
Anisa sudah sampai bandara dia mencari-cari keberadaan Monica di ruang tunggu,ternyata Anisa menemukan sosok bos sexi nya lagi berdiri berhadapan dengan seorang laki-laki berwajah blesteran tinggi dan tampan.laki-laki itu memegang kedua pipi Monica mesra lalu mencium keningnya,sontak dari kejauhan Anisa kaget melihatnya.
what..siapa laki-laki itu,kenapa mereka mesra banget,oh...Tuhan si bos main api,gumam Anisa di hati
Tidak lama laki-laki yang di hadapan Monica pun pergi meninggalkan Monica,lalu dengan canggung Anisa menghampiri bosnya.
"hai..bos,ayo..pesawat kita sudah mau berangkat,"ajak Anisa pada Monica.
Lalu Anisa dan Monica masuk ke pesawat yang siap terbang menuju Bali.Di dalam pesawat sebenarnya Anisa mengantuk karena tidurnya semalam terganggu sama ulah Aditya,Anisa ingin sekali tidur tapi dia tidak bisa entah kenapa kejadian semalam di apartemen selalu mengganggu pikirannya.
apa yang gue lakukan semalam sama pak Aditya ya..gue kira mimpi oh..ternyata dia nyium gue beneran,gimana kalau ketemu pak Aditya gue pasti malu...pak Aditya...huh..Anisa bergumam dalam hati
Akhirnya Anisa dan Monica sudah sampai Bali mereka langsung di jemput mobil jemputan dari panitia penyelenggara acara yang akan mereka hadiri.
Monica minta supir untuk tidak pergi ke hotel yang sudah di siapkan melainkan Monica minta di antar ke sebuah Villa saja.
"pak,antar kami ke villa xxx saja,"pinta Monica pada supir."siap non,"jawab supir singkat.
Anisa yang mendengar merasa heran kenapa pergi ke villa kan sudah di siapkan hotel,lalu Anisa bertanya pada Monika"bos kita ga nginep di hotel?"Monica menjawab males"ga,kita tidur di villa milik Aditya aja suasananya lebih nyaman."
Mendengar penjelasan bosnya Anisa pun mengangguk tanpa mengatakan apapun lagi.
Tidak lama mereka pun tiba di villa milik Aditya,suasana villa yang mewah dengan di suguhkan pemandangan pantai yang indah dan mempesona membuat mata Anisa tak berkedip.
subhanallah...indah sekali pemandangan yang Engkau lukis dengan fena kuasaMu,Anisa bersyukur dalam hati
"bos kayanya saya bakalan betah nih lama-lama di sini,"ucap Anisa sambil masuk ke dalam villa dengan koper bawaannya.
"Dasar orang miskin baru lihat villa mewah ya.."ledek Monica pada asistennya.
"selamat siang non,selamat datang,"sapa seorang wanita paruh baya menyambut ramah.
__ADS_1
wanita itu adalah mbok Sumi dia adalah orang yang mengurus villa.
"mbok,apa kamu sudah siapkan kamar saya?"tanya Monica pada si mbok Sumi."sudah non,semuanya sudah saya siapkan."jawab mbok Sumi sambil menunjuk ke arah kamar.
"Nisa kamu tidur di kamar itu dan aku sebelah sana,"jelas Monica pada asistennya."siap Bosque"jawab Anisa riang.Lalu merekapun masuk ke kamarnya masing-masing.
sekitar pukul 12.00 Anisa keluar kamar untuk menemui Monica di kamarnya.
tok..tok..
Anisa mengetuk kamar bosnya.
cklek..pintu kamarpun di buka Monica dan langsung saja Anisa berbicara pada bosnya,
"bos..jadwal anda hari ini ada rapat dan jamuan makan siang jam satu di restoran xxx bersama para klien."
"ok..siapkan semuanya,"jawab Monica singkat.
Tidak lama akhirnya Anisa dan Monica berangkat menuju restoran xxx.Acara lumayan lama sampai menjelang malam.
Di dalam kamar Anisa menatap dari jendela ke arah pantai yang begitu damai dan tenang,Nisa menghembuskan napasnya dalam-dalam menghirup udara malam yang begitu menyejukkan hati,membuang segala lelah dalam raga.
Trettt...trettt..
bunyi ponsel mengagetkan Anisa,lalu segera dia mengambilnya dan menekan tombol hijau untuk menerima panggilan yang ternyata dari adiknya Adam"Assalamualaikum kak Nisa apa kabar?"suara Adam terdengar menyapa."walaikumsallam dek,kakak baik ada apa dek?,"tanya Nisa.
Adam menjelaskan bahwa ibunya sakitnya kambuh lagi dan lebih parah sehingga ibunya harus di operasi segera,selain itu Adampun bercerita kalau rumahnya akan di sita bank karena mereka sudah lima bulan belum membayar cicilan pinjaman pada bank.Mendengar cerita adiknya Anisa pun meneteskan air matanya rasanya dia ingin menangis kencang namun ia tahan agar tidak terdengar adiknya.
"sabar ya..dek,kakak usahain mendapatkan uang secepatnya untuk operasi ibudan bayar cicilan bank,kamu jaga ibu dan adikmu,kakak mohon maaf tidak bisa pulang."jelas Anisa pada adiknya sebelum menutup sambungan telepon.
Setelah menerima telepon dari adiknya,Anisa pun merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menatap langit-langit kamarnya.
__ADS_1
Ya Allah sesungguhnya segala cobaan yang Engkau berikan kepadaku itu pertanda Engkau menyayangiku,maka berikanlah kekuatan pada hambaMu ini,lirih Anisa di hati dan terasa bulir bening keluar dari matanya
Anisa memberanikan diri untuk meminta tolong pada bosnya untuk meminjam uang.Anisa keluar kamar dan menemukan Monica di ruang tv langsung saja Anisa berkata pada bosnya,"bos saya boleh saya bicara?""Ada apa?"jawab Monica.
Dengan bergetar dan hati-hati Anisa pun menjelaskan maksudnya kalau dia mau pinjam uang untuk biaya ibunya operasi dan bayar cicilan bank.
"berapa yang kamu butuhkan ?"tanya Monica,
"sekitar 50juta bos,"jawab Anisa pelan.
"terus bagaimana cara kamu mengembalikannya?"Monica tanya ulang,"bos bisa potong gaji saya atau apapun syarat yang bos ajukan akan saya lakukan,"jawab Anissa.
Sejenak Monica diam berpikir dan mengingat masalah yang dia sedang hadapi dengan mertuanya yang selalu memaksa Monica agar memberikan cucu untuk mereka.
Flashback on
Sebelum pergi ke Bali Monica dan Aditya di suruh datang ke rumah utama yaitu rumah mewah kediaman pak Pratama ayahnya Aditya.Di sana sudah berkumpul keluarga besar pak Pratama ada nyonya Meri istri pak Pratama ibu Aditya,nyonya Ani yang merupakan nenek Aditya dan Alina kakak Aditya dan suaminya Frans.
Mereka makan malam bersama dan membicarakan perihal perusahaan besar mereka.Pak Pratama mendesak Aditya dan Monica untuk segera mempunyai anak karena pak Pratama ingin segera mendapatkan cucu dari Aditya sebelum dia meninggal karena penyakitnya yang sering kambuh, walaupun kakaknya Aditya sudah mempunyai anak satu tapi ayahnya tetap menginginkan cucu dari Aditya.
Bahkan pak Pratama tidak segan -segan mengancam tidak akan memberikan warisan sepeser pun jika Aditya dan Monica tidak memberikan cucu dalam waktu sebulan.
Pak Pratama tahu kalau anak dan menantunya menunda memiliki momongan demi karir modelingnya Monica,itu sebabnya pak Pratama mengancam Aditya dan Monica.
Flashback off
Tiba-tiba terbersit sebuah ide konyol dari Monica bagaimana dia bisa menyelesaikan masalahnya.Monica melihat Anisa dari atas sampai bawah.
mungkin dengan keadaan dan situasi ini gue bisa manfaatkan Anisa untuk kepentingan gue, apalagi orang miskin akan melakukan apapun demi mendapatkan uang,gumam Monica dalam hati
**sebenarnya apa ya..yang akan Monica rencanakan???
__ADS_1
ikutin terus ya...jangan lupa suport hasil karya
pertama aku🙏🙏