
Tin..tin...
Aditya terus membunyikan klakson mobilnya,dia sudah tidak sabar ingin segera sampai kantor namun jalanan lumayan macet.
ah...macet banget,kapan sampai kantornya,padahal gue dah gak sabar pengen ketemu Anisa ucap Aditya dalam hati
Aditya terus melajukan mobilnya dengan cepat berharap akan segera sampai kantor, akhirnya mobilnya Aditya sudah berada tepat di depan gedung perkantoran PRATAMA GROUP sebelum menuju area parkir terdengar bunyi ponsel Aditya berbunyi.
Drettt...drettt...
📱Mamih**
Aditya langsung mengangkat telepon dari sang mamih, setelah mobil yang dia kemudikan menepi di sisi jalan.
📱mamih:Aditya... pulang sekarang juga...
📱 Aditya:kenapa mih?
📱Mamih: Monica pingsan lagi, cepetan pulang kalau tidak mamih pecat kamu jadi anak mamih.
📱 Aditya:ya mam.
Aditya memutar kembali mobil yang di kendarainya,tidak lupa dia mengirim pesan pada Boy, bahwa hari ini dia tidak bisa masuk kantor dan menyerahkan semua kerjaannya pada asistennya itu.
*oh..Tuhan aku lupa belum menelpon Anisa ucap Aditya dalam hati
📱* Aditya:hallo sayang...
📱Anisa:ya..mas..
📱 Aditya: sayang...kamu panggil aku apa?
📱Anisa:mas.. kenapa?gak boleh?
📱 Aditya:boleh banget,tambah gemes kalau kamu panggil "mas"jadi pengen...
📱Anisa:hei..tuan pagi-pagi udah gombal.
📱 Aditya:biarin gombalin istri sendiri,sayang..kamu udah di kantor?
📱Anisa:sudah mas
📱 Aditya:sayang...mas gak ngantor hari ini karena Monica masih sakit
📱Anisa:ya mas,jagain mbak Monica aja dulu Nisa gak apa-apa kok
📱 Aditya:sayang maafin mas ya..belum bisa nemuin kamu sebenarnya mas kangen sama istri cantik mas
📱Anisa:ya mas Nisa juga kangen sama mas pake banget malah he..he..
📱 Aditya:sayang...kalau kamu ada apa-apa selama mas gak ngantor bilang aja sama Boy ya..
📱Anisa:ya.. suamiku yang ganteng dan macho
📱Aditya:wah.. istri mas udah pandai ngegombal,mas jadi pengen makan kamu sayang..
📱Anisa:mas....mesum deh
📱 Aditya:sayang...vidiocall ya mas mau lihat wajah kamu
📱Anisa:gak mas,Nisa lagi kerja ini aja Nisa ijin ke kamar mandi dulu,entar aku di marahin
📱 Aditya:siapa yang berani marahin istrinya bos,biar mas pecat
📱Anisa:masss...
__ADS_1
📱Aditya:iya...sayang bercanda
📱Anisa:mas udah ya Nisa mau lanjutin kerjaan,mas jangan lupa makan
📱 Aditya:ya udah padahal mas masih pengen denger suara kamu,sayang..kamu juga jangan lupa makan ya..I love you honey..mmuahh...
📱Anisa:I love you too my husband
Setelah menutup teleponnya Aditya melajukan kembali mobilnya menuju rumah mamihnya.
**kediaman Pratama**
Aditya masuk ke dalam rumah,di ruang keluarga ada Omanya lagi di pijit kakinya oleh mbak Jum asisten rumah tangga pak Pratama.
"hai..omaku yang masih cantik,"ucap Aditya sambil mencium pipi Omanya.
"hai..cucu Oma yang ganteng,kenapa kamu jarang ke sini,"ucap oma.
"maaf Oma,sekarang Aditya mau ke kamar dulu lihat Monica apa dia sudah siuman Oma?"tanya Aditya.
"Dia sudah siuman cuma lagi ngerengek pengen ketemu kamu,dasar perempuan manja,"ucap Oma tidak suka.
"Oma,Monica lagi hamil jadi dia manja,"kata Aditya.
"hei..cucuku,waktu oma mengandung papih kamu gak semanja si Monica,dia berlebihan lebay kata anak zaman now tuh,"gerutu Oma yang memang gak begitu suka dengan sifat Monica.
"Oma.. kata-katanya udah kaya abg,Aditya ke kamar dulu ya.."pamit Aditya lalu mencium pipi Omanya.
*Di kamar Aditya**
Di kamar sudah ada mamih Aditya dan dokter Amel,mereka kini menemani Monica yang terus merengek ingin ketemu Aditya.
Aditya pun masuk kamar,dia melihat Monica yang sedang merajuk.
"ada apa ini,Mon kamu baik-baik aja?"tanya Aditya.
"sayang...aku mau di peluk kamu hiks...hiks.."Monica langsung turun dari tempat tidur menghambur ke pelukan Aditya.
Aditya membalas pelukan Monica karena dia yakin ini bawaan dari bayinya.
Aditya memutuskan untuk tidak ke kantor dan akan menemani Monica di rumah itu sesuai instruksi dan ancaman sang mamih.
**********
*Tiga hari kemudian**
Pagi ini Anisa masuk kantor dengan wajah lesu karena sejak dua hari yang lalu dia terus muntah-muntah hampir tidak ada satu makanan yang bisa masuk ke perutnya karena setiap kali makan dia pasti memuntahkannya lagi.
*Flashback on*
Sore kemarin setelah pulang kerja Anisa menyempatkan untuk membeli makanan ringan di swalayan yang tidak jauh dari apartemennya.Namun baru sampai parkiran mendadak dia merasa kalau kepalanya pusing pandangan buram dan tidak lama dia terjatuh.
"Tuan, istri anda sudah siuman silahkan kalau anda mau menemuinya,"ucap suster sebuah klinik pada seorang pria.
Lalu pria tersebut masuk ke dalam ruang rawat.
"Dok, bagaimana keadaannya?"laki-laki itu bertanya pada Dokter dengan muka cemas.
"Tuan jangan cemas istri anda tidak kenapa-kenapa hanya kelelahan saja dan saya ucapkan selamat karena anda akan menjadi ayah,"ucap Dokter pada laki-laki itu.
"Dia hamil Dok?"tanyanya.
"ya.. istri anda hamil sudah dua Minggu usia kandungannya,"jawab dokter.
Lalu laki-laki itu menghampiri perempuan yang masih tertidur lemah di brankar pasien.
__ADS_1
"Hai..Nis kamu sudah baikan?"ucap Angga.
Ya.. laki-laki yang menolong Anisa saat pingsan di parkiran swalayan adalah Angga sahabatnya Aditya.
"Alhamdulillah pak,saya sudah baikan, terimakasih bapak sudah menolong saya,"ucap Anisa pada Angga.
"Syukurlah,Nis kamu lupa ya? jangan panggil aku bapak, panggil saja Angga,"ucap Angga.
"O..ya terimakasih Angga,"jawab Anisa di ikuti dengan senyuman yang tersungging di bibirnya yang nampak pucat.
"Nis,apa perlu aku hubungi suami kamu untuk memberitahu keadaan kamu,suami kamu pasti senang karena dia akan segera jadi ayah,"ucap Angga.
Deg
Anisa kaget mendengar perkataan Angga bahwa suaminya akan jadi ayah berarti sekarang dia lagi hamil.
"maksudmu aku hamil?"tanya Anisa kaget.
"ya..tadi Dokter bilang kamu hamil dua Minggu,apa kamu belum tau?"tanya Angga agak sedikit menyelidik.
"Aku belum pernah cek kehamilan,aku baru tau kalau sekarang aku hamil,"jawab Anisa.
"o ya.. gimana apa kamu mau menghubungi suami kamu biar dia tau keadaan kamu?"tanya Angga lagi.
"g..gak perlu suamiku lagi di luar kota,"jawab Anisa sedikit gugup karena dia harus berbohong tentang suaminya.
Setelah Anisa sadar dan kondisi sudah mulai membaik,dokter mengijinkan Anisa pulang.
Angga mengantar pulang Anisa walaupun sedari tadi Anisa menolaknya namun karena Angga memaksanya akhirnya Anisa mau di antar pulang oleh Angga.
Angga sudah sampai di depan apartemen mewah milik Aditya,tadinya Angga mau mengantar Anisa sampai ke dalam apartemennya untungnya ponsel Angga berdering dan selesai menerima telepon Angga langsung pamit pada Anisa.
Alhamdulillah Angga gak jadi ngantar aku ke atas kalau jadi dia akan tau hubungan aku sama Aditya gumam Anisa dalam hati
Anisa masuk ke dalam apartemennya lalu duduk di sofa dia membuka tas dan mengeluarkan obat dan vitamin penguat kandungan yang dokter kasih tidak lupa dia mengambil sebuah testpack yang hasilnya menandakan dua garis biru.Anisa tersenyum sambil mengelus perutnya yang masih rata.
*Flashback off*
"Nastar lu kenapa?lemes banget keliatannya?"tanya Tari mengagetkan Anisa.
"ya..gue gak enak badan,"jawab Anisa singkat.
Aldi sekertaris Riko menghampiri meja Anisa.
"maaf nona Anisa anda di tunggu di ruangan Pak Aditya,"ucap Aldi setelah mendapat telepon dari sekertaris Aditya.
Wajah Anisa kembali ceria setelah mendengar nama Aditya, sesungguhnya Anisa sangat merindukan suaminya itu karena sudah tiga hari mereka tidak bertemu hanya berbicara lewat telepon saja karena Aditya tidak masuk kantor.
Sebelum ke ruangan Aditya Anisa mengambil sesuatu dari dalam tasnya dia akan menunjukkan benda dengan garis dua biru pada suaminya.
Anisa berjalan menuju ruangan CEO, hatinya sangat senang dan wajahnya berseri dia yakin bahwa suaminya akan sangat senang dengan berita yang akan dia sampaikan.
tok..tok...
"Masuk,"Suara dari dalam ruangan terdengar.
cklek..
Anisa membuka pintu ruangan Aditya.
Deg..deg..
Anisa menahan detak jantung nya yang berpacu cepat serta menahan rasa panas di dada dan menahan bulir bening agar tidak menetes dari matanya.
**apa yang Anisa lihat??**
__ADS_1