Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
Jalan santai di taman


__ADS_3

Di dalam kamar Aditya,Anisa dan Monica sedang asyik menikmati kerak telor,ada sesi di mana Aditya menyuapi Anisa ataupun sebaliknya bedahalnya dengan Monica dia hanya sesekali memakan kerak telor karena merasa sebal dengan kedua orang di dekatnya.


Ada sepasang mata yang memperlihatkan mereka merasa curiga dengan interaksi diantara ketiga orang di dalam kamar.


**gadis itu memang mirip dengan mu cara dia tersenyum,cara makannya ataupun cara memainkan rambut panjangnya seperti kebiasaan mu gumam pak Pratama dalam hati yang melihat mereka dari celah pintu yang sedikit terbuka**


Saat pak Pratama keluar dari kamarnya untuk kembali ke ruang kerjanya karena ponselnya ketinggalan dia mendengar suara orang berbincang di dalam kamar tamu lalu diapun mendekat kearah kamar ternyata anak dan menantunya ada di situ dengan tamu istrinya yaitu Anisa.


Karena penasaran pak Pratama mencoba mendekati kamar dan dia melihat Anisa secara intens memperhatikan gerak-gerik perempuan itu.


Lumayan lama pak Pratama mengintip dari luar pintu kamar akhirnya diapun melanjutkan ke ruang kerjanya untuk mengambil ponselnya.


aku melihat ada sesuatu antara Aditya dan Anisa dari pandangan mata mereka terlihat


ada cinta,itu tidak boleh karena Aditya sudah menikah dan kalau Anisa benar anakmu berati Anisa...ah... tidak mungkin gumam pak Pratama dalam hati


******


Hari Minggu yang cerah,mamih Aditya sudah siap-siap untuk mengajak Anisa jalan pagi ke taman kompleks perumahannya.



Anisa sudah memakai pakaian santainya dan hanya memakai sandal karena dia hanya akan menemani mamih Aditya jalan-jalan di sekitar taman untuk menghirup udara pagi.


Mamih Aditya dan Anisa sudah siap-siap untuk keluar rumah tiba-tiba di belakang mereka sudah ada Aditya dengan pakaian santainya pula.



"Mam,Aditya ikut ya.. nemenin mamih,"ucap Aditya yang sudah berada di belakang mamihnya.


"Tumben pak CEO mau nganterin mamihnya jalan santai ke taman memangnya gak sibuk ya?"tanya mamih Aditya menggoda anaknya yang memang gak pernah mau kalau di ajak dengan alasan sibuk dengan pekerjaan walaupun hari Minggu.


"Kebetulan Aditya gak sibuk hari ini,bolehkan ikut gabung sama nona-nona cantik?"Aditya membalas menggoda mamihnya.


"Hei...tampan kami bukan nona-nona lagi,kami sudah bersuami ha..ha..,"Mamih Aditya mencubit tangan kekar anaknya.


Anisa hanya tersenyum melihat keakraban ibu dan anak.


Akhirnya mereka berjalan menuju taman kompleks.


"Mam, istirahat dulu kasian Nisa,diakan lagi hamil,"ucap Aditya saat mereka berada di dekat kursi taman.


"o ya...maaf ya Nis,ayo kita duduk dulu,"mamih Aditya mengajak Anisa duduk di kursi taman.


Mereka bertiga duduk di kursi taman dengan posisi mamih Aditya di tengah di samping kanan Aditya dan di samping kiri Anisa.


"Dit,kenapa Monica gak di ajak sekalian udara pagi bagus kan buat perkembangan bayi,"ucap mamih Aditya.


"Mam,Monica kan kandungannya lemah jadi gak bisa kalau harus jalan entar kecapean,"jawab Aditya.


"Anda sungguh perhatian pak Aditya beruntung sekali nyonya Monica,"ucap Anisa lalu memalingkan wajahnya sedikit cemburu.


"ah...saya gak seperhatian dan seromantis suami kamu Nis,"ucap Aditya mencoba memancing Anisa agar memuji suaminya yang tak lain dia sendiri.

__ADS_1


"Beneran Dit, suaminya Anisa romantis?mamih jadi pengen ketemu pasti dia sangat gagah dan tampan ya?"tanya mamih Aditya penasaran dengan sosok suami Anisa.


"Alhamdulillah mam,suami Anisa sangat baik dan romantis apa yang Nisa pengen pasti dia turuti apalagi sekarang Anisa sedang hamil,"jawab Anisa tulus.


Aditya senyum-senyum mendengar jawaban Anisa.


o..sayang..makasih pujiannya jadi gemes gumam Aditya dalam hati


"Dia juga ganteng loh..mam,"ucap Aditya memuji diri sendiri.


"wah..gantengan siapa sama anak mamih ini?"tanya mamih Aditya sambil mencubit pipi anaknya.


"Sama-sama ganteng ,"ucap Anisa pelan sambil melirik ke arah suaminya.


"Makasih,"ucap Aditya singkat tidak lupa diapun tersenyum.


"Andai anak mamih belum nikah mungkin sudah mamih jodohin sama kamu Nis,"ucap mamih Aditya.


maaf mam kami memang sudah nikah tapi ini belum saatnya Aditya cerita ucap Aditya dalam hati


"Mamih bisanya jodoh-jodohin,"Aditya menggerutu.


"Maaf tampan dulu mamih jodohin kamu itu demi kebaikan kamu dan sekarang kalian bahagia kan?"ucap mamih Aditya mengelus-ngelus punggung anaknya.


"huhhh...mamih,"Aditya mendengus.


Mereka sedang asyik berbincang-bincang tiba-tiba ada dua orang ibu yang mengenal keluarga Pratama sepertinya mereka tetangga mamihnya Aditya.


"eh..nyonya Pratama lagi nyantai sama anak dan mantunya ya?"tanya ibu satu.


Anisa dan Aditya tersenyum mendengarnya.


"ya Bu,kami lagi jalan santai menikmati udara pagi,"jawab Mamih Aditya.


"nyonya Pratama,apa mantunya sudah isi?"tanya ibu yang satu sedikit berbisik pada mamihnya Aditya.


"Alhamdulillah,"jawab Mamih Aditya singkat.


"wah.. selamat ya.. sebentar lagi jadi Oma,"ucap kedua ibu-ibu itu.


Mamih Aditya melayangkan senyuman tulus kepada kedua perempuan itu.


Sementara mamih Aditya masih ngobrol sama kedua tetangganya,Aditya dan Anisa mulai berjalan mendekati bunga-bunga dan pohon buah yang ada di taman tersebut.


"Mas,lihat deh kesitu,"Anisa menunjuk ke arah kiri suaminya.


Aditya menengok ke arah yang di tunjukan Anisa lalu berkata"ada apa?"


"itu..tuh.."tunjuk Anisa lagi.


"apa?"Aditya celingukan mencari apa yang di tunjukan Anisa sampai terlihat pohon mangga dengan buah yang begitu lebat.


"Mas,Nisa mau buah mangga yang muda,"ucap Anisa dengan wajah memohon.

__ADS_1


"ya udah mas minta Boy beli di tukang buah ya,"Aditya dengan cepat mengeluarkan ponselnya seraya mau menghubungi asistennya.


"Mas,Nisa maunya yang ada di pohon itu,"rengek Anisa.


Aditya melihat ke arah pohon mangga,dia lihat dengan seksama lumayan tinggi pohonnya.


**gimana ngambilnya aku kan gak pernah manjat pohon gumam Aditya dalam hati**


"Sayang..mas pintain sama penjaga taman ya?biar dia yang petikin."ucap Aditya.


"Mas,Nisa pengennya mas yang petik sendiri terus Nisa foto dari bawah,maukan?pinta Anisa sambil mengerucutkan bibirnya.


Selagi Anisa dan Aditya bernegosiasi tiba-tiba mamih Aditya sudah berada di dekat mereka.


"Ada apa Dit?"tanya mamih Aditya mengagetkan Anisa yang sedang menarik-narik tangan Aditya.


"Ini mam,Anisa mau mangga muda itu yang di pohon,"jawab Aditya.


"Kenapa gak di ambilin Dit,minta tolong sama Abang penjaga tamannya,"ucap mamih Aditya.


"Maaf mam,Nisa pengen di petikin sama pak Aditya terus mau Nisa foto buat kenang-kenangan,boleh kan?"ucap Anisa dengan muka memelas.


"Ya sudah mamih ijinkan,ayolah Dit kasihan kalau nanti anaknya Anisa ngiler gimana?"ucap mamih Aditya.


"Anaknya entar ngileran mam?"tanya Aditya yang langsung berjalan menuju pohon mangga.


aduh jangan sampai ngiler anak daddy gumam Aditya dalam hati


"Dit, hati-hati,"ucap mamih Aditya.


"Pak Aditya hati-hati,ambil yang dekat tangan anda,"ucap Anisa antusias.


Aditya mulai memetik satu persatu mangga yang dekat dengan jangkauannya.


"Pak Aditya,pegang dulu mangganya terus lihat ke bawah,Nisa mau fotoin,"pinta Anisa.


ckrekk..ckrekk..Anisa terus memotret Aditya yang sedang memetik buah mangga.


Mamih Aditya tersenyum melihat anaknya yang menuruti kemauan anak buahnya yang lagi ngidam.


Dit,mamih gak nyangka kamu mau nurutin kemauan Anisa walaupun dia hanya teman dan karyawan kamu,tapi kenapa anak ini lebih perhatian sama Anisa daripada Monica ya...padahal mereka hanya teman dan sebatas atasan dan bawahan?


sepertinya Aditya??ah gak mungkin ucap mamih Aditya dalam hati


"ah...semuttt...semut..."Aditya tiba-tiba terjatuh.


Bukkk..


aww...


"Ditt..."


"Mass...."

__ADS_1


**aduh kasihan Aditya**


__ADS_2