Aku, Kamu Dan Suami Kita

Aku, Kamu Dan Suami Kita
Ngantar pulang


__ADS_3

Ha..ha..ha..


"Anisa udah bucin,"ucap Angga melihat ke arah dua sejoli.


Anisa menutup mulutnya dengan tangan kanan lalu tangan kirinya dia gunakan untuk mencubit pelan perut suaminya."Mas,ini gara-gara kamu."


"kok kamu nyalahin mas,sayang...yang berteriak kan kamu,tapi mas senang dengernya"cup...Aditya mencium pipi istrinya.


oek....oek...


Suara baby Atha mengagetkan kedua orang tuanya yang lagi asyik bersenda gurau,"sayang....cup..cup,"Anisa langsung menggendong baby Atha.


"Nis, sepertinya cucu mamih kehausan lebih baik kamu ke kamar saja kasih asi cucuku yang ganteng sekalian kamu juga harus istirahat,"ucap mamih Aditya mendekati menantunya.


"ya..Nis,sana ke kamar bawa baby Atha istirahat,kamu juga jangan banyak bergerak dulu biar cepat pulih,"ucap ibunya Anisa.


"Sayang...mas antar ke kamar ya?biar kalian bisa istirahat,"Aditya membantu istrinya berdiri.


"Mas,biar Nisa ke kamar sendiri saja,mas temenin dulu sahabat-sahabat mas ngobrol,"ucap Anisa.


"Gak usah bro, kebetulan gue mau pamit karena harus terbang ke Bali ada urusan hotel yang harus di selesaikan,"Angga berdiri berfamitan pada semuanya di susul Riko yang juga pamit pulang.


"Nis,gue juga mau pulang ya.. karena di kostan ada sepupu gue, semoga baby Atha gak rewel ya..,"ucap Tari lalu mencium baby Atha.


"Tar,lu pulang di antar Boy ya?"pinta Anisa pada sahabatnya itu.


"Ga usah Nis,biar gue pesan taksi online saja,"ucap Tari tersenyum.


"Boy,kamu antar Tari ya?"ucap Aditya mengarahkan pandangannya pada asistennya yang berada tidak jauh dari mereka.


"Baik tuan,ayo nona Tari biar saya antar anda ke kostan,"ucap Boy mempersilahkan Tari mengikutinya.


"Nis,gue pulang ya..sini tante cium dulu baby Atha yang ganteng,"Tari mencium baby Atha sebelum dia keluar.


"Tante jangan ciumi aku telus dong,makana Tante cepetan punya baby uga dong,"ucap Anisa dengan suara di miripkan anak kecil menggoda sahabatnya itu.


"Apaan si brownis,masa iya gue punya baby duluan kan pacar aja gak ada,"Tari mengerucutkan bibirnya.


"Bentar lagi juga punya pacar,ya...gak.."goda Anisa sambil menaik turunkan alisnya lalu mengarahkan pandangannya ke arah Tari di teruskan ke arah Boy.


Boy melihat tatapan Anisa,dia hanya menggaruk kepalanya seolah-olah gatal.


"Brownies...ya udah gue pulang,pakAditya saya pamit pulang,"ucap Tari lalu tersenyum.


Akhirnya Tari pulang di antar Boy.


"Sayang..ayo kita ke kamar biar kamu bisa istirahat dan biar baby Atha,mas yang jagain,"Aditya mengajak Anisa ke kamar lalu dia mengambil alih baby Atha dari tangan istrinya.


"Mas..berikan baby Atha sama Nisa sepertinya dia haus,"ucap Anisa lalu menggendong bayinya kemudian dia duduk di atas tempat tidur untuk menyusui baby Atha.


"Gantengnya dady haus banget ya?pelan-pelan aja,dady gak akan minta sekarang kok he...he.. "ucap Aditya melihat baby Atha yang begitu lahap minum asi dari sang momy.

__ADS_1


"ih...mas, ngomongnya di saring dong kan deket baby,"Anisa menatap suaminya.


"Emang benar kan mom?itu milik dady juga bahkan sebelum baby Atha lahir dady yang menguasainya sekarang dady harus mengalah,"Aditya menggoda istrinya sambil memeluknya dari samping dengan tangannya yang ikut meraba p*****a istrinya.


"Mas..."ucap Anisa menatap tajam suaminya.


"Mas,cuma bantuin megangin biar baby Atha gampang miminya dan mas bisa pijitin juga biar asinya lancar keluarnya,"Aditya masih dengan posisinya.


"Mas...Nisanya jadi geli ah..lepas gak,"ucap Anisa yang tau sifat mesum suaminya.


"Ya...mas lepas,biar sekarang giliran baby Atha dulu,entar mas season dua,"ucap Aditya datar.


"Ingat ya..mas lagi puasa,"ucap Anisa memanyunkan bibirnya.


"Cuma sebatas seperti baby Atha aja gak apa-apa kan?"tanya Aditya sambil menampilkan senyuman devilnya.


"Ih..mesum,"ucap Anisa.


"Biarin,kan sama istri,"ucap Aditya gak mau kalah.


Anisapun kalah dia hanya menarik nafas dalam-dalam mendengar kemesuman suaminya.


***Di sebuah mobil****


"Pak Boy sebenarnya saya bisa pulang sendiri kok,anda gak perlu repot mengantarkan saya,"ucap Tari yang kini sudah berada di mobil asisten Boy.


"Saya gak merasa direpotkan kebetulan saya juga mau ke arah sana,"ucap asisten Boy.


Boy gelagapan karena sebenarnya dia hanya akan mengantarkan Tari saja tanpa mau pergi kemana-mana lagi.


"eeeeh...itu ke ru..rumah teman,"jawab Boy.


"o.."Tari membulatkan mulutnya.


Sejenak mereka diam dengan pikiran masing-masing.


*duh..gue sebenernya deg-degan banget deket pak Boy kaya gini gumam Tari dalam hati


kenapa kalau dekat cewek ini hati gue jadi dag dig dug gak karuan ucap Boy dalam hati sambil mencuri-curi pandang pada Tari*.


"ehem...pak Boy,kok dateng ke rumah pak Aditya gak bawa pacarnya sih,"tanya Tari yang penasaran akan setatus asisten Boy karena denger dari gosip karyawan kantor kalau asisten Boy sudah punya pacar.


aduh...gue lancang banget nanya gini,apa jawabannya ya? jangan-jangan benar dia udah punya pacar ucap Tari dalam hati


"Pacar??"tanya Boy singkat.


"iya.. pacarnya pak Boy,kok gak ikut nengok baby Atha?"Tari balik nanya.


"Saya gak punya pacar,"jawab Boy singkat dengan menampilkan wajah datarnya.


Boy memang pernah punya setatus pacaran sama dokter Amel itupun karena terpaksa demi bosnya dan tidak berlangsung lama karena dia segera memutuskan hubungan yang hanya di landasi keterpaksaan dan untungnya dokter Amel menerima keputusan Boy untuk menyudahi hubungan mereka.

__ADS_1


"Bukannya pacar bapak seorang dok...?"Tari menutup mulutnya karena keceplosan.


"Kamu udah kaya netizen aja kerjanya menggosipkan orang,"jawab Boy masih dengan wajah datarnya.


"ih...bapak,saya kan cuma kepo aja karena denger dari para karyawan kalau bapak sudah punya pacar,"Tari mengerucutkan bibirnya.


"iya itu sama saja,saya gak punya pacar mungkin sebentar lagi,"ucap Boy melirik ke arah Tari.


"Sebentar lagi?wah.. berarti bapak sekarang lagi PDKT(pendekatan kata anak zaman now mah) sama cewek ya?"tanya Tari semakin penasaran.


Brukkk.. aw..


"Pak,kenapa ngerem mendadak sih,"Tari kaget karena tiba-tiba mobil berhenti mendadak.


"Maaf saya gak sengaja,"Boy sebenarnya merasa gugup mendengar pertanyaan-pertanyan Tari.


"Pak Boy,kok gak jawab pertanyaan saya?"Tari masih melanjutkan pertanyaannya yang tertunda.


Mobil yang di kendarai Boy masih berhenti,dia mengarahkan tubuhnya tepat di hadapan Tari jarak mereka begitu dekat.


"Kenapa kamu kepo banget,"ucap Boy dengan suara lembut tepat di telinga Tari membuat tubuh perempuan itu menegang.


"Ga...gak...usah jawab kok,"Tari gelagapan.


"Tapi sepertinya kamu penasaran pengen tahu siapa wanita yang beruntung karena akan jadi kekasih saya,"lagi-lagi Boy berbicara pelan di telinga Tari.


"A...apa sih pak gak jelas,"ucap Tari memalingkan wajahnya yang kini tepat di hadapan wajah Boy.


"Kamu..."ucap Boy singkat.


"Aku?kenapa?"tanya Tari menghadapkan kembali wajahnya tepat di hadapan wajah Boy.


"Kamu..wanita itu,"ucap Boy menempelkan bibirnya di bibir merah Tari.


Deg...


Tari terdiam tubuhnya menegang dan merasakan aliran darahnya memanas serasa tersengat aliran listrik beberapa volt, bibirnya merasakan kenyalnya bibir tebar lelaki di hadapannya.


*Astaga jantung gue kenapa?ini tubuh kenapa gak bisa bergerak ah...gumam Tari dalam hati


ah..gila masa gue langsung nyosor gini,tapi bibirnya sangat menggoda,Boy...lu sabar...jangan jadi cowok brengsek ucap Boy dalam hati*


"Maaf,"Boy menjauhkan bibirnya dari bibir Tari.


Tari menunduk dengan wajah semurat kemerahan menahan malu karena dia tidak menolak ciuman laki-laki yang ada di hadapannya.


Boy mengangkat dagu perempuan yang ada di hadapannya sambil berkata"apa kamu mau jadi kekasih saya?"


Deg...


what...kekasih...gue gak salah dengar, jawab apa ya...ucap Tari dalam hati kegirangan sampai-sampai dia akan berjingkrak-jingkrak kalau situasinya bukan dalam mobil

__ADS_1


**Jawab dong Tari???**


__ADS_2