
Yoana memandang Lili dengan lekat.
"Apakah anda yakin, kalau anda tidak berbohong?" tanya Yoana dengan nada yang tajam.
Mendengar apa yang dikatakan Yoana, sontak wajah Lili langsung berubah panik.
"Pergilah, saya pastikan anda besok tidak akan bekerja lagi di Mansion Alexander kalau anda masih mencoba melakukan sesuatu hal pada Alexander!" sahut Yoana dengan tegas.
"Yoana!" teriak Lili, dia merasa kalau Yoana telah mengetahui suatu hal tentang dirinya.
"Pergilah!" Yoana berteriak juga pada Lili, dia semakin waspada terhadap wanita itu, banyak hal tidak terduga dilakukannya untuk menaklukkan Alexander agar tujuannya tercapai.
"Saya tidak mau, biarkan saya yang urus Tuan Alexander!" teriak Lili.
"Anda bukan asisten pribadi Alexander, saya lah yang asisten pribadinya, anda hanya bekerja sebagai asisten Koki, kenapa anda begitu ngotot ingin melayani Alexander! apakah anda punya tujuan khusus pada Alexander?" teriak Yoana dengan nada pura-pura curiga, memicingkan matanya menatap Lili dengan tajam.
Padahal kenyataannya, Yoana tahu apa maksud tujuan Lili sebenarnya.
Dan, berhasil! membuat wajah Lili terlihat panik.
"Sa..saya hanya ingin melayani Tuan Alexander agar dia bisa mempercayai saya, dan menaikkan gaji saya!"
"Begitukah? tapi tindakan anda sungguh mencurigakan, anda berpakaian mewah dan seksi seperti itu, bukankah itu sepertinya ingin menarik perhatian seorang pria?" tanya Yoana tersenyum miring.
"Sa..saya seorang wanita lajang, tentu saja harus berpakaian seperti ini agar dilihat seorang pria, apakah salah saya yang masih lajang berpakaian seperti ini?" tanya Lili mengangkat dagunya sedikit.
"Oh ya, lalu bagaimana dengan Jack, bukankah dia kekasih anda?" tanya Yoana menatap Lili dengan tajam.
Dan itu, membuat Lili sangat terkejut, dan tanpa sadar mundur dua langkah dengan mata terbelalak memandang Yoana.
"Kenapa? benarkan! sampai anda terlihat panik begitu, kalian berdua ingin mencelakai Alexander!" sahut Yoana tajam.
"Ka..kau siapa, kenapa kau...!" Lili tidak bisa untuk melanjutkan perkataannya, dia hampir jatuh terduduk mendengar apa yang dikatakan Yoana.
Yoana masih menahan tubuh Alexander dalam dekapannya, kepala Alexander menunduk terjatuh di bahu Yoana.
__ADS_1
"Yoana!" terdengar suara Alexander yang serak, dia merasa tubuhnya begitu panas, kulit bahu Yoana yang terbuka terasa nyaman bersentuhan dengan keningnya.
"Ya Tuan, ayo kita pulang, saya akan menelepon Nick sebentar!" Yoana mengambil ponselnya dari dalam tas kecilnya.
"Tidak, saya akan bawa Tuan Alexander untuk beristirahat sebentar di kamar hotel, setelah dia merasa baikkan, baru akan saya bawa pulang!" teriak Lili dengan panik mencoba untuk mengambil alih Alexander dari dekapan Yoana.
Melihat tindakan Lili tersebut, tanpa sadar Yoana menendang kaki Lili dengan kuat.
Dan tindakannya tersebut membuat wanita itu sontak menjerit kesakitan, dan jatuh terduduk ke lantai.
"Kau ingin berbuat sesuatu pada Alexander, kau pikir aku tidak tahu! dasar kau rubah betina! jangan harap kau bisa untuk menguasai Alexander lagi, aku akan pastikan kau tidak akan bisa untuk memprovokasinya lagi, camkan itu!" sahut Yoana dengan nada yang begitu tajam dan tegas.
Lili mundur mendengar apa yang dikatakan Yoana barusan, dan menelan ludahnya tanpa sadar melihat sosok Yoana, seperti melihat seorang gadis yang menakutkan.
"Si..siapa kau, ke..kenapa kau bicara seperti itu, apa maksudmu!" sahut Lili dengan wajah yang pucat.
Mereka tanpa sadar tidak menggunakan bahasa formal lagi dengan status mereka, karena suasana yang terasa memanas.
Yoana tidak menjawab perkataan Lili tersebut, dengan perlahan Yoana membawa Alexander menuju lift yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
Ting!
Lift terbuka, dengan hati-hati Yoana menuntun tubuh Alexander untuk masuk ke dalam lift.
Alexander terlihat semakin aneh, wajahnya dia gesekkan ke kulit bahu Yoana, dan perlahan menggesekkan nya ke leher Yoana.
Alexander merasakan begitu lembut dan dinginnya kulit Yoana, dan itu terasa begitu nyaman sekali dengan tubuhnya yang terasa semakin panas.
Setelah pintu lift tertutup, Yoana menekan tanda menuju lantai bawah, dan dengan satu tangannya menekan nomor Nick di layar ponselnya.
"Nick, Tuan Alexander tidak sehat, saya akan membawa Tuan Alexander pulang, siapkan mobilnya!" setelah selesai menelepon, Yoana langsung mematikan ponselnya.
Yoana merasakan Alexander semakin erat memeluk tubuhnya, dan merasakan wajah Alexander mengelus lehernya perlahan.
"Tuan!" panggil Yoana, tangannya mencoba untuk menjauhkan wajah Alexander dari lehernya.
__ADS_1
"Yoana, tubuhmu terasa nyaman, aku suka..jangan menjauh!" gumam Alexander serak, nafasnya terdengar memburu.
Alexander menekan tubuh Yoana ke dinding lift, dan mengecup leher Yoana dengan perlahan, dan mencoba menarik gaun Yoana naik ke atas.
Menyelipkan tangannya masuk ke dalam gaun Yoana, dan mengelus kulit paha Yoana yang terasa nyaman.
Yoana tidak menyingkirkan tangan Alexander yang menyentuh tubuhnya, gadis itu diam saja di sentuh dan lehernya dikecup Alexander.
Yoana tidak tega mendorong tubuh Alexander, ada semacam rasa kasihan akan keadaan yang dialami Alexander.
Yoana merasakan tubuh Alexander begitu panas, dia tidak menduga kalau Lili nekat memasukkan obat perangsang ke dalam gelas anggur Alexander.
Yoana ingat dalam plot aslinya, Lili tidak pernah memasukkan obat perangsang kedalam minuman Alexander, karena Lili telah berhasil membuat Alexander tertarik padanya.
Tapi, sekarang Yoana telah merubah alur ceritanya, dengan dirinya yang telah mengambil alih perhatian Alexander.
Karena itulah Lili mengubah rencananya dengan nekat menaruh obat kedalam minuman Alexander.
Ting!
Pintu lift terbuka, dengan susah payah Yoana menuntun tubuh besar Alexander keluar dari dalam lift.
Dengan sempoyongan Alexander menuruti arahan Yoana membawanya keluar dari aula Hotel, tapi instingnya yang masih sadar, tidak melakukan hal yang diperbuatnya seperti di dalam lift tadi.
Nick membuka pintu mobil lebar-lebar, setelah melihat Yoana membawa Alexander keluar dari dalam lobby Hotel.
Tubuh Alexander ambruk ke jok mobil, tubuhnya terasa tidak nyaman sekali, dia merasa ingin meledak.
Nick menutup pintu mobil setelah Yoana masuk kedalam mobil.
"Tuan!" panggil Yoana begitu prihatin melihat Alexander yang semakin aneh, dia terlihat begitu gelisah sekali.
Alexander melonggarkan dasinya, dan membuka kemejanya, dia merasakan kalau tubuhnya terasa semakin panas saja.
Bersambung.....
__ADS_1