Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
menyesakan dada


__ADS_3

Anisa diam terpaku saat melihat pemandangan yang menyesakan dadanya,dia sadar tak seharusnya mempunyai perasaan seperti ini.


"Maaf",Anisa mencoba membalikan tubuhnya namun entah kenapa kakinya sulit sekali bergerak tubuhnya bergetar dan sangat lemas, wajahnya terasa panas dia menahan agar air matanya tidak sampai menetes.


Anisa langsung memasukkan testpack yang dia pegang tadi ke dalam kantong blezernya,tadinya dia mau memberikan kejutan untuk Aditya namun malah dia yang dapat kejutan.


Anisa melihat Aditya sedang duduk di sofa dan di sampingnya Monica sedang bergelayut manja sambil menciumi Aditya walaupun sebenarnya Aditya tidak merespon sedikit pun.


Aditya menatap kaget orang yang baru masuk ke dalam ruangannya ternyata wanita yang dia rindukan selama tiga hari ini, langsung saja dia berdiri saat melihat Anisa yang berbalik ke luar ruangan.


"Sayang.. jangan pergi,"ucap Aditya sambil memeluk Anisa dari belakang.


*Flashback on*


Saat Monica tiba di kantor Aditya,dia melewati ruangan divisi keuangan tanpa di duga dia melihat sosok wanita yang mulai dia benci yaitu Anisa.


o.. ternyata perempuan kampungan itu kerja di kantor ini, tunggulah Anisa sayang ,akan ada kejutan untukmu senyum licik terlihat dari paras wajahnya yang tampak angkuh


Monica sampai di depan meja sekertaris Aditya lalu dia membisikkan sesuatu"telepon bagian divisi keuangan dan suruh karyawan yang bernama Anisa datang keruangan pak Aditya".


Monica masuk ke dalam ruangan Aditya tanpa mengetuk dan dia langsung menghambur dan memeluk suaminya yang sedang meriksa beberapa file.


"Mon,lepasin jangan kaya gini inikan kantor,"Aditya mencoba menjauh namun Monica terus memeluk dan menciumnya,dan tiba-tiba suara ketukan pintu yang Aditya kira itu adalah Boy asistennya.


*Flashback off**


Aditya masih memeluk Anisa dari belakang sambil terus meminta maaf.


"Sayang..maaf ,"ucap Aditya.


prok...prok..


suara tepuk tangan Monica menggema di ruangan.


"waw.. pasangan romantis,hei..wanita kampung jangan lupa dengan setatus lu yang hanya istri kontrak jadi jangan belagu karena mulai sekarang kontrak lu sudah habis karena gue sedang hamil anaknya Aditya," ucap Monica sambil menarik tangan Aditya supaya melepaskan pelukannya dari tubuh Anisa.


Aditya menepis tarikan tangan Monica tanpa disadari tubuh Monica terhempas dan jatuh ke lantai,serasa mendapatkan angin surga Monica memanfaatkan momen ini dengan licik.


"aw..perutku,"ucap Monica sambil meringis kesakitan.


Sontak Aditya dan Anisa menghampiri Monica dan langsung mengangkat tubuh Monica dan menidurkannya di atas sofa.


"Mon,kamu baik-baik aja?apa yang sakit?"tanya Aditya cemas,tidak jauh dengan Aditya,Anisapun sangat takut terjadi apa-apa dengan Monica.


"Mas,kita bawa saja ke rumah sakit ayo..mas..mas.."ucap Anisa berulang-ulang sambil menepuk-nepuk pundak Aditya.


"Stop..Nis,jangan berteriak terus aku panik dan takut terjadi apa-apa sama anak aku,"ucap Aditya membentak Anisa.


"Maaf,aku cuma...,"kata-kata Anisa di potong Aditya.


"cepat, panggil dokter,"ucap Aditya dengan nada suara tinggi.


Deg..

__ADS_1


Anisa kaget mendengar bentakan Aditya yang cukup menyakiti hatinya.


Lalu Aditya memangil asistennya,"Boy...Boy.. panggil dokter.


Boy langsung masuk kedalam ruangan bosnya setelah mendengar teriakkan Aditya lalu dia segera menghubungi dokter Amel.


Di situasi tegang ada senyuman licik yang tersungging di bibir Monica.


**Anisa..itu baru bentakan dari Aditya tidak lama lagi lu akan di usir secara menyedihkan gumam Monica dalam hati sambil terus mengelus perutnya pura-pura sakit**


Anisa berdiri agak gontai dan mulai melangkahkan kakinya menuju luar ruangan,dia merasakan sakit di dadanya saat mendengar Aditya membentaknya.


Mas.. sebegitu nya kamu mencemaskan bayi dalam kandungan Monica sehingga tega membentak aku,lalu apa kamu akan menyayangi anak yang aku kandung juga lirih hati Anisa


Karena begitu mencemaskan Monica,Aditya tidak menyadari kalau istri keduanya sudah meninggalkan ruangan dengan berlinang air mata.


Aditya terus menenangkan Monica yang terus menangis kesakitan,tidak lama dokter Amel tiba di ruangan Aditya.


"Selamat siang pak Aditya,"dokter Amel menyapa Aditya dan langsung menghampiri Monica.


"Cepat Dok periksa istri saya",ucap Aditya lalu berdiri dari duduknya.


Dokter Amel mulai memeriksa sahabatnya itu,dia sudah tau apa yang Monica inginkan karena memang dua sahabat ini bersekongkol.


"Maaf pak Aditya saya kan sudah bilang jangan buat Monica sedih ataupun stres karena itu mengganggu kesehatan bayi dalam kandungannya,"jelas dokter Amel.


"ya..saya ingat,"jawab Aditya.


Anisa masuk ke dalam ruangan dengan kaki gontai dan muka sembab.


"Nis,lu kenapa?"tanya Tari cemas.


Sontak semua karyawan melihat ke arah Anisa.


"Paling kena damprat mbak Monica tadi dia kan ke sini, ketahuan kalau nih cewek suka godain pak Aditya,"ucap Adel yang selalu iri sama Anisa.


"Heh cewek reseh jangan sembarangan ngomong,"Tari kesal mendengar ucapan Adel.


"sudah..sudah..aku gak apa-apa kok,"ucap Anisa.


tak..tok..tak..tok..


Terdengar bunyi suara sepatu dari beberapa orang, hampir semua karyawan dalam ruangan divisi keuangan melihat ke arah luar, ternyata mereka adalah Aditya yang menggandeng Monica diikuti Boy dan dokter Amel dibelakangnya.Aditya membawa pulang Monica.


"eh..lihat kenapa tuh bak Monica seperti kesakitan,"ucap Adel yang selalu kepo,namun tak ada satupun yang menjawab perkataan Adel.


Anisa melihat ke arah luar namun lelaki yang dia lihat tak melirik sedikit pun ke arahnya, sungguh menyesakan dadanya.


ya.. Allah selalu beri aku keikhlasan dalam menjalankan pernikahan ini, sesungguhnya aku hanya manusia biasa yang merasakan sakit ketika harus berbagi orang yang di cintai dengan wanita lain gumam Anisa dalam hati


Waktu menunjukan pukul 16.00 WIB,seluruh karyawan siap-siap pulang.


Anisa dan Tari sudah keluar ruangan dan kini mereka menuju lobby.

__ADS_1


"Nis,gue duluan ya.. karena ada janji sama sepupu yang baru datang dari kampung,"ucap Tari yang sebenarnya ingin sekali menemani Anisa yang terlihat sedih namun Tari sudah kepalang janji dengan sepupunya.


"Ya..Tar,gue gak apa-apa kok, lu gak usah khawatir,"jawab Anisa.


Anisa dan Tari pun berpisah di lobby,Anisa lalu naik taksi menuju apartemennya.


Anisa kini sudah sampai apartemennya,dia masuk kamar dan langsung merebahkan tubuhnya yang terasa leleh, Anisapun tertidur pulas.


trettt.. treett..


Ponsel Anisa berbunyi namun dengan mode getar sehingga tidak terdengar oleh sang empunya yang tertidur pulas,hampir 20 kali panggilan namun Anisa tidak mengangkatnya.


*Rumah Pak Pratama**


Aditya kini sedang berada di balkon ruangan olah raga yang berada di lantai atas,dia mondar-mandir menelpon seseorang namun terdengar hanya nada sambung yang di akhiri suara operator.


Tut..Tut..


Setelah sampai rumah Aditya mengingat apa yang terjadi di ruangannya tadi,dia yang mengacuhkan Anisa bahkan tega membentaknya.Aditya menyesalinya dan ingin sekali langsung menemui Anisa dan meminta maaf namun mamih dan papihnya melarang Aditya ke luar rumah dengan alasan apapun karena harus menjaga Monica yang selalu menangis.


Aditya yang frustasi lalu naik ke lantai atas ke ruangan olahraga di sana dia mencoba menelpon Anisa namun sampai beberapa kali panggilannya tidak di jawab juga.


sayang maafin aku, kemana kamu gak angkat telepon,kamu baik-baik aja,atau kamu marah sama suamimu ini beberapa pertanyaan dalam hati Aditya


Aditya masih mondar-mandir,merasa cemas akan keadaan Anisa.Akhirnya dia menghubungi asistennya.


📱 Aditya


"Boy,kamu ke apartemen saya cek keadaan nona Anisa"


📱Boy


"Siap tuan"


Setelah memerintahkan Boy,dia turun ke lantai bawah karena mendengar panggilan dari sang mamih.


Di ruang keluarga nampak Monica yang sedang di pijit kakinya oleh mbak Jum,mamih dan papih Aditya serta Omanya Aditya mereka sedang berbincang-bincang.


Lain hal dengan Aditya dia kini sedang mondar-mandir seperti setrikaan sedang menunggu telepon dari asistennya.


"hei..Aditya kenapa kamu mondar-mandir udah kaya setrikaan,sini gabung sama kita,"ucap Oma kesal melihat kelakuan cucunya.


"Maaf Oma,Aditya lagi nunggu telepon dari Boy masalah kerjaan,"jawab Aditya sedikit berbohong.


"anak itu kalau masalah kerjaan pasti nomer satu,"Pak Pratama senyum merasa bangga pada putranya yang selalu memprioritaskan kerjaan.


trettt... treett..


📱Boy:"hallo tuan,maaf nona Anisa tidak ada di apartemen"


📱Aditya:"apa?"


**Kemana Anisa bukannya tadi lagi tidur???

__ADS_1


__ADS_2