Aku Ada Untukmu

Aku Ada Untukmu
66. Pemeran yang sama dalam dunia novel.


__ADS_3

Malamnya Alexander membawa Yoana ke pesta, setelah mereka selesai membeli gaun Yohana dari butik.


Alexander sempat pangling melihat penampilan Yoana setelah setelah selesai berdandan.


Yoana terlihat begitu cantik dengan gaunnya yang indah membuat kekasihnya itu bagaikan model.


Alexander menyodorkan lengannya untuk di rangkul Yoana, dan gadis itu dengan senyuman manisnya merangkul lengan Alexander.


"Kau begitu cantik sayang" bisik Alexander di telinga Yoana.


"Kau juga terlihat tampan, aku jadi wanita yang beruntung bisa memiliki kekasih seperti mu" bisik Yoana juga.


Alexander tersenyum lebar mendengar bisikan Yoana itu, tanpa rasa sungkan, di kecupnya puncak kepala Yoana dengan perasaan bahagia.


Beberapa pasang mata melirik mereka yang terlihat begitu mesra, menatap dengan rasa kagum dan terpana, karena sepasang kekasih itu terlihat cantik dan tampan.


"Wahhh, cantiknya! lelaki nya tampan sekali!"


"Bukankah itu Ceo yang di katakan sangat dingin dengan wanita? ternyata rumor itu tidak benar!"


"Baju mereka coraknya sama, pasangan yang cocok!"


"Aku suka sekali melihat wanita cantik dan lelaki tampan, malam ini aku bisa cuci mata!"


"Pemandangan yang sangat indah!"


"Apanya yang cantik, biasa saja tuh, tidak perlu terlalu di lebih-lebihkan deh!"


Banyak bisikan-bisikan melihat penampilan Alexander dan Yoana begitu memasuki aula gedung Hotel.


Alexander dan Yoana terlihat santai saja dengan tatapan dan gosip para tamu yang memandang penampilan mereka.


Alexander membawa Yoana menemui tuan rumah pesta, dan menyapanya untuk mengucapkan selamat atas pembukaan Hotel baru tersebut.


Pesta berlangsung pada umumnya saat seseorang mengadakan pesta, dan hiburan di tengah acara.


Semua undangan hanya khusus untuk kalangan VIP saja, dan terbatas untuk kalangan luar.


Alexander memberikan Yoana segelas jus dari meja prasmanan.


Dengan patuh Yoana menerima gelas jus yang di berikan Alexander, dan meminum jus tersebut dengan perlahan.

__ADS_1


"Hai Alex! ternyata kau di undang juga sama Victor ya, akhirnya kita bisa bertemu di sini!" seorang lelaki berusia hampir sama dengan Alexander datang menghampiri Alexander.


Lelaki itu kemudian mengobrol dengan Alexander, membicarakan seputar bisnis dan tentang Hotel yang baru di buka tersebut.


Yoana diam berdiri di samping Alexander, tidak ikut campur dengan obrolan mereka.


Mata Yoana berkeliling melihat suasana pesta, sambil menyeruput jusnya dengan perlahan.


Yoana melihat seseorang yang mirip dengan karakter di dunia novel, seorang wanita.


Yoana mengedipkan matanya tidak percaya.


Itu wanita yang pernah di kenalkan Ibu Alexander untuk di jodohkan kepada Alexander.


Wanita yang menghina kekasihnya itu sebagai pria cacat mengerikan, dan berusaha ingin menyiram Alexander dengan minuman yang di pegangnya.


Mata Yoana nanar menatap wanita itu, dan kemudian melihat di sekitar wanita itu, ada siapa saja yang bersamanya.


Yoana melihat Ayah wanita itu, dia kenal betul lelaki pria paruh baya itu Ayah wanita cantik itu.


Ada apa ini? kenapa hampir semua pemeran yang ada di dunia novel, ada juga di dunia nyata.


Yoana semakin curiga dengan apa yang di alaminya.


Di awali saat dia menyukai sebuah buku novel yang menguras emosi, membuat dia membenci pemeran utama wanitanya.


Sering membayangkan ingin menolong pemeran utama pria, dan membasmi orang-orang yang jahat kepada pemeran utama pria.


Dan tanpa sadar, masuk ke dalam dunia novel yang di bacanya, lalu hampir mengenal semua pemeran dalam cerita novel tersebut.


Yoana mengedipkan matanya, memandang wanita yang pernah di tamparnya itu, dan dia lupa siapa nama wanita itu.


"Sayang!" sahut Alexander memandang Yoana yang tampak terbengong memandang sesuatu.


Pria itu menyentuh lengan Yoana yang tidak merespon panggilannya.


"Eh!" Yoana menoleh memandang Alexander, "Ada apa?" tanyanya bingung.


"Aku yang seharusnya menanyakan itu padamu, ada apa? kenapa kau kelihatannya begitu fokus melihat ke sana?" tanya Alexander melayangkan pandangannya melihat objek yang di lihat Yoana.


"Wanita itu!" tunjuk Yoana menunjuk seorang wanita di antara undangan pesta.

__ADS_1


"Wanita mana?" Alexander memandang pada seseorang yang di tunjuk Yoana.


"Yang memakai baju hijau lumut, wanita yang pernah ingin di jodohkan Mamamu kepadamu!"


"Oh, ya, kenapa aku tidak ingat ya!" kata Alexander berpikir, memandang wanita itu dengan teliti.


"Apakah Mamamu sekarang ada di rumah?" tanya Yoana menoleh memandang Alexander.


"Iya!" jawab Alexander menganggukkan kepalanya.


"Dan, Papamu?" tanya Yoana lagi.


"Di pulau!" jawab Alexander


Semuanya sama! pikir Yoana semakin penasaran dengan kisah hidup Alexander.


Pasti ada sesuatu! pikir Yoana lagi, merasa yakin mereka sepertinya ada keterikatan dari sejak dulu. Tapi atas dasar apa, kenapa bisa seperti ini? pikir Yoana lagi.


"Kenapa sayang?" tanya Alexander bingung.


"Sama seperti di dunia novel yang aku masuki!" kata Yoana menatap mata Alexander dengan lekat.


Alexander terdiam mendengar apa yang di katakan Yoana, tentu saja dia mempercayai apa yang di katakan Yoana.


Yoana melihat wanita itu berjalan menuju ke arah mereka, dan Yoana kaget melihat seorang wanita lain berjalan di samping wanita itu.


"Mamamu membawa wanita itu ke sini Alex!" sahut Yoana tanpa memalingkan wajahnya melihat ke dua wanita itu datang menghampiri mereka.


"Eh, bukankah Mamaku di rumah?" ujar Alexander terkejut juga melihat Ibunya ada di pesta tersebut.


Ke dua wanita beda usia itu mendekati Alexander.


"Alex!" panggil Ibu Alexander.


"Mama, kenapa kau ada di sini? bukankah kau di rumah ku tinggalkan tadi?" tanya Alexander bingung.


"Kejutan Alex, Mama sengaja tidak memberitahukannya padamu, karena Mama ingin mengenalkan mu dengan seorang wanita!" ujar Ibu Alex sambil tersenyum.


Alexander terdiam di tempatnya, baru saja Yoana memberitahukan padanya tentang siapa wanita itu, dan ternyata benar apa yang di katakan Yoana.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2