
Prok...prok...
Suara tepuk tangan menggema di ruangan tempat keluarga Pratama berkumpul,"wah... rupanya sedang ada perayaan,kok aku tidak di undang."
"Mau apa lagi dia ke sini,apa dia belum tau kalau Aditya sudah pulih kembali ingatannya,"ucap mamih Aditya pelan namun terdengar oleh suaminya yang berada di sebelahnya.
Pak Pratama memegang tangan istrinya agar dia tetap duduk di kursinya"tenang ya.."
"Hei.. suamiku, selamat ya..bayi kontrak kita sudah lahir berarti saatnya kita ambil dan kamu ceraikan istri kontrak kamu itu,"ucap Monica menghampiri Aditya lalu dia duduk di sampingnya dan memeluk lengan Aditya.
"Monica,jaga mulut kamu,apa maksud kamu?"Aditya melepaskan tangannya dari pelukan Monica.
"Sayang...itu sesuai perjanjian kita dengan perempuan itu,"ucap Monica tersenyum licik.
"Maaf Mon,aku sudah mengakhiri perjanjian itu dan sekarang aku sangat mencintai Anisa serta babby kami,o ya...apa kamu belum menerima surat gugatan cerai dari pengadilan?"tanya Aditya.
"Apa maksud kamu...cerai?Dit,aku lagi hamil gak bisa dong kamu menceraikan aku,"Monica berkata dengan nada tinggi penuh emosi.
**Apa yang terjadi sama Aditya apa ingatan dia sudah pulih gumam Monica dalam hati cemas**
"Kenapa Mon,kamu lupa ya... sebelum kecelakaan aku sudah menalak kamu dan sudah mengajukan gugatan perceraian kita ke pengadilan dan apa kamu juga lupa kalau kamu sudah mengkhianati aku dengan berselingkuh sama mantan atau mungkin masih pacar kamu,lupakah?"Aditya mengeraskan suaranya di dekat telinga Monica.
"Dit..kamu,"Monica terbata-bata.
"ya.. ingatan ku sudah pulih dan aku tau selama ingatan ku hilang,kamu tetap manfaatkan aku untuk mengajukan kontrak-kontrak iklan dengan dalih bayi dalam kandungan kamu sebagai cucu Pratama padahal bayi itu bukan anakku,"Aditya semakin emosi lalu mencengkram bahu Monica namun di halangi Anisa.
"Mas..sabar,Monica lagi hamil,mas bisa menyakiti bayi yang tidak berdosa,"ucap Anisa memegangi tangan suaminya.
"Aditya,lebih baik kita bicarakan secara kekeluargaan,ajak Monica ke ruangan papih,"pak Pratama berdiri lalu berjalan menuju ruang kerjanya di ikuti mamih Aditya.
"Ayo..kamu ikut aku Mon,"ajak Aditya, dengan terpaksa Monicapun mengikuti Aditya.
***ruang kerja pak Pratama***
"Monica, sebenarnya papih gak mau ini terjadi tapi sungguh papih sangat kecewa sama kamu,"ucap pak Pratama.
"Pap,maafin Monica hiks...hiks...Monica di jebak,"Monica masih berkelit mencari-cari pembenaran.
"Di jebak? bukannya kalian saling suka hah.."Aditya mulai emosi.
"Dit,aku cintanya sama kamu hiks...hiks.."lagi-lagi Monica menangis.
__ADS_1
"Semua sudah jelas, bukti-buktinya sudah ada kamu tinggal tunggu surat pemanggilan dari pengadilan,"jawab Aditya ketus.
"Dit,aku mohon jangan ceraikan aku,itu karena rayuan laki-laki itu,"ucap Monica memang tangan Monica.
"Monica, sudahlah ini yang terbaik buat kalian,"ucap mamih Aditya memegang bahu Monica namun di tepis oleh Monica.
"Gak mam,ini bukan yang terbaik,aku gak terima, bukannya aku jodoh yang mamih pilih untuk Aditya tapi sekarang mamih mencampakanku,"ucap Monica penuh emosi.
"Monica memang mamih yang sudah memilih kamu tapi kamu yang sudah mengecewakan mamih dengan pengkhianatanmu terhadap putraku,"ucap mamih Aditya.
"Monica dengarkan papih, jujur kami sangat kecewa sama kamu namun kamipun sudah menyayangi kamu seperti anak kami jadi selesaikan ini secara baik-baik tanpa dendam dan berkepanjangan,memang ini yang terbaik untuk kalian ,demi anak kamu dia berhak mendapatkan kasih sayang ayah kandungnya,papih yakin laki-laki itu mau bertanggung jawab apalagi kalian sudah saling mengenal sejak lama,kami akan tetap menyayangi mu,Monica "ucap pak Pratama.
"Mam,pap, kalau kalian mempermasalahkan bayi dalam kandungan aku yang bukan darah daging Aditya,aku rela kalau anak ini lahir aku akan serahkan pada ayahnya tapi Monica gak mau cerai sama Aditya,"ucap Monica memelas.
"Gila kamu Mon,ibu macam apa yang rela berpisah dengan anaknya demi kesenangan sendiri,Aditya mulai kesal.
"Mon,sadarlah jangan memaksakan sesuatu karena itu malah gak baik untuk kedepannya,"ucap mamih Aditya.
Monica diam sejenak memikirkan kata-kata pak Pratama dan mamih Aditya.
Suasana hening seketika.
"Baiklah,Monica menyerah dan akan terima perceraian ini namun Monica minta syarat yaitu Monica gak mau perceraian ini di ketahui media karena itu akan memperburuk citra aku dan aku minta harta gono-gini yang sesuai keinginan ku,"ucap Monica.
"Baiklah,"jawab Monica singkat.
"Baguslah mami senang kalian bisa menyelesaikan masalah kalian dengan baik,Monica...mamih berharap kamu bisa bahagia dengan ayah bayimu itu dan untuk kamu sama Aditya semoga kalian masih tetap bisa bersilaturahmi dengan baik walaupun kalian sudah berpisah"mamih Aditya mengusap-ngusap punggung Monica lalu Monica balas dengan memeluk mertuanya yang sebentar lagi akan jadi mantan mertua.
"Mam,maafin Monica dan terimakasih selama ini sudah menyayangi Monica seperti anak mamih sendiri dan bolehkah mamih tetap seperti ini menganggap Monica anak,"ucap Monica sambil meneteskan air mata.
Monica menyadari kalau selama ini terlalu memaksakan perasaan dan keegoisannya,Monica memang sudah mencintai Aditya namun dia juga terobsesi dengan karir modelnya sehingga memilih jalan yang salah,namun nasi sudah jadi bubur dia harus terima buah dari kesalahannya.
Keempat orang tersebut keluar bersama-sama,mamih Aditya berjalan di samping pak Pratama sedangkan Aditya berjalan di belakang mereka sambil menggandeng tangan Monica.ya..memang Monica minta untuk terakhir kalinya Aditya bisa bersikap manis sama dia.
Semua orang yang sejak tadi menunggu mereka menatap ke arah keempat orang tersebut berjalan, mereka masing-masing dengan pemikiran yang berbeda menatap wajah-wajah keempat orang tersebut.
*Mas apapun keputusan kamu,aku akan selalu mencintaimu gumam Anisa dalam hati
Semoga Aditya mengambil keputusan yang terbaik untuk kedua istrinya ucap Angga dalam hati*
"Hei..kenapa semuanya bengong, lanjutkan kan lagi acaranya, hidangannya masih banyak,"ucap mamih Aditya lalu dia duduk di dekat babby Atha.
__ADS_1
Monica dan asistennya pamit pulang dan suasana di sanapun mencair kembali,mereka menikmati kembali acaranya.
"Mas,gimana?"tanya Anisa berbisik di telinga Aditya.
"Apanya?"Aditya pura-pura tidak mengerti.
"Keputusannya mas.."Anisa mulai kesal.
"Maunya gimana?tetap jadi yang ke dua atau jadi yang pertama?"tanya Aditya menggoda Anisa.
"Ih..mas.. seriusan,"ucap Anisa.
"Mas juga serius jawab dong,"Aditya terus menggoda istrinya itu.
"Aku gak mau jadi ke dua ataupun jadi yang pertama!"ucap Anisa sambil mengerucutkan bibirnya.
"Apa?kok begitu?apa kamu gak mau hidup sama mas?"tanya Aditya.
"Nisa maunya jadi satu-satunya,bukan yang pertama ataupun yang kedua paham!"Anisa melototi suaminya.
"o..."Aditya cuma ber oh..ria mencerna jawaban Anisa.
"ih...sebel gak peka,"Anisa memanyunkan bibirnya namun dengan cepat Aditya melahap bibir Anisa,"hemmm..mas"
"wih...bro, cari-cari kesempatan terus, sana ajak ke kamar aja biar gak buat yang lain iri"ucap Riko yang gak sengaja melihat kelakuan sahabatnya itu.
Anisa mencubit perut suaminya"tuh... gara-gara mas, nyosor."
"Tapi suka kan?I Love you,"ucap Aditya berbisik.
Anisa tidak menjawab dia hanya melototi suaminya.
"Jawab?"Aditya terus berbisik di telinga Anisa membuat Anisa tersenyum kegelian.
"too,"jawab Anisa singkat.
"Gak mau singkat jawabannya,"ucap Aditya.
"Aditya Pratama Yudha I Love youuu..."jawab Anisa dengan suara kencang dan tanpa dia sadari hampir semua yang ada di ruangan tersebut menatap ke arah Anisa.
ha...ha...ha..ha..
__ADS_1
Hampir semua tertawa mendengar teriakan Anisa,"bucin juga si Nisa."