
Selesai shopping dan pergi ke salon kecantikan di mall,Anisa dan mamih Aditya pulang menuju kediaman Pratama.Sebenarnya Anisa sudah menolak ajakan mamih Aditya untuk ikut ke rumah kediaman Pratama,dia merasa canggung dan takut jika harus berkenalan dengan keluarga besar Aditya.Namun mamih Aditya terus memaksanya untuk ikut makan malam bersama.
ah..gimana ini,aku takut bagaimana bertemu dengan keluarga mas Aditya, bagaimana kalau mereka tau siapa aku?ya Allah lindungilah aku gumam Anisa dalam hati.
waktu menunjukkan pukul 18.30 WIB,Anisa dan mamih Aditya sampai di kediaman Pratama.
"Masuk Nis, jangan sungkan anggap saja rumah sendiri,"ucap mamih Aditya lalu mereka masuk ke dalam rumah.
Anisa hanya mengangguk dan tersenyum.
"Selamat malam nyonya,"sapa bi Jum.
"Malam Bu Jum,kenalin ini Anisa,"ucap Mamih Aditya pada Bu Jum.
"selamat malam nona Anisa,"Bu Jum membungkukkan badannya menyapa Anisa.
"Selamat malam Bu,"jawab Anisa sopan.
"Maaf nona, panggil saja biJum,"ucap bi Jum ramah.
"BiI Jum apa tuan besar dan tuan muda sudah pulang?"tanya mamih Aditya.
"belum nyonya,"jawab bi Jum.
"Kalau Monica di mana bi?"tanya mamih Aditya.
"Non Monica ada di kamarnya,dia di temani dokter Amel tadi sore main ke sini,"jawab bi Jum.
"Memangnya Monica kenapa lagi?"mamih Aditya cemas lalu dia berjalan menuju kamar Monica,tidak lupa dia menyuruh ni Jum ngantar Anisa menuju kamar tamu untuk istirahat dulu sebelum makan malam.
"Mon,apa lu sudah pikirkan kalau Aditya tau kenyataannya?"tanya Amel.
"Makanya lu cukup tutup mulut rapat-rapat,"Monica menatap Amel.
"tentu,yang penting transfereran lancar,"Amel tersenyum licik.
"Tapi gara-gara ide lu,Aditya sama sekali gak mau bercinta sama gue,"Monica mendengus kesal.
"Kan lu yang minta agar Aditya lebih perhatian sama lu,jadi gue bilang kalau kandungan lu lemah,"Amel sedikit ketawa.
"Dasar dokter sialan,"Monica sebal.
"Terus gimana kabar si David,"tanya Amel.
"Jangan bahas orang itu, gara-gara dia karir gue hancur,"jawab Monica.
"Dia masih cinta banget sama lu,"Amel bertanya lagi.
Monica hanya tersenyum kecut sambil berkata"Mungkin."
"Bagaimana kalau dia mau ngambil anak lu kelak,"tanya Amel.
"gue belum mikir sampai situ yang penting untuk sekarang Aditya percaya anak dalam kandungan gue anaknya,"jawab Monica.
"Terus gimana sama istri kontrak suami lu?"Amel penasaran.
"itu masalah yang gua pusingin sekarang, bagaimana caranya menyingkirkan perempuan itu,apalagi gue dengar dia lagi hamil juga,"ucap Monica.
"What!berarti posisi lu terancam dong?ini gara-gara ide konyol lu ngapain coba nyuruh perempuan lain untuk jadi rahim pengganti,"Amel tidak habis pikir.
"Tadinya kan gue gak mau kalau karir gue terganggu gara-gara hamil dan sekarang malah gara-gara si br**** David gue jadi hamil,"ucap Monica sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"lu sih gak main cantik,"ucap Amel.
"Gue lupa suntik kontrasepsi sebelum ke Paris,"ucap Monica.
"Nis,gue penasaran sama istri kedua Aditya?"tanya Amel.
"Dia mantan asisten gue namanya Anisa,"jawab Monica.
"o ya,apa Aditya suka sama perempuan itu?"tanya Amel.
Monica membuang kasar nafasnya dan berkata"sepertinya".
"Kalau gitu lu harus buru-buru singkirkan perempuan itu Mon,sebelum lu yang di usir Aditya",ucap Amel.
"emang perempuan kampungan itu harus pergi jauh dari Aditya bahkan mati,"Monica berkata dengan nada yang lumayan kencang.
"Siapa yang harus mati?"ucap mamih Aditya yang kini berdiri di depan pintu kamar Monica.
Sontak dua wanita yang berada di dalam kamar terperanjat kaget.
"Mam,sejak kapan mamih di situ?"tanya Monica gugup.
"barusan,maksud kamu tadi siapa?"mamih Aditya penasaran.
"o itu loh mam,kita lagi ngomentarin drama Korea tentang pelakor yang sekarang lagi hits,"ucap Anisa lalu berdiri menuju arah mamih Aditya berada.
"Kirain mamih siapa?kok ada dokter Amel di sini?kamu gak kenapa-kenapa kan Mon?"tanya mamih Aditya.
"Monica baik-baik aja mam,dokter Amel cuma mau main,"jawab Monica.
"Syukurlah, kalau gitu kalian keluar sekarang kita makan malam bersama kebetulan ada seseorang yang mau mamih kenalin,"ajak mamih Aditya sambil berlalu keluar kamar.
"Siapa Mon?"tanya Amel.
*Di ruang makan**
Mamih Aditya yang kini sudah berada di meja makan setelah membersihkan tubuhnya,dia membantu Bu Jum menata meja makan.
"Hey..mantuku sepertinya ada yang spesial makan malam kali ini tidak seperti biasanya nyonya Pratama turun langsung menata hidangan makan malam?"tanya Omanya Aditya.
"Biasa aja Bu,cuma malam ini aku mengundang teman makan malam di sini,"jawab Mamih Aditya sambil terus menata makanan di meja.
"selamat malam mam,Oma,"sapa Aditya yang baru sampai di temani asistennya Boy.
"Malam sayang,Boy jangan langsung pulang kita makan malam bersama dulu,"ucap mamih Aditya.
"Baik nyonya,"jawab Boy.
"Kalau gitu Aditya bersih-bersih dulu mam,"Aditya berjalan menuju kamar.
Mamih Aditya menyuruh bi Jum memanggil Anisa untuk bergabung di meja makan.
Sewaktu Aditya berjalan menuju kamarnya dia berpapasan dengan Monica dan dokter Amel.
"Sayang,kamu sudah pulang,"ucap Monica lalu memeluk Aditya.
"ya..aku baru sampai,kamu ke ruang makan aja duluan sama Amel,aku mau bersih-bersih dulu,"Aditya melepaskan pelukan Monica.
"aku temenin kamu ke kamar,Mel gak apa-apa kan kamu duluan ke ruang makan?"Monica merangkul tangan Aditya.
"ya gak apa-apa,"jawab Amel berlalu.
__ADS_1
Aditya dan Monica masuk kamar sementara Amel berjalan menuju ruang makan,di sana sudah ada mamih Aditya,Oma dan Boy.
"selamat malam semuanya,"sapa dokter Amel.
"malam dokter Amel,silahkan duduk"ucap mamih Aditya.
Tidak lama dokter Amel bergabung di meja makan datang pula Anisa dari kamar tamu dengan menggunakan pakaian yang di belikan mamih Aditya tadi siang,dia begitu cantik memukau mata yang melihatnya.
"Selamat malam semuanya,"sapa Anisa gugup.
"Malam Nis,ayo duduk,kenalin ini Omanya Aditya,ini dokter Amel dia adalah dokter kandungan sekaligus sahabatnya menantu mamih dan kalau Boy,kamu kan sudah kenal,"ucap mamih Aditya.
Amel dan Oma pun menatap intens ke arah Anisa.
siapa wanita ini apa tamu yang di katakan tadi oleh nyonya Pratama? katanya temannya tapi kok usianya jauh sama nyonya Pratama gumam dokter Amel dalam hati.
si.. siapa perempuan ini kenapa dia mirip perempuan itu dan kenapa menantuku membawanya ke sini dan apa hubungan mereka ucap Oma Aditya dalam hati.
"Salam kenal oma,saya Anisa,"ucap Anisa membuyarkan lamunan Omanya Aditya.
Anisapun mencium tangan Omanya Aditya lalu tersenyum ramah dan pada dokter Amel,Anisa mengulurkan tangannya tanda perkenalan.Anisa melirik ke arah asisten Boy lalu dia tersenyum.
nona Anisa kenapa ada di sini? tadi bos menghubunginya dia tidak menjawab telepon ternyata dia malah di sini,aduh gimana ini gumam Boy dalam hati
Memang tadi sore saat Aditya menghubungi Anisa, perempuan itu tidak menjawabnya itu karena ponsel Anisa kehabisan baterai hingga membuat Aditya cemas dan uring-uringan gak jelas.
"tunggu sebentar ya.. sepertinya papih sudah pulang,"ucap mamih Aditya berlalu menuju kamar utama.
Setelah mamih Aditya berlalu datanglah Aditya dan Monica ke ruang makan.
Anisa mendongakkan wajahnya menatap kedua orang itu dilihatnya Monica yang merangkul mesra tangan Aditya.
Deg
Hati Anisa tiba-tiba sakit melihat kemesraan pasangan suami istri di hadapannya.
Anisa kamu harus ikhlas, please..jangan nangis lirih hati Anisa
Aditya dan Monica sama-sama kaget saat melihat Anisa yang ada di meja makan di samping Boy.
kenapa perempuan sialan ini ada di sini apa Aditya yang mengajaknya gumam Monica dalam hati lalu dia melirik kearah wajah suaminya.
Monica kaget dengan keberadaan Anisa di meja makan begitu pula Aditya dia sampai membulatkan matanya menatap ke arah Anisa.
sayang..kamu ada di sini?dari tadi aku mencemaskan mu gumam Aditya dalam hati merasa lega karena Anisa ada di hadapannya kini
Rasanya Aditya ingin menghambur memeluk wanita yang ia cemaskan dan rindukan dari tadi sore namun dia tahan karena situasi yang tidak memungkinkan.
Aditya dan Monica duduk bersebelahan dan tepat di depan Aditya ada Boy dan Anisa.
Mereka semua terdiam dengan pikiran masing-masing,Aditya yang terus menatap Anisa penuh kerinduan.
Pak Pratama dan nyonya Pratama memasuki ruang makan dan semua yang ada di meja berdiri dan membungkuk tanda penghormatan kecuali Omanya Aditya.
"Silahkan duduk,"ucap pak Pratama singkat.
Mamih Aditya memegang tangan suaminya dan berkata"pap,kenalin itu Anisa teman baru mamih dan dia juga karyawan Aditya."
Pak Pratama menatap tajam wajah Anisa,hingga membuat Anisa gugup dia hanya tersenyum membalas tatapan tajam Pak Pratama.
__ADS_1
*"Ada apa ya??*🤔