Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
Gara-gara mangga muda


__ADS_3

"aw...semut...semut..."


Brukkk..


"aww...."


"Dit"ucap mamihnya.


"Mas.."ucap Anisa.


Aditya terjatuh dengan posisi tengkurap sedangkan mangga yang dia pegang berhamburan kemana-mana.


Dua perempuan itu langsung menghampiri Aditya dengan penuh kecemasan.


"Sayang...bangun nak,"mamih Aditya membangunkan Aditya dari sebelah kanan sedangkan Anisa berjongkok sebelah kiri sambil mmemegangi tangan Aditya.


"Mas..bangun...mas..hiks..hiks.."Anisa menangis sambil menggenggam tangan Aditya.


"Dit...Dit..bangun sayang,"mamih Aditya menepuk-nepuk pipi anaknya.


"aw...mam...sakit,"ucap Aditya meringis lalu dia mulai duduk.


Tiba-tiba Anisa langsung menghambur ke pelukan Aditya.


"Maaf...maaf Nisa gak mau nyuruh macam-macam lagi hiks...hiks.."ucap Anisa sambil memeluk Aditya.


"Hei...mas gak kenapa-kenapa kok,"Aditya mengelus rambut Anisa.


ada apa ini Anisa manggil Aditya mas?terus dia sangat mengkhawatirkan Aditya dan Aditya??apa yang aku lihat ini?mereka seperti sepasang kekasih yang saling mengkwatirkan


ah...jangan berfikir aneh-aneh mereka kan berteman pantas saja kalau saling mengkhawatirkan gumam mamih Aditya dalam hati


"Sayang...are you okay,biar mamih telepon man Ujang biar dia jemput kita ya",ucap mamih Aditya mengelus punggung anaknya lalu Anisa dengan cepat melepaskan pelukannya karena baru menyadari ternyata di sampingnya ada mamih Aditya.


"Maaf mih,Anisa lancang memeluk pak Aditya,"ucap Anisa gugup.


"Gak apa-apa mamih tau kamu pasti mengkuatirkan Aditya,"ucap mamih Aditya.


Anisa mengangguk tanda setuju dengan kata-kata mamih Aditya.


"sudah gak apa-apa,aku baik-baik aja terimakasih sudah khuwatir,"Aditya tersenyum.


"Kamu bisa bangun nak?ayo kita duduk dulu di situ,"Mamih Aditya memapah anaknya sampai di kursi tidak jauh dari situ.


Wajah Anisa masih terlihat cemas dia terus memandangi suaminya.


Mamih Aditya langsung menelpon supirnya untuk menjemput mereka di taman.


"Mana yang sakit?"ucap Anisa memegangi lengan Aditya.


"cuma badan aja terasa pegal biar entar manggil ahli pijat ke rumah,"jawab Aditya tersenyum pada Anisa.


"Maaf.. gara-gara permintaan Anisa jadinya begini,"ucap Anisa dengan muka sendu.


"Gak apa-apa yang penting baby nya gak ngiler,"Aditya memegang jemari Anisa.


"Terimakasih,"ucap Anisa sambil tersenyum melihat ke arah Aditya.


Mereka berbisik saat mamih Aditya menelpon supirnya.

__ADS_1


Tidak lama mobil yang mang Ujang kendarai datang(mang Ujang itu supirnya mamih Aditya).


Aditya di papah mang Ujang masuk mobil dia duduk di depan samping mang Ujang sementara mamih Aditya dan Anisa duduk di belakang.


"Mam,maafin Nisa ini gara-gara permintaan Nisa yang aneh-aneh jadi pak Aditya kaya gini,"ucap Anisa menyesal.


"Gak apa-apa dia kan laki-laki hebat segini mah kecil cuma jatuh dari pohon he...he...",ucap mamih Aditya tertawa tapi cemas mengingat kejadian tadi.


"Mamih...itu gara-gara semut,"ucap Aditya.


"apa?tuan jatuh dari pohon?"mang Ujang ikut nimbrung.


"Ya,dia mau metik mangga muda buat Anisa eh...di gigit semut terus jatuh,"ucap mamih Aditya.


"Tuan suami siaga pasti itu permintaan jabang bayinya agar ayahnya yang memetik mangga mudanya,emang seperti itu tuan katanya kalau gak di turuti kemauan istrinya yang lagi ngidam entar anaknya tuan ileran,ucap mang Ujang panjang lebar.


Mendengar ucapan mang Ujang yang panjang lebar ketiga orang yang ada di dalam mobil terdiam dengan pikiran masing-masing.


*mamih:Ujang ada-ada aja yang ngidam mangga muda kan Anisa kenapa anak Aditya yang ileran*


Aditya:nih supir nyerocos Mulu bentar lagi mamih pasti mengintrogasi aku**


Anisa:aduh mang Ujang kata-katanya, jangan sampai mamih curiga tadi aja aku udah keceplosan manggil mas*


"Yang ngidam Anisa mang bukannya Monica,"ucap mamih Aditya.


"eh..emang beda ya...nyonya?"tanya mang Ujang lagi maklum mang Ujang emang agak Lola(loading lama).


"ya,ini nona Anisa dia temannya Aditya dan istrinya Aditya adalah Monica dia di rumah tidak ikut kami, "jawab Mamih Aditya.


"Maaf nyonya,saya salah bicara,"ucap mang Ujang dengan nada menyesal.


"Gak apa-apa,"ucap mamih Aditya.


Mobil sudah sampai di kediaman Pratama, mereka keluar mobil dengan Aditya yang di papah mang Ujang dan mamihnya sedangkan Anisa mengekor di belakang.


Mereka masuk rumah dan di sana sudah ada Oma,pak Pratama,Monica, seorang dokter dan seorang ahli pijat.Mereka sudah tau kejadian yang menimpaku Aditya karena mamih Aditya sudah menelepon pak Pratama tadi sewaktu di taman.


"cucu Oma yang ganteng kenapa jadi begini?"ucap Oma sambil memegang tangan cucunya.


"Sayang...kamu gak apa-apa kan?"tanya Monica.


"Dit, kenapa bisa begini?"tanya pak Pratama.


Hampir semua yang ada di rumah itu mengajukan pertanyaan karena merasa khuwatir pada Aditya.


"sudah.. sudah lebih baik Aditya di bawa ke kamar lalu di periksa dokter,"ucap mamih Aditya.


Aditya di bawa ke dalam kamar di ikuti oleh semuanya lalu dokter mulai memeriksa keadaan Aditya.


"Gimana dok?"tanya pak Pratama.


"Alhamdulillah,tidak ada luka serius,hanya pak Aditya akan merasakan pegal-pegal saja akibat jatuh tapi tidak ada luka dalam,"ucap dokter.


"apa boleh di pijit dok?"tanya mamih Aditya.


"ya boleh", jawab dokter.


plak..

__ADS_1


Tiba-tiba Monica menampar Anisa dan berkata",ini gara-gara permintaan lu yang aneh-aneh, Aditya jadi begini,"ucap Monica yang mengetahui kalau Aditya jatuh dari pohon mangga gara-gara permintaan Anisa.


"Monica!!Aditya berteriak hingga semua orang yang ada di dalam kamar kaget.


"Mon,cukup ini bukan salah Anisa,"kata mamih Aditya memeluk Anisa yang kesakitan karena tamparan Monica.


"Sudah,lebih baik kita konsentrasi dengan kesembuhan Aditya tidak usah saling menyalahkan,"ucap pak Pratama.


"ya..lebih baik Aditya di pijit oleh terapis pijat itu dia udah ada di sini,"tunjuk Oma lalu seorang terapis pijat menghampiri Aditya.


Aditya di kamar sedang di pijat oleh ahli terapi pijat dia seorang laki-laki karena permintaan mamihnya tidak menggunakan terapis perempuan.


Sementara Aditya di pijit yang lainnya menunggu di ruang keluarga.


"Sebenarnya kenapa Aditya bisa jatuh dari pohon mangga menantu?"tanya Oma pada nyonya Pratama.


Mendengar pertanyaan oma Aditya perasaan Anisa tidak karuan dia takut kalau semua orang akan menyalahkan dirinya.


Anisa menundukan kepalanya sambil terus meremas bajunya menutupi kegelisahannya.


"Saat kami di taman kebetulan Anisa melihat pohon mangga berbuah lebat, terus dia minta Aditya memetiknya saat Aditya di atas pohon di gigit semut lalu jatuh,"mamih Aditya menjelaskan.


"Memangnya kamu lagi hamil?"tanya Oma menunjuk ke arah Anisa.


Anisa kaget mendengar lalu dia menjawab"i...ya..Oma."


"ibu..Anisa ini lagi hamil muda dan dia itu teman Aditya wajar saja Aditya perhatian lalu menuruti permintaannya,"mamih Aditya mencoba menjelaskan walaupun di hati diapun menaruh sedikit curiga pada hubungan Anisa dan Aditya.


"Memangnya dia hamil sama siapa?kok minta di turuti sama cucuku,"ucap Oma Aditya dengan nada ketus.


Deg..


apa sekarang waktunya mereka mengetahuinya,aku belum siap gumam Anisa dalam hati


"ibu..udah ya,aku juga salah tadi nyuruh Aditya memetiknya,"ucap mamih Aditya.


"Oma,maafin Anisa"Anisa jongkok lalu mencium tangan Oma Aditya.


"wajah kamu tuh...sudahlah kamu bangun kasihan bayimu kalau jongkok kaya gitu,"ucap Oma Aditya menatap wajah sendu Anisa.


**wajah wanita ini mengingatkanku pada kejadian waktu dulu saat perempuan itu memohon padaku gumam Oma Aditya dalam hati**


*Flashback on**


Di sebuah ruangan mewah seorang perempuan muda dengan wajah cantik sedang membungkuk di hadapan seorang wanita paruh baya.


"Nyonya,saya mohon jangan menyuruh saya menggugurkan bayi ini,saya berjanji akan pergi jauh dan tidak akan menghubungi anak anda,"ucap perempuan itu.


"aku tidak percaya!kamu pasti sengaja menggoda anakku agar kamu masuk ke keluarga kami kan?"tanya wanita paruh baya itu.


"Sumpah nyonya,kami saling mencintai dan kami sudah berpacaran lama,"jawab perempuan cantik itu.


"kamu siapa? beraninya berhubungan dengan anakku yang seorang pengusaha terkenal, berapa uang yang kamu inginkan?"tanya wanita paruh baya itu sambil memegang dagu perempuan cantik itu dengan kasar.


"Nyonya,saya tulus mencintai anak anda,"jawab perempuan cantik itu.


"Asal kamu tau Minggu depan anakku akan menikahi perempuan cantik dari kalangan konglomerat kota ini,jika kamu tidak mau menggugurkan bayi itu kamu harus pergi jauh dari kota ini dan jangan pernah menghubungi anakku lagi,paham!"ucap wanita paruh baya itu.


Perempuan cantik itu menangis lalu dia berdiri berjalan meninggalkan ruangan itu sambil terus mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit.

__ADS_1


Flashback off**


*kira-kira siapa perempuan cantik itu**


__ADS_2