Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
Pertempuran


__ADS_3

Aditya dan Anisa sampai di hotel mereka langsung menuju kamar yang sudah di pesankan oleh asisten boy.Aditya langsung membuka pintu hotel langsung masuk di ikuti oleh Anisa di belakangnya.


Karena merasa tubuhnya lengket karena air laut Aditya langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, tiba-tiba Anisa nyerobot dari belakang hendak masuk kamar mandi.


"Sutam..aku duluan ya..rasanya badan aku lengket,"ucap Anisa di samping Aditya.


"Hei..nona siapa yang duluan sampai sini,minggir sutamu dulu yang masuk,"ucap Aditya sambil menarik pinggang Anisa.


Anisa pun terpental kebelakang,alhasil bokong Anisa mendarat di lantai.


"aww...Sutam...,"Anisa melotot sambil teriak.


"Kenapa Icanku mau mandi bareng,ayo..kita mandi bareng aja biar seru,"ucap Aditya sambil tersenyum.


"ih..ogah..,jawab Anisa yang berlalu menuju sofa.


Anisa mencoba mengalah karena tidak mau terjadi hal yang diluar ekspektasi jika harus mandi bareng.


Adityapun masuk kamar mandi dengan senyum kemenangan.


Aditya langsung menyalakan shower untuk mulai ritual membersihkan tubuhnya yang lengket karena air laut.


Tidak lama Aditya keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya sedangkan dada bidangnya yang kekar terekspos kemana-mana.


Seketika Anisa yang berada di sofa menghadap ke arah Aditya diam melongo.


oh..Tuhan betapa sempurnanya engkau ciptakan makhluk didepanku,pahatan mahakarya yang sempurna,gumam Anisa dalam hati


"ehem...sudah selesai mengagumi sutammu ini,"ucap Aditya mengagetkan Anisa yang lagi bengong.


"geer,mang situ oke,"ucap Anisa sambil berlalu menuju kamar mandi.


Anisa masuk kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


byarr...byurrr...


cklek...


Suara pintu kamar mandi terbuka,Anisa mengendap-endap keluar kamar mandi berharap Aditya tidak melihatnya.Anisa keluar kamar mandi dengan memakai handuk yang menutupi bagian tubuhnya dari paha atas sampai bagian dada saja .Kaki jenjangnya yang mulus terlihat indah,tidak hanya itu leher jenjangnya yang putih terlihat sexi.Sekali-sekali air menetes dari rambutnya yang masih basah semakin terlihat menggoda,


"Sutam..aku gak ada baju ganti, pakaian ku masih di villa,"ucap Anisa malu-malu.


Mendengar ucapan Anisa,Aditya yang tadi duduk di sofa dengan hanya menggunakan celana pendek tanpa memakai baju,dia sedang mengeringkan rambutnya, tiba-tiba berdiri menuju arah Anisa berada dekat tempat tidur.


Anisa kaget mencoba mundur namun mentok ke tembok,Anisa diam terpaku sambil menahan handuknya agar tidak melorot.


Aditya semakin mendekat kearah Anisa tiba-tiba tubuh Anisa yang ramping terkungkung tangan Aditya yang kekar.


Anisa menelan salivanya perlahan tubuhnya mulai gemetar panas dingin entah apa yang dia rasakan.


jangan maju dan jangan mendekat ,aku gak kuat,lutut lemas dan jantungku kenapa berdekup kencang,gumam Anisa di hati.


Aditya mengecup perlahan bibir kenyal Anisa sekali,dua kali sampai dia me***bibir Anisa lembut.Tanpa penolakan Anisa membalasnya lembut pula,mereka kini telah hanyut kedalamnya.Aditya menggigit bibir bawah Anisa pelan hingga Anisa membuka mulutnya dan tanpa menunggu lidah Aditya kini sudah menyusuri rongga mulut Anisa.Mereka saling berbalas gigitan-gigitan kecil di bibir.


Tangan kekar Aditya mulai mengelus punggung Anisa,mengakibatkan terasa aliran listrik menjalar ke tubuh Anisa.Tangan Anisa mulai melingkar di leher Aditya,Anisa berjinjit mencoba menyamakan tinggi tubuhnya dengan Aditya,mereka masih saling berbalas ciuman.


Karena pergerakan mereka, tiba-tiba handuk yang Anisa gunakan melorot tanpa bisa di hindari,sepasang gunung kembar yang indahpun terpampang nyata di depan wajah Aditya.


Aditya menelan salivanya perlahan,jakunnya naik turun tubuhnya mulai teraliri sengatan listrik yang entah berapa besaran voltnya.Anisa yang tersadar langsung menutupi dadanya dengan kedua tangannya,pipinya merah merona karena malu.


Aditya memegang kedua tangan Anisa yang masih menutupi dadanya,Aditya meletakan tangan Anisa di pinggang milik Aditya.


Aditya memberikan ciuman lembutnya lagi ke bibir Anisa namun kini ciuman itu turun menuju leher jenjang Anisa,tanpa Anisa sadari dia merasa kegelian pada bagian dadanya ternyata tangan Aditya sedang bermain di sana.Aditya mulai menundukkan wajahnya tepat di bagian dada Anisa,dia mulai men***bagian dada Anisa lembut,Anisa tidak bisa menahannya dia mendesah pelan.


Aahhh....


Mendengar desahan Anisa membuat Aditya semakin bergairah,dia terus menciumi bahkan menyesap bagian kecil pa**""Anisa seperti bayi yang sedang minum ASI.Aditya memberikan tanda kepemilikan di leher dan dada Anissa dengan lembut.

__ADS_1


Aditya sudah tidak tahan lagi apalagi si junior kini sudah sesak di dalam celananya serasa ingin melepaskan diri dari sarangnya.Aditya merebahkan tubuh Anisa di atas tempat tidur sambil terus memberikan ciuman-ciuman lembut di seluruh tubuh Anisa.Anisapun di bikin semakin mendesah dan mengerang kenikmatan.


Aditya mulai menyusuri setiap inci tubuh Anisa hingga ke area sensitif Anisa yang terlihat putih sexi,Aditya meraba perlahan lalu mengecup dan men***area sensitif itu.


kini Aditya sudah tidak bisa menahan lagi


lalu berkata dengan suara parau,"boleh ya..Ican?"


Anisa mengangguk tanda setuju tapi dia berkata"sakit gak?"Aditya tersenyum dan menjawab",aku akan melakukannya pelan."


Kini Aditya mulai melepaskan celananya dan membuangnya sembarang, terpampang jelas junior Aditya yang sudah tegak siap menerobos pertahanan Anisa.


Aditya mulai menerobos pertahanan Anisa namun cukup sulit karena masih sempit dan belum terjamah.Dengan pelan Adityapun bisa menerobosnya mengakibatkan Anisa sedikit kesakitan.Perlahan namun pasti merekapun sampai pada klimaksnya.Mereka berdua menikmati setiap erangan dan desahan.


Aditya kini merebahkan tubuhnya di samping Anisa dan mengecup lembut kepala Anisa,di balas dengan kecupan lembut di bibir Aditya oleh Anisa.


"ow..ternyata Icanku lebih agresif ya,"goda Aditya sambil mencolek hidung mancung Anisa.Namun Anisa malah menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Aditya karena malu.


kriuk...kriuk...


bunyi suara perut Anisa.


"Icanku lapar ya?habis pertempuran kita,"goda Aditya pada Anisa dan di balas anggukan oleh Anisa.


"ok,aku pesan makanan dulu ya..Ican bersihkan dulu tubuh dan itu pakaian gantinya di paperbag atas nakas itu,"ucap Aditya sambil menunjuk ke arah nakas.


"jadi bajunya sudah ada dari tadi?"ucap Anisa kesal.


"emang gak lihat dari tadi disitu,aku suruh boy belikan dan besok baru barang-barang kamu di ambil dari villa,"jawab Aditya.


Merekapun malam ini mandi untuk kedua kalinya karena pertempuran yang melelahkan dan menggairahkan.


Tidak lama makanan yang di pesan Aditya sampai,Aditya dan Anisapun mulai menikmati makanannya diselangi obrolan-obrolan ringan.

__ADS_1


__ADS_2