
Yoana mengisi air mandi kedalam bathtub, setelah air mandi hampir penuh, Yoana menutup kran.
"Tuan, Ayo sini masuk kedalam, berendam lah!" Yoana menarik tangan Alexander untuk masuk kedalam bathtub.
Saat tangan mereka bersentuhan, reaksi tubuh Alexander yang panas karena pengaruh obat, meremang merasakan kulit Yoana.
"Yoana..Yoana!" panggil Alexander dengan suara serak, tubuh Yoana kembali dibawa Alexander ke dekapannya.
Dengan nafas yang memburu karena tidak bisa menahan diri lagi, Alexander mengecup leher Yoana.
Meraba punggung Yoana yang polos, lalu menarik bra Yoana dengan terburu-buru.
"Tuan..Tuan! hentikan!" sahut Yoana mencoba mendorong tubuh Alexander.
"Aku sudah tidak tahan lagi, ini sangat sakit sekali, aku menginginkan mu Yoana, tolong aku..aku sudah tidak tahan lagi!" gumam Alexander dengan suara parau.
"Ayo, mari masuk kedalam bathtub Tuan, anda harus berendam!" Yoana mencoba tidak ingin menyakiti Alexander, ini semua kesalahan Lili karena ingin mendapatkan Alexander.
Dengan sekuat tenaga Yoana menarik tubuh Alexander untuk masuk kedalam bathtub, sementara Alexander sibuk mengecup tubuh Yoana.
Tangannya membelai tubuh Yoana yang sudah tidak memakai bra lagi, meremas benda lunak di dada Yoana, sembari bibirnya terus menjalar mengecup kulit leher dan dada Yoana.
Byurrr!
Akhirnya tubuh mereka berdua masuk ke dalam bathtub, dengan posisi Yoana dibawah Alexander.
Dengan keadaan pikirannya yang masih setengah sadar, tangan Alexander reflek menahan kepala Yoana yang hampir membentur dinding bathtub.
Wajah mereka begitu dekat dan nyaris bersentuhan, mata mereka saling menatap dengan lekat tanpa berkedip.
Perlahan tangan Yoana menyentuh topeng Alexander, dan dengan pelan dan perlahan topeng tersebut di buka Yoana.
Alexander diam saja dengan apa yang dilakukan Yoana, matanya tidak bisa dialihkannya dari mata Yoana.
"Alexander" gumam Yoana tanpa sadar, jemarinya mengelus bekas luka di wajah Alexander dengan lembut.
Alexander terkesiap mendengar Yoana menyebut namanya, terdengar begitu lembut di telinganya.
Alexander menyukai cara Yoana memanggil namanya.
__ADS_1
Yoana meletakkan topeng Alexander diatas pinggiran bathtub, lalu tangannya memutar kran shower.
Dan, air pun mengucur membasahi tubuh mereka berdua.
"Bagaimana, apakah sudah terasa reda panasnya Tuan?" tanya Yoana membuyarkan lamunan Alexander.
Alexander mengedipkan matanya, dan menelan air liurnya merasa terhipnotis dengan tatapan mata Yoana.
"Aku ingin mendengar kau menyebut namaku sekali lagi!" bisik Alexander.
"Alexander" bisik Yoana menuruti perkataan Alexander, lalu tersenyum manis.
Tanpa diduga Yoana, dengan cepat Alexander menunduk dan mencium bibir Yoana.
"Yoana, apakah kau bidadari yang dikirim untukku, aku mencintaimu Yoana!" gumam Alexander diantara ciumannya.
Yoana tidak bisa menjawab Alexander, ini momen yang tidak pernah terpikirkan oleh Yoana, alur cerita yang berubah.
Pemeran utama wanita telah berubah, sekarang dirinya lah yang menjadi pemeran utama wanita dalam novel yang dibacanya.
"Mulai sekarang jangan lagi bicara formal padaku, bicaralah seperti kau bicara dengan seseorang yang sudah akrab dengan mu, aku tidak ingin ada batasan antara kita, aku ingin kau memanggil namaku!" bisik Alexander sembari terus mencium bibir Yoana.
"Baiklah, Alexander" gumam Yoana mencoba membalas ciuman Alexander, tidak tahu entah kenapa Yoana menyambut ciuman Alexander.
Di sela-sela ciuman Alexander, mata Yoana tiba-tiba terbuka dengan lebar.
Lamunannya buyar oleh rasa ciuman Alexander, dia merasakan sesuatu yang mengeras menekan diantara selangkangannya, membuat tubuhnya meremang.
"He..hentikan!" Yoana mendorong dada Alexander dengan kuat.
"Kenapa?" tanya Alexander dengan suara yang serak, wajahnya terlihat begitu merah seperti orang mabuk.
"Jangan tindih aku, nafasku terasa sesak!" kata Yoana berbohong.
"Tapi aku merasa nyaman seperti ini!" gumam Alexander, dan kembali mencium bibir Yoana.
"Tidak..tidak, bukan seperti ini, hentikan!" Yoana dengan kuat mendorong tubuh Alexander.
Yoana dengan kuat membalikkan tubuh Alexander ke samping, dan akhirnya dia pun terbebas.
__ADS_1
"Yoana jangan pergi, tubuhku terasa ingin meledak, bagaimana ini!" Alexander memeluk Yoana dari belakang, mengeratkan pelukannya untuk menahan sesuatu dibawah sana ingin pelepasan.
"Gunakan tangan!" sahut Yoana memberi saran, dan wajahnya memerah menahan malu mengatakan apa yang barusan dikatakannya.
"Tangan, bagaimana?"
Wajah Yoana memerah mendengar perkataan Alexander, pria itu tidak tahu bagaimana caranya.
Apakah dia akan beritahukan caranya? aih, itu memalukan, tidak mungkin aku mengajarinya! pikir Yoana semakin merasakan wajahnya memerah.
Yoana tidak berani untuk memperjelas apa yang dia maksudkan menggunakan tangan, akhirnya dia hanya bisa membiarkan Alexander mendekap tubuhnya tanpa berniat untuk keluar dari bathtub.
Mereka berdua beberapa saat seperti itu, Alexander mendekap tubuh Yoana dari belakang, dan Yoana terpaksa tidak melepaskan pelukan Alexander.
Alexander tidak melanjutkan lagi untuk mencium Yoana, tangannya dengan erat memeluk tubuh Yoana dari belakang.
Menempelkan wajahnya di kulit punggung Yoana yang lembut, sembari menahan sesuatu dibawah sana yang terasa semakin mengeras.
Air dari shower terus mengalir membasahi tubuh mereka berdua.
Sampai Yoana merasa tubuhnya mulai kedinginan, barulah dia mencoba melepaskan tangan Alexander yang memeluk tubuhnya.
Air mengalir turun dari bathtub ke lantai kamar mandi, dan Alexander juga merasakan kalau tubuhnya mulai kembali normal.
Perlahan Alexander melepaskan tangannya yang ditarik Yoana dari tubuh gadis itu, Alexander merasakan tubuh Yoana mulai menggigil karena kedinginan.
"Yoana, maaf..maafkan aku!" gumam Alexander, sekarang tubuhnya sudah mulai mereda, panas menggigit setiap sel darahnya sudah mulai berkurang.
"Baguslah panasmu sudah agak reda!" kata Yoana menyentuh tubuh Alexander, terasa sudah normal kembali.
"Kau kedinginan, ayo keluar dari bathtub!" Alexander menutup kran shower.
Menarik Yoana untuk berdiri, dan Alexander langsung terpaku di tempatnya melihat Yoana hanya memakai pakaian dalam saja menutupi daerah sensitif nya.
Dia ingat apa yang tadi di perbuatanya karena pengaruh obat yang begitu kuat, dirinya tidak bisa di kendalikannya.
Dengan cepat Alexander mengambil handuk kering dari dalam lemari handuk, dan membungkus Yoana dengan handuk tersebut.
Lalu mengambil satu lagi, dan mengelap rambut Yoana yang basah.
__ADS_1
Tubuh Yoana mulai terasa hangat setelah dibalut dan di keringkan dengan handuk.
Bersambung.....