
*Apartemen Aditya**
Huaammm...
Anisa membuka matanya,"Astaghfirullah,ini jam berapa?aku ketiduran bahkan aku belum mandi,"Anisa bangun dan langsung keluar kamar menuju meja makan untuk mengambil minum.
Anisa duduk di meja makan sambil minum dan mengambil cemilan lalu dia memakannya.
ayam bakar bumbu rujak..aku pengen makan itu,apa ini kemauan mu sayang ucap Anisa dalam hati sambil mengelus perutnya yang masih rata
Anisa masuk kamar,dia ingin sekali makan ayam bakar bumbu rujak tapi melihat tubuhnya yang belum mandi akhirnya dia ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sepuluh menit berlalu Anisa kini sudah bersih dan memakai baju santainya tidak lupa memakai jaket mengingat kondisi tubuhnya yang masih lemah dengan cuaca yang lumayan dingin di luar,dia mau beli ayam bumbu rujak langganannya yang tidak jauh dari apartemen.
Anisa keluar apartemen menuju ayam bakar pak Kumis langganannya yang tidak berada jauh dari apartemennya jadi cukup dengan jalan kaki.
Anisa sampai di kedai ayam bakar pak Kumis,dia langsung memesan menu kesukaannya dan duduk di tempat biasa dia duduki bersama Aditya kalau sedang makan di sana.
Setelah sepuluh menit Anisa keluar apartemen Boy datang ke apartemen Aditya.
tok..tok..
"Nona..nona Anisa,"panggil Boy sambil mengetuk pintu apartemen,namun pintu tidak ada yang membuka sama sekali.
Boy terus mengetuk pintu dan membunyikan bel namun tak kunjung di buka karena merasa khuwatir akhirnya Boy terpaksa masuk karena sebenarnya dia tau no pin pintu apartemen bosnya.
Boy masuk pelan-pelan sambil celingak-celinguk dan memanggil Anisa namun masih belum ada jawaban akhirnya dia memberanikan masuk kamar bosnya dan sama juga dia tidak menemukan Anisa
Lalu Boy mencoba menelpon Anisa alhasil terdengar bunyi ponsel di atas nakas kamar bosnya itu.Ternyata memang ponsel Anisa berada di atas nakas karena Anisa lupa membawanya.
Boy tambah cemas takut terjadi sesuatu pada istri bosnya,lalu dia segera menghubungi Aditya.
📱Boy:"Hallo tuan,maaf nona Anisa tidak ada di apartemen"
📱 Aditya:"apa?"
**Rumah pak Pratama**
Aditya kaget mendengar kata-kata Boy dalam telepon tadi bahwa Anisa tidak ada di apartemennya.
Aditya langsung pamit pada sang papih dengan alasan ada masalah soal kerjanya.
"Pap, Aditya harus ketemu clien ada rapat dadakan di hotel xxx ada masalah dengan proyek baru di kota Surabaya,"ucap Aditya meyakinkan sang papih.
"Apa Boy tidak bisa menyelesaikan,kamu kan harus jagain Monica",ucap mamihnya.
"Papih ijinkan,ini masalah kerjaan,biar saja Monica banyak yang jagain di rumah ini,"Pak Pratama menepuk pundak Aditya.
"Ya cucuku hati-hati di jalan ini sudah malam,"ucap Oma.
"Mon,aku ijin ke luar dulu ya,"pamit Aditya lalu mencium kening Monica.
"ok, jangan pulang terlalu malam ya,nanti bayi kita kangen sama kamu,"ucap Monica manja.
pasti Aditya mau nemuin perempuan sialan itu,malam ini gue kasih kesempatan buat kalian berduaan karena gak mungkin gue terus pura-pura pingsan ucapan licik di hati Monica
Aditya keluar rumah dan langsung menyambar mobilnya di garasi.
__ADS_1
**Apartemen Aditya**
Setelah menelpon bosnya Boy langsung keluar apartemen dan mulai mencari keberadaan Anisa.
Boy mulai bertanya pada security apartemen yang berjaga di lobby.
"Selamat malam pak,"sapa Boy pada seorang security lobby apartemen.
"Malam,ada yang bisa saya bantu,tuan?"tanya security itu.
"Saya mau tanya pak,apa bapak lihat seorang perempuan cantik tepatnya penghuni apartemen no 1207 keluar,"tanya Boy sambil memperlihatkan foto di layar ponselnya (jangan tanya kenapa Boy punya foto Anisa,dia memotretnya saat di Bali secara diam-diam)
"o..Nona Anisa,tadi dia keluar mau beli ayam bakar pak Kumis,"jawab security,memang sebelum Anisa ke luar lobby dia sempat berbincang sama security lobby.
Anisa memang baru sebulan menghuni apartemen itu namun karena sifatnya yang ramah sudah hampir semua security mengenalnya.
Setelah mendengar penjelasan security,Boy pun berjalan menuju kedai ayam bakar pak Kumis yang letaknya sudah di tunjukkan oleh security itu.
Ternyata benar Boy melihat istri bosnya itu sedang makan dengan lahap lalu dia menghampiri Anisa.
"Selamat malam nona Anisa,"sapa Boy.
Anisa kaget mendengar namanya di sapa karena dia lagi asyik menikmati makanannya.
"Boy,kamu ngapain ke sini,"tanya Anisa.
"Nona Anisa,saya mencari anda di apartemen tapi anda tidak ada,"ucap Boy.
"o..pasti di suruh bosmu kan?kenapa dia lagi sibuk?"ucap Anisa kesal.
Boy hanya tersenyum kecil tanpa menjawab.
"Boy,kalau kamu gak mau makan apa kamu mau nolongin aku yang lagi ngidam ini,"tanya Anisa.
"Anda sedang hamil nona?"Boy bertanya balik.
"ups.. tadinya aku gak mau bilang siapa-siapa tapi udah keceplosan,"ucap Anisa pelan.
"Anda mau minta tolong apa?"Boy bertanya lagi.
"Sebenarnya aku mau makan ceker pedas level tertinggi,tapi takutnya bayi dalam perut aku kepedasan,jadi aku mau kamu yang makan,mau kan Boy,"ucap Anisa dengan memohon.
Sebenarnya Boy tidak suka makan makanan pedas namun demi memenuhi permintaan istri bosnya yang lagi ngidam mau tidak mau dia menyetujuinya.
Boy mulai memakan ceker pedas dengan level tertinggi di hadapannya,di sampingnya Anisa melihat dengan mata yang berbinar senang.
"Ayo Boy kamu bisa,"seru Anisa seperti orang yang mensupport orang yang sedang lomba.
Boy mulai kepedasan sesekali dia minum air putih untuk mengurangi rasa pedasnya.
"Nona apa harus sampai habis,saya sudah tidak kuat,"Boy minum air putih sambil mengipas-ngipas mulutnya dengan tangannya.
ha..ha..ha..
Anisa ketawa melihat Boy yang kepedasan,tidak berselang lama Boy pun ikut tertawa.
"Sayang....."suara seseorang mengagetkan mereka.
"Mas.."ucap Anisa, sontak Boy langsung berdiri menjauh.
__ADS_1
Aditya langsung duduk di sebelah Anisa dan menyingkirkan Boy yang tadi duduk di sebelah istrinya itu.
"Sayang..aku mencemaskan kamu eh..malah asyik berduaan sama asisten sialan ini,"ucap Aditya melirik tajam ke arah Boy.
"orang yang ada waktu untuk nemenin Nisa makan itu Boy,mas kan sibuk banget,"Anisa menjawab dengan nada kesal.
"Maafin mas ya...sikap mas tadi siang pasti menyakiti hati kamu,"ucap Aditya dengan nada menyesal sambil menggenggam tangan Anisa lalu mencium nya berulang-ulang.
"gak.. enggak salah,"ucap Anisa makin kesal sambil memanyunkan bibirnya.
"Sayang..sekali lagi maafin, jangan manyun gitu dong entar mas cium nih,"goda Aditya sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Anisa.
Sontak Anisa langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"ih mas mesum,"ucap Anisa.
Aditya melihat ke arah Boy yang terus-menerus minum air putih karena kepedasan makan ceker pedas tadi.
"Boy,kamu kenapa?"tanya Aditya.
"Maaf bos, saya kepedasan makan ceker pedas level tertinggi,"jawab Boy.
"Seingat saya,kamu kan gak suka makan pedas,mau pamer jagoan di depan istri saya ya"ucap Aditya sebal.
"Ini karena permintaan orang ngidam,"Boy keceplosan karena mendengar tuduhan bosnya itu.
"Ngidam??siapa yang hamil,"tanya Aditya bingung karena setau dia kalau Boy belum punya istri.
Anisa kaget mendengar pertanyaan Aditya karena Anisa belum cerita pada suaminya kalau dia tengah hamil.
Aduh gimana ini apa mas Aditya akan marah ya..kalau dia tau aku hamil tapi dari mulut orang lain duluan gumam Anisa dalam hati
"ya istri bos lah,saya kan belum punya istri,"jawab Boy keceplosan lagi.
"Maksudmu??"Aditya masih bingung karena yang dia tau istrinya yang lagi hamil adalah Monica masa iya Monica jauh-jauh menyuruh Boy makan ceker pedas di sini di hadapan Anisa.
Setelah berkata lalu Aditya berfikir atau jangan-jangan yang di maksud Boy adalah Anisa,lalu dia melirik ke arah Anisa yang lagi senyum was-was.
"Sayang..kamu hamil?"tanya Aditya.
Anisa mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya karena takut Aditya marah lalu berkata"Maaf belum sempat kasih tau mas."
Aditya langsung memeluk istrinya lalu mencium seluruh wajah Anisa berkali-kali.
cup..cup..cup..
ehemmm...
"tempat umum kali bos,"Boy menyadarkan Aditya atas sikap bos nya itu.
"Boy, terimakasih ya..kamu sudah memenuhi permintaan istri saya yang lagi ngidam,saya kasih bonus bulan ini,"ucap Aditya.
"Dengan senang hati bos he..he.."jawab Boy kegirangan karena dapat bonus tidak sia-sia bibirnya Jontor kepedasan.
"Sayang,kamu mau makan apa lagi?"tanya Aditya sambil mengelus perut istrinya.
Dengan malu Anisa membisikkan sesuatu di telinga suaminya, membuat Aditya tersenyum senang.
Mendengar bisikan Anisa,Aditya langsung buru-buru berdiri dan menggandeng Anisa ke luar kedai untuk kembali ke apartemen dan menyuruh Boy membayar tagihannya.
__ADS_1
**Makanan apa lagi yang Anisa mau??🤔🤔