Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
Ruangan pribadi CEO


__ADS_3

Aditya dan Angga kembali dari restoran,Angga pamit tidak ikut ke kantor Aditya lagi karena dia ada acara mendadak.


Aditya berjalan melewati ruangan Anisa, laki-laki itu merindukan istrinya untuk sekedar menenangkan perasaan yang kini kalut.


✉️sayang..aku tunggu di ruangan.


Sebuah pesan Aditya kirim pada Anisa,saat dia melewati ruangan divisi keuangan,dia melihat ke arah istrinya dan seketika Anisapun menatap ke arah Aditya di sertai senyuman manis di bibir sexi Anisa.


Anisa minta ijin untuk ke ruangan CEO tentu saja diijinkan oleh Riko karena Aditya sudah menelpon Riko terlebih dulu.


"Permisi bak Dinda,saya di suruh nemuin bos,"ucap Anisa pada sekertaris Aditya.


"ya,kamu udah di tunggu bos,"Dinda menatap Anisa tidak suka.


apa sih yang dia kasih pada bos, sepertinya bos sering banget manggil keruangannya,apa bener kata Adel kalau Anisa ada main sama pak Aditya?gumam Dinda dalam hati merasa iri karena dia yang sudah lama jadi sekertaris Aditya gak pernah dapat perhatian lebih dari atasannya itu.


tok..tok..


"Masuk"ucap Aditya dari dalam.


Anisa membuka pintu namun di dalam dia tidak melihat Aditya.


Cekret


Bunyi kunci otomatis pintu ruangan Aditya terdengar tanda kalau pintu itu terkunci secara otomatis dari dalam.


"Permisi pak Aditya,"Anisa mencoba memanggil suaminya secara formal karena takut ada orang lain yang mendengar.


Anisa celingukan mencari sosok bos sekaligus suaminya itu namun dia tidak melihatnya.Anisa mencoba berbalik menuju pintu namun tiba-tiba dia terkejut karena sepasang tangan kekar melingkar di perutnya.


grep..


"Aahhh.. lepasin"ucap Anisa kaget.


"Sayang.. jangan teriak,ini aku,"Aditya berbisik di telinga Anisa sambil mencium cuping telinga istrinya.


Anisa membalikan tubuhnya sehingga mereka kini saling berhadapan.


cup...cup..cup..


seperti biasa Aditya mencium seluruh wajah Anisa lalu tiba-tiba Aditya membungkuk dan mencium perut Anisa.


"Selamat pagi kesayangan daddy, apakah kamu baik-baik saja di perut momi?"Aditya berbicara pada anak dalam kandungan istrinya.


"Celamat pagi Daddy,acu baik-baik aja,"ucap Anisa menirukan suara anak-anak.


"Sayangnya daddy boleh gak daddy jenguk kamu ?"tanya Aditya tersenyum licik.


"tuh kan, daddy modus,"Anisa cemberut.


Aditya berdiri lalu mencium kening Anisa sambil berucap"emangnya gak boleh daddy nengokin babby kita?"


"Mas ini di kantor,"Anisa mencubit pelan perut sixpack suaminya.


"awww..sayang sakit,"Aditya pura-pura kesakitan.


"Mas,maaf ya..Nisa gak sengaja,"Anisa memegangi perut suaminya sambil mengelus-ngelusnya.


Aditya tiba-tiba menegang mendapat perlakuan istrinya bagaimana tidak Anisa mengelus-ngelus perutnya dengan lembut seluruh tubuhnya mulai memanas.


"sayang kamu udah membangunkan si junior,jadi harus tanggung jawab,"Aditya berbisik di telinga istrinya.


"mas mesum deh,"ucap Anisa merona menahan malu.


"Mas mesum sama kamu doang,"Aditya menggoda.

__ADS_1


"Entar di apartemen aja ya.."Anisa membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"maunya sekarang,"Aditya merajuk.


"Nanti aja,"ucap Anisa.


"Sekarang.."Aditya.


"Nanti.."Anisa.


ahh...mas..


Aditya menggendong Anisa ala bridal style menuju ruangan pribadinya di balik rak buku.


Aditya mendudukkan Anisa pelan ke atas tempat tidur lalu mendaratkan ciuman lembut di bibir Anisa.


Anisa menutup matanya merasakan ciuman hangat suaminya,dia membalasnya dengan lembut pula.


Tadinya Anisa menolak aktivitas paginya yang mulai panas namun entah karena pengaruh kehamilan membuat hormon dalam tubuhnya meningkat kini malah Anisa yang semakin agresif.


Anisa mulai menciumi leher Aditya dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana.Lalu dia mulai membuka kancing kemeja suaminya itu dan meraba-raba dada bidang suaminya.


"Katanya tadi gak mau?"tanya Aditya menggoda.


"Nisa suka harum tubuh mas,"Anisa menciumi dada bidang suaminya.


"ini..ini.. semua punya kamu sayang,"Aditya memegang tangan Anisa menuntunnya untuk meraba leher sampai perutnya.


"Mas.."ucap Anisa malu.


Aditya mencium kembali Anisa mulai dari wajah lalu turun ke leher tidak lama kemeja Anisa kini sudah terbuka di ciumnya dua gundukan indah milik Anisa.


Mas..,


"Mas"


"sayang"


"ahh""


Desahan dari keduanya terdengar merdu di ruangan pribadi Aditya untungnya ruangan tersebut kedap suara jadi tidak akan terdengar.Pagi yang cerah mereka habiskan dengan aktivitas yang menggairahkan.


trettt..


📱Boy:Tuan ada janji makan siang dengan clien"


📱 Aditya:kamu saja yang temui,saya lagi nemenin Anisa.


📱Boy:siap bos.


"Mas ada meeting?"tanya Anisa di balik selimut.


"Udah di urus Boy,"jawab Aditya memeluk istrinya.


"Mas,aku harus keruangan nanti yang lainnya curiga,"Anisa menatap suaminya.


"Sayang,kamu gak lelah? istirahat aja dulu di sini kasihan babbynya,"ucap Aditya lalu mencium kening Anisa.


"Ini gara-gara mas,"Anisa mengerucutkan bibirnya.


"hei..kok gara-gara mas, tadi yang lebih agresif siapa?"tanya Aditya sambil mencolek hidung mancung istrinya.


"Mas...Nisa malu,"Anisa menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


"Sayang..aku suka kamu agresif kaya gitu,jadi tambah gemess..."Aditya mencubit pipi Anisa."

__ADS_1


"Mas,Nisa mau mandi lengket semua badan Nisa,"Anisa bangun lalu duduk sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.


"mau mas mandiin?"ucap Aditya sambil terkekeh geli melihat Anisa panik.


"gak,mas... jangan nambah lagi,"Anisa bangun lalu berjalan cepat menuju kamar mandi.


Aditya ketawa melihat kelakuan istrinya itu.


"Sayang..mas makin cinta sama kamu Anisa Andini,"teriak Aditya ketika Anisa mau masuk kamar mandi.


"Nisa juga sayang banget sama suamiku Aditya Pratama yudha,"teriak Anisa lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Aditya senyum-senyum sambil menatap lang-langit kamar,dia lupa sejenak masalah Monica.


click..


Anisa keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya lalu memunguti bajunya yang berserakan di lantai.


"Sayang..ganti bajunya nih,"Aditya memberikan kemeja dan rok lengkap dengan pakaian dalamnya.


"loh baju dari mana mas?"tanya Anisa.


"Mas yang siapkan di lemari jika sewaktu-waktu kamu membutuhkannya,"Aditya berdiri menuju kamar mandi.


"Ini baju buat Nisa atau buat bak Monica?"Anisa memanyunkan bibirnya.


"Sayang ..ini khusus buat kamu karena Monica gak tau ruangan ini dan gak pernah aku ajak ke sini,hanya kamu yang bisa memberantakan ruangan ini he..he.., jawab Aditya lalu memeluk tubuh Anisa.


"Bohong,"ucap Anisa singkat.


"suer"Aditya mengacungkan kedua jarinya berbentuk huruf v.


"Gak percaya,"Anisa masih cemberut.


"Sayang..tanya deh sama Boy gak pernah ada perempuan ke dalam sini kecuali kamu dan baju-baju ini aku yang siapkan buat kamu,"Aditya mencoba menjelaskan agar Anisa tidak marah lagi.


"iya..Nisa percaya sama mas,"Anisa tersenyum.


"ya udah mas mandi sana,"Anisa mencoba melepaskan pelukan suaminya namun Aditya malah mengencangkan pelukannya.


"Peluk bentar mas suka wanginya,"Aditya mencium wajah dan leher Anisa.


"sudah mas,entar malah pengen lagi he..he..,"ucap Anisa nyengir.


"istri mas mulai nakal,"Aditya mencolek hidung mancung Anisa.


Anisa mendorong tubuh Aditya sampai masuk kamar mandi agar suaminya segera mandi.


Aditya dan Anisa kini sudah rapih lalu mereka berdua ke luar ruangan pribadi Aditya.


Waktu menunjukan jam istirahat,Aditya memesan makanan biar mereka berdua makan di dalam ruangan CEO saja.


"Sayang..kita makan di sini aja ya,"ucap Aditya sambil mengajak duduk Anisa di sofa.


"ya mas,"Anisa merebahkan tubuhnya di sandaran sofa di ikuti Aditya yang menyenderkan kepalanya di pundak istrinya itu.


Tok..tok..


"Sayang"sayang"


tok..tok..


"Siapa ya???"


**bersambung, tunggu ya..**

__ADS_1


__ADS_2