
Setelah mengantar Anisa ke apartemen Aditya pulang ke rumah mamihnya,dia sampai pukul 21.00 WIB.Keadaan rumah sudah cukup sepi karena hampir semua penghuni sudah berada di kamarnya masing-masing terkecuali para asisten rumah tangga yang sedang membersihkan sisa makan malam.
Aditya melangkahkan kakinya menuju kamar yang di tempati Monica, sebelum membuka kamar Aditya mendengar Monica sedang marah-marah sepertinya dia sedang menelepon seseorang.
Cklek...
Aditya membuka pintu kamar membuat Monica kaget karena dia sedang memarahi seseorang lewat ponselnya.
"Say...sayang..kamu sudah pulang?"tanya Monica gelagapan karena syok melihat pintu kamarnya terbuka tiba-tiba dan terlihat Aditya di depannya.
Monica langsung mematikan ponselnya lalu berjalan mendekati Aditya.
"Kenapa Mon, gugup banget lihat aku?"ucap Aditya lalu dia duduk di sofa.
"sayang...bukannya aku gugup tapi aku sangat senang kamu pulang dari tadi aku nungguin kamu,"Monica duduk di samping Aditya sambil memeluk suaminya manja.
"o begitu?bukannya kamu sedang asyik berbincang dengan seseorang lewat telepon?"tanya Aditya.
"itu Amel, habisnya aku bosan sendiri di kamar jadi teleponan sama Amel", jawab Monica sambil terus mengelus dada bidang suaminya.
"Kedengarannya kamu sedang marah-marah tadi?"tanya Aditya.
"gak, cuma sedikit kesal sama Amel dia gak mau nemuin aku ke sini", jawab Monica santai.
"bukan karena kecewa sama Amel?"Aditya mencoba memancing Monica.
"Kecewa? ha...ha..gak lah dia sahabat terbaik aku,"jawab Monica.
"Gimana kalau dia mengkhianati kamu?apa kamu masih menganggap dia sahabat terbaik kamu?"Aditya terus memperhatikan mimik wajah Monica.
"Aku gak suka pengkhianatan sudah pasti aku akan buat dia membayar mahal atas pengkhianatannya itu,"jawab Monica sambil tersenyum kecut.
"sama sepertiku,akan aku buat menyesal orang yang mengkhianati aku atau lebih parahnya aku akan membunuhnya,"ucap Aditya.
Deg..
Monica merasakan ada yang gak beres dengan Aditya mendengar ucapannya seperti nya Aditya sedang kesal.
"Sayang..apa kamu sudah makan malam?"Monica mengalihkan pembicaraan.
"Aku sudah makan malam sama Anisa,"jawab Aditya datar.
ada apa dengan Aditya? pasti ini gara-gara perempuan kampung itu,aku harus menahan emosi jangan membuat Aditya marah atau mencurigai aku gumam Monica
"Sayang..kamu tidur di sini kan?"tanya Monica sambil memeluk Aditya.
"Sepertinya gak,aku mau tidur di atas?"Aditya melepaskan pelukan Monica.
"Dit, sekarang kamu berubah,kamu sekarang gak mau nyentuh aku,"Monica berdiri dengan emosi.
"Apa kamu tau kenapa sekarang aku gak mau nyentuh kamu?"ucap Aditya.
__ADS_1
"Karena perempuan itu kan?"tanya Monica dengan nada tinggi.
"bukan, aku gak mau menyentuh pengkhianat,"ucap Aditya.
"Maksud kamu apa?"tanya Monica.
"kamu tau maksud aku apa?kamu mengkhianati aku Mon,"Aditya berdiri lalu memegang pundak Monica.
"Siapa yang mengkhianati kamu,bukan kah kamu yang menduakan aku,"ucap Monica.
"itu semua ide kamu,tapi kamu mengkhianati pernikahan kita dengan laki-laki lain,"ucap Aditya mulai kesal namun dia masih berusaha menahan dirinya agar tidak berbuat kasar pada Monica mengingat perempuan itu sedang hamil.
"Apa maksud kamu?"ucap Monica.
"Kamu belum mau ngaku Monica?apa yang kamu sembunyikan dari aku tentang kehamilan kamu?"tanya Aditya.
Deg..
Monica mulai mundur menjauhi dari Aditya.
apa Aditya tau semuanya? bagaimana ini,aku harus apa ucap Monica dalam hati
"Sayang..aku gak ngerti ucapan kamu,"Monica mulai melembutkan suaranya.
"Mon duduklah,aku mau kita bicara baik-baik,"Aditya mencoba menahan emosinya lalu dia mengajak Monica duduk kembali di sofa.
"Dit,aku sayang kamu apa kamu sekarang sudah gak sayang sama aku hiks..hiks..,"Monica menangis karena dia sudah tidak tau lagi harus berbicara apa takut kalau Aditya sudah tau kebenarannya.
"A..aku kan sudah bilang usia kandungan aku satu bulan,"jawab Monica terbata-bata.
"Mon,kamu jangan lagi berbohong sama aku,usia kandungan kamu baru dua Minggu kan?sedangkan kamu sudah satu bulan di Paris terus terakhir kita berhubungan suami istri pun itu sudah lama bahkan jauh sebelum kamu ke Paris,"ucap Aditya.
"apa maksud kamu,jadi kamu mencurigai aku sudah berselingkuh dari kamu,"Monica mulai kesal hingga nada bicaranya mulai tinggi.
"itu faktanya,semua ada buktinya,"Aditya berdiri mengambil tas kerjanya di atas nakas lalu dia mengeluarkan amplop coklat dan menaruhnya di pangkuan Monica.
"Lihat lah,apa yang akan kamu jelaskan tentang ini,"ucap Aditya.
Monica membuka amplop tersebut terlihat beberapa lembar foto dirinya bersama David selagi di Paris dan lembar berikutnya Monica melihat surat keterangan kehamilannya.
"ini bohong pasti semua hasil rekayasa,"Monica meremas kertas-kertas tersebut.
"ini semua benar dan aku dapatkan dari orang yang terpercaya,"ucap Aditya.
"Aditya apa kamu gak percaya sama aku?"Monica mencoba melunakan hati Aditya dengan memeluknya.
"Lepas Mon,jujur aku kecewa sama kamu kenapa kamu lakukan ini sama aku apa kurangnya aku selama ini selalu mengikuti dan menuruti kemauan kamu,apa yang kamu minta dari materi, kebebasan bahkan menikahi Anisa aku turuti tapi kamu mengkhianati janji pernikahan kita,"ucap Aditya emosi.
"Dit,ini semua gak benar hiks..hiks..,"Monica kini mulai terpojok sudah gak bisa lagi membela diri.
"Mon,aku tanya sekali lagi apa kamu masih berhubungan dengan mantan pacar kamu?"Aditya mulai merendahkan nada bicaranya.
__ADS_1
Monica masih terdiam dia hanya menangis sambil menunduk.
"Mon,aku gak mau berbuat kasar sama kamu jadi please katakan yang sebenarnya,"ucap Aditya.
"Mon...Monica...,"Aditya memeluk Monica bagaimana pun mereka adalah suami istri yang sudah menjalani pernikahan selama satu tahun ini pasti cukup banyak kenangan di antara mereka walaupun pernikahan berawal dari perjodohan tapi Aditya selalu menghormati janji pernikahan itu.
"hiks...hiks..Dit,maaf..maafin aku saat di Paris aku ketemu David dan beberapa kali kami menghabiskan waktu bersama,"ucap Monica sambil terus menangis.
"Apa baby dalam perut kamu anaknya David?"Suara Aditya bergetar menahan sakit dalam hatinya.
"Ya,"jawab Monica pelan.
Wajah Aditya mulai merah menahan amarah, rahangnya mengeras dan tangannya mengepal,ingin rasanya dia memukul atupun menampar perempuan yang ada di depannya namun ia tahan.
"Kamu tega Mon, mengkhianati aku katanya belum mau punya anak demi karir tapi nyatanya sekarang kamu hamil anak laki-laki yang bukan suamimu,"ucap Aditya.
"Dit,akupun gak mengharapkan anak ini tapi semua kecelakaan,aku hilaf dan mohon maafin aku Dit,jangan ceraikan aku hiks .hiks.."lagi-lagi Monica menangis sambil memegangi tangan Aditya.
"Mon,aku gak bisa terima pengkhianatan,jadi sebaiknya kita berpisah,"ucap Aditya.
"gak..aku gak mau Dit,apa perlu aku gugurkan anak ini saja kalau kamu membencinya,"ucap Monica.
"jangan gila kamu,kamu sudah berbuat dosa apa kamu mau nambah dosa dengan menggugurkannya,"Aditya mulai kesal.
"Tapi aku gak mau berpisah dari kamu,aku mohon maafin aku,"ucap Monica.
"sudah Mon,kita sebaiknya berpisah dan kamu bisa hidup bersama David,"ucap Aditya.
"Kamu gak bisa menceraikan aku,apa yang akan terjadi sama papih dia pasti syok dan pasti penyakitnya kambuh lagi,"Monica mencoba mencegah Aditya menceraikannya.
"Aku akan menjelaskan pelan-pelan sama mereka pasti mereka akan menerima keputusanku,"ucap Aditya.
"tapi kamu gak bisa bercerai dengan aku sekarang karena aku sedang hamil,"ucap Monica.
"aku tau kita gak bisa bercerai karena kamu hamil jadi aku akan mengurusnya setelah kamu melahirkan tapi mulai sekarang aku menganggap kamu sudah bukan istri ku lagi tapi jangan takut aku akan tetap memberikan nafkah buat kamu untuk biaya hidup sehari-hari,"Aditya menarik nafas dalam-dalam.
"Baiklah,tapi apa boleh aku minta satu permohonan,"ucap Monica.
"Apa katakan saja,"jawab Aditya.
"Rahasiakan dulu tentang rencana perceraian kita,aku gak mau keluarga tau sampai pada waktunya baru kita ceritakan sama mereka karena aku takut menggangu kesehatan papih Pratama,"ucap Monica.
"ya aku setuju,akupun gak mau kalau papih syok dan penyakitnya kambuh lagi,"Aditya membenarkan ucapan Monica bagaimana pun dia gak mau mengambil resiko dengan mempertaruhkan kesehatan papihnya.
"jadi saat ini kita bisa berpura-pura baik-baik saja di depan mereka apa kamu setuju?"ucap Monica.
"Aku setuju,"jawab Aditya.
ok..Aditya kamu setuju dengan usul ku dan ini akan aku gunakan untuk mencari cara bagaimana aku akan menggagalkan rencana kamu untuk menceraikan aku karena sampai kapanpun aku tidak mau berpisah dan aku gak bakal rela kehidupan mewah ini lepas dariku,kamu tunggu permainanku sayangku... ADITYA PRATAMA YUDHA ucap Monica dalam hati
*kira-kira apa yang akan Monica lakukan??
__ADS_1