Aku Ada Untukmu

Aku Ada Untukmu
43. Ibuku menjadi musuhku.


__ADS_3

Wanita yang bernama Katty memberikan lagi saran pada Ibu Alexander.


Yoana mendengar wanita itu mengatakan akan membuat jebakan pada dirinya, agar Alexander membenci dirinya.


Mendengar apa yang di katakan wanita bernama Katty itu, Yoana hanya bisa menghela nafas panjang.


Dunia kertas ini ternyata orang-orang nya kejam juga, dan parahnya Ibu Alexander tidak sadar kalau kekayaannya sedang di incar orang yang pura-pura baik padanya.


Setelah melenyapkan Alexander, mereka akan gampang untuk melenyapkan orang tua Alexander.


Kunci utama yang sangat kuat adalah Alexander, mereka harus bisa menaklukkan Alexander terlebih dahulu.


Karena sudah mendapatkan sesuatu yang penting, Yoana menyudahi massage nya.


Dia harus lebih dahulu pergi dari sana, sebelum kedua wanita itu selesai.


Sementara itu di kantor Alexander terlihat gelisah, sudah lama Yoana belum kembali juga, jam makan siang sudah terlewat.


Pria itu mondar-mandir di dalam ruangan nya, menunggu Yoana dengan gelisah.


Sudah beberapa kali Alexander menelepon Yoana, ponsel gadis itu tidak di angkat sama sekali.


Alexander sudah menanyakan pada Nick kemana perginya Yoana, tapi pengawal sekaligus asistennya itu tidak mengetahui kemana perginya Yoana.


Kalau Yoana tidak kembali sampai dua jam lagi, Alexander berencana akan menugaskan beberapa bawahan nya untuk mencari Yoana.


Perasaan Alexander semakin tidak tenang, seumur hidup ini perasaan gelisah yang membuat dia kembali mengalami pasca trauma.


Takut Yoana mengalami sesuatu, dan dia kembali sendirian lagi.


Alexander terus mondar-mandir dengan gelisah, wajahnya terlihat antara cemas dan ketakutan.


Tok! tok! tok!


Pintu kantornya ada yang mengetuk, dan spontan Alexander menoleh ke arah pintu.


Perlahan pintu terbuka, dan tampaklah wajah cantik Yoana dari balik pintu yang terbuka.

__ADS_1


Wajah Alexander langsung bahagia melihat Yoana tidak mengalami sesuatu yang membuat dia khawatir, dengan langkah yang panjang Alexander menarik tubuh Yoana ke dalam pelukannya.


"Kenapa lama sekali perginya, dari mana saja kau, membuat aku khawatir!" ujar Alexander memeluk Yoana dengan erat.


"Maaf, tadi ada urusan yang membuat aku melewatkan makan siang!" ucap Yoana membalas pelukan Alexander.


"Urusan apa, kenapa begitu lama?" tanya Alexander dengan nada setengah kesal, wajahnya kembali terlihat begitu khawatir.


"Aku pergi ke salon, melihat Nyonya Angeline dengan seorang wanita yang tidak ku kenal!" kata Yoana terus terang.


"Kau menguntit Mamaku?" tanya Alexander melepaskan pelukannya.


"Aku hanya ingin tahu siapa yang telah menghasutnya, pasti ada seseorang yang berupaya memprovokasi Nyonya Angeline, kalau tidak...dia mana mungkin bisa begitu agresif ingin menyingkirkan ku, dan berusaha untuk mencari seorang pembantu pribadi yang lain untuk mu!" kata Yoana menjelaskan.


"Jadi, apakah kau sudah mendapatkan nya?" tanya Alexander, dia merasa tidak setuju dengan tindakan Yoana menguntit Ibunya.


"Apakah kau kenal dengan seorang wanita yang bernama Katty?" tanya Yoana memandang Alexander.


"Katty?"


Alexander terdiam sesaat, pria itu tampak mengerutkan keningnya, mencoba mengingat siapa kiranya wanita yang bernama Katty tersebut.


"Mungkinkah pacar Reinhard?" gumam Alexander sambil berpikir.


Ah, iya! bisa jadi, bisik hati Yoana baru menyadari sosok wanita yang bernama Katty tersebut.


Yoana ingat dalam cerita aslinya, sepupu Alexander yang bernama Reinhard itu memiliki seorang kekasih yang tidak mempermasalahkan tingkah Reinhard yang bermain dengan banyak perempuan.


Wanita itu hanya perduli kalau Reinhard memberi uang padanya, dan fasilitas mewah untuk memuaskan hidupnya yang menyukai barang branded.


Reinhard ibarat Bank berjalan bagi Katty, mereka adalah pasangan aneh yang suka foya-foya, dan hidup mewah.


Katty tidak sakit hati saat melihat kekasih nya itu lagi berpelukan dengan beberapa wanita di depan matanya.


Dan, yang takut justru Reinhard, pria itu akan canggung dikerumuni para wanita seksi kalau di depan kekasihnya itu.


"Ya, benar wanita itu pasti kekasih sepupu mu!" kata Yoana mengangguk menyetujui apa yang dikatakan Alexander.

__ADS_1


"Ada apa dengannya?" tanya Alexander.


"Dia bersama Nyonya Angeline janjian di salon, dan membuat rencana untuk menyingkirkan ku!" kata Yoana menjelaskan.


Alexander tentu saja terkejut dengan apa yang dikatakan Yoana.


Bisa-bisanya orang luar memberi ide kepada Ibunya untuk mengatur kehidupan nya, dan Ibunya mau saja di provokasi.


Alexander menghela nafas dengan panjang, dia harus lebih tegas lagi pada Ibunya.


Alexander berencana akan mengirim kembali Ibunya ke pulau untuk menenangkan diri dan introspeksi diri.


Dan Ayahnya pasti kesepian sudah ditinggalkan Ibunya beberapa hari, karena itu mereka tidak boleh terlalu lama berjauhan.


"Bagaimana kau bisa mendengar pembicaraan mereka?"


"Aku ikut massage juga di ruang yang sama dengan mereka!"


Alexander memijit pelipisnya, dia bisa bayangkan betapa beresiko nya apa yang dilakukan Yoana.


Pantas saja gadis itu lama sekali diluar sana, membuat Alexander cemas.


"Apa yang akan mereka rencanakan untuk menyingkirkan mu?" tanya Alexander.


"Menjebak ku dengannya seorang pria!" jawab Yoana dengan tenang.


Sontak wajah Alexander langsung berubah mendengar apa yang dikatakan Yoana, wajahnya berubah gelap.


Dada Alexander terasa mendidih oleh amarah mendengar rencana Ibunya dan wanita yang bernama Katty tersebut.


Ibunya sekarang menjadi musuhnya, seorang Ibu yang seharusnya lebih mempercayai perkataan anak kandungnya sendiri dari pada orang lain.


Alexander ingin melakukan sesuatu untuk membalas apa yang direncanakan oleh Ibunya itu.


Dia akan melakukan sesuatu yang membuat Ibunya sadar, kalau dirinya sedang di manfaatkan.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2