Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
Makan kerak telor bersama


__ADS_3

tap ...tap...tap...


Aditya dan Anisa menuruni anak tangga,Anisa meminta Aditya untuk turun dari lantai dua tepatnya kamar Aditya.


Anisa tidak mau kalau orang-orang yang ada di kediaman Pratama mencurigai Anisa oleh sebab itu dia meminta Aditya menjaga jarak dan lebih bersikap sebagai atasan dan bawahan.


"Mas,lebih baik Nisa pulang sekarang,"ucap Anisa masih berjalan di belakang Aditya.


"kenapa apa kamu gak kangen sama mas?"tanya Aditya berbisik ,sontak Anisa menjauhkan dirinya dari Aditya takut kalau ada orang yang melihatnya.


"Mas.."Anisa melirik ke arah suaminya.


"ya..mas antar pulang ya?"ucap Aditya.


"Gak usah,nanti malah mereka curiga,"jawab Anisa.


"Ya udah kamu di antar Boy,nanti malam mas ke apartemen,"ucap Aditya.


Aditya dan Anisa tiba di ruang tamu di sana ada Monica,Amel dan Boy juga biJum yang sedang menyajikan minuman.


"Boy, antar Anisa pulang,"ucap Aditya.


"Pak Aditya boleh saya pamit sama mamih dulu,"pinta Anisa.


"Bi Jum,bilang sama mamih kalau Anisa akan segera pulang,"ucap Aditya memerintah Bi Jum untuk memberitahu mamihnya.


Bi Jum berjalan menuju ruang kerja pak Pratama.


Tidak lama terlihat mamih Aditya berjalan menuju ruang tamu.


"Nis,memangnya kamu gak mau menginap saja?suamimu lagi tugas luar kota kan?"tanya mamih Aditya.


"Maaf mamih Nisa gak bisa takutnya merepotkan,"jawab Anisa sambil tersenyum.


**hah..mamih bilang suaminya di luar kota?sayang..kamu cerita apa sama mamih,aku kan ada di hadapanmu gumam Aditya dalam hati**


*o..pintar sekali perempuan kampung ini berbohong ucap Monica dalam hati sambil terus menatap tajam ke arah Anisa**


"Nis,ayolah besok kan hari minggu,mamih mau kamu temenin mamih jalan pagi,"pinta mamih Aditya sambil memegang pundak Anisa.


apa-apaan nih wanita tua maksa banget si perempuan kampung ini nginap ucap Monica dalam hati


"Mam,besok kan bisa Monica temenin kalau mau jalan pagi,"ucap Monica.


"Mon,kandungan kamu kan lemah mamih gak mau membahayakan calon cucu mamih benar begitu dokter Amel?"tanya mamih Aditya mengagetkan Amel.


"ehemmm..ya nyonya Pratama,"jawab dokter Amel.


Amel sialan kenapa jawab seperti itu ucap Monica dalam hati kesal lalu dia menginjak kaki Amel


"aww.."Amel meringis kesakitan.


"kenapa dokter Amel?"tanya mamih Aditya.


"Gak apa-apa nyonya tiba-tiba perut saya sakit,"jawab Amel.


"Gimana Nis mau kan, please,"mamih Aditya memohon.


Anisa melirik ke arah Monica dia terlihat kesal lalu Anisa mengalihkan pandangannya pada suaminya dia malah tersenyum manis sambil mengangkat alisnya.


"Ba..baiklah mam,"jawab Anisa.

__ADS_1


Anisa dipersilahkan masuk kamar tamu sementara dokter Amel dan Boy pulang.


Aditya masuk ke ruang kerja papihnya sedangkan mamih Aditya dan Monica ke kamar mereka masing-masing.


tok..tok..


"pap,boleh Aditya masuk?"ucap Aditya.


"Masuk,"jawab pak Pratama.


Aditya pun masuk ke dalam ruang kerja papihnya.


"Selamat malam pap,Aditya mau membicarakan tentang acara ulang tahun perusahaan,"ucap Aditya.


"Malam Dit,ayolah sini,"pak Pratama berdiri lalu dia berjalan menuju sofa.


Mereka pun membicarakan tentang acara ulang tahun perusahaan pekan depan.Di sela-sela perbincangan mereka tentang acara perusahaan tiba-tiba pak Pratama bertanya pada Aditya.


"Dit,siapa bawahanmu yang di ajak mamih ke rumah ini?"tanya pak Pratama.


maksud papih apa ya?apa dia mencurigai Anisa gumam Aditya dalam hati


"Dia karyawan Aditya namanya Anisa Andini bagian divisi keuangan,"jawab Aditya takut kalau papihnya mulai curiga.


"Anisa ....Andini?"ucap papihnya Aditya pelan namun masih terdengar oleh Aditya.


"kenapa pap?tanya Aditya heran karena papihnya seperti terkejut mendengar nama Anisa.


"ah..tidak,nama yang bagus,"jawab papih Aditya dengan wajah sulit di artikan.


Andini...Andini..kenapa secara kebetulan namanya sama dengan mu gumam papih Aditya dalam hati


Cukup lama Aditya dan papihnya berbincang-bincang hingga larut malam tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB.


Aditya berjalan menuju lantai dua kamarnya dia tidak masuk ke kamar Monica dia sengaja berganti pakaian di kamarnya yang dulu dia tempati.


Selesai berganti pakaian Aditya berjalan menuju balkon menatap ke arah luar,di bawah terlihat kamar tamu dengan lampu yang masih menyala,dia ingat kalau Anisa menginap di rumahnya ini


ya Tuhan,aku lupa kalau Anisa menginap di sini ucap Aditya tersenyum


✉️ Aditya:"sayang.. sudah tidur?"


✉️Anisa:"Belum,gak bisa tidur


✉️ Aditya:"mau mas peluk?"


✉️Anisa:"gak,Nisa mau makan kerak telor"


✉️ Aditya:"Mas,suruh Boy beliin ya?"


✉️Anisa:"jangan kalau mau beliin harus mas karena baby kita maunya daddynya yang beliin


✉️ Aditya:"ok sayang..tunggu ya.."


Mata Anisa berbinar melihat balasan pesan dari suaminya.


*sabar ya...sayang, daddy lagi beliin kerak telor yang kamu mau ucap Anisa dalam hati sambil mengelus perutnya


tok..tok..tok*..


Anisa senang mendengar pintu kamarnya di ketuk pasti itu suaminya.

__ADS_1


"mas...eh bak Monica?"Anisa kaget saat membuka pintu ternyata Monica.


"kenapa kaget,siapa yang kamu tunggu suami saya?ucap Monica ketus.


"ada apa bak Monica kesini?"tanya Anisa.


"Mana suami saya?"tanya Monica langsung nerobos masuk ke dalam kamar.


"Mas Aditya gak di sini ba,"jawab Anisa mengekor mengikuti Monica.


"jangan bohong,kamu sengaja kan menginap di sini biar bisa bermesraan terus sama Aditya,"Monica terus mencari Aditya sampai ke dalam kamar mandi yang ada di kamar tersebut namun orang yang dia cari gak ada.


Akhirnya Monica ke luar kamar dengan wajah yang terlihat kesal.


Saat keluar kamar Monica berpapasan dengan Aditya yang baru pulang membeli bubur buat Anisa.


"Sayang dari mana saja kamu?"tanya Monica masih dengan muka kesal.


"eh..Mon belum tidur?aku habis beli kerak telor buat Anisa,"jawab Aditya dengan wajah datar.


"ih..makanan apa kampungan banget sih seleranya,"ucap Monica.


"ini makanan khas Jakarta,aku juga suka,"jawab Aditya.


"ternyata selera kamu sudah ikut kampungan kaya dia,"ucap Monica.


"sudahlah aku malas berdebat sama kamu,lebih baik kembali saja ke kamarmu kalau tidak mau bergabung makan dengan aku dan Nisa,"ucap Aditya berjalan menuju kamar tamu.


Monica tidak mau kalau Aditya berduaan saja dengan Anisa lalu diapun terpaksa mengikuti Aditya ke kamar tamu.


cklek..


Aditya membuka pintu kamar langsung di sambut Anisa yang sedari tadi menunggu pesanan nya.


"Mas,ada kerak telornya?"tanya Anisa langsung bangkit dari duduknya.


"ada dong nih,"Aditya menunjukkan kantong plastik berisi kerak telor.


"eh..ada bak Monica juga?ayo sini mbak mau?"tanya Anisa.


"sorry gak level,"jawab Monica ketus.


"ini enak banget loh,coba deh mbak,"Anisa menyodorkan kerak telor itu pada Monica.


"Gak mau,gue gak suka", jawab Monica namun aroma kerak telor itu menyeruak ke dalam indera penciumannya.


**sepertinya enak tapi gue gengsi kalau makan itukan makanan si perempuan kampung gumam Monica dalam hati sambil menelan salivanya melihat Aditya dan Anisa makan kerak telor sambil salingenyuapi**


"Mon,yakin kamu gak mau,ini enak banget loh,aku aja suka,"ucap Aditya.


"Sini suapin aku,"Monica menarik tangan Aditya untuk menyuapinya.


Anisa tersenyum melihat kelakuan Monica,mereka bertiga pun menikmati kerak telor bersama.


*ini pertama kalinya kami bisa makan bareng setelah pernikahan ku sama mas Aditya, semoga kami bisa hidup berdampingan dengan rukun gumam Anisa dalam hati


kalau memang ini takdir ku dengan kedua wanita ini semoga kami bisa hidup rukun ucap Aditya melihat pada kedua wanita yang ada di hadapannya


kalau bukan ingin merebut perhatian Aditya males banget berada di dekat perempuan kampung ini ucap Monica dalam hati*


Di luar kamar ada sepasang mata melihat kebersamaan mereka, menatap curiga apalagi saat Aditya menyuapi Anisa.

__ADS_1


*"siapa ya???


__ADS_2