
Tok...tok...
"Boy,biar saya yang buka pintunya,"Ucap Aditya dan langsung membuka pintunya lalu dia memeluk orang yang ada di hadapannya.
"Sayang...aku kangen,"ucap Aditya sambil memeluk orang yang ada di hadapannya.
"aku juga..,"ucap perempuan itu sambil mengeratkan pelukannya.
suaranya bukan Anisa gumam Aditya dalam hati lalu dia melihat orang yang dia peluk
"kau...?ucap Aditya melotot sambil mencoba melepaskan pelukannya namun Monica malah mengeratkan pelukannya pada Aditya.
"Kenapa?ya ini aku,"jawab Monica.
Prang...
Bunyi sebuah benda terdengar
jatuh tepat di bawah tangga ternyata Anisa yang menjatuhkan nampan.Aditya melihat Anisa tepat menatap tajam ke arahnya.sebenarnya Aditya ingin langsung turun tangga dan menghampiri Anisa namun Monica memeluknya erat.
Nisa!oh Tuhan pasti dia melihat aku berpelukan sama Monica padahal tadi aku nyuruh dia ke atas pasti dia ngira aku sengaja ngelakuin ini gumam Aditya dalam hati
ih..mas Aditya tadi nyuruh aku ke atas katanya kangen tapi aku malah nonton mereka bermesraan gumam Anisa dalam hati merasa sedikit kecewa
"Kamu mau apa ke sini?kan kamu gak boleh naik turun tangga,"ucap Aditya sedikit kecewa karena yang ada di hadapannya Monica bukan Anisa.
"Sayang aku kangen sama kamu,"Monica memegang tangan Aditya.
"Ya sudah ayo aku antar ke kamarmu jangan naik turun tangga entar kenapa-kenapa sama kandunganmu,"Aditya memapah Monica ke bawah sebenarnya dia ingin sekali marah sama Monica karena tau Monica sudah membohonginya mengenai kehamilannya namun dia harus tahan sampai waktu yang tepat untuk membongkar kebohongan Monica.
kamu pembohong, penghianat Mon,tega kamu gumam Aditya dalam hati
Aditya sungguh kecewa pada wanita yang sudah di nikahinya selama kurang lebih satu tahun ini namun dia tidak bisa melampiaskan kemarahannya sekarang mengingat ini di rumah mamihnya.
Aditya mengantar Monica ke kamarnya lalu berkata"kamu istirahat aja jangan banyak bergerak apalagi naik turun tangga."
"sayang..mau kemana?temani aku tidur dulu,"pinta Monica.
"Aku ada urusan sebentar,"Aditya langsung keluar kamar.
pasti mau nemuin perempuan kampung itu ucap Monica kesal
Aditya langsung berjalan menuju kamar tamu namun sebelum sampai ketemu mamihnya di ruang keluarga.
"Mau kemana Dit?"tanya mamihnya.
"mau nemuin Anisa,"jawab Aditya.
"loh emangnya kamu gak tau tadi dia udah pamit pulang,"ucap mamih Aditya.
"pulang?kok gak pamit ke aku,"tanya Aditya lagi.
"emangnya kenapa?dia kan tamu mamih cukuplah pamitnya sama mamih aja,"jawab mamih Aditya.
"o..ya,"Aditya menggaruk kepalanya seolah-olah gatal.
Aditya berjalan menuju lantai atas namun sebenarnya dia ingin sekali menyusul Anisa tapi gak mau mamihnya curiga jadi dia harus memikirkan ide untuk menyusul Anisa.
Aditya terus menghubungi Anisa namun tidak di angkat-angkat sama istrinya itu.
kemana kamu sayang...mas khuwatir,
lebih baik aku tanya sama mereka berdua bagaimana caranya aku bisa keluar rumah dan menyusul Anisa gumam Aditya dalam hati
__ADS_1
Anisa terpaksa pulang dari kediaman Pratama tanpa pamit pada suaminya karena dia merasa kesal pada Aditya atas apa yang dia lihat tadi.
lebih baik aku pulang lama-lama di sini gak baik buat hati aku gumam Anisa
Anisa naik taksi online menuju apartemennya.Di dalam taksi dia mendengar lagu yang di putar pak supir, lumayan bisa menghilangkan sedikit kegalauan hatinya.
🎶🎶🎶🎶🎶
Jangan tanyakan perasaanku
jika kaupun tak bisa beralih
Dari masa lalu yang menghantuimu
karena sungguh ini tak adil
Bukan maksudku menyakitimu
Namun tak mudah tuk melupakan
Cerita panjang yang pernah kulalui
Tolong yakinkan saja raguku
Pergi saja engkau pergi dariku
Biar kubunuh perasaan untukmu
Meski berat melangkah
Hatiku hanya tak siap terluka
Hidup memang sebuah pilihan
Bila hanya setengah dirimu hadir
Dan setengah lagi untuk dia
Beri kisah kita sedikit waktu
Semesta mengirim dirimu untukku
Kita adalah rasa yang tepat
di waktu yang salah
🎶🎶🎶🎶
"ok sahabat ini adalah lagu dari Fiersa Basari dengan judul WAKTU YANG SALAH sudah cukup mewakili kalian yang sedang galau,"kata pembawa acara radio yang sedang berceloteh terdengar lumayan menyindir hati Anisa.
lagunya bikin hati tambah sakit gumam Anisa dalam hati
"Pak tolong matiin radionya,saya gak suka lagunya,"pinta Anisa pada supir taksi itu.
"lah..nona lagunya aja udahan baru minta di matiin sekarang,pasti nona lagi galau juga ya?he...he.."ucap pak supir lalu mematikan radionya.
"Bukan galau tapi lagi sebel sama seseorang,"ucap Anisa sambil cemberut.
"pacarnya ya?"tanya pak supir.
"Dia gak peka sama perasaan aku,sebel!"Anisa menggerutu pelan namun terdengar sama pak sopir.
"emang laki-laki seperti itu nona,makanya saya gak suka sama laki-laki he..he.."ucapan pak supir bikin Anisa ketawa.
__ADS_1
"ha...ha..si bapak,masa iya jeruk makan jeruk,"Anisa ketawa mendengar celotehan pak supir.
**Kamar Aditya**
"Bro dari mana?"tanya Angga.
"Dari bawah,"jawab Aditya singkat.
"Tadi siapa yang lu peluk?si cantik ya?"tanya Angga lagi.
"Bukan dia Monica,gue kira juga tadi Anisa jadi langsung peluk eh.. ternyata Monica terus parahnya Anisa liatin dari bawah dan sekarang dia pulang tanpa pamit sama gua,"Aditya merebahkan tubuhnya di sofa.
"Wah..pasti dia marah tuh bos,"ucap Boy.
"ya..apalagi dia gak mau ngangkat teleponnya,pesan juga gak dia balas
makanya kalian cari ide biar gue bisa keluar dan nyusul Anisa,"ucap Aditya.
"lu pasti di larang keluar sama mamih mengingat lu baru baikan,"Angga menyahut ucapan Aditya.
"Gimana dong?"Aditya mengetuk-ngetukkan jarinya pada keningnya.
"Bilang saja ada meeting mendadak,"ucap Boy.
"ini kan hari Minggu Boy,"jawab Angga.
he...he..Boy ketawa
"Biar gue yang susul Anisa takutnya kenapa-kenapa lagi,"ucap Angga sambil senyum.
"Gak,entar lu goda lagi istri gua,"Aditya melototkan matanya pada Angga.
"cemburu ha..ha.."Angga semakin ketawa melihat Aditya yang kesal.
Aditya melempar bantal sofa ke arah Angga.
"Reseh lu, play boy"ucap Aditya.
"Takut banget gue ambil si cantik,"ucap Angga menggoda Aditya.
"Berhenti manggil dia si cantik,"ucap Aditya kesal.
"emang dia cantik,"jawab Angga.
"Dia istri gua,"Aditya mengeraskan kata-katanya.
waduh kenapa mereka jadi ribut begitu kaya merebutkan mainan aja gumam Boy dalam hati
"Stop..stop kalian kaya anak kecil aja"ucap Boy dengan nada suara tinggi.
"Apa??"jawab Angga dan Aditya barengan sambil menoleh ke arah Boy.
kompak banget gumam Boy
"ok lebih baik kita pikirkan bagaimana minta ijin pada mamih agar bisa ke luar rumah,"ucap Aditya.
"sabar dulu bro, biarkan dia sendiri dulu mungkin butuh waktu menyendiri,"ucap Angga dengan nada serius.
"Tapi gue kangen sama dia dan takut kalau dia kenapa-kenapa,"ucap Aditya.
" Dia siapa Dit,"ucap seseorang dari arah luar kamar.
"Mamih...." ucap mereka bertiga serempak.
__ADS_1
**apakah mamih Aditya mendengar semuanya???