
Yoana tersadar dengan apa yang barusan dikatakannya, dengan cepat Yoana melepaskan pelukannya.
"Kau sudah lama mengenalku?" tanya Alexander menatap Yoana.
"Eh, itu..sa..saya, maksud saya..saya ikut prihatin dengan yang anda alami Tuan, saya merasa anda berhak untuk berbahagia, jadi saya merasa anda adalah idola saya karena anda begitu tegar menghadapi tragedi yang anda alami!" kata Yoana menjelaskan, mencoba mencari alasan yang sesuai dengan apa yang dialami oleh Alexander.
Alexander menatap Yoana dalam-dalam, dia mencari sesuatu di raut wajah Yoana, apakah dia berbohong, atau perkataan nya tersebut jujur.
"Anda istirahatlah sebentar Tuan, saya akan mengambil air minum untuk anda, bukankah malam ini ada undangan yang akan anda hadiri, jadi perlu istirahat sebentar agar nanti malam tubuh anda terasa segar untuk pergi ke pesta!" kata Yoana mengalihkan pembicaraan, wajahnya merona ditatap Alexander.
"Baiklah!" jawab Alexander.
Yoana akhirnya bisa lolos menghindari pertanyaan yang akan dipertanyakan Alexander selanjutnya, yang mungkin membuat Yoana tidak bisa untuk berbohong lagi.
Dengan cepat Yoana pergi untuk mengambil air minum, menutup pintu dengan pelan, dan dengan setengah berlari pergi menuju dapur Mansion.
Yoana menepuk-nepuk wajahnya yang memerah, dia tidak menyangka dirinya menangis dihadapan Alexander, dan tanpa sadar mencium luka Alexander.
"Aaaaa...!" teriak Yoana begitu malunya, ditutupnya wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Ada apa?" beberapa Pelayan berlari menghampiri Yoana yang berdiri ditengah koridor Mansion menuju dapur.
__ADS_1
"Ti..tidak ada apa-apa, saya hanya tersandung saja barusan, dan hampir terjatuh!" sahut Yoana berbohong, dia jadi tambah malu karena beberapa Pelayan melihatnya merona.
Sementara didalam kamar, Alexander masih duduk dengan posisi yang sama tidak bergerak sedikitpun.
Dia seperti bermimpi mendapatkan kecupan dari Yoana, jemarinya menyentuh tempat di mana tadi Yoana mendaratkan ciumannya.
Dada Alexander berdebar-debar, perasaannya berdesir membayangkan wajah Yoana, ada semacam rasa yang membuat dia ingin memegang Yoana selalu berada disampingnya.
Yoana dengan langkah cepat bergegas menuju dapur, dia semakin malu di pandang beberapa Pelayan yang heran mendengar jeritannya.
Setelah mengambil air minum, Yoana kembali dengan langkah cepat membawa air minum ke kamar Alexander.
Lalu memberikan air minum untuk diminum Alexander, dan pria itu menerima gelas yang diberikan Yoana.
Setelah memberikan air minum untuk Alexander, Yoana pun pergi meninggalkan kamar Alexander.
Nyaris tanpa mengeluarkan suara sedikitpun untuk berpamitan, karena rasa canggung yang ada diantara mereka.
Jam enam malam pun tiba, Yoana bersiap-siap akan menemani Alexander menghadiri pesta undangan dari rekan bisnisnya.
Di pesta malam ini Yoana ingat di cerita aslinya, ada beberapa wanita yang akan mencoba berkenalan dengan Alexander.
__ADS_1
Semuanya gadis yang sangat cantik, dan ada satu wanita yang begitu perhatian pada Alexander.
Yoana ingat wanita itu ditolak Alexander, karena Alexander telah jatuh cinta pada Lili.
Kali ini aku akan mengubah cerita aslinya.
Kesayanganku harus hidup bahagia kedepannya, dia tidak boleh lagi menderita! bisik hati Yoana dengan tekad yang kuat.
Yoana berencana akan membantu wanita itu dekat dengan Alexander, dan membuat Alexander jatuh cinta pada wanita itu.
Senyuman senang tersungging disudut bibir Yoana, dia merasa dia begitu pintar, punya rencana yang begitu bagus.
Yoana memandang dirinya didepan cermin, melihat dirinya memakai gaun yang mahal, rasanya dirinya berubah total.
Dia terlihat begitu cantik dan seksi, rambutnya yang di tatanya menggelung keatas, memperlihatkan lehernya yang jenjang.
Yoana tidak menyangka gaun yang ada didalam lemari didalam walk in closet, begitu pas ditubuhnya.
Begitu juga dengan sepatu high heels yang dipakainya, begitu pas di kakinya.
Yoana hanya memakai sedikit make-up, tidak ingin terlalu mencolok dan glamour, dia suka make-up yang terlihat natural saja.
__ADS_1
Setelah merasa dirinya sudah selesai berdandan, Yoana pun keluar dari kamar.
Bersambung......