Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
Gulali dan rujak


__ADS_3

Pagi ini Anisa sudah siap-siap untuk pergi bekerja,dia kini bekerja di butik mamihnya Aditya.Sebenarnya mamih Aditya sudah melarang Anisa bekerja karena mengingat Anisa tengah mengandung namun karena Anisa memohon dengan alasan jika terus berdiam diri di rumah dia merasa jenuh dan bosan akhirnya mamih Aditya mengijinkan.


Anisa membantu mamih Aditya mengurusi butiknya karena dia tidak mungkin lagi bekerja di PRATAMA GROUP mengingat kejadian saat ulang tahun perusahaan waktu itu mengakibatkan berita yang tidak-tidak tentang hubungan dia bersama Aditya.


Hari ini pun Aditya sudah mulai ke kantor walaupun ingatannya belum pulih sepenuhnya namun kecerdasan tetap tidak berkurang dan dengan bantuan asistennya Boy,dia bisa menjalankan perusahaan dengan baik.


Semua anggota keluarga kini sedang sarapan bersama.


"Dit,kamu hari sudah mulai masuk kantor,"tanya pak Pratama.


"ya pap, mudah-mudahan lancar dan Aditya bisa menjalankan tugas dengan baik,"jawab Aditya.


"Mamih senang,kamu sudah mulai aktif lagi tapi jangan terlalu capek ya?ingat kamu masih masa pemulihan,"ucap mamih Aditya.


"Selamat pagi semua maaf Nisa terlambat,"ucap Anisa yang baru sampai ruang makan.


Anisa sudah rapi dengan pakaian kerjanya dan ada yang berbeda dengan penampilannya kali ini dia sengaja potong rambut panjangnya karena dia berharap orang-orang lupa dengan wajahnya yang pernah berkeliaran di media elektronik sebagai bahan gosip.


Aditya melihat penampilan baru Anisa tanpa berkedip dia terpukau dengan kecantikan istrinya itu.


ini perempuan makin ke sini makin cantik aja bikin jantung gue dag dig dug mulu apa sebelum gue hilang ingatan dia orang spesial di hati gue oh..Tuhan cepat pulihkan ingatanku gumam Aditya dalam hati



"Kalau udah jadi bumil jangan tebar pesona sana sini,"Aditya melirik ke arah Anisa.


"Kenapa Dit,Anisa makin cantik ya?"goda kakak Aditya sambil mengikut Aditya.


"Biasa aja,"jawab Aditya ketus.


Anisa hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"Nis, hari ini kamu ke butiknya bareng Aditya ya.. karena mamih mau arisan dulu sama temen-temen mamih,"ucap mamih Aditya.


"Gak usah mam,biar Nisa naik taksi online aja takutnya merepotkan pak Aditya,"Anisa menatap wajah Aditya.


"Ya.. merepotkan,"Adityapun menatap Anisa.


"Kalian kan satu arah jadi bisa bareng,"ucap mamih Aditya.


"Ya udah kalau mau bareng,buruan entar saya terlambat,"Aditya berdiri dan meninggalkan ruang makan dengan cepat Anisa mengekor di belakang Aditya.


Aditya hari ini menyetir mobil sendiri karena Boy sedang ada urusan jadi tidak bisa menjemput Aditya.


"Hei.. emangnya saya supir,duduk di depan,"ucap Aditya saat melihat Anisa yang mau duduk di belakang.


"eh..maaf,"Anisa lalu membuka pintu penumpang.


Aditya masuk ke dalam mobil lalu dia mendudukan bokongnya di kursi kemudi namun sebelum mengemudikan mobilnya Aditya melirik ke arah Anisa lalu dia mendekatkan tubuhnya tepat di hadapan Anisa.


Wajah Aditya dan Anisa berhadapan hanya berjarak beberapa centimeter saja hingga nafas keduanya bisa terasa oleh masing-masing bahkan hidung Aditya dan Anisa mulai bersentuhan.


Anisa kaget tanpa di sadari dia memejamkan matanya.


Tuk...


"Aww...,pak Aditya,"Anisa kaget tiba-tiba jari telunjuk Aditya mengetuk jidat Anisa.


"Kenapa,otak kamu pasti mesum ya,nih..sabuk pengaman kamu belum di pasang,"Aditya memasangkan sabuk pengaman ke tubuh Anisa.

__ADS_1


"He...he...Nisa kira pak Aditya mau kiss Nisa,"Anisa tersenyum lalu menggaruk kepalanya seolah-olah gatal.


jujur ya Nis,aku gak kuat melihat bibir kamu pengen me***tnya tapi aku siapa kamu?aku gak mau jadi laki-laki brengsek dan menyakiti kamu ucap Aditya dalam hati


Aditya mengemudikan mobilnya segera dan menatap ke depan dengan serius mencoba menghilangkan debaran jantungnya.


"stop...stop...pak Aditya berhenti sebentar,"ucap Anisa tiba-tiba saat melihat ke arah samping jalan.


ckitt...mobil pun berhenti seketika.


"Nisa...ada apa,"Aditya memberhentikan mobilnya.


"Nisa mau itu,"Anisa menunjuk ke arah luar.


"Apaan?"tanya Aditya sambil ikut melihat ke arah yang Anisa tunjukkan.


"Mau gulali,"ucap Anisa sambil tersenyum.


"Hei...kamu kan bukan anak kecil masa mau gulali,"ucap Aditya.


"Ini bukan maunya Nisa tapi ini maunya baby nya,"Anisa mengerucutkan bibirnya sambil mengelus perutnya.


"Ngidam begitu?"tanya Aditya.


Anisa mengangguk lalu tersenyum,"please beliin,biar anaknya gak ngiler."


"ya udah aku beliin,"Aditya keluar lalu berjalan menuju tukang gulali.


"Bang,gulalinya satu,"ucap Aditya.


Lalu penjual gulali memberikan satu gulali pada Aditya.


Aditya mendelikan matanya ke arah Anisa,"kamu mau ngerjain aku."


"Pak sabar kalau istri ngidam emang banyak maunya tapi harus di turuti biar anaknya gak ngiler,"ucap penjual gulali.


Aditya tersenyum mendengar ucapan penjual gulali.


Istri...andai benar dia istri ku pasti aku senang sekali gumam Aditya dalam hati


Aditya selesai membeli gulali dan rujak lalu diaasyk ke dalam mobil.


"nih nyonya pesanan anda,"ucap Aditya menyindir Anisa lalu dia menyodorkan rujak dan gulalinya.


"ih...sweat banget terimakasih,"Anisa mengambil gulali dan rujaknya lalu sekilas mencium pipi Aditya.


Cup..


"hei...bumil nyosor ya...gak takut suaminya marah,"ucap Aditya memegang pipinya.


"Kan suaminya anda,"ucap Anisa keceplosan.


"Apa??"Aditya kaget mendengar ucapan Anisa.


"Apanya?"Anisa pura-pura lupa dengan ucapannya.


"Tadi kamu bilang aku suami kamu?"tanya Aditya penasaran.


"o..itu,"jawab Anisa singkat.

__ADS_1


"Siapa kamu?"Aditya mencengkram bahu Anisa lalu mendekatkan wajahnya pada Anisa.


"Mas... sakit,"ucap Anisa mencoba melepaskan tangan Aditya dari bahunya.


Aditya langsung melepaskan tangannya"Maaf aku menyakitimu,tapi aku mohon jawab kamu siapanya aku kenapa setiap aku berdekatan sama kamu jantung aku selalu berdebar."


"Kamu ingin tau siapa aku?"Anisa memegang pipi Aditya.


Aditya mengangguk"ya..aku ingin tau yang sebenarnya."


" kalau aku bilang kamu adalah orang yang spesial di hati aku,kamu percaya gak?"tanya Anisa menatap wajah Aditya.


"Mungkin,"ucap Aditya ragu.


"Kok jawabnya mungkin, berarti kamu gak percaya aku,"Anisa memalingkan mukanya.


"Bukan seperti itu,"Aditya menarik dagu Anisa sehingga mereka saling berhadapan kembali.


"Aku...aku istri kamu,"jawab Anisa ragu takut terjadi apa-apa sama Aditya.


Aditya terdiam setelah mendengar ucapan Anisa.


Satu detik


dua detik


Lima detik


"Pak...pak Aditya,"Anisa menepuk-nepuk pipi Aditya.


Awww...Aditya memegangi kepalanya.


"Mas... kenapa?"Anisa kaget melihat keadaan suaminya dia mulai menangis.


Melihat keadaan Aditya yang meringis kesakitan Anisa panik dan dia ingat kalau Aditya masih mengkonsumsi obat-obatan dari dokter untuk kesembuhannya.Anisa mencari obat tersebut di dalam tas kerja suaminya dan untungnya obat itu ada dalam tas Aditya.


"Mas..ini minum obatnya,"Anisa memberikan obat dan sebotol air mineral pada Aditya.


Aditya meminum obatnya lalu menyenderkan tubuhnya di kursi kemudi dia memejamkan matanya sambil mengelus kepalanya.


"Mas... jangan paksakan untuk mengingatnya hiks..hiks.."Anisa memeluk tubuh suaminya dari samping.


Aditya membuka matanya lalu melirik ke arah Anisa,dia melihat perempuan di sampingnya itu berderai air mata di pipinya.


Ya Tuhan..apa benar aku suaminya, melihat dia menangis seperti ini hati aku sakit gumam Aditya dalam hati


"sutt... jangan menangis ya.."Aditya mengusap air mata di pipi Anisa.


"Mas..sudah gak sakit kepalanya?"tanya Anisa.


"Aku udah baikan jadi jangan nangis lagi,"Aditya mengecup kening Anisa.


"Mas,maaf ucapan Nisa bikin mas sakit lagi,"ucap Anisa.


"Bukan salah kamu,aku yang ingin segera mengingat siapa kamu namun maaf aku belum bisa mengingatnya tapi aku percaya sama kamu jadi jangan sedih,"Aditya mengusap kembali air mata di pipinya Anisa lalu dia mendaratkan ciuman lembut di bibir Anisa.


"Hiks..hiks..Nisa kangen sama mas,"Anisa memeluk suaminya tanpa di sangka Adityapun mempererat pelukannya lalu mengusap punggung Anisa.


**Sampai sini dulu🙏

__ADS_1


__ADS_2