
Hari semakin siang mobil Aditya terus memutari kota Jakarta,dia mencari Anisa karena di Apartemennya tidak ada.
Aditya begitu cemas apalagi mengingat kalau Anisa pulang dari kediaman Pratama dengan kesalah pahaman.
Aditya di temani asistennya Boy, sedangkan Angga membawa mobil sendiri ikut mencari Anisa ke arah yang berbeda.Mereka memang berhasil keluar rumah Pratama dengan penuh drama merayu bahkan memohon pada sang mamih sampai akhirnya di ijinkan.
**sayang...kamu di mana?mas mengkhawatirkan kamu bagaimana kalau terjadi apa-apa sama kamu,sayang...kenapa ponsel kamu matiin??kenapa gak menghubungi mas,gumam Aditya**
"Bos, sepertinya nona Anisa ke arah pantai,di lihat dari lokasi terakhir saat ponselnya masih aktif"ucap Boy.
"Kenapa tidak dari tadi",Aditya menatap Boy kesal.
Mobil yang mereka tumpangi langsung melesat ke arah pantai,selang setengah jam mereka sudah sampai ke pantai.Tidak menunggu lama setelah mobil di parkir Aditya langsung turun lalu dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling pantai.
Sayang...kamu dimana ?
Boy mencari Anisa berlawanan arah dengan bosnya.
Aditya mengedarkan pandangannya ke kiri atau kanan berharap segera menemukan istrinya,dia sangat mencemaskan Anisa apalagi sekarang istrinya itu sedang mengandung.
Aditya berjalan mendekati arah jembatan,di sana banyak sepasang kekasih yang sedang menikmati indahnya laut mereka ada yang sedang berpelukan,berselfi ria ada pula yang sedang duduk di atas pasir menikmati indahnya lautan yang ada di depan mata mereka.
Di seberang jembatan dia melihat wanita yang berdiri dengan sandal di tenteng di tangannya dia tersenyum manis menatap arah laut.
Aditya mencoba mendekati sosok yang dia sangat kenal dari rambutnya, punggungnya ya..dia tau kalau itu memang istrinya.
Aditya kini berada di belakang wanita yang sangat dia cemaskan dan rindukan sedari tadi.
Grep...
Aditya memeluk Anisa dari belakang sambil mencium rambut panjang istrinya itu,dia pejamkan matanya menghirup wangi rambut Anisa.
Tanpa di duga Aditya saat dia memeluk Anisa dari belakang,Perutnya di sikut dengan keras dan tangannya di pelintir sampai dia terjatuh lalu badannya di tendang.
"br***k cowok sialan"
bak...buk...bak...buk..
Anisa dengan brutal memukuli laki-laki yang sudah tersungkur di atas pasir,wajah laki-laki itu menunduk menahan perutnya yang Anisa sikut tadi.
"aw...sayang...ini aku,"Aditya menahan pukulan Anisa dengan tangannya.
suaranya mirip mas Aditya??ucap Anisa dalam hati
Anisa menghentikan pukulannya lalu dia melihat dengan seksama wajah lelaki yang dia pukuli itu.Mata Anisa melotot kaget melihat siapa yang dia pukuli itu,wajah laki-laki itu mendongak ke atas menatap Anisa.
__ADS_1
"Mas??Anisa kaget ternyata laki-laki yang dia pukuli itu suaminya.
Dari kejauhan Boy melihat ada seorang lelaki yang sedang di pukuli oleh seorang perempuan lalu dia berlari ke arah mereka.
waduh bukannya itu si bos siapa yang Mukuli dia?gumam Boy saat lebih dekat dengan lelaki yang sedang tersungkur di pasir itu.
Drama pukul-pukulan yang dilakukan Anisa berakhir di saksikan beberapa orang yang ada di pantai.
"Mas..maaf,"Anisa jongkok sambil mengelus pipi suaminya.
"bos..gak kenapa-kenapa?nona Anisa?Boy terkejut melihat wanita yang memukuli bosnya ternyata Anisa.
Aditya duduk di atas pasir di ikuti Anisa di sampingnya.
"Mas...maafin Nisa,kirain orang jahat yang mau ngelecehin Nisa,"ucap Anisa sambil mengusap-usap perut Aditya yang dia sikut tadi.
"Gak apa-apa,mas sangat mengkhawatirkanmu,maaf kejadian tadi di rumah mamih ya?"Aditya mencium kening istrinya lalu dia memeluknya.
"Nisa yang harusnya minta maaf pulang gak pamit dulu sama mas,"Anisa memanyunkan bibirnya.
"Mas..Nisa..."belum juga Anisa melanjutkan ucapannya Aditya langsung menyambar bibir seksi istrinya itu.
"jangan manyun gitu bikin mas gemes,"Aditya melepaskan ciumannya.
"ih..malu..ini kan tempat umum,"Anisa mencubit pelan perut suaminya.
ehemmm...
"Mas..mana yang sakit?ayo kita obati di mobil kan ada kotak obat,Nisa bantu obati,"Anisa mengusap punggung suaminya yang kena pukulan dari sandal miliknya.
"Mas gak kenapa-kenapa kok cuma sakit dikit,tapi ngomong-ngomong kamu jago juga sampai bisa melintir mas,"Aditya mencubit hidung mancung Anisa.
"he..he..Nisa kan ekskul taekwondo sewaktu SMA jadi bisalah bela diri,"ucap Anisa sambil tersenyum manis.
"wah..selain cantik ternyata istriku ini pandai bela diri,mau dong di pelintir kalau lagi tanding di ranjang,"goda Aditya pada Anisa.
"ih..mas kok jadi mesum sih,"Anisa lagi-lagi mencubit pelan perut suaminya.
"Mas Kangen,"bisik Aditya di telinga Anisa membuat istrinya kegelian karena selain bisikan Aditya menggigit pelan telinga istrinya.
"Mas...kita pulang yu.. mataharinya sudah sangat terik,"ucap Anisa memegang tangan suaminya.
"Gimana kalau kita istirahat dulu di hotel dekat sini,kamu pasti lelah juga kan?kasihan sama baby nya ya.."Aditya mengelus-ngelus perut istrinya mesra.
Anisa mengangguk sambil tersenyum.
Aditya dan Anisa sudah berada di hotel Xxx mereka berniat untuk istirahat sejenak dan menikmati angin pantai.
"Sayang..kita makan siang di kamar saja ya?kita bisa makan di balkon kamar sambil menikmati keindahan laut di depan,"ucap Aditya.
__ADS_1
"ya mas..indah banget,"Anisa berjalan menuju balkon.
Aditya dan Anisa menikmati makan siangnya di balkon kamar hotelnya yang view nya menghadap laut.
"Sayang..makan yang banyak biar baby nya cepat besar dan cepat keluar,mas sudah gak sabar ingin menggendongnya,"Aditya sambil terus menyuapi istrinya.
"Mas.. harus tunggu delapan bulan lagi,baru bisa gendong,"Anisa tersenyum mendengar kata-kata suaminya yang berfikir kalau makan banyak baby dalam perutnya cepat keluarnya.
lucu banget nih suamiku,terus bagaimana kalau aku melahirkan terus Monica juga melahirkan?apa mas Aditya masih akan merhatiin aku gumam Anisa sedikit melamun
"hei.. istri mas yang cantik kok melamun?"tanya Aditya sambil mengelus pipi Anisa.
"Eh..gak mas cuma..."Anisa tidak melanjutkan ucapannya.
"Kenapa?
"Sayang...pasti lagi mikirin gimana nanti kalau kamu melahirkan ya?kamu pasti takut kalau mas gak merhatiin kamu?"Aditya lagi-lagi mengelus pipi mulus istrinya.
"Mas.. jujur Nisa gak bisa munafik kalau Nisa belum mampu memantapkan hati Nisa untuk benar-benar ikhlas akan hubungan kita ini dan selalu ada rasa takut kehilangan dan Nisa pernah berfikir egois kalau Nisa menginginkan mas seutuhnya tanpa harus berbagi,"tak terasa bulir bening di pelupuk mata Anisa jatuh namun dia sembunyikan dengan membenamkan wajahnya di dada Aditya.
"Sayang... sebenarnya ada sesuatu yang ingin mas ceritain tentang Monica,"ucap Aditya sambil mengusap rambut Anisa dan sesekali menciumnya.
"Ada apa mas?"Nisa mendongakkan wajahnya.
"sebenarnya..."Aditya sedikit ragu untuk menceritakannya pada Anisa takut menggangu pikiran istrinya itu.
"Kenapa mas,cerita aja sama Nisa,"ucap Anisa.
"Sayang... ternyata selama ini Monica mengkhianati mas,dia sudah berselingkuh dan ada kemungkinan anak yang di kandungnya bukan anak mas,"Aditya menarik nafas dalam-dalam.
"apa mas??"Anisa kaget mendengar cerita Aditya.
"ya..mas pernah dengar saat dia menelpon seseorang dan mas sudah dapat foto-foto dia saat di Paris bersama seorang laki-laki yang tak lain adalah mantan kekasihnya saat kuliah dan mas juga tahu kalau usia kandungannya pun baru dua minggu jadi ada kemungkinan dia hamil setelah di Paris,"ucap Aditya.
"Bak Monica masih sama laki-laki blesteran itu?"ucap Anisa namun dia langsung menutup mulutnya karena keceplosan.
"kamu tau sayang?"Aditya kaget mendengar ucapan Anisa.
"eh.. sebenarnya dulu selagi jadi asistennya Nisa pernah beberapa kali melihatnya bersama laki-laki blesteran,bahkan pas ada acara di Bali kayanya Mbak Monica diantar laki-laki itu saat di bandara,yang waktu malamnya Nisa nginap di apartemen bak Monica terus tidur sama mas?"Anisa mengingat kembali kejadian dulu di apartemen Monica saat dia dan Aditya tidur seranjang dan Aditya mengambil ciuman pertama Anisa.
"Berarti malam itu Monica sama laki-laki itu dong,"tanya Aditya.
"untuk pastinya Nisa gak tau cuma paginya di bandara bak Monica sama dia,"jawab Anisa ragu.
"Sayang..kamu ingat saat dulu kejadian di apartemen?"Aditya menatap Anisa sambil sedikit menyunggingkan senyuman.
"Ingatlah,mas kan yang ngambil ciuman pertama Nisa,"Anisa manyun.
"wah mas..beruntung dong, terimakasih,"muah..muah..Aditya mencium pipi, hidung,kening dan terakhir bibir Anisa dengan lembut dan lebih dalam.. lebih...
__ADS_1
Dan pergulatan siang itupun terjadi diantara kedua insan yang saling mencintai di iringi deburan ombak di pantai.😋😋
**terus ikuti kisahnya**