamu kenal dia?namanya grandma Nancy,"ucap Anin.
"Nancy?ya..ini adalah Oma,"ucap Angga.
"Oma? maksudnya?"tanya Anin makin penasaran dan berasa ada setitik harapan untuk menemukan grandmanya.
**Jadi Anin cucunya Oma??**
__ADS_1
**Ceritanya sekarang gak terfokus sama Anisa dan Aditya aja ya..ada cerita dari sahabat-sahabat mereka**semoga suka😘