
Aditya sudah sampai kantornya ,di sepanjang jalan dia terus memikirkan percakapan Monica dengan seseorang di balik telepon.Entahlah apa yang dia rasakan sekarang hatinya sakit walaupun Aditya tidak mencintai Monica namun selama menikah Aditya selalu menghormati dan menghargai Monica sebagai istrinya,namun jika benar Monica mengkhianatinya dia merasa harga dirinya terkoyak sebagai seorang suami.
Aditya berjalan melewati ruangan divisi keuangan,dia melirik ke arah wanita yang bisa membuatnya tenang dan nyaman dia adalah Anisa Andini.Aditya melihat istrinya sedang tersenyum di kala melakukan briefing bersama teman satu divisinya,dia terlihat cantik dan anggun.
sayang aku mencintaimu jangan pernah berfikir atau mencoba meninggalkanku, tetaplah di sampingku hingga kita menua bersama ucap Aditya dalam hati saat melihat Anisa di dalam ruang divisi keuangan.
Aditya masuk ruangannya di ikuti Boy yang sudah tiba duluan.
"Selamat pagi bos,"sapa Boy.
"Pagi Boy,apa jadwal saya hari ini?"tanya Aditya lalu dia duduk di kursi kebesarannya.
"Ada jamuan makan siang dengan clien PT.GRIYA GROUP, selebihnya kosong bos,"jawab Boy.
Pagi ini wajah Aditya terlihat kusut membuat penasaran asisten plus sahabatnya itu.
"Maaf bos kenapa dengan muka anda begitu kusut seperti uang kembalian gorengan saja?"Boy mencoba menggoda bosnya.
"Sialan kamu Boy,wajah saya ini paling tampan sejagat raya,"ucap Aditya mulai mau tersenyum.
"Nah gitu dong bos tersenyum,"Boy ikut tersenyum.
"Boy,saya punya tugas tolong selidik setiap gerak-gerik Monica dan cari tau seperti apa kehidupan dia saat di Paris,"ucap Aditya.
Boy kaget mendengar ucapan bosnya lalu dia bertanya"apa yang terjadi bos?"
"Saya curiga dia merahasiakan sesuatu tentang kehamilannya,"jawab Aditya.
"Siap bos,"ucap Boy.
tok..tok..
"Maaf pak,ada tuan Angga ingin bertemu anda," ucap sekertaris Aditya .
"suruh dia masuk,"jawab Aditya,namun baru saja di ijinkan masuk oleh Aditya sahabatnya itu sudah nongol duluan di depan pintu.
"hai bro,"sapa Angga dan langsung mendaratkan bokongnya di atas sofa.
"ada apa lu ke sini pagi-pagi,"tanya Aditya pada sahabatnya itu.
"Kangen elu lah,he..he.. Angga ketawa melihat wajah sahabatnya yang kusut.
__ADS_1
"gue lagi gak mau di ganggu, pulang sana,"ucap Aditya.
"hei..bro,ada masalah apa?"tanya Angga.
Adityapun menceritakan semuanya tentang kecurigaannya pada Monica dan percakapan Monica di telepon dengan seseorang.
Angga mendengarkan dengan seksama,dia mengerti apa yang di rasakan sahabatnya itu.
"Tenang bro,gue akan bantu lu, serahkan masalah ini pada detektif Angga yang ganteng ini,"ucap Angga membuat Aditya tertawa.
Boy membawa dua cangkir kopi untuk bos dan sahabatnya itu.
"Bos, silahkan kopinya dan Ga minumlah spesial buat lu,"Ucap Boy.
"Spesial pake apaan? jangan-jangan lu kasih sianida ya?"tanya Angga bercanda.
"Tenang bro gue kasih ramuan agar insyaf jadi play boy,"jawab Boy sambil terkekeh melihat ke arah Angga.
"Heh jomblo sejati bisa-bisanya lu bilang gue playboy,"ucap Angga sambil melempar bantal sofa ke arah Boy.
"Terus harus bilang apa? pecinta sejati he..he..,"Boy ketawa.
"Hei kalian berdua bikin gue tambah pusing,"ucap Aditya sambil melotot.
"Maaf Dit,"ucap Angga dan Boy serempak.
uhukk... uhukk..
Aditya yang sedang meminum kopinya kaget dengan pertanyaan Angga pada Boy.
"Emangnya kenapa?"Boy pun kaget dengan pertanyaan Angga.
"Gue waktu itu ketemu Anisa di depan Swalayan terus dia pingsan gue bawa ke klinik dan tenyata dia sedang hamil,"cerita Angga.
"terus.."Boy penasaran mendengarya sama halnya dengan Aditya antara kesal dan penasaran mendengar cerita sahabatnya itu.
"Gue anterin ke klinik di sana dia di periksa lumayan lama terus suster dan dokternya ngira gue suaminya lalu ngasih selamat sama gue katanya"selamat pak anda akan segera jadi ayah"he..he..gue seneng banget dengernya"ucap Angga sambil cengengesan.
"Kenapa lu yang senang kan lu bukan suaminya,"Ucap Aditya sewot.
"Ya emang sih,tapi gue seneng aja dan bakalan rela deh jadi ayah dari anak yang di kandung Anisa,"jawab Angga.
"Jangan ngarep,"ucap Aditya singkat.
__ADS_1
"Biarin,yang gue tau suami Anisa kayanya gak perhatian sama dia buktinya lagi di klinik Anisa bilang kalau suaminya sibuk banget sampai-sampai dia tidak tau kalau istrinya sedang hamil,parah banget kan suaminya,"Angga bercerita dengan antusias sedangkan Aditya geram mendengar celotehan sahabat nya yang memojokkan dia sebagai suaminya Anisa.
"udah bro cerita lu gak bermutu,"ucap Boy sambil melirik ke arah bosnya yang sudah bertanduk menahan amarahnya.
"Boy,kasih tau gue seperti apa suaminya kali aja si Anisa gak bahagia sama suaminya gue siap jadi ayah sambung anaknya,"Angga serius dengan ucapannya.
"Angga putra... diam!"ucap Aditya dengan suara lumayan kencang.
Angga menutup mulutnya kaget mendengar Aditya berteriak.
"hei..bro kenapa lu yang sewot,gue kan cuma pingin tau, kali aja ada kesempatan buat dapetin Anisa,"ucap Angga dengan nada tinggi pula.
Sebenarnya Aditya kesal dan cemburu mendengar cerita Angga apalagi sahabatnya itu bercerita Anisa sempat pingsan dan yang semakin Aditya kesal tentang kehamilan istrinya itu bukan dia yang tau duluan malah sahabatnya dulu yang tau.Tapi Adityapun menyadari kalau beberapa hari yang lalu dia tidak memperhatikan istri keduanya itu.
"Sorry bro gue lagi penat,o ya makasih sudah menolong Anisa,"ucap Aditya.
Angga terkejut mendengar ucapan Aditya "kenapa harus lu yang berterimakasih,dia kan cuma karyawan lu,"tanya Angga heran.
"emm.. karena gue bos yang perhatian he..he..,"Aditya mencoba menghilangkan kecurigaan Angga.
"cih, perhatian apaan lu kan bos yang dingin dan menyebalkan,"ucap Angga sambil berlalu keluar ruangan.
"Hei playboy reseh lu mau kemana?"tanya Aditya kesal.
"gue mau lihat wajah cewek idaman gue,"ucap Angga yang kini berada di depan pintu.
"hei.. jangan ganggu dia, Anisa milik gua,"ucap Aditya keceplosan sambil lari mengejar Angga untung saja ucapannya tidak terdengar oleh Angga.
Angga sudah berada di depan ruangan divisi keuangan namun saat dia mau masuk kedalam Aditya menarik kerah bajunya.
"hei.. jangan ganggu dia lagi kerja,"ucap Aditya menarik kerah Angga.
"bro apa-apaan lepasin,gue cuma mau nyapa doang,"Angga kesal dengan kelakuan Aditya yang aneh.
"gak boleh!!ayo gue traktir lu sarapan,"ajak Aditya menarik Angga menjauh dari ruangan divisi keuangan.
"Dasar bos diktator dan tidak pengertian gue cuma mau pdkt doang,"ucap Angga sambil memukul pelan lengan Aditya lalu mereka berjalan kearah lobby menuju sebuah restoran yang tidak jauh dari kantor.
Hampir semua karyawan yang ada di ruangan divisi keuangan melihat kegaduhan di depan pintu,mereka aneh melihat kelakuan dua bos besar yang seperti anak-anak sedang berebut mainan.
"Mereka kenapa?"itulah sebagian suara karyawan yang terdengar di telinga Anisa.
mas Aditya sama Angga kenapa? gumam Anisa dalam hati
__ADS_1
***Ada apa dengan mereka??
***tunggu cerita selanjutnya***