
Pagi sekali Anisa sudah siap untuk mengantar bosnya pemotretan.Mereka bersiap menuju tempat pemotretan yaitu daerah pesisir pantai yang sangat indah.
Di dalam mobil menuju tempat pemotretan tiba-tiba Anisa mulai berbincang pada bosnya"bos maaf mau nanyain masalah semalam?"Nisa ragu bertanya pada Monica.Monica menjawab santai"Aku udah pikirkan solusi nya tunggu sampai ntar malam,santai saja Nis"
haduh si bos nyuruh santai,padahal bagi gue ini masalah mendesak,gerutu Anisa dalam hati.
Tentu saja Monica terlihat santai karena dia sudah mempunyai rencana untuk masalah Anisa,seperti yang sudah dia rencanakan semalam dan tinggal tunggu persetujuan sang suami.
Flashback on**
*Setelah Anisa mengutarakan masalahnya pada Monica, terbersit di otak Monica bagaimana memberikan solusi pada Anisa yang bisa menguntungkan untuk Monica dan segera saja dia menelepon seseorang.
"hallo sayang,kamu bisa kan nyusul ke Bali,aku punya solusi untuk masalah kita,"kata Monica dia menghubungi suaminya lewat telepon.
"ok ,besok pagi aku terbang ke sana ,"jawab Aditya .
Flashback off
Akhirnya Anisa dan Monica sampai di sebuah pantai yang cukup indah dan mereka mulai pemotretan.Namun di sisi lain Anisa sang asisten model sedang begitu gundah dan prustasi akan masalahnya.
Ya..Tuhan gimana ini, bagaimana aku bisa menyelesaikan masalahku,gumam Anisa di hati sambil mengacak-acak rambutnya yang lurus tergerai
Selama menunggu pemotretan bosnya,Anisa tidak pokus pada kerjaannya sering kali dia di tegur kru lainnya karena melamun.
Pemotretanpun telah selesai lalu Anisa dan Monica siap-siap kembali ke villa.Namun tiba-tiba terdengar bunyi telepon Monica berdering.
Treett..treett..langsung saja Monica menerima panggilan telepon sambil berkata"hallo sayang."Aditya menjawab
"aku udah di Villa,"
Merekapun kini sudah sampai di villa,di sana sudah ada Aditya yang sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi di depan villa dengan baju santai yang terlihat cocok menambah aura ketampanan nya.
Deg
Sekilas Anisa melihat ke arah Aditya dengan perasaan aneh jantungnya berdekup kencang seolah dia habis lari maraton,sontak terlintas mengingat kejadian di apartemen Monica malam itu.
huh..ketemu lagi, bagaimana ini rasanya gue ga bisa kalau harus berhadapan terus ma pak Aditya,jantung gue tidak bisa di kondisikan,kata Anisa dalam hati
Setelah sampai depan pintu Anisa langsung pamit masuk ke dalam sedangkan Monica masih diluar berbincang dengan Aditya.
__ADS_1
Tiba malam hari Monica mengajak suami dan asistennya makan malam di balkon yang langsung menghadap ke pantai.
Mereka makan malam tanpa ada yang bersuara satu orangpun,sampai akhirnya mereka selesai makan Monica membuka pembicaraan lebih dulu.
"Anisa,gue udah punya solusi untuk masalah lu,"ucap Monica pada Anisa.Sontak saja Anisa menjawab"boss mau bantu saya?"
"ya..itu cukup mudah bagi gue yang penting lu terima syaratnya,"sambung Monica."Syarat apa bos,saya bersedia lakukan apa saja yang penting bos bantu saya,"tanya Anisa penasaran.
Mendengar jawaban Anisa,Monica dan Aditya saling pandang.
Flashback on*
Di kamar Monica dan Aditya sedang berbincang membicarakan tentang persoalan masalah mereka yang kerap di desak kedua orang tua Aditya untuk memberikan cucu untuk mereka,sedangkan Monica menolak keras untuk hamil karena itu akan mengganggu karirnya.
Langsung saja Monica mengutarakan keinginannya pada Aditya dan berbicara
"Sayang bagaimana kalau kita jadikan Anisa sebagai rahim pengganti untuk bayi kita?
"apa..maksud kamu Monica?"Aditya kaget mendengar nya sebari dia berdiri dari duduknya.
"Sayang..aku ingin Anisa mengandung anak darimu untuk kita agar bisa menyelesaikan masalah yang terus di tanyakan orang tuamu,"Monica menjelaskan.
Monica minta Aditya untuk nikah dengan Anisa dengan kontrak dan syarat jika sudah melahirkan anak Anisa harus menyerahkan anaknya pada Monica dan Aditya.
Flashback off**
"Nisa,gue akan bantu lu meminjamkan uang sebanyak yang lu butuhkan bahkan gue akan menjamin perekonomian keluarga lu bahkan pendidikan adik-adik lu,dengan syarat lu harus melahirkan anak dari suami gue,"terang Monica pada Anisa.
Sontak Anisa kaget dan berkata"apa bos,mana bisa melahirkan nikah saja belum,terus bagaimana bisa hamil anaknya pak Aditya? aneh-aneh saja bos ini."
"heh..Anisa bodoh tentu saja dengan lu nikah dengan Aditya,Monica geregetan menjawab nya.
Aditya tidak mengeluarkan suaranya dia hanya memperhatikan perdebatan dua wanita yang ada di hadapannya.
Monica menjelaskan pada Anisa kalau dia bisa bantu Anisa dengan syarat Anisa harus mau jadi istri kontrak Aditya sampai melahirkan anak untuk Aditya dan Monica .Jika anaknya sudah lahir Anisa harus menyerahkannya pada Aditya dan Monica dan kontrapun selesai dan Anisa harus pergi jauh dari kehidupan Aditya,Monica maupun anaknya.
Hari sudah malam namun Anisa tidak bisa tidur memikirkan solusi yang ditawarkan Monica,kalau dia menerimanya bagaimana nanti kehidupannya harus berpisah dengan anak yang dia lahir kannya tapi kalau tidak nerimanya bagaimana nasib ibu dan adik-adiknya.Pemikiran itu membuat Anisa pusing yang teramat sangat.
Sehingga membuat Anisa memutuskan untuk keluar kamar mencari udara segar,sampailah dia di pantai depan villa.
__ADS_1
Udara malam yang segar ini setidaknya membuat pikiran dan hati Anisa lebih tenang dan rileks.
Anisapun duduk di atas pasir sambil sekali-sekali melempar kerikil ke arah laut.Anisa masih dengan lamunan dan pikiran nya kemana-mana,padahal waktu sudah menunjukkan pukul 21.00.
Tanpa Anisa sadari ada sepasang mata yang memperhatikannya dari kejauhan,ya Aditya yang sedang memandanginya dari balkon villa.
Ada apa dengan cewek aneh itu, seperti nya dia begitu sedih apa mungkin dia memikirkan tawaran Monica,ucap Aditya dalam hati
Tiba-tiba Aditya merasakan iba dan ingin sekali dia memeluk gadis itu agar bisa menghilangkan kesedihannya.
oh..Tuhan apa yang aku pikirkan,perasaan apa ini?gumam Aditya dalam hati
Monica sudah tertidur pulas di kamarnya,Aditya putuskan untuk menghampiri Anisa di pantai,entahlah kenapa Aditya melakukan itu.
ehemmm..
"hai cewek aneh ngapain bengong di sini,ntar kesambet loh,"ucap Aditya mengagetkan Anisa yang lagi melamun.
Sontak Anisa melempar pasir yang ada di genggamannya sambil berkata"siapa lu?
Tak lama Anisapun tersenyum sambil menggaruk-garuk hidungnya karena laki-laki yang ada di sampingnya ternyata Aditya.
"Maaf pak saya kira penjahat,"ucap Anisa sambil nyengir.
"Dasar..cewek aneh,muka ganteng gini di bilang penjahat,"Aditya berkata sambil duduk di samping Anisa.
Tentu saja ini membuat jantung Anisa berdekup tak karuan dan ternyata itupun di rasakan Aditya pula.
Kenapa dengan jantung gue kalau Deket gadis ini berdetak gak karuan,kata Aditya dalam hati
"Sudahlah jangan di pikirkan tawaran Monica kalau lu keberatan ga usah di terima tawarannya,kata Aditya pada Anisa.
"entahlah pak..saya pusing memikirkannya,"jawab Anisa sambil tersenyum manis.
Tiba-tiba tangan Aditya mengusap-ngusap punggung Anisa mencoba menenangkan gadis itu.Anisa kaget langsung melirik kesamping ke arah Aditya tanpa sengaja pandangan mereka bertemu dengan jarak dekat bahkan hidung mancung Aditya menempel pada hidung mancung Anisa.Terdengar deru nafas tak beraturan milik Aditya dan Anisa.
Aditya yang terbawa suasana tiba-tiba mengecup bibir Anisa dengan lembut,Anisa menegang tak bisa bergerak dia malah memejamkan mata dan menikmatinya.
Mereka berdua menikmati suasana malam saling berbalas ciuman dengan lembut dan mesra di saksikan deru ombak dan sinar bulan.
__ADS_1
*****"