Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
Ketemu mertua


__ADS_3

Tok..tok..


"Sayang..sayang.."


Tok..tok..


"Anak nakal buka pintunya",suara teriakan seorang wanita terdengar hampir memekakan telinga.


Di dalam ruangan Aditya dan Anisa terkejut mendengar teriakan seorang wanita dan suara ketukan berkali-kali.


"Mas,siapa?"tanya Anisa cemas.


"Mamih mas,tenang aja jangan gugup"ucap Aditya lalu dia duduk di kursi kebesarannya dan menekan tombol sebuah remote pembuka pintu otomatis dan berpura-pura membaca file.


brugh...


Pintu terbuka dengan kencang untung saja tidak ada karyawan lainnya kecuali Anisa dan Aditya karena hampir semua karyawan sedang keluar untuk beristirahat.


"Hei anak ganteng mamih,kenapa pintunya di kunci?"tanya mamih Aditya sambil melotot ke arah anaknya itu.


"Maaf mam,kunci otomatisnya lagi eror jadi terkunci sendiri,"Aditya berbohong.


"Lagi apa kamu?terus siapa wanita ini,ngapain kalian berduaan di sini?"Mamih Aditya memborbardir anaknya dengan banyak pertanyaan.


"Mam,Aditya jelasin wanita ini ,namanya Anisa dia karyawan Aditya di divisi keuangan dan sekarang dia lagi memberikan laporan,kita lagi membahasnya mam"Aditya mencoba membuang kecurigaan mamihnya.


"Benar nona?"Mamih Aditya bertanya pada Anisa yang sedang berdiri gugup sambil meremas roknya.Mamihnya Aditya menatap Anisa dari atas sampai bawah.


cantik,wajah wanita ini sepertinya tidak asing senyum dan matanya seperti siapa ya?gumam mamih Aditya dalam hati


"Ya nyonya,"jawab Anisa singkat.


"Mam,tumben ke sini,"tanya Aditya menghampiri mamihnya lalu dia menciumnya dan mengajak mamihnya duduk di sofa.


"Mamih habis arisan di restoran depan kantormu jadi sekalian mampir ke sini bawain makan siang buat anak mamih yang ganteng,"ucap mamih Aditya sambil menaruh sebuah bungkusan makanan di meja.


"wow kebetulan Aditya belum makan siang,"ucap Aditya.


Anisa masih berdiri di samping mamihnya Aditya,dia merasa tidak nyaman takut menggangu momen antara ibu dan anak lalu Anisapun berinisiatif pamit untuk ke luar.


"Pak Aditya kalau begitu saya kembali keruangan lagi."ucap Anisa.


"Nis,kamu kan belum selesai laporannya,"Aditya menatap ke arah Anisa sambil mengedipkan mata sebelah.

__ADS_1


Dengan terpaksa Anisa mengurungkan niatnya ke luar ruangan,diapun masih berdiri di samping mamihnya Aditya.


"Aditya.... temenin mamih jalan-jalan ke mall,"pinta mamihnya merajuk.


"Mam,aku ada meeting,terus tumbenan mamih gak ke mall bareng temen-temen mamih?"ucap Aditya.


"Temen-temen mamih pada jalan-jalan sama anak menantunya,kamu sama Monica gak pernah nemenin mamih",Mamih Aditya merengut.


"Mam inikan hari kerja, kapan-kapan Aditya temenin ya?ucap Aditya sambil mengelus punggung tangan mamihnya dan menciumnya.


Mamih Aditya melirik ke arah Anisa langsung dia tersenyum dan berkata"Mamih mau ke mall di temenin nona Anisa,biasakan?"


"Mam,dia lagi kerja,"jawab Aditya.


"ya nemenin mamih jalan-jalan juga bagian dari kerja,maukan nona Anisa?"pinta mamih Aditya.


"Mam Anisa gak boleh kecapean dia lagi hamil muda,"ucap Aditya takut kalau Anisa nemenin mamihnya nanti kecapean karena Aditya tau kalau mamihnya ke mall pasti lama.


"Dia lagi hamil?kok kamu tau Dit,"tanya mamih Aditya aneh sampai segitunya anaknya tau tentang karyawannya itu.


"Ya tau mam,semua tentang karyawan Aditya pasti tau,"jawab Aditya.


"Kalau begitu sini nona Anisa duduk dekat mamih,"ajak mamih Aditya menarik pelan Anisa lalu Anisa duduk di sampingnya.


Anisa mengangguk tanda setuju.


Deg..


Anisa merasakan jantungnya berdegup kencang karena merasa shock dengan perlakuan mamihnya Aditya yang perhatian.


anda baik nyonya tapi kalau anda tau siapa saya apa anda akan semanis dan sebaik ini? sungguh beruntung Monica punya mertua sebaik ini dan aku?gumam Anisa dalam hati.


"Nis,kok kamu masih kerja?memangnya suaminya gak ngelarang kamu?apa dia kurang merhatiin kamu?"tanya mamih Aditya sambil mengelus tangan Anisa.


mamih bisa-bisanya ngomong gitu aku ini suaminya ucap Aditya dalam hati


"Nyonya,saya masih kuat untuk bekerja lagian kalau diam di rumah terus saya merasa kesepian dan Alhamdulillah suami saya sangat pengertian dan menyayangi saya,dia mengijinkan saya bekerja dengan syarat saya bisa menjaga bayi dalam kandungan saya dengan baik,"ucap Anisa melirik ke arah suaminya.


Aditya tersenyum mendengar ucapan Anisa.


"Kamu perempuan hebat tidak ngoyo,memang seperti ini jangan kehamilan di jadikan alasan malas-malasan,gak mau ngapa-ngapain,tiduran aja itu kan gak baik buat perkembangan janinnya,"ucap mamih Aditya.


"Ya nyonya, dengan bekerja saya bisa terhibur ketemu teman-teman,"Anisa tersenyum.

__ADS_1


"Mamih gak jadikan ngajak Anisa ke mall?"Aditya bertanya berharap mamihnya mengurungkan niatnya.


"Jadi dong,kan mamih ngajak ke mall untuk ke salon mau perawatan tubuh itu kan baik buat ibu hamil,ya...kan Nis?"tanya mamihnya Aditya.


"ya... nyonya,"Anisa menjawab lembut.


"Gimana anak mamih mengijinkan?"tanya mamih Aditya menarik turunkan alisnya.


"Nanti Anisa kecapean mih,"Aditya masih berharap mamihnya mengurungkan niatnya.


"Kok kamu kaya suaminya aja, protektif banget,"ucap mamihnya mengagetkan Anisa dan Aditya.


"Bu..bukan begitu mih,ini kan tugas atasan melindungi karyawannya,"Aditya menggaruk kepalanya seolah-olah gatal.


"Ya mamih tau,tapi mamih tetap pengen di temani Anisa,ijinin ya anakku,"mamih Aditya merayu anaknya.


"Gimana Nis, emangnya kamu mau nemenin mamih aku ke mall?"tanya Aditya.


"Kalau anda mengijinkan,"Anisa menjawab.


"ya udah aku ngijinin tapi jangan sampai kecapean,"ucap Aditya memasang muka cemberut.


ini anak kenapa? sikapnya pada Anisa kaya sama istrinya saja padahal kan dia hanya bawahannya,terus sejak kapan Aditya peduli orang lain kecuali keluarganya,ucap mamih Aditya dalam hati yang merasa aneh melihat sikap Aditya yang berbeda tidak seperti biasanya


"Nah gitu dong,jadi kita bisa berangkat sekarang Nis,"mamih Aditya bangun dari duduknya dan mengajak Anisa.


"Mam,Anisa belum makan siang,"Aditya menahan tangan mamihnya.


"Biar kami makan di mall,kamu jangan khuwatir,"mamih Aditya menggandeng tangan Anisa lalu menepuk pundak Aditya.


"Mam, tunggu,"ucap Aditya.


"Kenapa lagi?"mamih Aditya melirik ke arah Aditya.


"Hati-hati,"ucap Aditya yang sebenarnya di tujukan bukan hanya untuk mamihnya saja melainkan pada Anisa juga.


"ya.. ,jangan lupa di makan makanan yang mamih tadi bawa,"ucap mamih Aditya.


Anisa dan mamih Aditya ke luar ruangan dan berjalan menuju lobby utama.


Mam,aku senang melihat kedekatan mamih sama Anisa semoga kalian bisa terus dekat dan akrab dan mamih bisa menyayangi Anisa layaknya seorang mertua pada menantunya dan maafin Aditya yang belum bisa jujur sama mamih gumam Aditya dalam hati


.

__ADS_1


*Bersambung??


__ADS_2