Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
Akhirnya Anin tahu


__ADS_3

Bruk..


"Ibu"Anisa kaget melihat ibunya pingsan.


Aditya menyerahkan baby Atha ke pangkuan istrinya lalu dia mengangkat tubuh mertuanya dan menidurkan nya di atas sofa.


"Nis,sini minyak telon baby Atha biar mamih kasih ke ibumu,"mamih Aditya membuka minyak telon baby Atha lalu menciumkannya tepat di hidung Bu Andini.


"Bu bangun Bu,"Anisa duduk di dekat ibunya sambil mengelus-elus tangan ibunya,dia sudah tidak menggendong baby Atha lagi karena sudah di serahkan pada suaminya.


Anin masih terkejut melihat ibu Andini pingsan,dia masih bertanya-tanya dalam hatinya sebenarnya siapa ibunya dan yang mana karena di situ ada dua orang paruh baya yaitu mamih Aditya dan ibunya Anisa.


Ibu Andini mulai membuka matanya lalu berkata"Nis,kak..kakak kamu masih hidup".


"Alhamdulillah Bu,Nisa sangat senang,ibu jangan pingsan lagi ini adalah anugerah Bu,"ucap Anisa .


ibu Andini bangun sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing.


"Nak Anin,ini ibumu nak,"ucap mamih Aditya menunjuk ke arah ibu Andini.


Anin masih diam terpaku mencerna kata-kata mamih.


"ibu,terus mana ayahku?"tanya Anin yang masih bingung.


"Dia ayah mu,papih Pratama,"ucap mamih Aditya menunjuk pak Pratama lalu lelaki paruh baya itu mendekat ke arah Anin.


"Anin sayang,aku ayahmu nak,"ucap pak Pratama memegang tangan Anin.


"Anda ayahku dan dia ibuku?jadi kalian masih hidup?"tanya Anin dengan derai air mata.


"Maksud kamu apa sayang?"tanya pak Pratama.


Anin menangis dia melirik ke arah Oma"grandma jelaskan pada Anin, grandma selama ini bohongi Anin?hiks...hiks"Anin menangis hatinya remuk mengingat sang grandma bilang kalau kedua orang tuanya sudah meninggal.


"N...nin,ma..af"ucap Oma sambil menangis.


"Grandma jahat...jahat..tega hiks..hiks..,"Anin terus menangis sontak Angga mendekati perempuan cantik itu dan mendekapnya ke dalam pelukannya.


"Nin,tenang ya"ucap Angga mencoba menenangkan perempuan cantik yang dia kenal dua Minggu lalu.


"Sakit...Ga... sakit hiks.. hiks,"ucap Anin.


"Sutt...tenang ya.."Angga mengelus punggung Anin yang masih dalam pelukannya.


"Nak,maafin ibu,ibu gak tau kalau kamu masih hidup hiks..hiks.."ibu Andini menangis.


"Nona Anin maafkan nyonya besar itu memang salah beliau kedua orang tua anda tidak mengetahui kalau non Anin masih hidup tapi beliau sangat menyayangi anda,percayalah,"ucap bi Jum.


"Anin,maafkan ayah ini semua kesalahanku,dulu tidak mempercayai ibu mu hingga kejadiannya seperti ini,aku memang lelaki pengecut,"ucap pak Pratama.


"Anin,kami bahagia kamu masih hidup nak,"ucap mamih Aditya.


"Kak Anin,aku Anisa adik kakak,"Anisa mendekati Anin.


"Nin,ini keluarga kamu semua,bukankah ini adalah impian kamu bisa mempunyai keluarga yang utuh,"ucap Angga.

__ADS_1


"Hiks...hiks..Ga,a...aku masih shock dengan kenyataan ini,"jawab Anin.


"Nak,ibu boleh peluk kamu,"pinta Bu Andini.


Anin menatap wanita paruh baya di hadapannya terlihat gurat kesedihan dan kerinduan nampak di pelupuk matanya.


"Ibu hiks..hiks.."Anin menghambur ke dalam pelukan Bu Andini.


"Sayang...ibu merindukanmu,"Bu Andini mengelus rambut anaknya.


"Kakak,"Anisa ikut memeluk Anin dan ibunya.


Anin menatap Anisa"kamu adikku?tapi kenapa kamu tidak di pisahkan dari ibu dan ayah seperti aku?"


Semua terdiam mendengar pertanyaan Anin.


"Anin,biar ibu ceritakan,aku Andini ibu kamu dan itu Pratama ayah kamu anak dari grandma dan itu nyonya Pratama istri ayah kamu,ibu dan pak Pratama hanya mempunyai anak kamu nak sedangkan Anisa dan kedua adik kamu itu adalah anak ibu dengan suami ibu yang kedua sedangkan ayah kamu mempunyai anak dengan nyonya Pratama dua yaitu Adisty dan Aditya dan sekarang Anisa sudah menikah dengan Aditya jadi ibu sama pak Pratama sekarang besan,"ungkap Bu Andini.


Anin belum bisa mencerna ucapan Bu Andini"Ibu kenapa grandma memisahkan aku sama ayah dan ibu?"


"Anin, hubungan kami waktu itu tidak di restui grandma lalu grandma menikahkan ayahmu sama nyonya Pratama,"jawab ibu Andini.


"Apa aku anak di luar nikah?"tanya Anin membuat semua orang kaget mendengarnya.


"Anin,kamu anak Syah saya karena sebelum nikah sama nyonya Pratama saya sudah menikah siri sama ibumu walau secara rahasia biar grandma tidak mengetahuinya tapi ketika ibumu hamil...," pak Pratama menghentikan ucapannya sambil menarik nafas dalam-dalam.


Pak Pratama dan Bu Andini memang pernah menikah siri setelah pak Pratama mengambil kesucian Bu Andini namun tidak di ketahui Oma tapi pak Pratama sudah cerita pada nyonya Pratama setelah mereka menikah.


"Apa ayah meninggalkan ibu?"tatapan Anin tajam pada pak Pratama.


"Maafkan ayah yang bodoh dan pengecut yang tidak mempercayai ibumu yang waktu itu kena fitnah,dia di tuduh berselingkuh dan tanpa meminta penjelasan ayah langsung menceraikannya,"ucap pak Pratama.


"Anin sudahlah nak itu adalah masa lalu,ibu sudah ikhlas yang terpenting sekarang anak ibu ada di hadapan ibu,"Bu Andini memeluk kembali Anin.


"apa ibu sudah memafkan ayah dan grandma?"tanya Anin.


"Ibu sudah memaafkan mereka buktinya ibu merestui Anisa menikah dengan Aditya anak dari pak Pratama dan nyonya Pratama,"jawab Bu Andini.


"Anin bahagia mempunyai ibu sebaik ibu"Anin mencium pipi Bu Andini.


"Apa kamu memaafkan ayahmu ini juga?"tanya pak Pratama.


"Ayah walaupun sebenarnya Anin merasa kecewa sama sikap ayah dulu yang tega meninggalkan ibu tapi Anin senang ternyata Anin masih mempunyai ayah,"ucap Anin lalu memeluk pak Pratama.


"Terimakasih nak,kamu tumbuh sebagai anak yang cantik dan baik hati,"pak Pratama mencium kening Anin.


"Sayang... kamu tidak marah sama grandma kan?"tanya pak Pratama.


"Ayah Jujur Anin kecewa sama grandma karena telah membohongi Anin selama ini tapi tidak di pungkiri selama ini grandma lah yang memberikan segalanya pada Anin dari kehidupan yang layak dan kasih sayang yang melimpah,Anin sangat menyayangi grandma,"Anin melepaskan pelukannya dari pak Pratama lalu beralih memeluk Oma.


"An...nin..grad...ma..say...ang...Nin,"ucap Oma dengan terbata-bata di ikuti air mata yang mengalir di pipinya.


"Anin juga sangat sayang grandma,"Anin mencium pipi Oma.


"Alhamdulillah,"ucap semua yang ada di dalam ruangan.

__ADS_1


"Bro, terimakasih ya..lu udah bawa kakak gue hingga kami bertemu,"ucap Aditya merangkul pundak Angga sahabatnya.


"eits..gak gratis bro,"jawab Angga berbisik.


"Pamrih lu,harus bayar berapa gue?"tanya Aditya memukul lengan Angga.


"He..he..restui dan bantu gue untuk nikahin kakak lu,"jawab Angga.


"Benerkan lu modus,gue gak setuju nyerahin kakak gue sama playboy macam lu,"ucap Aditya.


"Hei...bro.. gue dah insyaf, pengen lah gue juga kaya lu punya istri yang cantik dan baik,"jawab Angga.


"Jangan mudah percaya bos,"celetuk asisten Boy.


"Kampret lu Boy,"jawab Angga lalu melempar bantal sofa ke arah asisten Boy.


Saat Aditya,Angga dan Boy bercengkrama,para wanitapun bercengkrama dan meminta Anin menceritakan kehidupan nya.


"Sayang..kamu tumbuh dengan baik walau tanpa kasih sayang kedua orang tuamu,"ucap mamih Aditya.


"Iya nyonya, grandma memberikan segalanya untuk Anin,"jawab Anin.


"Hei..jangan panggil nyonya,panggilah mamih seperti yang lainnya,"ucap mamih Aditya.


"eh..ya mamih,"jawab Anin.


"Kakak,apa kakak akan tinggal di Indonesia?"tanya Anisa.


"Insya Allah, setelah menyelesaikan semua urusan di Jepang karena akupun ingin berkumpul sama kalian,"jawab Anin sambil tersenyum lalu memeluk Anisa.


"Alhamdulillah,ibu senang mendengar nya,"ucap Bu Andini.


"Nis,apa baby ganteng ini anak kamu?"tanya Anin lalu menggendong baby Atha.


"Ya kak ini anak Anisa dan mas Aditya, keponakan kakak,"jawab Anisa.


"Nis, berarti kamu tuh adik sekaligus adik ipar aku ya...ha..ha.."ucap Anin tertawa.


"he..he..betul juga ya,"Anisa menggaruk-garuk kepalanya.


"Nis,Angga betul sahabatnya Aditya,dia seperti apa orangnya?"tanya Anin berbisik.


"Ya,kakak suka sama dia?"tanya Anisa.


"E..enggak cuma nanya,"jawab Anin tersipu malu.


"Anin,mamih dengar loh,"ucap mamih Aditya yang mendengar pembicaraan Anin dan Anisa walaupun mereka berbisik-bisik karena posisi mamih Aditya yang berada di samping Anisa.


"Mamih,Anin cuma bertanya aja,"ucap Anin malu.


"Angga laki-laki yang baik Nin,mamih sekeluarga sudah mengenalnya lama,dia sahabat Aditya," ucap Mamih antusias menceritakan tentang Angga.


"Dia sahabat nya Aditya berarti umurnya seusia Aditya dong? sedangkan Anin kan lebih tua dari mereka masa iya Anin sama brondong,"jawab Anin.


"Cinta tidak mengenal perbedaan usia nona cantik,"ucap Angga yang langsung berdiri dengan mereka.

__ADS_1


"Huuu..."ucap para wanita serempak.


**Akankah Anin sama Angga bisa jadian??🤔🤔


__ADS_2