
Sesampainya di kantor, seperti biasa Yoana membersihkan sebentar ruang kantor Alexander, lalu menyeduh kopi Alexander, dan menaruhnya di atas meja kerja Alexander.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Yoana berencana akan keluar sebentar untuk mengurus masalah Ibu Alexander yang menurutnya sudah di hasut seseorang.
Yoana ingat dalam novel aslinya, kalau Ibu Alexander sesekali pergi ke salon untuk menenangkan pikirannya.
Dengan melakukan massage dan refleksi kaki, Ibu Alexander akan merasa tenang.
Yoana ingin tahu, dengan siapa Ibu Alexander pergi ke salon, dan siapa akhir-akhir ini yang telah mempengaruhi wanita paruh baya itu.
Setelah permisi sebentar dengan Alexander, dengan cepat Yoana pun bergerak menuju salon tempat langganan Ibu Alexander.
Ternyata benar, saat Yoana sampai di salon, Ibu Alexander sudah melakukan pesan kamar untuk dilayani massage.
Yoana melihat Ibu Alexander berbicara dengan seseorang, karena wanita yang di ajak bicara membelakangi ke arah Yoana, wajah wanita itu tidak terlihat oleh Yoana.
Yoana terpaksa ikut pijat juga, untuk mengetahui siapa wanita yang bersama Ibu Alexander.
Salon tersebut adalah salon kelas menengah ke atas, setiap ruang kamarnya sangat nyaman dan mewah.
Setiap ruang kamar hanya bisa untuk tiga pelanggan saja, dengan sekat privasi untuk pelanggan dalam satu ruang kamar.
__ADS_1
Dan, beruntung sekali dalam ruang kamar yang dipesan Ibu Alexander, masih ada satu lagi yang kosong.
Yoana dengan cepat memesan tempat yang kosong itu.
Saat masuk kedalam ruang kamar yang sama dengan Ibu Alexander, kedua wanita itu sudah di layani oleh dua wanita Pelayan massage.
Karena setiap tempat massage di halangi tirai privasi, Yoana bisa mendengar mereka berbicara dengan jelas, karena jarak mereka tidak memungkinkan kedua wanita itu untuk berbisik untuk saling bicara.
"Tante, aku sudah katakan, kalau anda perlu lebih lagi untuk meyakinkan Alexander!" sahut salah satu wanita itu, dari suaranya Yoana tidak mengenal wanita itu.
Tante? dia memanggil Mama Alexander dengan sebutan 'Tante'? bisik hati Yoana kaget.
Siapa wanita itu? apakah keponakannya yang lain? pikir Yoana.
Sepertinya ada wanita lain yang mendukung kejahatan Lili dan Jack, siapa dia? pikir Yoana mengerutkan keningnya, mencoba mengingat setiap peran wanita dalam cerita aslinya.
Kalau tidak ada yang mendukung kejahatan Lili dan Jack, tidak mungkin mereka bisa melakukan semuanya dengan sempurna.
Yoana kembali memasang telinga dengan tajam, untuk mendengarkan pembicaraan dua wanita tersebut.
"Tentu saja aku akan mencoba sebisaku untuk membuat Alexander mengerti, dan memecat pembantu pribadinya itu!" sahut Ibu Alexander.
__ADS_1
"Iya, benar Tante! wanita itu harus di singkirkan dari samping Alexander, agar putra anda mau menyadari kesalahannya karena telah mempekerjakan Yoana!" sahut wanita itu dengan nada yang lembut dan prihatin.
"Iya, benar apa yang kau katakan, tapi masalahnya Alexander sudah di butakan karena sudah jatuh cinta pada gadis itu!" sahut Ibu Alexander dengan nada kecewa.
"Anda harus lebih berusaha lagi untuk meyakinkan Alexander agar mau mendengarkan Tante, Alexander dalam bahaya kalau terlalu lama bersama pembantunya itu!" sahut wanita itu dengan nada mendesak dan khawatir pada Ibu Alexander.
"Ya, aku akan usahakan agar Alexander mau mendengarkan aku!"
"Dan, Lili sangat cocok menjadi pembantu pribadi Alexander!"
"Jangan sebutkan nama wanita itu, ternyata wanita itu sangat jahat dan menakutkan!" sahut Ibu Alexander panik.
"Tapi Tante...!"
"Cukup Katty! aku tidak mau mendengarkan apa pun mengenai wanita itu!" sahut Ibu Alexander dengan suara kencang.
"Baiklah Tante!" jawab wanita yang bernama Katty itu dengan nada kecewa.
Katty? kening Yoana berkerut memikirkan wanita bernama Katty itu.
Semakin Yoana berpikir, semakin dia tidak mengingat siapa sosok Katty dalam cerita aslinya.
__ADS_1
Bersambung.....