Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
Pelukan hangat


__ADS_3

Hari ini Aditya sudah di ijinkan pulang ke rumah walaupun tetap harus kontrol setiap minggunya.


Aditya di jemput di rumah sakit oleh pak Pratama,Boy,Angga dan Riko.


"Hei...kalian kenapa jemput gue ke sini memangnya gak ada kerjaan?"ucap Aditya memandang para sahabatnya.


"Bro,kami tuh sahabat masa ya... sahabatnya baru saja sadar dan pulih dari komanya kita gak jemput lu"jawab Angga menggandeng Aditya.


"Hei...gue bisa jalan sendiri,"Aditya melepaskan tangan Angga.


"lu sih Ga,mepet banget sama si Aditya dia risih tuh sama lu ha...ha..."ucap Riko.


"Dasar lu bro,lu kira gue cowok apaan,gue kan masih suka sama cewek,"jawab Angga sambil memukul lengan Riko.


"Sudahlah ayo kita masuk mobil,"ucap Boy membukakan pintu mobil buat Aditya.


"Dit,papih naik mobil papih ya..sama mang Udin,"ucap pak Pratama meninggalkanwreka menuju mobilnya.


"ok pap, sampai ketemu di rumah,"jawab Aditya sambil mengacungkan jempolnya.


Boy bertindak sebagai supir,Aditya duduk di samping Boy sedangkan Angga dan Riko duduk di belakang.


"Dit,yakin lu gak ingat kejadian sekarang-sekarang,"tanya Riko penasaran.


"Maksud lu gue hilang ingatan,"jawab Aditya agak heran.


"Dit, sebenarnya karena kecelakaan yang menimpa lu lalu koma itu mengakibatkan sebagian ingatan lu hilang,"ungkap Angga menepuk-nepuk punggung Aditya dari belakang.


"oh...Tuhan pantas saja gue merasa agak asing dan terasa hidup di masa lalu,bro...bantu gue untuk mengingatnya karena gue takut dengan keadaan gue seperti ini ada yang tersakiti,"ucap Aditya memijat keningnya.


"Tenang bro,kami akan membantu lu tapi jangan terlalu memaksakan untuk mengingatnya,"Angga ikut memegang bahu sahabatnya itu.


Tidak berapa lama mobil yang mereka tumpangi tiba di kediaman keluarga Pratama,mobil memasuki pekarangan rumah di depan teras terlihat anggota keluarga sudah berdiri di sanapun ada Anisa, setelah perdebatan panjang akhirnya Bu Andini mengijinkan Anisa untuk tinggal di kediaman Pratama.


Semua anggota keluarga tersenyum menyambut Aditya,Aditya dan para sahabatnya keluar dari mobil.


"Bro, lihatlah mereka sangat bahagia menyambut lu yang sudah hampir dua bulan koma,"ucap Angga.


"Selama itu gue koma,ah... rasanya sudah lama gue gak kerumah ini,"Aditya melihat ke kanan dan kiri kediaman Pratama.


"Selamat datang bro...di kediaman lu, lihatlah siapa cewek cantik itu?"Angga sengaja bertanya untuk memancing ingatan Aditya dengan menunjuk ke arah Anisa yang sedang tersenyum.


Anisa yang sedang bersenda di pagar tersenyum manis menatap ke arah Aditya,dia menggunakan kemeja dan celana jeans ya.. walaupun usia kandungannya sudah menginjak tiga bulan namun dia masih terlihat ramping.



"Bro,lu gak mengenali cewek cantik itu?"tanya Riko sambil menyenggol lengan Aditya.


"gue tau siapa dia,"ucap Aditya.


"Lu ingat siapa dia?"tanya Angga dan Riko serempak.


"ya...dia cewek yang nyelamatin gue saat kecelakaan,kata mamih dia malaikat penolong ha...ha...lebay banget kan nyokap gue,"jawab Aditya sambil berjalan menuju keluarganya berada.


"Haa... malaikat penolong,"ucap Angga dan Riko lagi-lagi serempak.


Mereka berempat berjalan ke arah keluarga Pratama berada.

__ADS_1


"Selamat datang putra mamih yang paling ganteng,"mamih Aditya memeluk putranya di susul dengan papihnya yang memeluk Aditya.


Pak Pratama memang sampai duluan ke rumahnya sebelum Aditya dan sahabat-sahabatnya tiba.


Aditya memeluk semua anggota keluarganya dari mulai mamih,papih,oma,kakak dan kakak iparnya bahkan sama ba Jum.Adityapun kaget melihat keadaan Oma yang seperti sekarang ini.


Aditya melihat ke arah wanita cantik yang tersenyum manis ke arahnya dia membungkuk kan tubuhnya sambil berkata"selamat datang tuan dan selamat atas kesembuhan anda."


*ya...Tuhan sebenarnya aku ingin memeluk suamiku karena aku sangat merindukan dia namun aku tidak mau memaksanya biarlah aku bersabar sampai dia mengingat semua tentang kami gumam Anisa dalam hati


kenapa wanita ini di sini juga dan kenapa dia selalu tersenyum manis seperti itu membuat jantung ku mau loncat saja dan bibir mungilnya itu bikin gemas saja ah... sepertinya otakku sudah kotor kalau terus melihat wanita itu ucap Aditya*


"Bro..lu gak peluk malaikat penolong lu,kalau lu gak mau biar gue yang peluk dia,"bisik Angga di telinga Aditya.


"Jangan macam-macam,dasar playboy,"Aditya menyikut perut Angga.


"aw...hilang ingatan saja lu masih posesif Dit,"ucap Angga memegang perutnya yang di sikut Aditya.


"Hei... terimakasih,"Aditya memeluk Anisa.


Deg..deg..


Jantung mereka berdekup kencang berirama bersahut-sahutan, tubuh keduanya kaku hanya aliran darah terasa panas saat tubuh mereka menempel,Aditya memeluk erat Anisa seakan mereka menumpahkan rasa rindu yang tertahan selama beberapa bulan ini.Air mata Anisa menetes di pipinya seakan tidak percaya suaminya memeluk erat dirinya padahal yang dia tau kalau suaminya hilang ingatan.


"Maaf,"ucap Aditya melepaskan pelukannya.


Anisa tersenyum menatap suaminya sambil menggelengkan kepalanya.


ehemmm...


Hampir semua orang yang ada di situ berdehem melihat kelakuan dua sejoli itu walaupun Aditya hilang ingatan namun mungkin di hati terdalamnya merindukan Anisa.


"Mam,aku ke kamar dulu untuk ganti baju,"Aditya naik ke lantai dua menuju kamarnya.


Semua anggota keluarga kini berada di ruang makan mereka makan siang bersama untuk merayakan kesembuhan Aditya.


Aditya turun tangga dengan pakaian santainya, senyuman mengembang di wajahnya,dia terlihat tampan dan lebih fresh.


"Maaf kalian menunggu ku lama,"Aditya duduk tepat di hadapan Anisa.


Jantung Anisa berdekup kencang melihat senyuman suaminya seakan-akan dia baru pertama kali melihat suaminya itu,dia merasakan kerinduan yang teramat dalam pada sosok laki-laki yang ada di hadapannya.


mas kenapa kamu tambah ganteng,aku menginginkan mu,aduh...ada apa dengan otakku gumam Anisa dalam hati lalu dia memukul kepalanya pelan


kenapa dengan wanita itu,lucu sekali dia


ucap Aditya tersenyum melihat Anisa yang memukul kepalanya sendiri



Anisa duduk di samping mamihnya Aditya dan kakak Aditya berhadapan langsung dengan Aditya membuat dia semakin salah tingkah apalagi terus di tatap oleh Aditya.


"Mam, kenapa malaikat penolong itu ada di sini? emangnya dia gak punya rumah?"tanya Aditya sambil menatap Anisa.


Aditya memang memanggil Anisa dengan sebutan malaikat penolong seperti yang mamihnya ucapkan.


"Sayang..memang Anisa tinggal di rumah kita memangnya kamu gak ingat,"jawab mami Aditya.

__ADS_1


"oh..."jawab Aditya singkat.


"Kenapa kamu keberatan?"tanya mamih Aditya.


"Gak mam,"lagi-lagi Aditya menjawab singkat padahal dia penasaran kenapa wanita yang ada di hadapannya itu terlihat akrab dengan keluarganya dan seolah-olah diapun tak asing dengan wajah cantik itu.


siapa dia kenapa dia akrab sekali sama mereka?ada hubungan apa aku sama dia kenapa rasanya ada keterikatan antara aku sama wanita ini gumam Aditya mencoba mengingat


"Nis,tambah lagi makanannya biar bayi dalam kandungan kamu sehat,"ucap mamih Aditya.


"Bayi?dia lagi hamil?mana suaminya?"tanya Aditya bertubi-tubi karena syok mendengar wanita di hadapannya itu sedang mengandung.


"Wei...kalem bro,tanyanya satu-satu, penasaran amat,"ucap Angga yang berada di samping Aditya.


"ya..Dit,Anisa lagi hamil dan saat ini suaminya..."ucap mamih Aditya.


"Suami saya lagi dinas ke luar negeri," Anisa memotong perkataan mamihnya.


"Nisa..."mamih menggemgam tangan Anisa,Anisa hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya sambil berkata


"gak apa-apa."


Mereka sudah selesai makan merekapun kembali dengan aktivitas masing-masing Angga,Boy dan Riko sudah pamit untuk kembali ke kantor sedangkan Aditya belum di ijinkan ke kantor oleh pak Pratama.


Anisa yang merasa kehausan keluar dari kamarnya menuju dapur dan tanpa sengaja menabrak seseorang yang berjalan dari arah dapur.


Bruk...


Tubuh Anisa menubruk dada bidang Aditya yang baru keluar dari arah dapur,Anisa hampir saja terjatuh namun tangan kekar Aditya menahan pinggang Anisa, mereka berdua saling bertatapan, tiba-tiba Aditya mendekatkan wajahnya pada wajah cantik Anisa.


Cup..


Aditya mengecup bibir Anisa tidak hanya itu karena terbawa perasaan merekapun berc***n dan saling membalas,Aditya dan Anisa sudah saling melu***t dan bertukar Saliva cukup lama dan sangat lembut.


Satu detik


Dua detik


Lima detik


"Maaf,"Aditya melepaskan ciumannya.


Anisa menunduk pipinya merah merona lalu dia memutar tubuhnya hendak meninggalkan Aditya namun tangan Aditya menariknya sehingga merekapun berhadapan kembali.


"Siapa kamu,apa hubungan kamu sama aku,"tanya Aditya berbisik di telinga Anisa.


"Kamu ingin tau siapa aku?tanya pada hatimu,"Anisa meletakan tangannya di dada Aditya.


"Hati?"ucap Aditya.


"Pelan-pelan saja untuk mengingatnya yang pasti aku dan kamu mempunyai hubungan khusus, selamat berjuang,"Anisa mengecup bibir Aditya lalu meninggalkannya.


Aditya masih terdiam mencerna kata-kata yang di ucapkan Anisa lalu dia memegang dadanya yang berdekup kencang.


"Hubungan khusus aku sama wanita itu?"ucap Aditya pelan.


**apa Aditya akan segera mengingat kembali Anisa??🤔🤔

__ADS_1


*Terima saran dan kripik(kripik singkong atau pisang 😄😄)


__ADS_2