
Tretttt...treett...
Pesan masuk ke Handphone Anisa yang ternyata dari Aditya.
Aditya"maaf,pasti kamu sedih dan cemburu dengar percakapan ku dengan Monica di telepon tadi"
Anisa"gak.. seharusnya aku cemburu"
Aditya"kalau gak cemburu berarti gak cinta"
Anisa"ya..dikit"
Aditya"cintanya sedikit dong"
Anisa"apa sih.."
Aditya"kangenn"
Anisa"gombal,kan baru ketemu"
Aditya"belum tuntas"
Anisa"dah ah...kerjaan aku belum selesai"
Aditya" 😘😘😘"
Anisa tidak membalas pesan dari Aditya ,dia memilih melanjutkan pekerjaannya.
"Brownis,sekarang tinggal dimana?"tanya Tari sambil mendekatkan kursinya ke kursi Anisa.
"Apartemen,"Anisa menjawab singkat.
"what???lo jadi simpanan om-om tinggal di apartemen dah jadi orang kaya sekarang?"Tari semakin penasaran.
"hmmm..."Anisa berdehem.
"seriusan?"tanya Tari.
"Bercanda,gue pake pasilitas dari Monica,"jawab Anisa.
"lu kan dah gak kerja sama Monica,kok bisa dapat pasilitas?Tari makin penasaran.
"Dah..ah..entar gue jelasin di kostan,"ucap Anisa.
"lu mau main ke kostan?"tanya Tari.
"ya..entar pulang kerja,bawel.."Anisa gemas.
Anisa masih berkutat pada lembaran-lembaran tugasnya,tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 WIB, teman-teman yang lainnya sudah bersiap-siap pulang.
"Nis,lu jadi kan mampir ke kostan dulu?"tanya Tari.
"ya..,"jawab Anisa.
Sebelum pulang Anisapun menyempatkan menelpon seseorang terlebih dahulu,dia berdiri dari kursinya menjauh dari Tari menuju arah jendela lalu menempelkan telepon di telinganya.
📱
Anisa:"Halo Sutam ,kamu sudah mau pulang?"
Adity:"sebentar lagi Ican,kamu pulang bareng aku ya.."
Anisa:"sutam, sebenarnya aku mau ijin mau pulang ke kostan dulu,mau ngambil baju dan beberapa barang"
Aditya:"aku antar ya.."
Anisa:"gak usah aku bareng teman yang kebetulan dia juga kerja di sini"
Aditya:"laki-laki atau perempuan?"
Anisa:"perempuan"
__ADS_1
Aditya:"o..ya udah entar pulang nya aku jemput"
Anisa:"ya..aku pamit ya.."
Anisa asyik menelpon ternyata ada sepasang mata menatap curiga.
"Hemmm...sudah mulai rahasia-rahasiaan nih, nelpon siapa sih?"Tari memandang sahabatnya curiga.
"ada deh..kepo aja,yu..kita pulang,"ucap Anisa.
Anisa dan Tari keluar kantor lalu mereka menuju taxi online yang sudah di pesannya.
Di dalam taxi Tari terus bertanya pada Anisa
"Brownis pasti lu udah punya pacar kan sekarang,truss siapa yang bisa menaklukkan cewek jutek kaya lu?"
"pacar??suami kali,"ucap Anisa.
Tari melongo mendengar jawaban sahabatnya.
"what??? brownis lu becanda,"Tari semakin penasaran.
"Nastar,maaf ya..gue baru cerita kalau gue udah nikah,"ucap Anisa sambil memalingkan pandangannya ke luar jendela.
"seriusan, dengan siapa?"tanya Tari.
Anisa menarik nafas dalam-dalam lalu dia menceritakan tentang pernikahannya dan kontrak perjanjian dengan Aditya dan Monica dari mulai A-Z.
"brownis???pak Aditya si bos dingin itu laki lu?"tanya Tari kaget setengah mati.
Anisa mengangguk namun dia terlihat sedih setelah menceritakan tentang pernikahannya pada sahabatnya itu.
"Nis,gue selalu mendukung keputusan lu,mungkin ini takdir yang harus lu jalani jadi gue harap lu ikhlas jalaninya,"ucap Tari bersikap bijak.
"makasih ya Tar,lu emang sahabat gue,tapi...gue harap ini jadi rahasia kita, lu jangan cerita sama siapapun,"pinta Anisa sambil menggenggam tangan Tari.
"lu bisa percayakan sama gue ini akan tetap menjadi rahasia kita,"Tari menenangkan sahabatnya itu.
"Tar,gue ke kamar dulu,mau beres-beres barang yang mau gue bawa ke apartemen,"Anisa membuka pintu kamar kost nya.
"gue bantuin ya.. brownis,"ucap Tari sambil ikut masuk ke kamar.
Merekapun mulai mengemas barang-barang yang mau di bawa Anisa.
"Nis,lu tinggal di apartemen pak Aditya?"tanya Tari.
"Ya..gue tinggal di apartemen nya,maaf ya tadi gue bohong,"awab Anisa.
"semoga lu bahagia ya..sobat,"ucap Tari tulus.
Anisa mengangguk lalu memeluk sahabatnya Tari.
Kini waktu menunjukan pukul 19.00 WIB,Anisa sudah merapihkan semua barang-barang yang mau di bawanya,diapun sudah mandi dan berpakaian santai.
"Tar kita makan dulu yu..gue kangen nasi goreng mang Diman,"ajak Anisa.
"yakin nih nyonya Aditya mau makan nasi goreng di pinggir jalan,"goda Tari sambil mencolek pipi Anisa.
"apaan sih Nastar,gue tuh masih Anisa yang dulu sahabat lu yang suka makan nasi goreng pinggir jalan dan makan mie rebus pas tanggal tua ha...ha.."jawab Anisa sambil ketawa.
Anisa dan Tari pun berjalan ke luar kostan menuju tempat nasi goreng mang Diman langganan mereka.
"malammm...mang Diman,"sapa Anisa dan Tari kompak.
"eh..nona-nona cantik fans nya mang Diman,ko udah lama gak kesini?"sapa mang Diman ramah.
"maklum mang,cewek di samping saya ini lagi sibuk ngurus suami tajirnya,"Tari nyeletuk tapi gak lama dia menutup mulutnya dengan tangan karena merasa keceplosan.
"o..neng Anisa sudah menikah?"tanya mang Diman.
__ADS_1
"Gak mang,Tari emang usil nih,"Anisa melototkan matanya ke arah Tari.
trettt...pesan masuk ke handphone Anisa.
Aditya:"aku dah di depan kostan"
Anisa keluar dari tenda nasi goreng dan celingukan mencari sosok Aditya dan ternyata benar mobil mewah suaminya sudah berada di depan kostan nya.
Anisa menghampiri mobil Aditya,melihat Anisa di samping mobilnya Adityapun keluar mobil.
"Hai..Ican,"sapa Aditya sambil mencium kening di lanjut ke bibir istrinya.
Anisa kikuk dan mukanya merona karena malu Aditya mencium nya tiba-tiba di tempat umum.
"sutamm...aku malu inikan di tempat umum,"Anisa cemberut.
"Sutam kok tau kostan aku?"tanya Anisa.
"mudah bagi seorang Aditya untuk mengetahui alamat seseorang,"jawab Aditya angkuh.
Anisa hanya mengerutkan dahinya.
Ya..deh orang khayya mah bebas gumam Anisa dalam hati
Aditya masih berdiri menatap istrinya sambil berkata"cantik..menggemaskan jadi pengen cepat pulang."
"mulai gombal,mau ikut gak makan nasi goreng tapi di pinggir jalan bukan di restoran mewah,"ucap Anisa.
Aditya membuka jasnya lalu menaruhnya ke dalam mobil lalu dia menggulung kemejanya sampai sikut.
Anisa dan Aditya berjalan menuju tenda nasi goreng.Tari yang sedari tadi ngintip di balik tenda kaget melihat bos nya berjalan santai dengan sahabatnya di selingi senyuman manis di bibir bos nya.
ternyata bos dingin itu tampan juga kalau tersenyum mudah-mudahan dia bisa menjaga Anisa gumam Tari dalam hati
"selamat malam Pak Aditya,"sapa Tari ramah.
"malam,apa kamu teman Anisa?"tanya Aditya sambil duduk di samping Anisa.
"ya..pak,saya juga karyawan bapak,"ucap Tari.
"o..maaf aku baru liat kamu di sini,divisi mana?"tanya Aditya dengan wajah datar.
"saya divisi keuangan sama dengan Anisa,bapak gak bakal kenal saya karena bapak kalau melewati karyawan pasti liatnya lurus ke depan aja,"ucap Tari nyerocos.
"Nastar..,"panggil Anisa sambil mencubit tangan Tari.
"maaf pak saya keceplosan,"Tari menunduk.
"gak apa-apa,santai saja saya gak bakal pecat kamu kok gara-gara kata-kata kamu yang jujur,"Aditya santai menanggapi.
ya benar kata Tari gue terlalu kaku dan dingin kalau di kantor ucap Aditya di hati
"Sutam..mau makan nasi goreng apa?"tanya Anisa.
"nasi goreng kambing,biar bisa nyeruduk kamu entar malam,jawab Aditya berbisik.
Anisa mencubit pelan pinggang suaminya.
"aww..sayang sakit"kata Aditya langsung menarik tangan Anisa dan menciumnya.
"hemmm...hargai mata jomblo ini,jangan bermesraan terus,"ledek Tari.
Anisa dan Aditya tertawa mendengar perkataan sahabatnya.
"Sutam gak apa-apa makan di pinggir jalan?"tanya Anisa.
"gak apa-apa asalkan bareng kamu,"jawab Aditya.
Akhirnya pesanan mereka sudah siap tanpa menunggu lama Anisa,Aditya dan Tari pun menikmatinya.Ini adalah pengalaman Aditya yang pertama makan di kaki lima tapi dia sungguh merasa sangat bahagia.
__ADS_1