
Monica pergi dari kediaman pak Pratama dengan kemarahan dan dendam.
aku akan balas kalian tunggu saja gumam Monica dalam hati ketika keluar rumah pak Pratama
**Di dalam rumah pak Pratama**
"Din,aku mohon biarkan Anisa di sini dia kan istrinya Aditya, apalagi sebentar lagi Aditya akan menceraikan Monica jadi Anisa akan jadi satu-satunya istri Aditya,"ucap mamih Aditya pada ibunya Anisa.
"Bu,maafin Nisa tapi mohon beri waktu Nisa untuk sementara mengurus mas Aditya dan setelah mas Aditya sembuh Nisa mau nurutin apa yang ibu mau,"Nisa menggemgam tangan ibunya lalu menciumnya.
"Nis, cepat bereskan barang-barangmu,ibu tunggu di luar sama adikmu,"Bu Andini berdiri lalu keluar tanpa pamit.
"Mih, bagaimana ini,Nisa gak mau pisah sama mas Aditya,Nisa mencintai mas Aditya,"ucap Nisa memeluk mamih Aditya.
"Sayang...mamih tau,tapi sekarang kamu ikutin saja dulu kemauan ibumu,mamih tau sahabat mamih itu orangnya baik tapi mungkin sekarang dia masih terluka akibat perlakuan kami di masa lalu,mamih akan selalu memberikan kabar tentang Aditya dan akan menanggung semua kebutuhan kamu setiap bulannya,tolong jaga cucu mamih ya...suatu hari daddynya pasti menjemput kalian,"ucap mamih Aditya mencium kening Anisa.
"Baiklah mam,Nisa titip suami Nisa bilang sama dia kalau Nisa dan baby nya akan menunggu daddynya menjemput,"Anisa berpamitan pada semuanya lalu keluar rumah setelah membereskan barang-barannya.
Ibunya Anisa dan adiknya sudah menunggu Anisa di depan gerbang mereka akan pulang dengan taksi online.
"Bu,kita mampir dulu ke rumah sakit ya..Nisa mau melihat mas Aditya dulu sekalian pamitan,"pinta And pada ibunya.
"Baiklah,"jawab ibunya singkat.
Mobil yang mereka tumpangi kini sampai di rumah sakit tempat Aditya di rawat.
Anisa masuk ruang rawat Aditya sedangkan ibu dan Adiknya menunggu di luar.
"Assalamualaikum mas,apa kabar? pasti mas kangen sama Nisa ya...Nisa juga kangen sama mas,o ya...baby kita juga kangen sama Daddy nya,"Anisa meraih tangan Aditya lalu mengelus kannya pada perutnya.
"Mas,ada yang ingin Nisa ceritakan sama mas, pasti mas akan senang mendengarnya,mas sebenarnya kita bukanlah saudara kandung,hasil tes DNA itu salah karena sudah di ubah sama seseorang jadi kita tetap bisa jadi suami istri terus kebohongan mbak Monica sudah terungkap dia sekarang sudah pergi dari rumah,mas...bukalah mata mas dan sebenarnya Nisa ke sini karena mau pamit sama mas untuk sementara Nisa akan ikut ibu ke kampung,mas cepat sembuh yah..Nisa dan anak kita akan menunggu mas menjemput kami,Nisa mencintai mas sangat... sangat..."Anisa mencium punggung tangan suaminya tanpa terasa air matanya menetes mengenai tangan Aditya.
"Mas,Nisa pamit semoga kita bisa bersama lagi,"Nisa mencium kening suaminya.
Dengan berat hati Anisa membalikan tubuhnya untuk pergi namun tiba-tiba tangannya di tarik"jangan pergi,jangan tinggalkan aku,"tangan Aditya menarik Anisa dan lelaki itu menatap Anisa.
"Alhamdulillah,mas sudah sadar?"Anisa berbalik dan menggemgam erat tangan suaminya.
"A...aku dimana?"tanya Aditya seperti kebingungan.
"Mas,ini di rumah sakit,"Anisa mencium tangan suaminya sambil menangis.
"Rumah sakit?terus siapa kamu?"Aditya memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Mas,aku Nisa aku..."sebelum Nisa menyelesaikan ucapannya dia keburu berhenti karena Aditya mengaduh kesakitan.
"awww...kepalaku sakit,"teriak Aditya.
"Mas...mas..."Anisa langsung menghubungi dokter.
*******
"Nona silahkan anda tunggu di luar dulu biar kami periksa tuan Aditya,"ucap dokter lalu Anisapun keluar dengan muka cemas.
__ADS_1
"Nis,gimana keadaan Aditya?"tanya ibu Anisa sambil memapah anaknya untuk duduk di kursi tunggu.
"Mas Aditya kesakitan Bu hiks...hiks .."jawab Anisa tidak kuasa menahan kesedihannya.
"Nis, istighfar sayang... Insyaallah Aditya akan baik-baik aja,"ibunya Anisa memeluk tubuh kemah putrinya.
Anisa menghubungi keluarga pak Pratama untuk memberitahukan keadaan Aditya kini.
Tidak berselang lama keluarga pak Pratama sudah sampai rumah sakit ada pak Pratama dan istrinya serta kakaknya Aditya dan suaminya hadir pula Boy di belakang mereka.
"Nis,gimana Aditya,"tanya mamih Aditya cemas.
"Mam,tadi mas Aditya sempat sadar tapi sepertinya dia tidak mengenali Anisa lalu dia teriak kesakitan memegangi kepalanya hiks...hiks.."lagi-lagi Anisa menjawab sambil menangis.
"Cup...cup sudah jangan menangis ya...semoga Aditya akan sadar kembali kita tunggu dokter memeriksanya,"mamih Aditya memeluk Anisa sambil mengusap punggung menantunya itu.
Cklek...
Dokter keluar dari ruangan Aditya.
"Dok,gimana keadaan anak saya?"tanya pak Pratama.
"Tuan Aditya sudah sadar dari komanya namun saat ini beliau kehilangan ingatannya sebagian mungkin beberapa tahun kesini,"ucap dokter.
"Apa hilang ingatan?"ucap semua yang ada di situ.
"Dok,apa itu bisa di sembuhkan?"tanya mamih Aditya semakin khuwatir.
"Mam,mas Aditya melupakan Nisa hiks... hiks.."Anisa masih memeluk mertuanya dan di sampingnya ibu Andini mengusap-usap rambut putrinya.
"Dok,tuan Aditya sudah siuman,"ucap suster.
"baiklah,anda boleh masuk tuan Pratama,"dokter masuk kembali ke ruangan Aditya di ikuti pak Pratama, nyonya Pratama,kakanya dan Anisa sedangkan ibu Andini,adiknya Anisa,Boy dan suami kakanya menunggu di luar ruangan.
"Selamat siang tuan Aditya,apakah kepala anda masih pusing?"tanya dokter sambil memeriksa Aditya.
"Sudah baikan dok tapi apa yang terjadi sama saya?"tanya Aditya masih bingung dengan keadaannya.
"Sayang...kamu sudah sadar nak?"mamih Aditya mendekati anaknya lalu menggemgam tangan anaknya.
"Mam,Aditya sudah baikan,tapi kenapa Aditya ada di rumah sakit?"Aditya tersenyum pada mamihnya.
"Sayang...kamu kecelakaan lalu koma nak,"jawab Mamih Aditya
"Kecelakaan,Aditya tidak ingat mam,setahu Aditya kemarin Aditya baru pulang dari luar negeri di jemput Boy dari bandara,"ucap Aditya tambah bingung.
"ya..sudah jangan terlalu di pikirkan,kamu harus banyak istirahat,"mamih tersenyum pada anaknya.
"papih,kakak kalian ada di sini juga?"tanya Aditya melirik ke arah papih dan kakaknya.
Anisa yang berada di samping papihnya Aditya merasa ragu untuk mendekati suaminya takut seperti kejadian seperti tadi sebelum Aditya kesakitan.
apa mas Aditya lupa sama aku?lirih Anisa sedih melihat suaminya tidak memperdulikan keberadaan dirinya
__ADS_1
"Nis,kemarilah,"ucap mih Aditya.
Anisa mendekati mamih Aditya lalu tersenyum pada suaminya.
"Dit,kamu ingat siapa dia?"tanya nih Aditya.
Aditya melihat Anisa dari atas ke bawah,"dia...apa dia yang menolong Aditya mam?"
"Menolong?maksud kamu nak?"mamih Aditya bingung.
"Tadi saat Aditya bangun dan sadar wanita ini ada di dekat Aditya sambil menangis,"ucap Aditya.
"Sayang...dia itu kan..."ucapan mih Aditya di potong Anisa.
"iya tuan saya yang menolong anda saat kecelakaan,"ucap Anisa.
mas biarlah saat ini kamu melupakanku yang penting kamu sudah baikan aku akan membuat mu mengingat dan mencintai ku kembali ucap Anisa dalam hati
Anisa tau pasti Aditya lupa akan dirinya jadi agar tidak memperburuk keadaan Aditya, Anisa sengaja mengatakan itu.
"Nis, kenapa kamu bilang seperti itu?"tanya mamih Aditya berbisik pada Anisa.
"Mam, ingat kata dokter jangan memaksa mas Aditya mengingatnya,"jawab Anisa.
"Hai..nak gimana sekarang sudah baikan?"pak Pratama mendekati putranya.
"pap,Aditya baik,"Aditya tersenyum pada papihnya.
"Hai..adikku yang ganteng kakamu rindu padamu,"kakak Aditya memeluk adiknya itu.
"hai kak,aku juga merindukanmu bagaimana apakah kakak jadi tunangan sama pacar kakak?"tanya Adity.
"Tunangan?"kakak Aditya tersenyum samar padahal sebenarnya dia sudah menikah bahkan telah memiliki putri tapi Aditya tidak mengingatnya.
"Kakakmu sudah tunangan bahkan menikah Dit,"jawab Mamih Aditya.
"Apa?kok Aditya tidak tau,apa kakak menikah diam-diam?"tanya Aditya penasaran.
"hey..kau ini memangnya aku cewek apaan,kamu tuh yang gak hadir di nikahan aku,"ucap kakanya berbohong agar Aditya tidak terus bertanya.
"o...maaf,"ucap Aditya.
"Sayang..apa kamu sudah kenalan sama malaikat penolong kamu ini?"tanya mamih Aditya melirik ke arah anaknya lalu tersenyum.
"lebay banget mam, pake nyebut dia malaikat penolong segala,"Aditya menatap Anisa lalu mereka pun beradu pandang.
"hey...emang benar kalau tidak ada dia kamu gak akan sadar,kenalin namanya Anisa dia cantik kan?"mamih Aditya menaik turunkan alisnya.
"Hemmm"jawab Aditya singkat.
namanya Anisa seperti tidak asing,senyumnya pun seperti sering aku lihat, jantung aku pun berdebar saat menatapnya tapi mana mungkin bertemu saja baru sekarang masa iya aku jatuh cinta pada pandangan pertama gumam Aditya dalam hati
**apa Aditya akan segera mengingat Anisa??
__ADS_1