
"Jadi Anin cucunya oma,?"ucap Angga pelan.
Anin melihat ekspresi wajah laki-laki yang ada di sampingnya.
"Angga,apa kamu kenal grandma aku?"tanya Anin.
"Kalau benar yang di foto ini grandma kamu,aku sangat mengenalnya dia adalah Omanya sahabat aku,"jawab Angga.
"Alhamdulillah, akhirnya ada titik terang keberadaan grandma,aku sangat merindukannya karena beliau adalah satu-satunya keluarga yang aku punya,"Anin menatap layar ponselnya dengan mata sendunya.
"Sabar ya.. Insyaallah aku akan membantu kamu bertemu grandmamu Anin."Angga merangkul bahu Anin.
Deg
ah.. cowok ini bikin aku jantungan saja,dia begitu manis baru kali ini aku merasakan debaran di dekat laki-laki biasanya aku gak perduli keberadaan kaum laki-laki yang sok manis tapi kali ini cukup membuatku deg-degan *gumam Anin dalam hati
*perasaan apa ini?kenapa walau kami baru kenal tapi perempuan ini mampu membuat hatiku bergetar dan aku ingin selalu melindungi dan menjaganya,apakah aku telah jatuh cinta pada dia ucap Angga dalam hati*
"Anin,aku akan membawa kamu untuk bertemu grandmamu tapi tunggu aku menyelesaikan pekerjaan ku dulu di sini ya,"ucap Angga.
"Angga terimakasih,aku beruntung bertemu dengan kamu dan maaf kalau pertemuan pertama kita kurang berkesan baik,"Anin menoleh ke samping menghadap wajah Angga.
"Ga..gak apa-apa,"Angga tergagap karena wajah Anin begitu dekat dengan wajahnya hingga hembusan nafasnya terasa menyeruak ke dalam hidungnya aroma mint yang membuat Angga ingin lebih mendekatkan wajahnya pada wajah cantik perempuan yang berada di sampingnya.
sumpah.. kenapa dengan jantung gue berdekup lebih kencang seolah-olah naik rollercoaster gumam Angga dalam hati
Anin dan Angga saling bertatapan, jantung keduanya berdebar kencang mereka menelan salivanya masing-masing menahan diri untuk tidak berbuat aneh-aneh walaupun kini jarak wajah mereka hanya beberapa centimeter bahkan hidung mancung keduanya hampir bersentuhan.
Anin memalingkan wajahnya kini dia menghadap lurus ke depan ke arah laut.
ehmm...
Angga berdehem untuk memecahkan keheningan di antara mereka sambil berkata"bagaimana kalau kita lanjut berjalan menyusuri bibir pantai ini sambil menikmati udara pagi."
"Baiklah,"Anin berdiri namun tiba-tiba tubuhnya oleng dan jatuh tepat di pangkuan Angga kini wajah keduanya menempel bahkan bibir seksi Anin menyentuh bibir Angga.
satu
dua
tiga detik
Posisi keduanya masih sama seolah mereka saling terhipnotis,diam tak ada pergerakan namun suara jantung mereka terdengar berdekup lebih cepat.
Angga putra yang terkenal playboy kini terlihat bodoh dan polos biasanya dia tak pernah menyia-nyiakan situasi seperti ini tapi beda kali ini entahlah apa yang dia rasakan pada perempuan yang ada di pangkuannya sekarang.
"Ma..maaf,"Anin bangun dari pangkuan Angga lalu dia jalan duluan terlihat pipinya yang putih mulus kini bersemu merah merona.
Anggapun bangkit dari duduknya dengan senyuman terukir di bibirnya lalu dia berjalan mengikuti Anin
ah.. menggemaskan sekali perempuan itu gumam Angga dalam hati
__ADS_1
**Jakarta, kantor PRATAMA GROUP**
cklek..
Boy membuka pintu ruangan Aditya karena sudah beberapa kali mengetuk pintu namun tak ada jawaban dari dalam padahal ini baru menunjukkan pukul sembilan pagi.
"Selamat pagi,Bos"sapa asisten Boy.
Terlihat Aditya sedang duduk menyender di kursi kerjanya namun dia membelakangi arah pintu masuk.
"Bos..bos.."asisten Boy mendekati atasannya.
"Bos..lah dia tidur di pagi hari,"asisten Boy terus memanggil-manggil bosnya karena ada jadwal pertemuan dengan klien di jam sepuluh.
"Sebentar sayang...mas masih ngantuk,"jawab Aditya masih dalam keadaan matanya merem antara sadar dan tidak.
"Bos..bangun...bangun..,"asisten Boy menggoyang-goyangkan tangan Aditya namun apa yang terjadi Aditya malah menarik tangan Boy.
Bruk...
"sayang..sini peluk mas dulu,"Aditya memeluk asisten Boy, otomatis mata asisten Boy melotot melihat kelakuan bosnya.
"Sela...mat..pa...,"Tari menutup mulutnya saat melihat adegan di depannya,Aditya sedang memeluk asisten Boy yang terjatuh di pangkuannya.
Pagi ini memang Tari di tugaskan memberikan laporan keuangan sebuah event di perusahaan itu karena hari ini Riko dan sekertaris nya sedang ke luar kota jadi Tariklah penggantinya.
"Boyy...."teriak Aditya saat matanya terbuka mendengar sapaan selamat pagi dari seorang perempuan.
"Tari...."ucap Boy dan Aditya serempak.
Tari yang di sebut namanya masih terbengong tak berkedip.
"Boy,ngapain kamu ada di pangkuan saya?"tanya Aditya sambil melotot.
"Bos yang menarik tangan saya lalu saya jatuh ke pangkuan bos,"jawab asisten Boy.
"Saya?"Aditya menunjuk kearah wajahnya.
"Bos tadi ketiduran lalu saya bangunkan tapi bos malah manggil-manggil sayang terus narik tangan saya dan jadilah seperti tadi,"ucap Boy menjelaskan.
"ya..saya ngantuk sekali terus ketiduran dan saat kamu membangunkan saya kira kamu Anisa he..he.."Aditya menggaruk-garuk kepalanya.
Aditya memang pagi ini merasa sangat mengantuk karena semalaman dia bergadang menemani istrinya karena baby Atha rewel menangis terus dan baru bisa diam kalau dia yang menggendongnya alhasil dia baru bisa tidur menjelang pukul tiga dini hari.
Tari masih saja bengong baru sadar saat asisten Boy menepuk bahunya sambil berkata
"Tari..ada apa?"
"eh..gak pak..saya gak lihat,"ucap Tari terbata-bata.
"Gak lihat apa?"tanya asisten Boy mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"anu..itu..eh.."Tari melirik ke arah Aditya yang melotot ke arahnya.
"ha..ha..Tari..Tari..kamu pikir saya suka main pedang-pedangan tadi tuh gara-gara si Boy,"ucap Aditya sambil ketawa.
"Pedang-pedangan? kok bapak gak suka itukan permainan anak laki-laki,"tanya Tari masih dalam mode polos atau lolanya(loading lama😄😄).
"Tari..maksud saya gak mungkin saya sama Boy ,jeruk makan jeruk dong ha...ha..,"
ucap Aditya masih tertawa.
"o.."ucap Tari.
"Sayang..kok jawabnya cuma o,gak berfikir aneh-aneh kan?"tanya asisten Boy pelan takut terdengar bosnya namun sialnya telinga Aditya lebih peka.
"Sayang?kamu panggil siapa Boy?"tanya Aditya menahan ketawa karena dia sudah mencurigai gelagat asisten sekaligus sahabatnya itu dan diapun tau dari Anisa bahwa Tari dan Boy sudah jadian karena kemarin Tari menelpon Anisa dan menceritakannya.
"si..siapa yang ngomong sayang,bos salah dengar,"jawab asisten Boy gelagapan.
"Boy..saya sudah tau,"ucap Aditya lalu duduk di kursi kerjanya.
Asisten Boy dan Tari melongo mendengar ucapan bosnya.
"Bos..sudah tau?"tanya asisten Boy penasaran.
Aditya tersenyum sambil menaik turunkan kedua alisnya lalu berkata"akhirnya sahabat saya tidak jomblo lagi Tar, terimakasih ya..dia jadi kembali normal suka sama cewek."
"Bos..."asisten Boy merengut.
"Bercanda,Tari..mana map laporannya,"ucap Aditya melihat ke arah perempuan yang sedari tadi diam.
"eh...ini pak,"Tari maju ke depan meja kerja Aditya lalu dia menyerahkan laporannya.
Aditya membuka dan membaca map laporan yang di serahkan Tari dengan teliti.Di depan Aditya berdiri ke dua insan yang sedang di mabuk cinta bersampingan mereka sekali-kali saling melirik dan tersenyum.Boy menggerakkan jari-jari tangannya ke tangan Tari sehingga tangan mereka bersentuhan.
Tari tersenyum melihat kelakuan kekasihnya,pipi putihnya pun kini berubah merona.
ehemmm..
Aditya berdehem, sebenarnya Aditya melihat gerak-gerik tangan asistennya rasanya dia ingin tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan dua sejoli itu namun dia tahan.
Tangan asisten Boy kini sudah menggemgam tangan Tari yang berada di samping kirinya.
"Boy..."ucap Aditya.
Sontak tangan Boy melepaskan genggamannya pada tangan Tari.
"i...i ya..bos ada apa,"jawab Boy gagap karena kaget.
"Tidak..saya manggil doang ha..ha..."ucap Aditya ketawa lalu dia melanjutkan membaca laporannya.
huh si bos bikin kaget aja gumam Boy dalam hati lalu dia melirik pujaan hatinya yang lagi tersenyum ke arahnya
__ADS_1
**Gimana sweat kan Tari sama Boy malu-malu kucing atau pasangan Anin sama Angga**